Breath Without Love

Breath Without Love
Suasana Baru



Auckland Internasional Airport


"Welcome to the New Zealand" ucap Vino sembari mendorong Yuuri di kursi roda.


"Kak ini berlebihan lagian Yuuri masih bisa berjalan loh" ucap Yuuri.


Sejujurnya Yuuri sangat terharu ketika Vino benar benar menjaganya dan memperhatikan nya layaknya seorang suami tapi di sisi lain hati Yuuri juga merasakan kesedihan karena seharusnya yang melakukan semua itu Arkan bukan Vino yang notabene nya adalah mantan kekasihnya.


"Ada apa kenapa terlihat sangat sedih?" tanya Vino bingung.


"Bukan apa apa kak, Yuuri hanya merasa lapar hehe" Yuuri tersenyum paksa agar Vino tidak tau yang sebenarnya di pikiran Yuuri.


"Baiklah bumil cantik kita akan mencari restoran untuk mengisi perutmu agar menjadi gendut" ucap Vino tersenyum.


"Ish... kakak jangan begitu Yuuri tidak ingin terlihat gendut" ucap Yuuri kesal.


"Kenapa?" tanya Vino.


"Apa kakak tidak tau aku mati matian melakukan diet dan berhasil jadi aku tidak mau gendut lagi" gerutu Yuuri.


"Baiklah aku pastikan akan menemanimu ketika nanti kau ingin diet sehabis melahirkan" ucap Vino tersenyum sembari mendorong kursi roda keluar dari bandara.


"Kita sudah di tunggu?" tanya Yuuri.


"Darimana kau tau?" Vino.


"Itu..." Yuuri menunjukkan seseorang yang memegang kertas bertuliskan Mr Kauri Indonesia.


"Mata mu benar benar tajam seperti elang" ucap Vino.


"Tentu saja" ucap Yuuri tersenyum.


Orang yang menjemput Vino membantu membawakan koper milik Yuuri dan Vino sedangkan Vino menggendong Yuuri memasuki sebuah mobil mewah.


"Kak kamu terlalu lebay tidak membiarkan kaki menyentuh lantai sama sekali" gerutu Yuuri kesal.


"Tentu saja karena kata dokter kamu tidak boleh lelah" ucap Vino.


"Dasar lebay" Yuuri.


"Hm... ya ya biarkan kamu mengatai diriku lebay dan aku sama sekali tidak perduli" gerutu Vino.


"Ya ya kau memang pria aneh" Yuuri tersenyum.


Mobil berhenti tepat di sebuah rumah yang mewah begaya klasik bernuansa putih mendominasi dengan halaman yang cukup luas dan terdapat taman di sisi samping rumah.


"Wow... " Yuuri.


"Bagaimana menurutmu rumah yang akan kita tempati" Arkan.


"Ini benar benar menakjubkan desain yang sangat unik dan Yuuri sangat menyukainya" ucap Yuuri kagum dengan keindahan rumah yang akan mereka tempati.


"Sekarang ayo turun" ucap Vino tersenyum karena Yuuri sangat menyukai rumahnya.


"Baiklah tapi aku tidak ingin di gendong" ucap Yuuri memaksa.


"Ya ya aku tidak akan menggendong mu lagi pula kau sangat berat" vino sengaja mengusili Yuuri.


"Dasar pria aneh menyebalkan" gerutu Yuuri sembari menepuk lengan Vino.


"Cepatlah katanya sudah lapar" ucap Vino.


"Bukankah kakak mau mencari restoran?" tanya Yuuri karena tadi Vino ingin mencari restoran demi mengisi perut mereka.


"Tidak jadi kita makan di rumah saja lebih sehat" Vino.


"Baiklah mr.perfect" Yuuri.


Mereka berdua masuk dan di sambut oleh beberapa pekerja yang bertugas menjaga dan membersihkan rumahnya.


"Selamat datang tuan, nyonya" ucap salah satu ibu ibu yang sudah berumur tapi terlihat masih segar.


"Bik makanannya sudah siap?" tanya Vino.


"Sudah tuan mau makan sekarang" Bik Lin.


"Iya kasihan bumil sudah sangat lapar" ucap Vino.


"Baiklah mari lewat sini tuan nyonya" ucap bik Lin ramah.


Vino dan Yuuri duduk sedangkan mbak mbak yang lainnya mulai menyajikan makanan sesuai instruksi dan arahan dari bik Lin.


"Selamat menikmati, jika ada apa apa bisa panggil saya tuan nyonya" ucap bik Lin hendak ingin pergi.


"Mau kebelakang nyonya" jawab bik Lin.


"Sudah pada makan ini semuanya?" tanya Yuuri.


"Kita makan setelah nyonya dan tuan selesai" ucap bik Lin.


"Bik ajak yang lainnya ayo ikut makan bersama" ucap Vino yang mengerti maksud dan tujuan Yuuri.


"Nice kak" bisik Yuuri tersenyum.


"Tapi tuan... nyonya..." Bik Lin.


"Jangan sungkan semuanya ayo ikut makan sama sama, kalau kurang nanti Yuuri masakin lagi" ucap Yuuri tersenyum.


"Sudah ikuti saja bik mau nya apa" sambung Vino.


Lalu dengan sangat terpaksa bik Lin dan beberapa asisten nya mulai duduk di kursi makan bersama Yuuri dan Vino.


"Jangan ada yang malu makan saja seperti biasanya" ucap Yuuri tersenyum.


Semuanya hanya tersenyum sembari mengangguk merasa sangat tidak enak hati harus makan bersama majikannya.


"Oh ya dan untuk seterusnya harus makan bersama seperti ini kan enak lihatnya" ucap Yuuri semakin tersenyum.


"Good girl" ucap Vino mengucap puncak kepala Yuuri.


Setelah menikmati makan nya Yuuri dan Vino beristirahat di kamar masing masing karena mereka bukan sepasang suami istri jadi mereka harus tidur terpisah.


Menjelang sore hari Yuuri merasa sangat bosan setelah beristirahat di dalam kamar dan Yuuri memutuskan segera keluar kamar dan berjalan jalan mengelilingi rumah yang mereka tempati.


Ketika di rasa lelah Yuuri duduk dekat ayunan di sisi taman samping rumah.


"Ah... enak banget di sini" ucap Yuuri tersenyum bahagia.


Vino yang keluar dari kamarnya segera melihat keadaan Yuuri dan berjalan menuju kamar Yuuri dan betapa terkejutnya Vino ketika tidak menemukan Yuuri di dalam kamarnya.


"Bik... bik Lin..." panggil Vino sembari mencari bik Lin.


"Ada apa tuan?" tanya bik Lin kebingungan.


"Bibik liat Yuuri?" tanya Vino.


"Tadi bibi liat nyonya berjalan menuju taman samping tuan" jawab bik Lin.


"Baiklah terimakasih ya bik" ucap Vino lalu bergegas menuju taman samping dan meninggalkan bik Lin begitu saja.


"Iya sama sama tuan" jawab bik Lin ketika tuan sudah sangat jauh karena berjalan dengan tergesa.


Yuuri memejamkan matanya dan perlahan menghirup udara dan menenangkan dirinya.


"Kenapa keluar kamar tidak bilang" ucap Vino yang sudah berdiri di hadapan Yuuri.


"Kak Vino kenapa?" tanya Yuuri.


"Kamu selalu membuat kakak khawatir Yuuri" gerutu Vino kesal.


"Maaf Yuuri bosan di dalam kamar" lirih Yuuri.


"Lain kali kemana pun kamu pergi atas izin kakak, kakak sangat khawatir" ucap Vino tegas.


"Baiklah aku akan selalu mengganggu kakak dengan cara menelpon mu setiap saat" kekeh Yuuri tersenyum.


"Good girl" Vino mengacak acak rambut Yuuri.


"Kak Vino.... rambut Yuuri kan jadi berantakan" gerutu Yuuri kesal.


"Ya kan tinggal di rapikan lagi bumil cantik" Vino tersenyum.


"Menyebalkan" gerutu Yuuri.


Vino hanya bisa tersenyum menatap ekspresi wajah Yuuri yang sangat kesal dengan kelakuannya.


*


*


*


Happy reading readers.....