
Setelah semuanya selesai sarapan mereka langsung kembali ke kamar masing masing untuk segera bersiap siap karena mereka akan pergi jalan jalan hari ini ditemani oleh Shira yang akan menjadi pemandunya.
Sedangkan Yuuri sibuk membersihkan piring sisa makan mereka tadi yang di bantu mbak Jum, setelah selesai Yuuri langsung duduk di ruang tengah menunggu mereka semua bersiap untuk pergi.
"Kak Yuuri..." teriak Fahira sembari berlari menuju Yuuri.
"Fahira hati hati nanti jatuh" ucap Yuuri menatap heran ke arah Fahira.
"Aku cantik gak?" tanya Fahira sembari memamerkan tampilannya.
"Enggak... masih cantikan pacar aku" ucap Vino sembari berjalan mendekati mereka berdua.
"Kak..." Yuuri.
"Woy om, aku gak nanyak sama om om ya, aku nanya sama kak Yuuri" gerutu Fahira gak terima.
"Ya tetep aja masih cantikan pacar aku kemana mana, kamu kalah jauh" ucap Vino memeluk erat Yuuri dari samping.
"Kak... udah deh jangan buat keributan pagi pagi gini" ucap Yuuri sembari mengelus lengan kokoh pacarnya.
"Tau nih om om tua gak mau ngalah juga" sungut Fahira kesal.
"Kamu juga Fahira, lembut sedikit coba jadi cewek tuh" ucap Yuuri.
"Iya kak iya, akan aku usahakan" ucap Fahira mengalah.
Ngapain lagi mereka udah pada debat pagi pagi gini (gumam Ocha menatap mereka bertiga yang sembari berjalan bersama suaminya ke arah mereka bertiga).
"Kalian bertiga kenapa pada berisik pagi pagi gini?" tanya Ocha bingung karena tidak tau apapun.
"Enggak ada kok, mereka berdua biasa selalu adu mulut" ucap Yuuri.
"Wah udah pada kumpul aja nih" ucap Kenzi yang berjalan ke arah keramaian.
"Sayang..." ucap Fahira lalu memeluk erat lengan Kenzi.
"Seperti gak ketemu lama banget aja kamu tuh" ucap Kenzi tersenyum melihat tingkah calon istrinya.
"Bener banget bro, norak banget sih calon istri mu" sambung Vino.
"Kak... yang kamu bilang norak itu adik ku" gerutu Yuuri menatap tajam Vino.
"Maaf sayang bukan maksud aku begitu" Vino.
"Rasain loh emang enak" sungut Fahira senang sekaligus kesal karena ulah Vino.
"Udah gak usah pada ribut semuanya, kita bisa jalan sekarang kan?" tanya Shira yang berjalan mendekati mereka semua.
"Udah sana pergi ya senang senang sana" ucap Yuuri.
Akhirnya mereka semua pamit kepada Yuuri dan Vino karena mereka akan pergi untuk pergi berwisata hari ini dengan di dampingi Shira.
"Shira..." Vino.
"Iya kak ada apa?" tanya Shira bingung.
"Bawa Ervin bersama kalian" ucap Vino.
"Tapi kak akan makan waktu jika harus menunggu kak Ervin lagi" protes Shira.
"Saya ada di sini Shira" ucap Ervin.
Jangan tanya kenapa Ervin gak memanggil Shira dengan sebutan nona atau semacamnya, karena Shira sendiri lah yang memintanya untuk di panggil nama saja karena kata Shira, Ervin bukanlah bawahannya melainkan bawahan kakaknya.
"Kak Ervin, kenapa udah disini aja?" tanya Shira bingung.
"Semalam bos Vino telpon saya, meminta agar saya sudah stay di sini sebelum jam 8" ucap Ervin menjelaskan.
"Kakak..." teriak Shira kesal.
"Jalan lah sekarang, nanti gak asik cuma sebentar jalan jalannya kan" ucap Vino santai.
Karena kesal dengan kakaknya Shira lebih dulu melangkah berjalan sembari menghentakkan kakinya karena kesal dengan di ikuti mereka semua dari belakang kecuali Vino dan Yuuri karena mereka berdua tidak ikut pergi.
Setelah mereka semua pergi Yuuri dan Vino segera masuk ke kamar Yuuri, Yuuri segera menyelesaikan tugasnya sedangkan Vino hanya duduk dan memperhatikan Yuuri yang serius dengan tugasnya.
"Sayang... kenapa serius banget?" tanya Vino.
"Sayang ini harus segera selesai" ucap Yuuri.
Vino langsung diam dan kembali memperhatikan wanita yang dia cintai, Yuuri yang sadar di perhatikan Vino pun mulai risih dengan kelakuan Vino.
"Sayang, berhentilah menatapku seperti itu" gerutu Yuuri sambil mengerjakan tugasnya.
"Kamu benar benar luar biasa sayang, kamu bisa tau aku memperhatikanmu tanpa kamu melihatku" ucap Vino yang takjub dengan keahlian Yuuri yang bisa tau tanpa melihatnya.
Yuuri yang tidak ingin berlarut dalam obrolan dengan Vino hanya mengacuhkan ucapan Vino dan kembali melanjutkan tugasnya agar segera selesai.
Setelah sekitar 3 jam Yuuri mengerjakan tugasnya akhirnya selesai juga.
"Gimana sayang udah selesai?" tanya Vino yang masih setia menunggunya.
"Udah kak" jawab Yuuri sambil menyusun beberapa buku yang dia pakai.
Vino segera berjalan ke arah Yuuri yang duduk di sofa dan memeluk erat Yuuri dari belakang yang baru saja selesai merapikan buku di atas meja.
"Sayang..." Yuuri.
"Jangan lepaskan sayang, aku merindukanmu" ucap Vino yang masih memeluk erat tubuh Yuuri.
Yuuri mengelus punggung tangan Vino dengan lembut lalu melepaskannya dan membalikkan tubuhnya menghadap Vino, lalu langsung kembali memeluk erat leher Vino dan meletakkan tangan Vino di pinggangnya.
"Aku mencintaimu kak" ucap Yuuri di telinga Vino sembari berbisik.
Vino yang mendengar ucapan Yuuri di telinganya langsung memeluk erat Yuuri dengan tambah erat dan mengelus punggung Yuuri dengan lembut.
"Sayang" Vino.
"Ada apa?" tanya Yuuri.
"Temani aku tidur siang ya" ucap Vino.
"Kamu gak ke kantor dari tadi di sini aja" ucap Yuuri bingung dan mulai melepaskan pelukannya.
"Enggak sayang ada sepupu aku yang handle perusahaan" ucap Vino menatap mata Yuuri.
"Baiklah kamu pasti lelah kan sayang" ucap Yuuri yang mulai menuntun Vino ke kasur.
Vino langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur dan mencari posisi yang enak untuk istirahat.
"Kok kamu diam aja di situ sayang?" tanya Vino ketika melihat Yuuri diam kaku di samping tempat tidur.
"Aku...ak... aw..." pekik Yuuri yang kaget karena Vino langsung menarik tubuhnya dan terjatuh di atas tubuh Vino.
Vino langsung menggulingkan Yuuri ke atas tempat tidur dan baring di sebelahnya.
"Maaf sayang aku gak bermaksud apa apa, aku hanya ingin kamu menemani ku tidur siang ini" ucap Vino menatap mata Yuuri.
Yuuri hanya terdiam seperti patung ketika Vino menatap matanya.
"Sayang..." Vino.
"Iya... ada apa kak?" tanya Yuuri.
"Kamu kenapa?" tanya Vino balik menatap tingkah aneh Yuuri.
"Enggak ada kok kak, aku cuma kaget aja tadi" ucap Yuuri tersenyum menatap Vino.
Yuuri tanpa sadar menatap mata indah milik Vino lalu beralih menatap wajah sempurna milik Vino hingga bibir sexy milik Vino.
Ya Tuhan... sempurna banget ciptaan kamu yang ada di hadapan ku ini dari matanya yang indah, wajahnya yang sangat rupawan dan bibir yang sexy, gimana ya rasanya pasti manis deh (gumam Yuuri dalam hati sembari meraba satu persatu wajah yang ada di hapannya).
Berakhir tangannya ada di bibir Vino dan mengusapnya pelas hingga membuat Vino meremang.
"Sayang kenapa kamu menyentuh bibirku seperti itu, itu hanya akan membuatku bernafsu padamu jadi hentikan sebelum aku menginginkannya" ucap Vino sembari menahan hasratnya.
Yuuri yang mendengar penuturan Vino langsung gugup dan menjauhkan tangannya dari wajah rupawan Vino dan memeluk erat Vino dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang milik Vino.
"Sayang kamu malu?" tanya Vino terkekeh.
"Jangan mengejekku sayang, karena aku memang malu karena sudah menginginkanmu" ucap Yuuri jujur.
"Sayang apa kamu ingin melakukannya?" tanya Vino serius.
"Aku menginginkannya sayang, tapi aku takut" ucap Yuuri yang semakin menenggelamkan wajahnya ke dalam pelukan Vino.
"Apa kamu ingin mencobanya?" tanya Vino yang mulai mengelus punggung Yuuri dengan sayang.
"Jangan lakukan kak, aku takut" ucap Yuuri.
Vino langsung memberi jarak antarnya dirinya dan Yuuri dan menatap tajam wajah Yuuri.
"Tapi apakah kamu belum pernah berciuman sayang?" tanya Vino serius.
"Belum kak karena aku takut" ucap Yuuri sembari menggelengkan kepalanya.
"Baiklah aku akan melakukannya_" Vino.
"Jangan kak aku takut" ucap Yuuri.
*
*
*
Happy reading para readers tersayang.