
Vino berjalan mondar mandi karena bingung harus melakukan apa agar semuanya menjadi aman.
Apa yang harus aku lakukan agar mudah mendapat restu mama papa dan tidak membuat Yuuri bersedih (gumam Vino sembari berfikir langkah apa yang harus dia ambil).
Intinya sekarang aku harus menemui Yuuri dan membujuknya agar mau menemui orang tua aku ketika kedua orang tua aku udah di Indonesia (ucap Vino sembari berjalan menuju kamar Yuuri).
tok...tok...tok...
"Sayang, aku masuk ya" ucap Vino yang sudah berdiri di depan pintu kamar Yuuri.
"Iya kak masuk aja gak di kunci" jawab Yuuri dari dalam kamar.
Vino langsung membuka pintu kamar Yuuri dan mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Yuuri.
Dia lagi ngapain berdiri di balkon gitu (gumam Vino dalam hati).
Vino langsung berjalan menghampiri Yuuri ketika melihat keberadaan Yuuri yang berada di balkon kamarnya.
"Sayang lagi ngapain di sini?" tanya Vino ketika sudah ada di sebelah Yuuri.
"Gak kok kak, cuma lagi mau nikmatin angin lewat aja disini" jawab Yuuri tanpa melihat ke arah Vino.
"Kamu jadi mau nganter tugasnya sayang?" tanya Vino mengalihkan pembicaraan.
"Jadi kok kak" jawab Yuuri.
"Mau pergi jam berapa?" tanya Vino lagi.
"satu jam lagi aja" jawab Yuuri yang sudah mulai melupakan kejadian tadi.
"Ya udah sana siap siap sayang, kok malah bengong di sini sih" ucap Vino.
"Terus kakak kenapa masih di sini kalau nyuruh aku siap siap" ketus Yuuri menatap tajam Vino.
"Iya sayang kakak keluar ya, kakak tunggu kamu di bawah" ucap Vino sembari mengelus puncak kepala Yuuri.
Vino langsung keluar dari kamar Yuuri dan berjalan menuruni tangga menuju ruang tengah untuk menunggu Yuuri yang sedang bersiap siap.
15 menit kemudian Yuuri keluar dari kamarnya dan berjalan menuruni tangga menuju ke arah Vino yang sudah menunggunya sembari membawa tugasnya yang sudah di masukkan ke dalam map.
"Sayang kita jalan sekarang?" tanya Vino ketika Yuuri sudah ada di depannya.
"Iya" jawab Yuuri cuek.
"Kamu kenapa lagi sih sayang?" tanya Vino frustasi.
"Emangnya aku kenapa?" tanya Yuuri balik.
"Kamu tuh cuek banget loh sayang" jawab Vino memelas.
"Aku gak merasa tuh" ketus Yuuri.
"Sayang..." Vino.
"Oh ya, tolong anterin aku ke mini market sebelum ke kampus" ucap Yuuri lalu berlalu meninggalkan Vino.
Apa dia masih ngambek ya, atau apa sih aku kan jadi bingung (gerutu Vino setelah Yuuri menjauh darinya).
Vino langsung berlari menyusul Yuuri yang sudah duluan berjalan keluar rumah.
Vino masuk ke dalam mobil yang sudah ada Yuuri yang duduk manis di sebelah kemudi, Vino tersenyum menatap Yuuri yang duduk manis di sebelahnya.
"Kita jalan sekarang sayang?" tanya Vino sembari menghidupkan mesin mobilnya.
"Hm..." Yuuri.
Karena Vino menghindar buat bertengkar dengan Yuuri akhirnya Vino langsung mengemudikan mobilnya meninggalkan area rumah yang sudah di tempati oleh Yuuri itu.
Dalam perjalanan tidak ada yang memulai percakapan di dalam mobil, mereka berdua hanya berperang dengan pikiran mereka masing masing.
Vino langsung menghentikan mobilnya ketika melihat mini market.
"Sayang jadi ke mini market gak?" tanya Vino ketika mobil telah berhenti di parkiran mini market.
Tanpa mau menjawab pertanyaan Vino, Yuuri langsung keluar dari mobil dan berjalan memasuki mini market dan mengambil beberapa makanan ringan, coklat, air mineral, susu dan roti kemasan.
Vino hanya menatap sedih ke arah Yuuri yang melangkah memasuki mini market.
Aku harus gimana sama kamu sayang, aku benar benar gak tau harus melakukan apa agar kamu kembali hangat seperti dulu (ucap Vino sendu).
Dan 3 hari lagi aku harus kembali ke New Zealand, masa iya aku pergi ketika dia masih ketus begitu (gerutu Vino kesal).
Setelah membayar belanjaannya di kasir Yuuri segera kembali masuk ke dalam mobil.
"Udah selesai sayang?" tanya Vino ketika melihat Yuuri sudah masuk ke dalam mobilnya.
Tanpa berniat untuk menjawab pertanyaan Vino Yuuri langsung membuka roti kemasan dan memasukkannya ke dalam mulut Vino sehingga membuat Vino sulit untuk berbicara.
Ternyata masih aja perhatian walaupun lagi marah, ambekan, kesal dan ketus gini...
duh punya pacar kok ngegemesin banget sih, tapi yang paling heran itu dia kok bisa ya pasang wajahnya yang super jutek gitu (gumam Vino dalam hati yang gemas dengan kelakuan Yuuri yang masih tetep aja perhatian).
Ketika melihat roti yang di makan Vino sudah habis Yuuri langsung memberika. air mineral untuk Vino dengan bantuan sedotan.
"Sayang aku tunggu di sini ya" ucap Vino ketika mereka sudah sampai di area kampus Yuuri.
"Hm..." Yuuri langsung keluar dari mobil dan berjalan menjauhi mobil Vino dan memasuki area kampus.
Punya pacar lagi marah gitu ketusnya nyeremin banget sih berasa lagi main film horor nih (gerutu Vino).
Untuk menghilangkan rasa bosannya yang menunggu Yuuri di dalam mobil, Vino memilih untuk mengerjakan pekerjaannya melalu laptop yang selalu dia bawa kemana pun dia pergi.
Vino segera memfokuskan dirinya dengan pekerjaan agar kekesalan kepada Yuuri bisa sedikit teralihkan dengan tumpukan pekerjaan.
Setelah hampir satu jam Vino menunggu di dalam mobil, akhirnya dia melihat Yuuri yang berjalan ke arahnya dengan santai dan masih dengan wajah ketusnya.
Dengan segera Vino mematikan laptopnya dan kembali menyimpannya.
Bisa mati deh kalau ketahuan Yuuri lagi main laptop atau ponsel kalau lagi sama dia, bisa bisa beneran jadi horor nanti (ucap Vino yang gugup melihat Yuuri yang melangkah ke arah mobilnya).
Yuuri segera memasuki mobil dan kembali duduk di sebelah kemudi tempat yang tadi dia duduki.
"Udah selesai sayang?" tanya Vino sembari melempar senyum ke arah Yuuri.
"Udah" jawab Yuuri masih dengan nada ketus.
Vino langsung mengemudikan mobilnya keluar dari area kampus menuju pulang.
"Tunggu... kita mau kemana ini kak?" tanya Yuuri bingung ketika memperhatikan jalan.
"Pulang" jawab Vino.
"Gimana bisa pulang, ini bukan jalan pulang kita akan kemana sebenarnya" gerutu Yuuri kesal karena dia ingat benar kalau ini bukan jalan menuju pulang.
"Kita akan bertemu seseorang" ucap Vino.
"Siapa?" tanya Yuuri bingung.
"Nanti juga kamu tau" ucap Vino.
Karena tidak ingin membuat keributan ketika mereka ada di dalam mobil karena itu sangat membahayakan mereka berdua, akhirnya Yuuri memilih diam dan duduk manis di sebelah Vino.
"Ayo turun! kita sudah sampai" titah Vino yang tak terbantahkan.
Yuuri segera turun dari mobil dan segera mengikuti langkah Vino dari belakang, Vino yang sadar kalau Yuuri berjalan di belangnya sembari menundukkan kepalanya langsung menghentikan langkahnya dan menunggu Yuuri.
"Aw..." pekik Yuuri ketika dia menabrak punggung Vino yang tiba tiba berhenti.
"Duh... sakit tau gak, kenapa berhenti gak bilang bilang sih" gerutu Yuuri sembari mengelus keningnya yang menabrak punggung Vino.
"Makanya kalau jalan itu lihat ke depan jalan nunduk dan pikirannya entah kemana" ucap Vino yang memperhatikan Yuuri.
"Kita mau kemana sih sebenarnya dan rumah gedongan ini rumah siapa?" tanya Yuuri mengalihkan pembicaraan.
"Masuk aja dulu dan kamu akan tau jawabannya" jawab Vino tersenyum.
"Ih... kenapa senyum senyum gitu" ketus Yuuri.
"Gak apa lah... senyum kan ibadah" balas Vino.
Yuuri terlihat kesal mendengar penuturan Vino yang tidak ingin menjawab pertanyaan nya.
Sebenarnya ini rumah siapa sih dan aku akan ketemu sama siapa sampai kak Vino gak mau mengatakan akan bertemu dengan siapa, akan aku jadi penasaran (gerutu Yuuri dalam hati).
Tolonglah jiwa penasaran ku meronta ini kenapa gak jawab langsung sih (gumam Yuuri dalam hati).
"Ayo cepetan jalan, pasti penasaran kan" ucap Vino menggoda Yuuri.
"Emang penasaran, makanya kasih tau dong" ucap Yuuri.
"Ayo kita masuk, nanti penasarannya bakalan hilang dan pertanyaan kamu bakalan terjawab" ucap Vino menggenggam erat tangan Yuuri.
Yuuri hanya bisa pasrah melangkahkan kakinya mengikuti Vino dengan tangannya yang di genggaman erat oleh tangan Vino memasuki rumah besar yang belum Yuuri ketahui rumah siapa yang mereka datangi dan akan bertemu dengan siapa mereka sebenarnya.
*
*
*
Happy reading readers.