
"Anna, aku duluan ya mau ke cafe depan kampus, aku lagi ada tugas yang harus di selesaikan nih" ucap yuuri.
"Ya udah deh, aku balik duluan gak apa kan?"tanya Anna.
"It's okay hati hati di jalan ya Anna" ucap Yuuri sembari melambaikan tangannya dan melangkah menuju cafe depan kampus.
Yuuri segera menuju tempat yang biasa di duduki saat berada di cafe itu.
"Mbak order" ucap Yuuri sembari melambaikan tangannya.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Mbak cafe.
"Saya order cappucino 1 aja ya" ucap yuuri.
"Baiklah, cappucino nya 1 ya mbak" ucap Mbak cafe yang di balas anggukan dari Yuuri sembari tersenyum.
Yuuri membuka laptop nya dan mulai mengerjakan tugas yang belum terselesaikan
sembari menunggu pesanannya datang.
"Boleh gabung?"tanya seseorang yang ada di hadapan Yuuri.
"Oh silahkan" ucap Yuuri tanpa menoleh dan melihat siapa di hadapannya.
"Serius banget mbak" ucap laki laki tadi.
"Iya, harus segera selesai ini biar cepat kelar" ucapnya yang masih fokus dengan laptop nya.
Setelah cappucino pesanannya datang, baru lah Yuuri sadar bahwa Arkan yang tadi berbicara dengannya.
*W**aduh si dosen killer nih di depan ku,
rasanya pengen lari sejauh jauhnya dari pada harus tatap muka sama si dosen ini berasa mau meregang nyawa nih aku (gumam Yuuri dalam hati*).
"Mbak cappucino nya 1 sama donut double coklatnya 2 ya" ucap Arkan ke pelayanan cafe.
"Baiklah tuan, cappucino 1 dan donut double coklatnya 2 ya" ucap Mbak cafe sambil tersenyum.
Lalu segera pergi meninggalkan Yuuri dan Arkan.
"Bapak kenapa kesini?"tanya yuuri bingung.
"Memangnya tidak boleh?"tanya Arkan balik.
"Maksud saya kenapa pak dosen bisa duduk di depan saya, kan masih banyak kursi lain yang kosong" ucap yuuri kesal kesal sambil melihat beberapa kursi yang masih kosong.
"Jadi seorang dosen tidak boleh duduk berdua dengan mahasiswi nya?" tanya Arkan.
"Terserah bapak aja deh, yang penting pak dosen bahagia" ucap Yuuri kesal.
"Kamu serius banget ngerjain tugas" ucap Arkan.
"Kalau saya gak serius, nilai saya anjlok gimana?"tanya yuuri.
"Benar sih, semangat yuuri" ucap Arkan sambil tersenyum ke arah Yuuri.
Pesanan Arkan datang dan dia mulai mencicipi cappucino pesanannya.
Yuuri menatap pak dosen dengan tatap aneh Arkan nampak berbeda dengan Arkan yang mengajar di kelas bahasa Inggris beberapa jam lalu.
*I**dih... ni dosen kenapa coba
tadi dia galak tapi sekarang dia sangat ramah malah nyemangatin aku lagi, kepentok tiang listrik mungkin dianya ya
(gumam Yuuri dalam hati bingung*).
Arkan merupakan orang yang sangat profesional dalam bekerja apalagi ketika dia mengajar, tapi akan berbanding terbalik ketika berinteraksi dengan Arkan di luar jam kampus apalagi Yuuri bertemu Arkan jauh sebelum Arkan mengajar di kampus nya.
Setelah selesai dengan tugasnya Yuuri kembali ke kampus dan pamit meninggalkan Arkan yang masih bersantai.
Yuuri menuju perpustakaan untuk mencari referensi buat tugas nya.
πΊπΊπΊ
Bandara
*A**khirnya aku pulang juga ke Indonesia setelah 2 tahun berpisah dari Indonesia (gumam vino tersenyum sembari memasuki mobil yang sudah menunggu untuk menjemput nya*).
"Ervin, bawa saya ke kampus Yuuri" ucap vino santai ketika sudah masuk ke mobil.
Dia sudah tidak tahan lagi ingin bertemu dengan Yuuri, selama dia berada di New Zealand, Vino meminta seseorang untuk menjaga Yuuri dari kejauhan karena dia benar benar khawatir dengan Yuuri.
Karena itu lah dia bisa tau dimana Yuuri sekarang berada, karena akan ada selalu orang kepercayaan nya yang akan memberi tau keberadaan Yuuri.
"Bos, Nona Yuuri ada di dalam perpustakaan
apa bos akan segera menemuinya di perpustakaan?"tanya Ervin ketika mendapat pesan dari orang yang mengikuti Yuuri.
"Tidak kita tunggu saja dia di sini" ucap Vino sambil tersenyum.
Vino yang memperhatikan sekitar gerbang kampus pun menatap lekat pada sosok wanita dengan celana bahan dan baju kemeja yang sedang memeluk buku berjalan keluar gerbang.
"Pergilah, aku tidak ingin di ganggu" ucap Vino menyuruh Ervin dan sopirnya pergi.
"Baik bos" ucap Ervin dan sopirnya bersamaan lalu keluar dari mobil dan berlalu meninggalkan vino sendiri di dalam mobil.
Ketika Yuuri semakin mendekat ke arah gerbang kampus, Vino keluar dari mobil dan mendekat ke arah Yuuri yang sedang bejalan sendirian.
"Kak Vi... Vino" ucap Yuuri ketika melihat orang yang mencekal lengan nya adalah vino
lelaki yang pernah menolong nya ketika dia baru pertama kali menginjakkan kaki di ibu kota.
"A... aku... aku baik kak" ucap Yuuri tersenyum kaku menatap Vino.
"Syukurlah" ucap vino ketika mendengar kan ucapan Yuuri bahwa dia baik baik saja.
"Kakak gimana?" tanya Yuuri.
"Aku baik Yuuri" ucap Vino.
"Ah... syukurlah, kakak kemana aja tiba tiba baru nongol sekarang?" tanya Yuuri tiba tiba.
"Kenapa, kamu kangen?"tanya vino sembari tersenyum nakal menatap Yuuri.
"Udah deh, jangan mulai lagi" ucap Yuuri kesal.
"Iya maaf wanita labil" ucap vino sembari tersenyum melihat Yuuri yang sedang memonyongkan bibirnya.
"Hm... " Yuuri.
"Ikut kakak makan siang yuk" ucap Vino.
"Tapi kak aku_" kata kata Yuuri terhenti ketika melihat tatapan tak menerima penolakan dari Vino.
"Baik lah " sambung Yuuri yang langsung menggandeng tangan Vino.
Vino dengan senang hati menyambutnya sambil tersenyum penuh kemenangan setelah lama dia menahan rindu kepada Yuuri yang teramat dalam akhirnya bisa di terobati dengan jalan bersama Yuuri.
Mereka segera memasuki mobil dan berlalu meninggalkan area kampus menyusuri jalanan ibu kota mencari tempat makan.
"Mau makan dimana?"tanya Vino.
"Lagi pengen makan ayam gepuk sambal mangga yang ada di dekat warung itu tunjuk Yuuri ke warung sederhana berwarna hijau.
"Yakin mau makan di situ?"tanya Vino
"Hm... " jawab Yuuri sembari mengangguk kan kepalanya antusias.
"Bagaimana kalau makan di restoran saja?"tanya Vino memberi ide.
"Kalau kak Vino gak mau gak apa kok, Yuuri bisa makan sendiri" ucap Yuuri kesal melihat ekspresi Vino yang seperti nya tidak mau makan di tempat yang di inginkan Yuuri.
"Eh... eh... baiklah, baiklah kita makan di sana" ucap Vino mengalah.
Vino memarkirkan mobilnya tepat di halaman warung makan yang di tunjukkan oleh Yuuri dan mereka segera turun dari mobil dan masuk ke warung dan memesan 2 porsi.
"Mas, seperti biasa ya ayam gepuk dada sama sambal mangga ya di banyakin 2 ya" ucap Yuuri semangat.
"Siap mbak" ucap mas Toni pedagang warung makan itu.
Yuuri segera memilih tempat makan yang berada di pojokan.
"Yakin gak apa makan di sini?"tanya Vino ragu.
"Yakin lah kak, aku langganan di sini" ucap yuuri meyakinkan Vino kalau aman makan di tempat itu.
"Tapi benar gak bikin sa_" ucapan Vino terhenti ketika Yuuri menutup mulutnya yang sedang berbicara.
"Jadi kakak gak percaya sama aku?" tanya yuuri sembari melepaskan tangannya yang tadi membekap mulut Vino.
"Bukan itu maksud kakak Yuuri" ucap Vino menyesal.
"Kakak boleh pergi kalau tidak suka" ucap Yuuri acuh.
"Maafin kakak ya" ucap vino sembari menatap Yuuri dan mengelus puncak kepala Yuuri dengan lembut.
Apa ayam gepuk dan sambal mangga lebih berarti buat Yuuri dari pada aku.
Dasar wanita labil, sekarang dia sudah menambah predikat keras kepala karena ayam gepuk dan sambal mangga yang sangat di inginkan nya itu (gumam Vino dalam hati tersenyum tipis).
Yuuri yang di perlakukan selembut itu hanya bisa mengulum senyum agar tidak membuat malu diri sendiri, karena dia kan tadi lagi marah sama Vino. Masa iya karena di elus gitu aja langsung luluh, jiwa egoisnya merajalela ketika itu juga.
15 menit menunggu akhirnya datang juga makanan favorit Yuuri yang selalu menjadi andalannya.
Vino masih tampak ragu menatap makanan yang ada di depannya, walaupun kenyataannya sangat menggugah selera
apalagi dengan keadaan sekarang dia yang sedang menahan lapar sedari tadi belum makan siang.
Yuuri yang nampak melihat keraguan di mata Vino pun langsung menyambar makanan menggunakan tangannya setelah mencuci tangan sebelumnya.
Dia menyuapi makanan yang ada di tangan nya ke Vino, Vino yang mendapat makanan yang dia ragu untuk memakannya seketika langsung mengunyah makanannya dengan lahap.
"Enak kak?" tanya Yuuri menatap wajah Vino.
"Eum... enak banget" ucap Vino antusias dan tanpa ragu lagi mulai melahap makan siang setelah mencuci tangannya di warung sederhana tadi.
Yuuri yang menatap Vino dan tersenyum geli melihat tingkah Vino yang tidak berubah dengan 2 tahun yang lalu.
*T**api bukankah aku sebenarnya kesal ya sama kak vino karena dia ninggalin aku gitu aja tanpa kabar dan harus membuat aku menjadi merasa kesepian walaupun sebenarnya aku sama kak vino gak ada hubungan apapun, tapi bersama dia aku bisa tersenyum melihat kelakuan nya yang tak terduga itu.
Entahlah, sekarang aku merasa ada warna baru dalam hidupku setelah kembali bertemu dengan kak Vino (gumam Yuuri tersenyum menatap cara makan vino yang lucu).
Bayangin aja ya orang yang biasa makan pakai sendok garpu di suruh makan pakai tangan πππ
*
*
Hai para readers, bagaiman next episode nya ya. Jangan lupa untuk selalu dukung karya aku biar tambah semangat update nya.