
Yuuri hanya bisa tersenyum terkekeh melihat ekspresi Vino yang nampak kesel menatap tajam ke arah nya.
"Gigi kamu kering kebanyakan nyengir" gerutu Vino menatap tajam.
"Ya kan gampang tinggal di basahi lagi kak" sambung Yuuri tersenyum.
"Gak lucu" ucap Vino dengan wajah datarnya.
"Ish muka nya nanti cepat tua sering marah marah" gerutu Yuuri mencubit pipi Vino gemas.
Vino menatap tajam Yuuri yang baru saja mencubit pipinya dengan gemas.
"Kenapa Yuuri cantik ya?" tanya Yuuri dengan percaya diri.
"Biasa aja" Vino.
"Ih kak Vino... bilang Yuuri cantik lagi dong" gerutu Yuuri.
"Kamu jangan buat gaduh Yuuri malu di lihatin orang orang" gerutu Vino.
"Jadi kakak malu pergi dengan Yuuri, Yuuri tau Yuuri jelek manja dan..." Yuuri.
Vino langsung memeluk erat tubuh Yuuri dengan tiba tiba yang membuat raut wajah Yuuri yang awalnya hendak menangis tiba tiba kaget mendapatkan pelukan tiba tiba dari Vino.
"Maaf kakak sama sekali gak berniat begitu" Vino.
"Hem... Yuuri baik baik aja kak" Yuuri.
"Kamu kenapa sensi sekali dari pagi tadi" ucap Vino.
Yuuri langsung mendongakkan kepalanya menatap Vino.
"Benarkah begitu tapi bagi Yuuri biasa biasa aja kak" ucap Yuuri bingung.
"Sudah lupakan" Vino memilih untuk tidak membahasnya lagi.
Yuuri melepaskan pelukannya dan masih menatap bingung ke arah Vino.
"Kenapa?" tanya Vino.
"Kakak yang kenapa tiba tiba aneh" Yuuri.
"Sudah lah sebentar lagi kita akan pergi" Vino.
Yuuri langsung duduk dengan tenang di sisi Vino dan menunggu beberapa menit sebelum akhirnya mereka siap untuk naik pesawat.
mereka bergegas untuk menaiki pesawat yang akan membawa mereka transit di Singapura lebih dulu.
Setelah melewati perjalanan hampir 2 jam lamanya dari Indonesia ke Singapura dan mereka harus menunggu kembali sekitar hampir 12 jam untuk kembali menaiki pesawat menuju bandara Auckland.
Karena waktu nya terlalu lama untuk menunggu dan berdiam diri di bandara changi internasional Vino memutuskan untuk membawa Yuuri beristirahat ke hotel terdekat.
Setelah sampai di hotel mereka hanya memesan 1 kamar dengan fasilitas 2 bed single agar bisa sama sama beristirahat dengan baik sebelum kembali melakukan penerbangan menuju New Zealand.
"Apa ini melelahkan?" tanya Vino membawa tas di tangan Yuuri.
"Sedikit kak, Yuuri ingin segera beristirahat" ucap Yuuri.
Yuuri langsung merebahkan dirinya di atas kasur yang empuk dan mulai terlelap dalam tidurnya.
"Dia selalu begitu tidur sesukanya dimana dia nyaman" gerutu Vino sembari berjalan menghampiri Yuuri dan menyelimuti tubuh Yuuri agar tidak kedinginan karena Vino sudah menyalakan AC nya.
Arkan mengganti kemeja nya dengan baju polos oblong berwarna putih dan tidak lupa dia menyetel alarm di ponsel nya agar tidak terlambat karena dia ingin mengajak Yuuri untuk berkeliling Singapura sebentar sebelum ke bandara.
Vino langsung terlelap menyusul Yuuri ke alam mimpi di kasur sebelah yang terpisah.
Setelah 1 jam berlalu ponsel Vino berdering membuat Vino langsung terbangun dan melihat ponselnya yang ternyata suara alarm yang tadi si setel Vino.
Vino menatap Yuuri yang masih nyenyak dalam tidurnya dan mulai membangunkan Yuuri dengan hati hati agar Yuuri tidak kaget ketika terbangun.
Butuh waktu cukup lama membuat Yuuri terbangun dari tidurnya.
"Apa Yuuri tidur hampir 12 jam kak?" tanya Yuuri lemas dengan suara serak khas orang bangun tidur.
"Tidak" jawab Vino santai.
"Lah terus kenapa kakak bangunin Yuuri" gerutu Yuuri kesal.
"Bangunlah ayo kita jalan jalan sebentar habis itu kita istirahat lagi" ucap Vino.
"Kemana?" tanya Yuuri.
"Kemana saja" jawab Vino.
"Kakak itu menyebalkan...." kesal Yuuri.
"Iya iya kakak menyebalkan dan sekarang ayo kita pergi habis itu kita cari makan siang" Vino.
Vino bergegas menuju wastafel untuk mencuci muka yang sembab sehabis tidur, lalu kembali menghampiri Yuuri.
"Ayo dong jangan males malesan gini" ucap Vino lalu duduk di sisi ranjang sembari mengelus rambut Yuuri.
"Gendong" rengek Yuuri.
"Kamu udah gede loh masa masih mau di gendong" Vino.
"Ya sudah Yuuri gak bakal mau berangkat dari sini" ancam Yuuri.
"Iya iya bawel banget" gerutu Vino lalu langsung menggendong Yuuri menuju wastafel.
"Udah kakak tunggu di luar ya" Vino.
"No... tangan Yuuri males kena air" Yuuri.
"Oh God... ada apa dengan gadis ini" gerutu Vino.
"Ayo kak cepetan" rengek Yuuri.
Dengan sangat terpaksa Vino menuruti Yuuri dan memenuhi semua keinginan Yuuri dari minta ini itu melakukan apapun yang di perintahkan gadis manja itu.
"Aku serasa merawat bagi gede" ucap Vino.
"Kakak harus selalu memenuhi semua keinginan ku" ucap Yuuri tersenyum.
Setelah selesai bersiap siap Yuuri dan Vino pun pergi jalan jalan berdua di negara yang menjadi persinggahan mereka sebelum kembali melakukan penerbangan.
Sambil menunggu menu yang sudah di pesan mereka berdua berbicara santai.
"Kak kenapa kakak tidak suka menggunakan jet pribadi keluarga kakak bukankah kakak memiliki nya?" tanya Yuuri bingung karena Vino mempunyai segalanya termasuk jet pribadi tapi Yuuri tidak pernah mendapati Vino menggunakan fasilitas yang terlalu mewah seperti itu.
"Tau dari mana?" tanya Vino bingung karena Vino tidak pernah menceritakannya.
"Shira selalu menceritakan bagaimana sederhana dan nakalnya kakaknya" jawab Yuuri santai.
Setelah beberapa menit menunggu akhirnya menu makan siang mereka datang juga dan berakhir dengan menyantap makan siang mereka dengan sangat lahap.
Selesai makan mereka duduk duduk santai sebentar dan segera kembali ke hotel karena masih sangat lama jika menunggu di bandara.
"Kak" Yuuri.
"Iya kenapa?" tanya Vino bingung duduk di sofa.
"Kenapa Yuuri mual ya" ucap Yuuri menahannya.
"Kamu masuk angin atau apa" panik Vino dan langsung menghampiri Yuuri khawatir.
"Ini tanggal berapa?" tanya Yuuri.
"Tanggal 12 kenapa?" Vino ikut bertanya.
"Oh..." ucap Yuuri santai lalu beberapa detik kemudian ekspresi wajah santainya berubah menjadi panik dan kaget membuat Vino ikut panik takut Yuuri kenapa napa.
"Apa.... tanggal 12, kak... Yuuri udah telat" Yuuri.
"Telat apa Yuuri masih lama pesawat nya" Vino bingung.
"Bukan itu maksud Yuuri" Yuuri.
"Ya terus apa kamu jangan buat bingung kakak dong" Vino.
"Yuuri takut Yuuri bakal hamil kak" Yuuri terduduk lemas di atas bed.
"Are you kidding me?" Vino kaget bukan main mendengar ucapan Yuuri.
"No..." Yuuri.
"Baiklah kita ke rumah sakit sekarang" ucap Vino sembari bersiap siap.
"Tapi kak..." Yuuri.
"Kenapa lagi?" tanya Vino.
"Yuuri takut hamil" Yuuri.
"Kenapa takut kamu hamil ketika kamu punya suami ya itu wajar Yuuri" Vino.
"Yuuri takut kak Arkan tidak mengakui anaknya dan bagaimana kalau nanti anak Yuuri bertanya dimana ayahnya" Yuuri.
"Bilang saja kakak ayahnya" Vino.
"Kalau keluarga Ontario tau tentang kehamilan Yuuri bagaimana jika mereka ingin merebut anak Yuuri" Yuuri.
"Kakak akan melindungi kamu dan anak kamu" Vino.
Mereka berdua kembali keluar dari hotel dan mencari rumah sakit terdekat untuk periksa.
Sesampainya mereka berdua di rumah sakit mereka langsung berjalan menuju ruang dokter kandungan tanpa mengantri karena sebelum pergi Vino sudah lebih dulu meminta sang asisten nya menelpon pihak rumah sakit agar Yuuri tidak perlu menunggu antrian.
Setelah Yuuri di periksa oleh dokter kandungan Yuuri langsung di bantu Vino untuk duduk di kursi tamu tempat konsultasi dokternya.
"Bagaimana dokter?" tanya Vino antusias.
"Wah bapak sangat antusias sekali ya" ucap dokter yang membuat malu Vino.
Bagaimana tidak anak siapa tapi dia yang sangat antusias dengan hasil pemeriksaannya.
"Selamat bapak ibu kalian akan menjadi orang tua" ucap dokter.
"Benarkah dokter?" tanya Yuuri masih tidak percaya.
"Iya dan usia kandungannya memasuki Minggu ke 4 dan sang ibu harus benar benar menjaga asupannya dan jangan lupa juga sang ibu jangan sampai banyak pikiran dan setres karena kondisi sang ibu akan sangat mempengaruhi kondisi bayi di perutnya" ucap sang dokter menjelaskan.
"Terimakasih dokter" ucap Vino.
"Iya sama sama dan iya buat bapaknya di anjurkan untuk tidak melakukan hubungan intim terlalu sering di usia kandungan yang masih muda ya" ucap dokter yang berhasil membuat Vino dan Yuuri jadi salah tingkah karena mereka berdua bukan pasangan suami istri sebenarnya.
"Iya dokter" kata Vino mengiyakan saja agar cepat selesai drama ini.
"Apa sang ibu mengalami mual pusing atau apa?" tanya sang dokter.
"Hanya mual saja dokter" ucap Yuuri.
"Baiklah akan saya resep kan vitamin dan obat anti mual nya" ucap dokter lalu menuliskan beberapa resep obat dan memberikannya kepada Vino.
"Terimakasih dokter oh ya bisakah saya minta surat izin rekomendasi penerbangan" ucap Vino.
"Penerbangan?" tanya dokter.
"Iya dokter kami di sini hanya transit dan akan kembali melanjutkan penerbangan ke New Zealand" ucap Vino.
"Oh baiklah kalau begitu tapi pastikan sebelum melakukan penerbangan sang ibu harus cukup istirahat ya pak" ucap dokter sembari langsung membuat surat izin rekomendasi penerbangan dan langsung menyerahkan nya pada Vino.
"Sekali lagi terimakasih banyak dokter" Vino mengambil surat yang di berikan dokter.
"Sama sama silahkan langsung ke apotik buat ambil obat" ucap dokter.
Lalu Yuuri dan Vino pergi dari ruangan dokter.
*
*
*
Happy reading readers🤗🤗🤗
jangan lupa dukungannya dong biar othor rajin up lagi seperti dulu...
makasih yang udah setia baca novel author