Breath Without Love

Breath Without Love
Memulai Dari Awal



Bunda Rida yang melihat putrinya mengetuk pintu kamar pasangan baru itu langsung menghampiri Zia.


"Apa yang kamu lakukan di depan kamar Ami dan Daddy sayang?" tanya bunda Rida pada Zia.


Arkan yang sudah berada di balik pintu menghentikan langkahnya ketika mendengarkan suara kakak ipar nya yang sedang berbicara dengan Zia.


"Zia mau masuk bunda, Zia mau tidur sama Ami dan Daddy" celetuk Zia dengan polos.


"Zia... Ami sekarang udah punya suami, jadi kamu gak boleh lagi tidur sama Ami kalau ada Daddy ya" Bunda Rida mencoba memberi pengertian pada Zia.


"Kenapa gak boleh tidur sama Ami dan Daddy, bunda?" tanya Zia polos.


"Kamu aja sekarang udah gak bolehin lagi kan tidur bareng ayah dan bunda" ucap bunda Rida.


"Jadi Zia gak bisa tidur lagi sama Ami kalau ada Daddy ya bunda?" tanya Zia sekali lagi.


"Iya sayang, sekarang ayo kita pergi dari sini, kasihan Daddy sama Ami nya pasti kelelahan seharian ini" ucap bunda Rida.


Setelah kepergian Zia dan bunda Rida dari depan kamar Yuuri, Arkan kembali ke tempat tidur menghampiri Yuuri yang bingung.


"Kenapa kak?" tanya Yuuri bingung ketika Arkan tidak jadi membuka pintu kamar mereka.


"Udah di jemput sama bundanya biar gak ganggu malam pengantin baru" celetuk Arkan sembari merebahkan dirinya di samping Yuuri yang sedang menyandar.


"Apaan sih kak...." protes Yuuri, padahal dia malu sendiri mendengar ucapan suaminya itu.


"Kamu gak mau tidur sambil peluk suami kamu yang super ganteng kebangetan ini?" goda Arkan sembari tersenyum nakal menatap istrinya yang sudah tersipu malu mendengar ucapan nya.


"Gak lah aku mau nonton dulu, kangen nonton drakor" ucap Yuuri sembari mengalihkan dirinya dari situasi romantis pengantin baru.


"Gimana sih, bukannya mesra mesraan malah di cuekin sama istri sendiri" gerutu Arkan kesal.


"Suamiku... tidur ya sayang, tapi jangan macam macam dulu buat malam ini, karena besok kita ada penerbangan kembali ke Jakarta" Yuuri meletakkan ponselnya di atas nakas dan berbalik menatap suaminya.


Bismillahirrahmanirrahim.... (gumam Yuuri).


"Sayang.... satu macam aja ya" ucap Arkan sembari memainkan matanya.


Yuuri yang tidak mau menghiraukan ucapan aneh suaminya langsung merebahkan dirinya di sisi Arkan sembari menghadap dan memeluk erat suaminya dengan perasaan yang sangat gugup.


Arkan sangat menikmati pemandangan wajah wanita cantik di hadapan nya, wanita yang halal baginya, pendamping hidup nya.


"Kenapa kakak tersenyum sembari menatap ku?" tanya Yuuri bingung.


"Kamu cantik dan gemas banget" ucap Arkan.


"Gak usah menatap aku begitu, aku malu tahu kak" gerutu Yuuri sembari menyembunyikan wajahnya di dada suaminya.


Arkan tersenyum sembari mengelus kepala istri nya dan memeluk erat tubuh istri nya.


Kamu lucu banget sih sayang (gumam Arkan dalam hati).


"Tidur lah sayang" titah Arkan sembari tersenyum dan mengusap punggung Yuuri.


Yuuri tersenyum bahagia dan semakin mempererat pelukannya pada suaminya, sedangkan Arkan semakin tersenyum menatap istrinya.


Perlahan Yuuri mulai memejamkan matanya karena kelelahan seharian ini di tambah lagi dia tidur dalam pelukan seorang laki laki tampan yang sekarang sudah menjadi suaminya, sedangkan Arkan semakin mempererat pelukannya agar bisa segera menyusul Yuuri ke alam mimpi.


🌺🌺🌺


Arkan sudah lebih dulu bangun tidur dan menikmati pemandangan indah istrinya yang masih tertidur dengan sangat lelap.


Kamu benar benar kelelahan ya sayang, kamu sangat lah menyejukkan mata ku di pagi hari ini dan aku benar benar menikmati nya (gumam Arkan sembari mengusap lembut pipi istrinya).


"Bangun sayang... sebentar lagi adzan subuh" ucap Arkan sembari mengelus pipi istrinya dengan lembut.


"Eeemmmm...." Yuuri merasa terganggu dengan tangan Arkan yang nakal masuk ke dalam bajunya dan mengelus perut nya secara langsung.


"Sayang... bangun dong, aku minta jatah" Arkan perlahan mulai mencium bibir Yuuri yang sedang tertidur dengan lembut.


Yuuri yang merasakan ciuman hangat seseorang langsung membuka matanya dan menatap tajam laki laki yang sedang menciumnya.


Yuuri hendak melepaskan ciumannya tapi Arkan malah semakin menekannya dan memperdalam ciumannya, Arkan segera melepaskan Yuuri ketika menyadari Yuuri hampir tidak bisa bernafas karena kehabisan nafas.


Yuuri segera menghirup oksigen sebanyak banyaknya untuk mengganti oksigen yang sudah habis karena ulah suaminya.


"Aku gak apa kak... aku baik baik aja kok" ucap Yuuri, lalu mencium bibir suaminya sekilas.


"Maaf ya sayang" ucap Arkan sekali lagi.


"Kakak mau main sekarang?" tanya Yuuri menggoda suami nya.


"Jangan sekarang, nanti kasihan kamu gak bisa jalan karena hari ini kita ada penerbangan sayang" ucap Arkan menahan dirinya.


"Terus kenapa mancing sih kak" gerutu Yuuri kesal.


"Maaf sayang... habis kamu nyenyak banget tidurnya" ucap Arkan tersenyum.


"Ya udah lah aku mandi duluan ya kak" ucap Yuuri berlalu meninggalkan Arkan yang duduk di tempat tidur.


"Iya sayang" jawab Arkan.


Setelah Yuuri dan Arkan selesai mandi, mereka berdua langsung menunaikan ibadah sholat subuh berjamaah.


Yuuri segera membereskan pakaiannya dan juga pakaian Arkan ke dalam koper dan menyiapkan segala peralatan nya dan Arkan.


"Sayang..." panggil Arkan sembari memperhatikan istrinya yang sibuk mengemasi barang mereka.


"Iya kak..." jawab Yuuri tanpa mengalihkan pandangan matanya dari pekerjaannya.


"Sayang..." Arkan kembali memanggil Yuuri.


"Ada ap kak, aku lagi beresin barang kita nih" gerutu Yuuri.


"Sayang..." Arkan segera menghampiri istrinya dan memeluknya erat dari belakang.


Yuuri yang mendapati dirinya di peluk erat suaminya dari belakang menghentikan kesibukannya dan kini tangan beralih mengelus tangan suaminya yang sedang memeluknya dari belakang.


"Ada apa suami manja ku?" tanya Yuuri sembari tersenyum mengingat umur suami nya yang sudah tidak muda lagi, tapi sangat manja terhadapnya.


"Mari kita mulai semuanya dari awal sayang" ucap Arkan serius.


"Kita udah mulai dari awal ini kak" ucap Yuuri.


"Maksud aku kita lupakan dan tinggalkan masa lalu sayang, mari kita mulai hidup kita yang baru, biarlah masa lalu kamu menjadi milik kamu dan masa lalu aku menjadi milik aku dan masa depan itu milik kita berdua sayang" Arkan menjelaskan maksud dirinya mengucapkan kalimat memulai dari awal.


Yuuri langsung membalikkan badannya dan menatap lekat laki laki yang sekarang sudah berstatus sebagai suaminya.


"Ada apa sayang, apa keinginan ku berlebihan?" tanya Arkan setelah Yuuri menatapnya terlalu lama tapi tidak mengeluarkan sepatah katapun adanya.


"Aku akan berusaha menjadi istri yang baik untuk mu kak" ucap Yuuri sembari meneteskan air matanya perlahan.


"Kamu kenapa menangis sayang?" tanya Arkan bingung melihat istrinya tiba tiba menangis.


"Aku terharu mendengar ucapan kamu kak, ucapan kamu terlalu dewasa untuk tingkah laku kamu yang seperti anak kecil" jawab Yuuri yang sekarang sudah mengganti air matanya menjadi tawa.


"Kamu kelewatan banget ya sayang... jadi kamu sekarang udah berani sama suami kamu yang tampan ini" gerutu Arkan kesal.


"Kakak pikir aku gak bisa ngerjain suami aku yang nyebelin ini" ucap Yuuri sembari mengusap lembut pipi suaminya.


"Udah deh selesaikan beres beresnya ya sayang, aku mau ke dapur sebentar" ucap Arkan sembari tersenyum menatap istrinya


"Iya kak, aku selesaikan dulu ya" ucap Yuuri di balas senyuman manis dari Arkan.


*


*


*


Hai readers....


udah lama ya author gak up episode nya, maaf ya readers karena lagi banyak banget kegiatan akhir akhir ini.


masih dalam suasana lebaran gak nih, saya sebagai author mengucapkan minal aidzin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin ya buat para readers ku....


Happy reading buat reader setiaku...