Breath Without Love

Breath Without Love
Bandara



Setelah 5 hari berlalu dan terasa begitu cepat bagi Yuuri Ferianarifa.


Bagaimana tidak dia harus pergi meninggalkan tempat kelahirannya dan harus segera berpisah dengan keluarga besarnya.


Kemarin Yuuri sudah berpamitan dengan keluarga besarnya terutama dengan Abang dan ibunya.


Dia juga sebenarnya sangat sedih harus berpisah dengan keluarganya, apalagi dengan keponakan tersayangnya yang bernama Zia.


Tapi demi impiannya dia harus mengorbankan waktunya terbagi antara keluarga dan impiannya.


Hari ini tepatnya dia akan segera pergi ke Jakarta tanpa di antarkan oleh siapapun.


Karena Yuuri takut tidak akan kuat melihat wajah kesedihan dari keluarganya,


jadi dia memutuskan akan pergi sendiri ke Bandara.


Yuuri... kamu harus bisa Yuuri...


ayo dong semangat Yuuri ini semua demi impian yang sudah lama sangat kamu idam idamkan ( gumam Yuuri sembari menyemangati diri sendiri).


Yuuri berjalan gontai memasuki area bandara sembari memperhatikan sekelilingnya.


Begitu padat aktivitas yang berada di bandara, semua orang sibuk dengan semua aktivitas nya. Yuuri sudah memasuki area tempat tunggu di bandara, namun langkahnya terhenti tiba tiba ketika dia tanpa sengaja menabrak seorang laki laki yang tinggi dan rambut yang sedikit panjang dari laki laki pada umumnya.


Mata nya terbelalak kaget ketika tanpa sengaja menabrak dada laki laki itu karena pikirannya yang tidak fokus harus membuatnya menahan malu.


"Aw..." pekik Yuuri sembari mundur beberapa langkah hingga terjatuh dan menggosok kepalanya yang terkena dada laki laki itu.


"Hei... apakah ada yang sakit, apa dada ku sekeras batu sampai memekik seperti itu" ucap si laki laki tinggi itu.


"Oh maaf, aku tidak sengaja karena aku sedang tidak fokus" ucap yuuri sembari mengangkat kepala nya melihat orang yang sudah dia tabrak.


"Berdiri lah..." ucap laki laki itu sembari mengulurkan tangannya untuk menolong Yuuri.


"Aku bisa sendiri " ucap yuuri sembari kembali berdiri sendiri dan mengabaikan uluran tangan laki laki tadi.


"Baguslah... lain kali kau harus lebih berhati hati jika tidak mau membuat diri sendiri menjadi tontonan gratis dan malu" ucap laki laki itu sembari menatap Yuuri dengan senyum mengejek.


*Da**sar laki laki menyebalkan, awas kau ya si mulut berbisa.... bisa bisanya dia mengatakan hal semacam itu kepada wanita ( gumam Yuuri kesal* ).


Yuuri yang sudah malu dan tidak mau harus bertambah malu dan berakhir menjadi tontonan gratis orang orang sekitar yang berada di dalam ruang tunggu bandara, akhirnya segera melenggang pergi serta menahan malunya dengan berjalan menundukkan kepalanya.


Dia masih berpura pura seperti tidak ada yang terjadi apapun terhadap nya dan mencoba acuh dengan sekitarnya.


Dia lebih memilih duduk menjauh dari tempat kejadian tadi walaupun dia sebenarnya tau begitu banyak pasang mata yang masih saja mengekori perihal hal memalukan tadi.


Setelah cukup lama menunggu di ruang tunggu untuk memasuki pesawat, akhirnya tiba juga waktunya dia memasuki pesawat menuju ke Jakarta.


Setelah berjalan menuju pesawat masih saja banyak orang yang memperhatikan nya hingga dia merasa risih dengan tatapan orang sekitar nya.


*M**engapa mereka masih saja melihat ku begitu? kan kejadian yang memalukannya sudah cukup lama berlalu. Lalu apa yang mereka perhatikan dari ku, padahal pakaian ku sopan tidak yang aneh aneh (gumam Yuuri yang masih risih dengan tatapan orang sekitar terutama banyak pasang mata laki-laki yang memperhatikannya dari tadi*).


"Kamu terlalu cantik dan terlalu banyak mengumbar kecantikan mu di sekitar mereka sehingga mereka menatapmu lapar" ucap seseorang yang berada di sebelah yuuri yang sambil berjalan menuju pesawat.


"Hah... maksud nya apa?"tanya yuuri tidak mengerti yang masih memperhatikan dirinya sendiri.


Laki laki itu segera berlalu meninggalkan yuuri yang masih bertanya tanya dalam hatinya apa yang di lihat orang sekitarnya terhadap dirinya sendiri.


Dan ketika melihat orang yang berbicara dengannya tadi, mata Yuuri langsung terbelalak melihat siapa yang baru saja berbicara dengan nya.


"Kau... bukanya kau yang tadi_" ucap Yuuri kaget dan terhenti ketika melihat orang yang berbicara dengannya tadi sudah jauh di depan sana mendahului Yuuri.


Laki laki yang meninggalkan Yuuri yang berlalu mendahului langkah yuuri tadi berjalan sambil menahan tawanya mendengar Yuuri yang baru sadar dan langsung berteriak karena merasa kaget dengan situasi yang baru di alaminya.


Yuuri sudah memasuki pesawat dan langsung mencari nomor tempat duduknya.


*A**h itu dia tempat duduknya nomer 12b (ucap Yuuri yang berhasil menemukan tempat duduknya*).


Yuuri segera mempercepat langkahnya menuju tempat duduknya yang telah dia temui tadi dan berlalu begitu saja langsung duduk tanpa melihat sekitarnya dan menghiraukan sekitarnya.


Yuuri yang duduk tidak menghiraukan sekitarnya mulai mengambil novel kesukaannya yang biasa di baca untuk mengisi kebosanan yang sedang melandanya


"Mbaknya cantik ya, sexy lagi" ucap seseorang yang duduk di sebelahnya di nomor 12c.


Yuuri yang mendengar ada orang yang mengatakan bahwa di sexy tersenyum kaku sambil menahan ketakutan.


Yuuri mencoba untuk acuh dan sekali kali memperhatikan pakaian yang dikenakan nya.


*A**ku gak memakai pakaian sexy kok, cuma dress dengan panjang dibawah lutut dengan lengan 3/4 dengan tambahan syal kain panjang di leher nya yang di lipat trendy dan sepatu booth pendek, terus dimana sexy nya (gumam yuuri dalam hati sambil melihat tidak ada yang salah dengan penampilan nya*).


Dan tanpa dia sadari ada sepasang mata yang sudah dari tadi memperhatikannya yang terus menatap ke penampilannya. Dia yang memperhatikan Yuuri diam diam sedang duduk di nomor 12a.


Laki laki yang masih mengatakan bahwa yuuri sexy tadi masih saja menatapnya membuat Yuuri semakin kesal dan risih di perhatikan seperti itu.


"Maaf mas, jangan melihat calon istri saya seperti itu ya. Saya kurang suka melihat calon istri saya di tatap seperti itu oleh laki laki lain" ucap laki laki yang tadi menabraknya yang sekarang duduk di sebelah Yuuri, yang sudah memperhatikan Yuuri dari tadi, Dia yang duduk di nomor 12a.


Yuuri yang kaget karena dia berbicara kalau Yuuri adalah calon istri nya pun langsung menoleh ke sumber suara.


*Ad**uh ini orang lebih gila lagi ternyata, tapi lebih baik lah setidaknya aku terhindar dari tatapan laparnya ini cowok kurang ajar( gumam yuuri dalam hati*).


"Bisa tukeran tempat aja gak sayang" ujar laki laki tadi sembari menatap Yuuri tajam.


Yuuri yang bingung harus bersikap seperti apa pun akhirnya hanya mengikuti instruksi dari pemilik suara.


"Maaf mas kalau mengganggu saya permisi"ucap cowok tadi yang merasa tidak enak sudah mengganggu calon istri orang akhirnya mengalah dan mencoba mencari tempat kosong ke arah lain yang tidak terisi.


"Makanya lain kali jangan suka memamerkan kecantikan dan berpakaian seperti itu di tempat ramai apalagi kamu sendiri" ucap laki laki itu menceramahi Yuuri.


"Emangnya kamu siapa berani memerintah aku, pakai bilang aku calon istri kamu lagi" ketus Yuuri kesal mendengarkan penuturan laki laki yang sudah menolong nya tadi.


"Kamu tuh ya, bukannya terima kasih tapi malah memaki aku seperti ini. Dasar tidak tau terima kasih" ucap laki laki tadi menatap tajam dan kesal ke arah yuuri.


Yuuri yang merasa tidak tau diri dan malah memaki orang yang sudah menolong nya pun akhirnya menundukkan kepalanya.


"Maaf telah berkata kasar dan terima kasih sudah menolong ku " ucap Yuuri pelan.


"Iya gak apa kok, paham banget sama orang seperti kamu" ucapnya sembari tersenyum.


"Maksud kamu apa, apa yang membuat orang dari tadi melihatku seperti itu?" tanya Yuuri serius yang sudah menatap orang yang sudah menolongnya.


"Pakaian kamu terlalu ketat hingga orang bisa lihat bentuk tubuh kamu yang bikin orang berpikiran liar"ucap cowok itu yang menunjuk pakaian yuuri dengan isyarat matanya.


"Oh ya ampun... pantesan aku jadi diperhatikan dari tadi" ujar Yuuri sembari mengingat orang sekitarnya yang terus saja melihat ke arahnya.


"Hm...." ujar laki laki itu sambil memejamkan matanya.


"Terimakasih atas kebaikannya, dan kenalkan namaku_" kata kata Yuuri terhenti.


"... Yuuri" ucap laki laki itu masih memejamkan matanya, dan membuat Yuuri membelalakkan mata kaget karena dia sedari tadi tidak pernah mengatakan namanya pada siapapun.


"Oh ya, satu lagi lain kali pakai lah pakaian yang tertutup, apalagi kamu terlalu polos untuk mudah di manfaatkan orang lain" ucapnya lagi sambil membuka matanya dan menatap Yuuri.


"Maksud kamu?"tanya yuuri tidak mengerti arah percakapan laki laki itu.


Laki laki itu pun mengambil syal kain yang di gunakan yuuri dan meletakkan di atas kepala yuuri menyerupai kerudung.


"Kamu akan lebih cantik dan terlindungi bila memakai ini" ucap laki laki itu tersenyum tulus ke arah yuuri.


"Ka...kamu tau dari mana aku muslim?"tanya yuuri kaget dan kembali membelalakkan matanya.


Laki laki itu tersenyum melihat kepolosan dan kekagetan Yuuri yang tidak menyadari bahwa laki laki itu memperhatikan sesuatu yang di pakai Yuuri.


"Kalung yang kamu pakai sudah lebih dari cukup menjelaskan siapa kamu" ucap laki laki itu menunjuk kalung yang bertuliskan arab gundul bertuliskan nama يوري yuuri.


"Kamu bisa baca huruf Arab di kalungku" ucap yuuri memastikannya pikirannya.


Dan di jawab senyum dan anggukan dari laki laki itu.


"Aku Arkan, senang bertemu dengan gadis polos yang jujur sepertimu" ucap laki laki yang tadi menabraknya sambil mengulurkan tangannya.


"Oh eh... iya aku Yuuri" ucap Yuuri yang salah tingkah dengan kepolosannya.


*


*


*


Happy reading readers ya, jangan lupa buka dukungannya