Breath Without Love

Breath Without Love
Pacar Lebay



Yuuri yang sudah selesai mencuci muka nya turun ke bawah menemui Vino yang sedang asik berperang di dapur.


"Siapa yang mengajak mu berperang di dapur ini kak" ucap Yuuri yang melihat dapur berantakan ulah dari Vino.


"Aku hanya mencoba untuk masak sayang,tapi tidak berhasil" keluh Vino yang melihat hasil masakannya yang benar benar tidak layak.


"Hahaha... apa ini?" tanya Yuuri yang menatap ikan berwarna hitam.


"Jadi kamu sekarang senang melihat pacarnya gagal masak" ketus Vino.


"Sekarang kakak duduk dulu ya" ucap Yuuri sambil mengambil air untuk Vino.


"Maaf ya sayang, aku tadi ingin membuat kejutan untuk mu tapi ternyata aku juga ikut terkejut dengan apa yang aku lakukan" ucap Vino.


"Kakak gak perlu terlalu menekan diri kakak seperti ini, cukup jadi diri sendiri aja ya kalau gak bisa masak ya jangan masak " ucap Yuuri sambil memberikan minuman untuk Vino.


"Kakak mau aku masakin apa sekarang?" tanya yuuri menatap mata Vino lembut.


"Ikan bakar bumbu pedas dong sayang sekalian sama sambal dan lalapan nya ya" ucap Vino antusias mendengar pertanyaan dari Yuuri.


"Baiklah tunggu di sini aja ya, akan segera aku buatkan spesial buat pacar lebay aku sekarang" ucap Yuuri yang berjalan menuju dapur dan mulai memasak.


Vino menatap Yuuri dari meja makan melihat betapa bahagianya dia melihat wanita yang di cintai nya memasak dengan keren dan aroma aroma masakan yang di masak oleh yuuri pun berhasil membuat vino tersenyum memandang Yuuri yang sedang memasak.


"Sayang, aku akan sayang merindukan masakan mu ketika kita berpisah nanti" ucap Vino sambil menatap Yuuri.


"Jangan melihat ku begitu, kakak akan kesulitan menahan rindu jika selalu melihat ku begitu" ucap Yuuri yang sadar di lihat oleh Vino sambil masih asik mengulek sambal.


"Sayang, bagaimana kalau kita segera menikah?" tanya Vino memberi ide untuk selalu bersama.


"Kak aku bukan gak mau, aku mau selesaikan study ku dulu" jawab Yuuri memberi pengertian kepada Vino.


"Baiklah aku akan menunggu" ucap Vino terlihat kecewa.


"Apa kamu sudah siap punya istri bawel seperti aku?" tanya Yuuri.


"Kamu bukan bawel sayang, tapi perhatian ya kan" ucap Vino.


"Hahaha... sekarang aja bilang nya perhatian nanti lama lama juga pasti bilang sayang kamu tu bawel banget sih" ucap Yuuri mengejek Vino.


"Kamu bisa aja" ucap Vino tersenyum.


"Tada... masakan sudah jadi" ucap Yuuri sembari membawa hasil masakannya ke atas meja makan dan langsung mulai menata hasil masakannya dan membawa 2 piring nasi untuk mereka berdua.


Yuuri mulai mengambil lauk dan sambal serta lalapan ke piring kecil untuk Vino.


"Makan yang banyak kak, kan tadi pasti capek habis perang di dapur hahaha... " tawa Yuuri pecah mengingat keadaan dapur yang mengenaskan karena ulah dari Vino.


"Udah deh gak usah di bahas lagi, malu tau" ucap vino menahan malu karena ulah nya tadi yang tidak bisa masak.


"Kok kakak cepat pulang hari ini?" tanya Yuuri di sela makannya.


"Kamu sih sayang bilangnya pulang naik taksi online, kan aku jadi khawatir sama kamu" ucap Vino kesal ketika mengingat isi pesan yang di kirim Yuuri untuknya.


"Aku tadi capek banget mau istirahat, nunggu kakak takut kelamaan jadi nya gitu deh aku pesan taksi online aja" jelas Yuuri memberi alasan.


"Lain kali jangan lagi ya, aku benar benar gak bisa liat kamu pergi ke mana mana tanpa aku" ucap Vino serius menatap Yuuri yang terdiam.


"Yuh kan, lebay nya mulai kumat lagi" gerutu Yuuri kesal.


"Maaf sayang, aku kan cuma mau memastikan kalau kamu aman" ucap Vino dengan lembut.


"Udah deh gak usah lebay pacar ku sayang" ucap Yuuri.


"Iya deh iya, tapi tetap aja kamu gak bisa naik taksi online lagi" ucap Vino memperingati Yuuri.


"Baiklah pak supir" ucap Yuuri kesal.


"Kok pak su_" Vino.


"Udah diem gak usah banyak komentar lagi, cepetan habisin makanan nya" ucap Yuuri memotong ucapan Vino.


"Iya sayang" ucap Vino mengalah.


Selesai makan Vino duduk di taman belakang mereka duduk santai sambil Vino mengerjakan kerjaannya sedangkan Yuuri mencoba membuat bolu pandan di dapur.


*Wa**h... jadi juga ternyata percobaannya bakal jadi resep andalan nih (ucap Yuuri*).


"Wah wangi banget aroma pandan nya, si nona Yuuri bikin kue nya hebat banget" ucap Mbak Nana salah satu mbak yang bekerja di rumah yang di tempati Yuuri.


"Hahaha mbak Nana bisa aja"ucap Yuuri sembari tersenyum.


"Beneran ini nona, jarang banget anak muda jaman sekarang yang masih suka di dapur" sambung mbak Ati.


"Semua orang itu berbeda beda mbak, oh ya kalian jangan lupa ya makan kue nya ntar sama mbak Jum nya juga di ajak" ucap Yuuri sembari memotong bolu pandan dan di tata diatas piring.


"Terima kasih nona atas kebaikan nya" ucap Mbak Ati dan mbak Nana bersamaan.


"Sama sama mbak jangan lupa juga tolong antar kan ke pak satpam dan tukang kebun nya sekalian ya" ucap Yuuri sambil membawa kue bolu pandan dan ice lemon tea untuk Vino.


Yuuri berlalu meninggalkan mbak Ati dan mbak Nana menuju ke arah Vino dengan sepiring bolu pandan dan ice lemon tea untuk Vino.


"Terimakasih ya sayang, harum pandan nya berasa banget" ucap Vino mencium aroma bolu pandan yang masih hangat.


"Sama sama" ucap Yuuri sambil tersenyum meraih sebuah buku novel di dekat meja sebelah kursi santai.


"Kamu bikin sendiri sayang?" tanya vino sambil melahap satu bolu yang sudah di potong.


"Iya, kenapa gak enak ya kak?"tanya Yuuri serius karena merasa gugup mendengar respon dari Vino.


"Hm.... ini lebih dari kata enak sayang malahan enak banget" ucap Vino menahan tawa melihat ekspresi Yuuri yang takut kue nya gak enak.


"Ih... dasar pacar lebay, kamu tu nyebelin tau gak" gerutu Yuuri kesal dengan Vino.


"Jangan gitu dong, ntar aku tambah cinta" ucap vino yang asik menjahili Yuuri.


"Duh...duh...duh... yang tambah cinta, dasar lebay" ucap Yuuri yang malas dengan tingkah Vino.


"Sayang... oh Yuuri sayang ku" goda Vino.


"Kak malam besok ajak Shira makan malam bersama ya" ucap Yuuri antusias.


"Okay sayang" sahut Vino sembari tersenyum.


"Sayang tapi besok aku akan sangat sibuk mengurus beberapa kerjaan sebelum aku kembali ke New Zealand" ujar Vino sambil menatap Yuuri.


"Aku gak masalah kamu sibuk kok, aku hargai kerja keras kamu kak" ucap Yuuri sembari balik menatap Vino dan mencoba mengerti dengan situasinya.


"Terimakasih atas semua pengertian kamu sayang" ucap Vino tulus.


"Aku ngerti kak, jangan terlalu di pikirkan" ucap Yuuri.


Mereka berdua pun menghabiskan waktu di taman belakang dekat kolam berenang sore itu dengan di temani kue bolu pandang dan ice lemon tea buatan Yuuri menambahkan kesan bahagia dalam hati Vino.


"Sayang nanti malam aku makan di rumah ya, sudah lama tidak makan bareng Shira" ucap Vino.


"Iya kak, aku juga gak pernah maksa kakak untuk selalu ada buat aku kok" ujar Yuuri tersenyum.


"Kamu memang yang paling pengertian sayang" ucap Vino menatap lembut ke arah Yuuri.


Setelah hari cukup sore dan langit mulai menggelap vino bergegas bersiap siap untuk balik ke rumah nya.


"Sayang gak apa kan aku pulang?" tanya Vino.


"Kamu gimana sih, kan aku udah bilang aku gak pernah maksa kamu untuk selalu ada untuk aku" ucap Yuuri sekali lagi.


"Ya sudah deh, aku balik ya sayang jaga diri kamu baik baik dan ingat jangan nakal" ucap Vino menahan tawanya melihat ekspresi wajah Yuuri yang mendengar ucapannya.


"Siap bos Vino" ucap Yuuri sambil memberi hormat ke Vino dengan mengangkat tangan kanan nya di samping pelipis.


"Hahaha... jadi sekarang lebay itu nular ya?" tanya Vino melihat kelakuan Yuuri.


"Hah?" Yuuri bingung.


"Tuh tangan kamu" tunjuk Vino ke tangan Yuuri.


"Maksud kakak?" tanya Yuuri yang masih bingung dengan ucaapn Vino.


"Kelewatan deh punya pacar seperti kamu gak kalah nyebelin dari aku ternyata " ucap Vino.


"Hahaha... "tawa Yuuri ketika menyadari tangan nya di angkat memberi hormat untuk Vino.


"Jadi sekarang baru sadar" ucap Vino menggelengkan kepalanya menatap Yuuri.


"Udah deh kakak sana pulang, aku males banget debat sama kakak" gerutu yuuri.


Padahal dia malu dengan tingkahnya yang sudah memberi hormat Vino dan loading lama tadi.


"Ya udah deh sayang, aku pulang ya" ucap Vino mengalah.


"Aku antar ke depan ya sekalian bawa bolunya buat Shira ya" ucap Yuuri di jawab dengan anggukan Vino sambil memberikan sekotak kue bolu pandan yang sudah di siapkan Yuuri.


Mereka berjalan ke depan pintu masuk rumah.


"Baik baik di rumah ya sayang" ucap Vino sembari mengelus puncak kepala Yuuri.


"Hati hati di jalan kak, jangan lupa bolu buat Shira nya dan salam ya buat Shira" ucap Yuuri.


"Iya sayang iya" ucap Vino sembari berlalu meninggalkan yuuri dan berlalu menuju mobilnya dan melaju meninggalkan rumah yang di tempati Yuuri.


Setelah mengantar Vino, Yuuri berlalu memasuki rumah dan berjalan menuju kamar nya dan lanjut membersihkan diri di kamar mandi.


*


*


*


Happy reading para readers.