
Yuuri berjalan keluar dari area kediaman keluarga Kauri, dia tidak tau akan pergi kemana yang dia tau dia harus segera menjauh dari kediaman Kauri dengan membawakan sakit di hatinya.
Yuuri menyusuri jalanan dengan berjalan kaki sembari menahan air matanya agar tidak tumpah di hadapan banyak orang, ponselnya berbunyi ada panggilan masuk dari Fahira.
๐Yuuri
Iya ada apa Fahira?
๐ Fahira
kakak lagi dimana kok gak ada di rumah?
๐Yuuri
Oh itu, kakak lagi gak ada di rumah Fahira, tadi habis nganterin tugas kenapa?
๐Fahira
Oh... pantesan aja kakak gak ada di rumah, kak aku boleh minta tolong gak?
๐ Yuuri
Mau minta tolong apa? kamu ada yang mau di titip?
๐ Fahira
Enggak bukan itu kok kak
๐ Yuuri
Lah terus apa?
๐ Fahira
Nanti malam boleh minta tolong anterin kami gak
๐ Yuuri
Mau kemana sih
๐Fahira
Malam ini kami ada penerbangan ke Bali kak, bisa ya minta anterin ke bandara.
๐ Yuuri
What? Bali? kok kalian mendadak sih
๐Fahira
Iya kak soalnya tadi itu gak sengaja lihat tiket promo ke Bali
๐ Yuuri
Kebiasaan deh kamu tuh kalau lihat paket liburan promo aja langsung pesen
๐Fahira
Maaf kak
๐ Yuuri
Tapi masalahnya kak Vino lembur malam ini, jadi seperti gak bisa deh
Maafkan kakak Fahira kalau kakak harus bohong sama kamu, kakak belum bisa cerita apapun sama kamu maaf ya (gumam Yuuri dalam hati).
๐Fahira
Yah kakak... ya udah gak apa deh, lagian aku juga ngerti kok
๐Yuuri
Gimana kalau kakak pesen taksi online aja buat antar kalian ke bandara malam ini
๐Fahira
Ya udah deh kak boleh juga tuh ide nya
๐Yuuri
Oke nanti kakak pesen taksi onlinenya ya, berangkat jam berapa nih?
๐ Fahira
Penerbangan terakhir kak jam 22.35 kak
๐ Yuuri
Ya udah kakak mau jalan pulang nih ya
๐Fahira
Ya udah hati hati di jalan ya kak, Terimakasih kakak
๐ Yuuri
Iya sama sama, ya udah kakak jalan sekarang ya
๐ Fahira
Iya kak
Yuuri kembali menyusuri jalanan dengan berjalan kaki dan di tengah perjalanan tepat di depan matanya Yuuri melihat ada kecelakaan dan yang menjadi korban kecelakaan itu adalah wanita paruh baya seumuran ibunya.
Dengan langkah cepat Yuuri berlari ke arah ibu ibu yang menjadi korban kecelakaan.
"Cepat telpon 118 atau 119" teriak Yuuri sembari memeriksa keadaan korban kecelakaan itu.
Seseorang pun menelpon seperti yang dikatakan Yuuri tadi.
Tempat kejadian kecelakaan pun sekarang sudah ramai di kerumunan orang yang berada di tempat kejadian.
"Apakah disini ada seorang dokter atau tenaga medis lainnya" ucap Yuuri sembari memperhatikan orang yang berkumpul melihat korban kecelakaan tersebut.
Tapi sayangnya tidak ada seorang pun di tempat kejadian yang berprofesi sebagai tenaga medis, Yuuri yang melihat kebanyakan orang hanya menggelengkan kepalanya saja langsung memeriksa keadaan korban kecelakaan.
Yuuri melihat apakah ada patah tulang dan semacamnya di tubuh pasien terutama di kepalanya, setelah itu Yuuri langsung melakukan tindakan pertolongan pertama dengan melakukan RJP (Resusitasi jantung paru) pada korban kecelakaan.
Korban kecelakaan pun sadar bertepatan dengan datangnya ambulans yang akan membawa korban kecelakaan ke Rumah Sakit terdekat.
"Syukurlah akhirnya ibu ini sadar" ucap Yuuri dengan nafas yang memburu.
Orang orang sekitar merasa lega melihat wanita paruh baya yang merupakan korban kecelakaan itu akhirnya sadar tepat saat ambulans datang.
Petugas segera membawa korban kecelakaan itu ke Rumah Sakit terdekat dan segera menangani korban yang sekarang menjadi pasien dengan baik.
Yuuri juga ikut di tarik petugas ambulans untuk menjadi wali pasien, awalnya Yuuri sempat menolak tapi dia teringat ibunya ketika melihat wanita paruh baya itu akhirnya Yuuri pun setuju untuk ikut ke dalam petugas ambulans.
"Mbak anaknya pasien ini?" tanya tenaga medis yang berjaga di dekat pasien yang sudah di pasang infus dan oksigennya.
"Bukan... aku menantunya" celetuk Yuuri.
Aduh... bohong lagi deh, suster ini lagi pakai acara tanya tanya pula (gerutu Yuuri dalam hati).
"Oh menantunya..." ucap tenaga medis sembari menganggukkan kepalanya.
Setelah sampai di Rumah Sakit Pasien langsung di larikan ke ruang IGD dan di tangani oleh beberapa tenaga medis.
Yuuri yang menunggu di luar ruang IGD merasa cemas menunggu kabar dari tenaga medis tentang kondisi ibu itu.
Ya Allah... aku mohon selamatkan lah ibu itu, berilah dia kesempatan untuk kembali bernafas, tolonglah kabulkan do'a aku yang penuh dengan lumutan dosa ini (do'a Yuuri sembari menengadahkan tangannya keatas meminta kepada sang pencipta).
Setelah cukup lama di tangani pihak tenaga medis akhirnya salah satu dokter keluar untuk menemui wali pasien.
Melihat ada salah satu tenaga medis yang keluar dari ruang IGD dimana ruang yang menangani ibu korban kecelakaan, Yuuri langsung menghampirinya dengan cepat.
"Bagaimana keadaannya dokter?" tanya Yuuri khawatir dengan kondisi pasien.
"Alhamdulillah pasien baik baik saja dan jauh lebih baik berkat anda yang memberikan pertolongan pertama pasien"
"Alhamdulillah"Yuuri langsung bersujud syukur mendengarnya.
"Terimakasih kasih banyak sudah melakukan yang terbaik dokter" ucap Yuuri sembari menyalami tangan dokter laki laki yang masih muda itu.
"Itu sudah tugas kami, pasien bisa langsung di pindahkan ke ruang rawat inap setelah menyelesaikan administrasi nya" ucap dokter.
"Baik dokter saya akan segera menyelesaikan administrasi nya" ucap Yuuri dengan lantang.
"Oh ya, apa saya boleh bertanya sesuatu?" tanya dokter.
"Silahkan dokter, selama saya bisa menjawabnya akan saya jawab" jawab Yuuri menunggu pertanyaan dari dokter.
"Apakah kamu salah satu tenaga medis?" tanya dokter.
"Bukan dokter, saya seorang mahasiswi di bidang kuliner" jawab Yuuri.
"Lalu bagaimana kamu bisa tau teknik melakukan RJP dengan baik?" tanya dokter bingung.
"Saya sering mengikuti seminar kesehatan untuk umum dokter" jawab Yuuri tersenyum.
"Oh begitu, tapi apa kamu gak tertarik dengan dunia medis?" tanya dokter.
"Jika di bilang tertarik atau tidak, saya memiliki ketertarikan dalam setiap bidang tapi saya harus bisa memfokuskan dan memprioritaskan bakat dan hobi saya" ucap Yuuri dengan bangga.
"Kamu wanita yang cerdas dan baik hati" ucap dokter sembari menepuk bahu Yuuri.
"Baiklah dokter saya permisi ingin segera melakukan pelunasan administrasi ibu" ucap Yuuri pamit dari hadapan dokter.
"Baiklah, terimakasih atas bantuan mu yang sudah membantu tenaga medis menyelamatkan pasien" ucap dokter itu dengan melemparkan senyumnya.
"Sama sama dokter, saya hanya memberikan sedikit bantuan dengan pengetahuan saya, sama permisi dokter" ucap Yuuri lalu pergi meninggalkan dokter itu sendiri yang menatap kepergian Yuuri.
Wanita yang cerdas, penuh talenta, unik, sopan, baik hati dan penyayang, benar benar wanita idaman dan beruntung banget yang akan menjadi pasangan hidupnya memiliki wanita sesempurna itu (gumam dokter muda dan tampan itu ketika Yuuri pergi untuk mengurus administrasi pasien).
Dokter itu kembali ke dalam ruang IGD dan melihat perkembangan pasien yang sudah di tinggalkan perawat satu persatu.
Setelah menyelesaikan administrasi Yuuri kembali menemui dokter itu yang sudah memindahkan pasien ke ruang rawat inap.
*
*
*
Bagaimana ya kelanjutannya, ada yang penasaran gak sama kelanjutan ceritanya,
pantengin terus ya ceritanya.
Happy reading para readers.