
Setelah makan malam dengan tenang mereka semua kembali berkumpul di ruang keluarga begitu juga pengantin baru yang ikut berbaur dengan keluarga suaminya.
Arkan yang terkesan manja dengan maminya kini tidak lagi manja dengan maminya tapi sekarang di ganti dengan Yuuri, dimana Yuuri berada di situ Arkan yang selalu menyender bahkan tanpa malu memeluk erat Yuuri seperti anak kecil.
"Kak Arkan bisa dewasa dikit gak sikapnya" sentak Allura yang kesal dengan sikap kakaknya yang membuatnya merasa risih melihatnya.
"Dasar iri" ketus Arkan kesal.
"Udah kak" ucap Yuuri sembari mengelus pipi suaminya dan tersenyum.
Arkan pun langsung duduk dengan benar dan menatap tajam adiknya.
Mami papi hanya bisa menghela nafas karena Arkan dan Allura yang jarang sekali damai, selalu saja ada yang di ributkan oleh kakak beradik itu.
Bukan papi Dariel dan mami Leya tidak ingin melerai kedua anaknya tapi putra putrinya itu selalu saja meributkan segala sesuatu dan yang terpenting bagi papi dan mami itu Arkan dan Allura sama sama saling menyayangi dan melindungi.
"Mami kenapa minta kita kumpul di ruang keluarga?" tanya Arkan to the point.
"Iya mi, kenapa?" sambung Allura.
"Papi sama mami ingin kita menjadi keluarga yang lebih hangat lagi" ucap papi mengutarakan keinginan istrinya.
"Kalau mau hangat tinggal di panasin pi" ucap Arkan.
"Bukan itu anak manja" sambung mami sambil menatap tajam putranya.
"Kak, papi sama mami lagi bicara serius bukan sedang bercanda" ucap Yuuri sembari mengelus punggung tangan suaminya dan tersenyum.
"Iya sayang maaf, cuma bercanda" jawab Arkan.
"Bercandanya gak lucu, hu...." ledek Allura.
Arkan hendak membalas adiknya tapi sebelum itu terjadi Yuuri sudah lebih dulu menggenggam tangan suaminya sembari tersenyum memberi kode untuk tidak melanjutkan nya dan Arkan pun menurutinya.
"Papi senang dengan kehadiran kamu nak, mami benar benar hebat dalam memilih menantu dan tolong lebih bersabar lagi ya dengan suami kamu" ucap papi tersenyum.
"Mami terbaik" sambung Arkan dan Allura ikut tersenyum.
"Kalian bisa aja, jangan buat mami malu dong" ucap mami tersenyum malu mendapat pujian dari keluarganya.
"Mami, Allura juga mau di carikan menantu terbaik versi mami" sambung Allura.
"Papi yang akan Carikan" ucap papi.
"Kok papi sih?" tanya Allura tak terima.
"Selera kamu sama mami sama aja kalau soal laki laki" gerutu papi Dariel.
"Ya kan gak bisa nyalahin mami sama Lura juga kalau kita banyak yang suka papi" gerutu Allura.
"Maaf ya sayang, mami gak bisa melawan papi kalau berurusan dengan kamu" sambung mami Leya.
"Kalian semua menyebalkan" gerutu Allura kesal sembari memanyunkan bibirnya karena benar benar merasa sangat kesal.
"Adek ku sayang, nanti kak Yuuri yang bakal bantu papi buat memilihkan yang terbaik untuk Lura" ucap Yuuri tersenyum.
"Kakak beneran?" tanya Allura sedikit terhibur.
"Tapi sebelum itu terjadi Lura harus selesaikan dulu study nya ya dek" sambung Yuuri sembari menahan tawanya.
"Kak Yuuri juga ikutan nyebelin" gerutu Allura semakin kesal.
"Papi setuju dengan kak Yuuri mu, Lura harus selesaikan dulu study nya, kalau lulus papi gak masalah kalau kak Yuuri yang bantu cari laki laki terbaik buat Lura" ucap papi.
"Mami juga setuju" sambung mami Leya.
"Yang pastinya bersama kakak juga yang pilih" sambung Arkan dengan senyum penuh arti.
"Allura mau kak Yuuri aja yang Carikan bukan kak Arkan, no... no..." ketus Allura.
Semua tertawa dengan memancarkan aura kebahagiaan yang ada di raut wajah keluarga Ontario, terutama semenjak kedatangan Yuuri di keluarga Ontario membuat keluarga ini yang awalnya sedikit dingin menjadi lebih hangat secara perlahan.
Yuuri memiliki banyak pikiran terkait dengan penyakit yang di derita mami mertuanya yang berujung dengan dia menjadi menantu keluarga Ontario seperti sekarang ini, Allura yang merasa sudah mengantuk dan sedikit kelelahan pamit pergi ke kamarnya meninggalkan anggota keluarganya yang masih asik bercengkrama dengan sangat baik.
"Arkan sudah siapkan semuanya Pi mi" ucap Arkan.
"Benarkah, kenapa Yuuri gak tahu?" tanya Yuuri kaget.
"Semuanya kakak yang siapkan sayang, jadi tinggal berangkat aja besok" ucap Arkan.
"What besok?" sentak Yuuri benar benar kaget.
"Kenapa nak, kamu keberatan?" tanya mami Leya.
"Iya sayang kenapa?" Arkan.
"Bukan keberatan mi, tapi Yuuri kaget aja karena kak Arkan gak kasih tahu Yuuri sebelumnya dan Yuuri juga belum prepare apapun" ucap Yuuri.
"Itu gak perlu nak, semuanya pasti sudah di sediakan oleh Arkan" sambung papi Dariel.
"Papi benar sayang, kita hanya perlu membawa diri saja" ucap Arkan tersenyum.
"Baiklah, Yuuri akan mencoba memahaminya" ucap Yuuri pasrah.
"Ya sudah papi mau ke ruang kerja dulu dan Arkan papi tunggu kamu di ruang kerja papi ya nak" ucap papi Dariel segera beranjak dari ruang keluarga dan berjalan menuju ruang kerjanya.
"Sayang, kakak ke ruang kerja papi dulu ya" ucap Arkan sembari mengecup sekilas pipi istrinya.
"Mami, Arkan duluan ya titip istri Arkan" ucap Arkan sembari di jawab anggukan dari sang mami.
Lalu Arkan pun ikut pergi meninggalkan ruang keluarga dan menyusul papi Dariel yang sudah lebih dulu pergi menuju ruang kerjanya, kini tinggal mami Leya dan Yuuri yang masih duduk di ruang keluarga.
"Mami..." Yuuri.
"Ada apa sayang?" tanya mami Leya sembari menghampiri menantunya dan duduk di sisi menantunya.
"Bagaimana kesehatan mami?" tanya Yuuri menatap lekat wajah mertuanya yang masih terlihat cantik di usia yang tak lagi muda.
"Mami baik nak, jangan khawatir kan mami ya sayang" jawab mami tersenyum lalu memeluk erat menantunya.
"Mami harus selalu menjaga kesehatan mami" ucap Yuuri balas memeluk erat mertuanya.
"Iya nak, mami akan menjaga kesehatan mami sebaik mungkin, tapi tolong jangan ceritakan ini pada Lura, papi dan suami mu nak" ucap mami melepaskan pelukannya dan menatap menantu yang sudah dia anggap sebagai putrinya sendiri.
"Yuuri akan berusaha mami" ucap Yuuri.
"Mami senang nak karena wanita sederhana seperti kamu lah yang menjadi menantu mami, mami yakin kamu bisa menjaga dan mengganti peran mami jika suatu hari nanti mami tiada" ucap mami Leya dengan mata yang sudah berkaca kaca.
"Mami gak boleh ngomong gitu, mami harus yakin mami bisa bertahan dan bisa sembuh" ucap Yuuri yang mulai meneteskan air matanya.
"Hei... menantu mami kenapa menangis nak" ucap mami Leya sembari mengusap air mata menantunya.
"Yuuri sayang sama mami, sama seperti Yuuri sayang ibu Rita" ucap Yuuri.
"Mami juga sayang banget sama kamu nak, terimakasih sudah hadir di antara keluarga Ontario ya nak" ucap mami Leya sembari tersenyum.
"Terimakasih Keluarga Ontario sudah menerima Yuuri yang banyak kekurangan ini dengan sangat baik mi" ucap Yuuri sembari tersenyum.
"Kamu itu pengaruh yang baik dalam keluarga Ontario nak, harusnya mami yang sangat berterimakasih pada mu nak" ucap mami Leya sembari tersenyum.
Yuuri kembali tersenyum dan memeluk erat mami mertuanya yang entah sejak kapan dia mulai sangat menyayanginya, begitu pula sebaliknya, kasih sayang diantara mereka terbilang sangat tulus walaupun belum lama terjalin dan di pertemukan tanpa di sengaja.
*
*
*
Bagaimana next nya readers....
Baca terus ya karya author readers...
jangan lupa buat tinggalkan jejak kalian di karya author, kalian bisa like dan komentar ya di novel author....
Happy reading readers.....