
Selesai mengurus semua dokumen untuk keperluannya memasuki universitas yang dia inginkan Yuuri berjalan menemui Vino yang menunggunya.
"Bagaimana, apa semuanya sudah selesai?" tanya Vino ketika melihat Yuuri melangkah mendekati nya.
"Iya kak, semuanya aman dan bisa mulai masuk kuliah bulan depan" jawab Yuuri antusias.
"Jadi sekarang akan ke mana lagi?" tanya Vino.
"Hm... kemana ya, seperti nya balik aja ke hotel" jawab Yuuri setelah berpikir.
"Tidak ingin berjalan jalan atau pergi ke cafe?" tanya Vino yang mencoba untuk mengajak Yuuri jalan jalan.
"Tidak kak" jawab yuuri malas.
"Bagaimana kalau kamu belanja ke mall, kakak yang akan tanggung semuanya" ucap vino memberi ide.
"Ti...dak... " ucap Yuuri penuh penekanan.
*A**da apa lagi dengan wanita labil ini (gumam Vino dalam hati*).
Vino dan Yuuri pergi meninggalkan area kampus dan pergi dari sana.
"Bagaimana kalau ke taman?" ucap Vino lagi yang masih mencoba untuk membujuk Yuuri dengan memberi saran sambil masih fokus menyetir.
Yuuri yang nampak masih memikirkan perkataan Vino untuk ke taman akhirnya mengiyakan ajakan Vino dengan anggukan kepalanya.
Mereka menuju taman dan segera turun dari mobil ketika Vino mengemudi sudah sampai ke tempat tujuan.
Mereka berdua keluar dari mobil dan mulai mencari tempat duduk di sekitar taman.
Yuuri yang melihat di taman banyak sekali anak anak membuat hati nya merasa bahagia melihat keceriaan sikap yang tulus nan polos dari anak anak yang sedang berada di sekitar taman.
"Wah mereka semuanya lucu lucu banget" ucap yuuri gemas melihat anak anak yang ada di taman itu.
"Hm... " ucap vino sembari tersenyum menatap ke arah yuuri.
Yuuri yang baru sadar di perhatikan oleh vino pun sedikit menggeser duduknya.
"Kenapa?" tanya vino.
"Kakak yang kenapa?" tanya Yuuri balik dengan sedikit meninggikan nada bicaranya.
"Aku cuma liat kamu aja" ucap vino bingung.
"Iya aku tau kakak liat aku, tapi kenapa liat aku lama banget?" tanya Yuuri kesal.
"Karena kamu enak di pandang" ucap Vino dengan senyum menawannya.
"Dasar aneh" ucap Yuuri segera pergi meninggalkan Vino yang masih duduk.
Yuuri pergi meninggalkan Vino sendiri dan berjalan cepat untuk mencari taksi.
Vino yang baru sadar Yuuri telah pergi meninggalkannya akhirnya pergi dari taman untuk menyusul Yuuri, namun dia tidak melihat yuuri dimana mana.
*D**asar wanita labil dia berbuat seenaknya aja, main ninggalin aku sendiri di taman. Sedangkan dia entah pergi kemana (gerutu vino sambil terus mencari yuuri*).
Yuuri sudah pergi meninggalkan taman dan masuk ke taksi untuk balik ke hotel.
"Dasar cowok aneh dan menyebalkan" kata Yuuri kesal tiba tiba di dalam taksi.
"Siapa yang aneh mbak, perasaan saya cuma diam aja dari tadi" ucap sang sopir taksi bingung dan menyangka kalau kata kata Yuuri tadi di tujukan untuknya.
Yuuri pun yang sadar kalau dia sedang berada di dalam taksi dan berbicara sampai kedengaran sopir taksi merasa tidak enak dan malu.
"Anu... itu, eh... maaf ya pak, bukan bapak maksud saya tapi teman saya" ucap Yuuri sambil menahan malunya.
"Oh gitu, mungkin dia suka sama mbak makanya jadi aneh dan menyebalkan" ucap sang sopir taksi.
"Ah itu... apa... gak mungkin lah pak" ucap yuuri kaget mendengar kata pak sopir tadi.
"Bisa aja mbak" ucap sopir taksi.
Yuuri yang tidak mengerti pun hanya diam dan tidak lagi menghiraukan kata kata sopir taksi tadi sampai dia berada di hotel.
Yuuri masuk dan menghempaskan tubuhnya ke atas kasur dan beristirahat di dalam kamar hotel.
🌺🌺🌺
Sore hari ini Fahira sudah menemani Ocha berjalan jalan sore ini, sekalian nanti malam mereka akan makan ke warung bakso langganan Fahira karena sudah kangen mau menyantap bakso yang di pinggiran jalan itu.
"Serius lagi pengen bakso?" tanya Ocha.
"Aku serius kak, aku lagi kepengen banget" ucap Fahira antusias.
"Baiklah" ucap ocha sembari tersenyum dan melanjutkan perjalanan menuju warung bakso langganan Fahira.
Setelah sampai di tempat tujuan Ocha dan fahira pun turun dan segera menuju ke warung bakso tersebut.
"Mang, baksonya 2 ya pakai mie putih nya aja jangan lupa pentol baksonya juga yang ada telornya, hahaha..." ucap Fahira ke pada mang baksonya.
"siap mbak Fahira" ucap mang Asep pedagang bakso yang sudah kenal betul dengan Fahira karena dia sering ke warung baksonya mang Asep.
tanpa sadar bahwa ada 2 orang laki laki yang sudah duduk manis di hadapan mereka
siapa lagi kalau bukan Kenzi dan Daffa.
"Selamat sore gadis jutek" sapa Kenzi.
Yang menghentikan obrolan seru antara Ocha dan Fahira, dan membuat mereka berdua langsung menoleh ke sumber suara.
Fahira yang kesal dengan Kenzi menatap tajam ke arah Kenzi karena beberapa hari yang lalu Kenzi membuat Fahira harus membuat makanan untuk Kenzi di dapur apartemen miliknya.
*Ke**napa juga aku harus ketemu si keken ini, bikin selera makan bakso aku jadi hilang kan
(gumam Fahira dalam hati*).
"Hai kak Kenzi, kak Daffa" sapa ocha.
"Hai Cha" balas Kenzi dan Daffa bersamaan.
"Lagi pada mau makan bakso juga?"tanya Ocha kepada mereka berdua.
"Iya Cha, kenzi nih yang pengen" ucap Daffa melirik Kenzi.
"Oh gitu, udah pesen?" tanya ocha.
"Udah kok Cha" jawab Daffa.
Daffa dan Ocha asik mengobrol sedangkan Fahira dan Kenzi hanya diam dan saling menatap tajam seolah tatapan dalam mata mereka yang berbicara.
Ocha yang melihat Fahira menatap tajam ke arah Kenzi hanya bisa menghela nafas kasar.
"Fahira, lama lama dari mata yang tajam bisa turun ke hati loh" ucap Ocha menahan senyum.
"What... idih amit amit deh sama si keken itu dia kan benar benar menyebalkan" ucap Fahira menatap tidak suka ke arah Kenzi.
"Yang di bilang Ocha itu ada benarnya juga sih Ken" ucap Daffa yang ikut jadi kompor.
"Heh Daffa... minta di jahit ya tu mulut" ucap Kenzi kesal beralih menatap tajam Daffa.
"Tapi beneran kok dari mata bisa turun ke hati, awas ya loh. Kalian berdua bisa bucin banget deh nantinya" ucap Daffa yang sambil tersenyum.
"Diam loh....." bentak Fahira dan Kenzi bersamaan sambil menatap ke arah Daffa dengan tatapan tajamnya, sehingga membuat mang Asep yang sudah di dekat meja mereka untuk mengantar bakso untuk mereka terkaget dan bergetar mendengar teriakan Fahira dan Kenzi.
"Maaf ya mang Asep, mereka lagi marahan" ucap Ocha menenangkan situasi yang mencekam.
"Semuanya maaf ya" ucap Daffa menatap semua pelanggan mang Asep.
Mang Asep bisa memakluminya dan pergi setelah selesai mengantarkan pesanan bakso mereka berempat.
"Kenapa kalian berdua kompak banget masih menatap aku begitu?" tanya Daffa.
Fahira dan kenzi tidak lagi menatap Daffa seperti tadi ketika melihat bakso di hadapan mereka.
Setelah selesai memakan baksonya ocha mendapat telepon dari mamanya kalau papanya sedang di rawat di rumah sakit.
"Fahira, kakak minta maaf ya gak bisa nganter kamu pulang karena papa masuk rumah sakit" ucap ocha panik
"Enggak apa kak, Fahira bisa pulang sendiri kok" jawab Fahira menenangkan Ocha.
Daffa yang menatap ocha panik langsung meminta kunci mobilnya Ocha.
"mana kunci mobilnya?"tanya Daffa sembari mengarahkan tangannya ke Ocha.
"kenapa kakak minta kunci mobil ku?"tanya ocha bingung melihat tangan Daffa di depannya.
"Kamu enggak boleh nyetir dalam situasi panik gitu, jadi biar kakak yang antar kamu ke rumah sakit" ucap Daffa.
Ocha yang paham dengan situasi nya pun langsung menyerahkan kunci mobil nya ke Daffa.
Daffa pergi menemui mang Asep dan membayar 4 porsi mangkok bakso dan kembali menemui kenzi.
"Ken, aku duluan ya gak baik dia nyetir dalam kondisi panik gini dan jangan lupa tolong antar si Fahira balik, ingat ya Ken dia cewek dan ini sudah malam dan dia adik sepupunya Yuuri jaga dia baik baik" ucap Daffa lalu pergi bersama Ocha meninggalkan Fahira dan Kenzi.
"Kakak gak usah dengerin kata kata kak Daffa, aku bisa pulang sendiri" ucap Fahira lalu pergi meninggalkan Kenzi sendiri yang masih duduk.
Kenzi memang tidak mengantarkan Fahira pulang tapi dia juga tidak tenang jika tidak memastikan Fahira selamat sampai depan rumahnya, jadi secara diam diam kenzi mengikuti Fahira untuk memastikan Fahira aman dan baik baik saja sampai ke depan rumahnya.
"Syukurlah dia selamat sampai tujuan"ucap kenzi yang memperhatikan Fahira dari jauh.
Tiba tiba ada perasaan berbeda ketika kenzi mengingat kata kata ocha dan Daffa dari mata turun ke hati sambil memperhatikan Fahira dari kejauhan yang mulai memasuki rumahnya.
*
*
*
Hai para readers selamat membaca.