
Vino melajukan mobilnya menuju rumah sakit untuk menjemput Salsha, Salsha yang melihat mobil Vino berhenti tepat di hadapannya langsung masuk.
"Apa sudah siap bertemu mama papa?" tanya Vino.
"Sudah" jawab Salsha mantap.
Vino langsung mengemudikan mobil nya menuju kediaman kedua orang tuanya.
Setelah sampai Vino dan Salsha turun dari mobil dan berjalan beriringan menemui kedua orang tua Vino.
"Mama... papa..." teriak Vino.
Mendengar teriakan anaknya membuat kedua orang tua Vino segera keluar dan menemui sang putra.
"Ada apa?" tanya papa Fandi menemui putra nya.
"Kenalkan ini Salsha calon istri Vino" ucap Vino memperkenalkan Salsha pada kedua orang tuanya.
Salsha tersenyum sembari menyalami kedua orang tua Vino.
"Halo om tante, saya Salsha" ucap Salsha sembari tersenyum.
"Apa pekerjaan mu?" tanya mama Navia.
"Ma..." Vino mencoba menghentikan sikap mama nya yang selalu saja egois.
"Gak apa kak..." Salsha mencoba agar Vino tak memperkeruh suasana.
"Salsha seorang dokter Tante" ucap Salsha tersenyum.
"Hm... boleh juga" ucap mama Navia masih menatap Salsha.
"Kapan kalian akan menikah?" tanya papa Fandi.
"Minggu depan pa" jawab Vino mantap.
"Kak... bukankah itu terlalu cepat" gerutu Salsha.
"Baiklah lebih cepat lebih baik" ucap papa Fandi.
"Jangan lupa untuk memberikan mama cucu" ucap mama Navia pergi begitu saja meninggalkan mereka berdua di ikuti oleh papa Fandi yang ikut menyusul istri nya.
"Ah... iya tante..." ucap Salsha tersenyum.
Vino langsung tersenyum dan sangat merasa bahagia bahkan Vino sampai memeluk erat tubuh Salsha karena merasa sangat bahagianya.
"Akhirnya mama bisa menerima pilihan ku" gumam Vino.
"Syukurlah" sambung Salsha yang juga ikut bahagia.
πΊπΊπΊ
Seminggu kemudian
Pesta pernikahan di adakan di hotel mewah milik Vino setelah tadi pagi akadnya di laksanakan dengan hikmat dan tenang dan tentu saja acara ini di hadiri banyak rekan kerja Vino dan Salsha dan juga kolega bisnis dari orang tua Vino dan Salsha ikut meramaikan acaranya.
Arkan berjalan dengan menggandeng Yuuri dan Menggendong Kai di gendongan nya, Mereka berdua menaiki pelaminan dan mengucapkan selamat atas pernikahan keduanya dan tak lupa juga mereka berfoto bersama.
Mama Navia dan papa Fandi sudah biasa saja melihat Yuuri karena mereka tau bahwa sekarang Yuuri bukan lagi orang biasa melainkan menantu keluarga Ontario yang di mana keluarga mereka merupakan keluarga mereka masuk dalam jajaran 5 orang terkaya di Indonesia.
Setelah acaranya selesai selama berjam jam lamanya Vino langsung memboyong Salsha menginap di kamar hotel presiden suite yang mana kamar itu memang sering di gunakan Vino ketika dia malas untuk kembali ke rumah dan berakhir menginap di hotel.
"Kak aku akan bersih bersih dulu" ucap Salsha.
"Hm..." gumam Vino sembari melepaskan jas dan dasi yang melekat di tubuhnya.
"Kak tapi pakaian ku" ucap Salsha.
"Sudah di siapkan Shira" sambung Vino.
Salsha langsung mandi dan membersihkan dirinya dan setelah keluar dia keluar dengan menggunakan handuk kimono.
Sekarang giliran Vino masuk ke kamar mandi dan setelah selesai Vino keluar hanya dengan lilitan handuk di pinggangnya membuat tubuh atasnya terekspos begitu saja dan terlihat sangat seksi karena Vino habis mandi.
"Kenapa belum ganti pakaian nya?" tanya Vino melihat Salsha yang masih menggunakan handuk kimono di tubuhnya.
"Itu... kak pakaiannya itu... kenapa berjaring jaring" ucap Salsha bingung.
"Ini pasti ulah Shira" gerutu Vino.
"Maksudnya kak?" tanya Salsha bingung.
"Ya sudah pakai saja apa yang ada" sambung Vino.
Salsha pun membawa Paper bag ke kamar mandi dan memakai jubah tidur yang berjaring jaring seperti yang tadi dia katakan, sedangkan Vino memakai kaos biasa dan celana boxer untuk tidurnya.
Salsha keluar kamar mandi dengan jubah tidur yang dia kenakan membuat Vino dengan sudah payah menelan Saliva nya.
"Seksi banget" gumam Vino dalam hati.
"Wanginya harus sekali" gumam Vino membuat Vino semakin mendekat kan dirinya pada Salsha.
"Boleh aku memelukmu?" tanya Vino di telinga Salsha.
Salsha menganggukkan kepalanya ragu ragu, dengan cepat Vino langsung memeluk erat tubuh Salsha.
"Apa hari ini melelahkan?" tanya Vino sembari mendekap istrinya.
"Sedikit" jawab Salsha gugup.
"Lihat aku" ucap Vino membalikkan tubuh Salsha.
Salsha pun berbalik menghadap Vino dan menatap mata Vino.
"Apa kita bisa melakukannya sekarang atau kau ingin menundanya?" tanya Vino memastikan karena dia tidak ingin memaksa Salsha.
"Apa itu menyakitkan?" tanya Salsha seperti orang bodoh.
"Kau itu dokter mana ada kau tidak tau seperti apa rasanya" gerutu Vino.
"Ya aku tau itu sakit secara teori tapi aku tidak tau rasanya karena aku belum pernah melakukannya" sambung Salsha kesal.
"Baiklah rasakan dan nikmati saja nantinya" ucap Vino mengelus pipi Salsha.
"Lalu apa yang akan kakak lakukan?" tanya Salsha menatap Vino.
"Tentu saja membuatmu berkeringat" ucap Vino tersenyum sembari mengusap bibir Salsha dengan ibu jarinya.
"Kita akan berolahraga?" tanya Salsha pada Vino.
"Tentu saja" sambung Vino.
Vino mendekati Salsha dan langsung mengecupnya lalu melepaskan kembali.
"Bagaimana rasa nya?" tanya Vino.
"Seperti nya buat aku ketagihan" ucap Salsha.
Kali ini Salsha yang mengulanginya tapi ketika Salsha hendak melepaskannya kecupannya tengkuk nya di tahan Vino dan Vino mulai ******* bibir Salsha dan menggigit bibir bawahnya agar Salsha bisa membuka mulutnya dan dengan cepat Vino menjelajah memasukan lidahnya dan bertukar Saliva dengan Salsha.
Salsha menikmati permainan Vino apalagi tangan Vino yang tidak ingin diam dan bermain main di aset kembar milik Salsha yang terlihat menantang dan menggoda tangan nya untuk memainkannya.
"Ah..." Salsha sangat terkejut ketika tangan Vino tiba tiba mencengkram asetnya.
Bibir Vino pun sudah mulai turun ke leher jenjang milik Salsha dan turun lagi ke aset kembar dan mengulumnya sembari tangan satunya mengusap paha mulus Salsha dan menjelajah ke inti tubuhnya.
Tangan Salsha meremas rambut Vino ketika Vino sudah turun dan mencium bagian intinya dengan cepat Vino membukanya dan memainkan lidahnya di inti sensitif milik Salsha membuat Salsha bernafas dengan memburu dan semakin menekan kepala Vino dan membuat Salsha semakin meracau menikmati permainan nakal Vino.
Vino melihat Salsha yang sudah tidak tahan dan menggigit bibir bawahnya tersenyum nakal melihat istrinya, setelah istri nya basah karena ulah lidahnya yang bermain dengan sangat lincah kini giliran tangan yang bermain di inti sensitif Salsha.
Setelah basah untuk kedua kalinya karena ulah suaminya membuat Salsha benar benar tidak tahan merasakan yang lebih.
Vino langsung membuka celananya smpai habis dan menampakkan pusaka nya yang sudah menegang siap mencari sarangnya.
"Masukkan sekarang" titah Salsha yang sudah sangat tidak sabar.
"Bersabarlah sedikit sayang, apa kau tidak ingin menyentuhnya" ucap Vino tersenyum nakal sembari menuntun tangan Salsha untuk memegang pusaka nya.
"Lakukan lah" lirih Salsha yang benar benar sudah tidak sabar.
Tanpa aba aba lagi Vino langsung mengarahkan pusaka nya menuju sarangnya.
"Ah...." pekik Salsha sembari menahan sakitnya ketika pusaka besar itu memaksa masuk dan merobek selaput keperawanannya sampai membuat air mata Salsha keluar begitu saja, padahal pusaka itu belum sepenuhnya masuk.
"Ah...." pekik Vino dan Salsha bersamaan ketika pusaka itu sempurna terbenam di sarang Salsha.
"Sakit?" Vino menatap Salsha untuk bertanya.
Salsha menggeleng kepalanya dan tersenyum meyakinkan Vino bahwa dia baik baik saja.
"Aku akan bergerak" ucap Vino yang di sambut anggukan oleh Salsha.
Vino langsung menggerakkan tubuhnya dan menggoyangkannya agar Salsha mendapatkan kenikmatan, setelah berkali kali melakukan pelepasan membuat tubuh Vino dan Salsha sama sama lemas dan ambruk.
"Makasih sayang" Vino mengecup kening Salsha.
Salsha mengangguk dan memeluk erat suaminya dan mereka pun tidur dengan tubuh yang polos sambil memeluk.
*
*
*
Happy reading readers π€π€π€
jangan lupa vote buat dukung author biar tambah semangat ya π