Breath Without Love

Breath Without Love
Buat Malu



Seminggu setelah kunjungan calon mertua ke rumahnya, Yuuri mendapat telpon dari ibunya menyuruhnya agar segera pulang ke kota kelahirannya.


Yuuri sebenarnya bingung apa yang membuat ibunya memaksanya untuk segera kembali sedangkan dia di Jakarta juga lagi sibuk sibuknya dengan urusan kampusnya, awalnya Yuuri tidak ingin pulang karena sangat mendadak ibu menyuruh nya untuk pulang tapi mau bagaimana lagi, jika tidak di turuti juga menjadi beban pikiran tersendiri untuk Yuuri.


kenapa ibu nyuruh aku buat pulang ya, padahal kan ibu tau aku lagi sibuk buat ngurus izin aku buat magang, apa sedang terjadi sesuatu sama ibu... tapi semoga aja gak terjadi hal yang buruk sama keluarga ku, aku pulang aja deh dari pada kepikiran (gumam Yuuri sembari memesan tiket lewat sebuah aplikasi di ponselnya).


Setelah mendapatkan tiket pesawat untuk keberangkatan nanti malam, Yuuri bergegas menyiapkan barang yang akan dia bawa ke kota kelahirannya.


Yuuri berjalan menuruni tangga dan mencari keberadaan para mbak yang biasa membantu nya.


"Nona Yuuri ada apa, kok seperti orang bingung gitu?" tanya mbak Nana ketika melihat Yuuri seperti orang kebingungan di depannya.


"Begini mbak saya mau pamit ya, malam ini saya bakal balik ke tempat asal saya" ucap Yuuri sedikit tenang.


"Kenapa tiba tiba banget nona?" tanya mbak Nana sedikit kaget mendengar Yuuri yang akan segera kembali.


"Ah iya itu mbak, ibu minta saya kembali secepatnya ke rumah, tapi saya juga tidak tau karena apa alasannya" ucap Yuuri.


"Oh begitu ya nona, mau saya siapkan makan siang?" tanya mbak Nana.


"Enggak usah aja mbak kalau mau masak buat mbak aja, Yuuri cari makan di luar aja karena mau keluar sekalian beli oleh oleh buat keluarga saya" ucap Yuuri.


"Ya nona" sambung mbak Nana.


"Tolong sampaikan sama yang lain nya juga ya mbak, biar gak kaget kalau Yuuri lagi gak ada di rumah" ucap Yuuri.


"Nona keluar pakai apa?" tanya mbak Nana karena mbak Nana tau kalau Yuuri tidak bisa menyetir mobil.


"Tenang aja mbak aku naik ojek online kok, tadi udah pesan lewat aplikasi, palingan sebentar lagi juga sampai" ucap Yuuri.


"Nona, ada ojek online di depan" ucap mbak Ati sembari berjalan menghampiri Yuuri.


"tuh kan mbak baru aja di omongin udah nongol duluan mas ojeknya" bisik Yuuri di telinga mbak Nana.


"Iya nona" balas mbak Nana yang ikut berbisik kepada Yuuri.


"Mbak Ati tolong bilang tungguin sebentar ya, saya mau ambil tas dulu di atas" ucap Yuuri sembari setengah berlari ke lantai atas mengambil tas dan ponselnya.


Mbak Ati langsung keluar lagi menemui mas ojek nya untuk menunggu Yuuri yang sedang bersiap.


Tidak lama menunggu akhirnya Yuuri keluar juga dan segera menghampiri mas ojek onlinenya.


"Mas ke cafe Hd23 ya" ucap Yuuri.


"Siap mbak, kita jalan" ucap mas ojek online sembari memberikan helm untuk Yuuri.


Yuuri segera memakai helmnya dan naik ke belakang mas ojek online.


Setelah sampai di depan cafe Yuuri segera turun dari motor ojek dan membayar dengan uang cash.


Setelah mas ojek online pergi Yuuri segera bergegas masuk ke dalam cafe dan memesan beberapa menu untuk di santap siang ini, seorang wanita datang menghampiri Yuuri yang sedang duduk bersantai sembari menunggu pesanannya datang.


"Silahkan duduk" ucap Yuuri mempersilahkannya untuk duduk di depan Yuuri.


"Makasih" jawab Dhini.


Wanita yang menemui Yuuri di cafe memang Dhini, teman lama Yuuri yang sekarang sudah satu kampus dengannya.


"Hm... hal serius apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Yuuri serius.


"Tentang teman dekat kamu di kampus" jawab Dhini sedikit gugup.


"Kenapa?" tanya Yuuri bingung dengan arah pembicaraan Dhini.


"Dia ternyata_" Dhini menghentikan ucapannya karena makanan dan minuman yang di pesan Yuuri datang.


"Terimakasih mas" ucap Yuuri kepada pelayan yang membawa pesanannya.


"Iya mbak" jawab mas pelayan lalu berlalu setelah mengantarkan pesanan Yuuri.


"Terimakasih" ucap Dhini setelah meminum jus jeruk pesanan Yuuri.


"Sama sama Dhini" jawab Yuuri.


"Lanjutkan kamu tadi mau ngomong apa" ucap Yuuri.


"Oh iya itu... aku melihat teman dekat kamu dengan seorang wanita yang mengaku mantan pacar Vino dan mereka sempat berantem kemarin" ucap Dhini.


"Jangan jangan mantan pacarnya kak Vino gangguin Anna karena dia tau kalau sekarang yang punya hubungan dengan kak Vino bukan aku lagi tapi Anna" ucap Yuuri terkejut mendengarkan ucapan Dhini.


"Aku gak tau pastinya Yuuri, cuma yang aku tau mereka bertemu dan sedikit terlibat perdebatan kemarin sore" ucap Dhini lagi.


"Terimakasih sudah mengatakan semuanya ya Dhini, informasi yang kamu kasih sama aku sangat membantu aku agar teman baik aku itu gak di ganggu mantan nya kak Vino" ucap Yuuri yang sangat berterima kasih sama Dhini.


"Sama sama Yuuri, aku senang bisa bantu kamu" ucap Dhini.


"Ya udah kita makan aja dulu, aku sengaja pesan 2 porsi" ujar Yuuri mengajak makan Dhini.


"Terimakasih Yuuri, tapi ini terlalu berlebih-lebihan" ucap Dhini merasa tidak enak hati.


"Enggak kok Dhini, kita udah lama kenal, masa gini aja berlebihan sih" gerutu Yuuri dengan senyum cantiknya.


"Hahaha... iya iya, gak berlebihan kok" ucap Dhini setelah tertawa mendengar Yuuri ber gerutu.


"Gitu dong, jadi gak kaku lagi kan" ucap Yuuri.


"Iya Yuuri sayang, habis aku takut tadi karena wajah kamu serius banget sih" ujar Dhini.


"Jadi maksud kamu wajah aku itu serem?" tanya Yuuri menatap tak percaya dengan yang di ucapkan teman lamanya itu.


"Maaf..." Dhini.


"Masa iya" ucap Yuuri yang langsung mengambil kaca kecil di dalam tasnya.


"Masa iya wajah aku gini serem?" tanya Yuuri yang melihat dirinya di kaca kecil.


"Udah gak lagi kok, sekarang udah cantik" ucap Dhini cekikikan.


"Kamu ngerjain aku kan?" tanya Yuuri dengan tatapan tajam yang mematikan.


"Hahaha... maaf ya" ucap Dhini tertawa terpingkal pingkal karena telah berhasil mengerjai Yuuri teman lamanya.


Suara tertawa Dhini yang cukup keras membuat beberapa pengunjung cafe menoleh ke meja mereka dan membuat Yuuri semakin menajamkan penglihatannya pada Dhini agar segera diam, karena sekarang dia sangat malu telah di perhatikan sebagian pengunjung cafe karena suara tawa Dhini yang gak ada akhlaknya.


Dasar Dhini nyebelin banget ya kamu jadi teman aku, aku ini udah kesal karena kamu berhasil mengerjai aku dan sekarang kamu juga buat malu aku karena suara tawa kamu gak ada akhlaknya itu (gerutu Yuuri dalam hati dengan masih menatap tajam Dhini).


"Dhini... hentikan! semua orang melihat kesini karena kamu" ucap Yuuri dengan suara kecil tapi dengan menekan setiap ucapannya.


Dhini sontak langsung menghentikan tawanya dan melihat sekelilingnya dan benar saja dia juga langsung malu dan menutup mukanya dengan kedua tangannya, pengunjung cafe kembali dengan kegiatannya masing masing setelah tawa Dhini berhenti.


Kok bisa ya aku buat malu diri aku sendiri begini (gerutu Dhini yang masih menutup mukanya dengan kedua tangannya).


Hahaha... emangnya enak kamu, malu kan... siapa suruh ketawa gak pakai aturan, buat malu sendiri kan hahaha... (batin Yuuri tertawa melihat tingkah laku teman lamanya itu).


*


*


*


Malu gak tuh mereka berdua ya?


Hai readers ku yang tersayang, jangan lupa buat tinggalkan jejaknya di novel ku.


Happy reading readers.