Breath Without Love

Breath Without Love
Muka Bantal



"Yuuri..."panggil Dhini sembari berlari memeluk Yuuri.


Yuuri yang masih sibuk dengan pikirannya sendiri tidak menghiraukan teriakan dari Dhini yang memanggilnya dan baru tersadar ketika dia di peluk Dhini dengan erat.


"Lepasin... aku gak bisa nafas tau" gerutu Yuuri kesal sambil memukul pelan orang yang sudah memeluknya.


"Yeay... maaf kali, aku kan kangen sama kamu Yuuri" ucap Dhini sambil melepaskan pelukannya.


"Dari dulu gak berubah ya, masih sama aja" ketus yuuri menatap kesal teman lamanya.


"Kamu juga sama tuh, masih aja suka ketus" balas Dhini.


"Kamu ada kelas pagi?" tanya Yuuri mengalihkan pembicaraan.


"Hm... ada Yuuri, makanya aku datang pagi begini, kan biasa nya kamu tau lah aku gimana" ucap Dhini santai.


"Iya tau, tau banget malah... hahaha..." Yuuri tertawa mengingat tingkah Dhini yang selalu ada alasan untuk keluar dari kelas karena malas mengikuti pelajaran.


"Udah deh gak usah di ingat lagi, aku udah berubah nih" ucap Dhini.


"Alhamdulillah kalau wanita di depan aku nih sekarang sudah banyak perubahan menuju ke lebih baik lagi" ucap yuuri sembari tersenyum.


"Iya lah aku gak mau hidup gitu gitu aja, mau jadi apa aku nanti kalau gak ada yang bener kerjaan ku" ucap Dhini.


"Tapi masalah cowok tetep on kan" ucap Yuuri mencoba menggoda Dhini.


"Enak aja kamu ya aku udah tobat nih, gak mau lagi ada yang namanya pacaran lagi" sambung Dhini kesal.


"Ya sudah deh semoga dapet calon imam yang terbaik ya Dhini aku duluan... " ujar Yuuri pergi meninggalkan Dhini.


Yuuri berlalu meninggalkan Dhini dan menghampiri Anna yang sudah datang lebih dulu ke dalam kelas.


"Tumben sekarang kamu datang selalu mepet jam kelas?" tanya Anna heran melihat Yuuri yang akhir akhir ini sering meet datang ke kampus.


"Emangnya gak boleh gitu, lagian kan aku gak telat kelasnya" ucap Yuuri sambil menduduki kursi di sebelah Anna.


"Kamu udah dapet tempat magang?" tanya Anna menatap Yuuri yang duduk di sebelahnya.


"Belum Anna, belum ada yang klop gitu buat aku" jawab Yuuri santai.


"Cari tempat magang aja harus yang klop gitu?" tanya Anna bingung mendengar jawaban dari Yuuri.


"Ya iya lah Anna, kalau gak klop sama kita pasti kerjaan kita bakalan berantakan" ucap Yuuri mencari alasan.


Anna yang masih mencerna ucapan Yuuri kaget dengan dosen yang sudah datang di hadapannya.


"Kok gak bilang sih dosen nya sudah datang" bisik Anna ketika melihat dosennya sudah ada di dalam kelas.


"Siapa suruh sering suka berimajinasi sendiri sih" bisik Yuuri.


"Kamu tuh nyebelin deh jadi temen" bisik Anna yang kesal.


"Biarin...Wek..." bisik Yuuri sambil menjulurkan lidahnya ke arah Anna.


Setelah selesai dengan kegiatan kampus hari ini Yuuri mulai berjalan menuju perpustakaan untuk mencari buku rekomendasi dari dosen yang baru saja memberi materi di kelasnya.


Anna sudah lebih dulu pulang karena ada janji dengan keluarganya, sedangkan Yuuri lebih suka menghabiskan waktu nya di perpustakaan ketika ada waktu senggang di kampus.


"Serius amat" ucap seseorang yang duduk di sebelah Yuuri.


Yuuri yang sudah tau suara siapa yang berbicara dengan nya, siapa lagi kalau bukan Arkan yang suka datang tiba tiba di hadapan Yuuri dan masih terus membaca buku di tangannya tanpa membalas ucapan seorang di sebelahnya.


"Nek Yuuri serius banget ya" ucap Arkan menahan tawanya karena memanggil Yuuri dengan tambahan nek.


"Enak aja aku yang masih fresh gini di panggil nek" protes Yuuri yang kesal dengan panggilan Arkan tethadapnya.


"Makanya kalau di ajak ngomong itu bales dong" ucap Arkan tersenyum jahil.


*D**asar dosen killer menyebalkan... aku sangat sangat kesal setiap kali bertemu dengan nya (gumam Yuuri dalam hati menahan kekesalannya* terhadap Arkan).


Yuuri yang tidak ingin berdebat dengan Arkan sang dosen akhirnya memilih untuk pergi meninggalkan Arkan sendiri yang masih duduk di tempat tadi.


Yuuri mengembalikan buku yang tadi di ambilnya dan berjalan ke luar dari area kampus dan memesan taksi online untuk dia pulang kembali ke rumah yang dia tempati.


📨 Yuuri


*K**ak, jangan jemput ya aku* sudah pulang naik taksi online


Yuuri sudah mengirim pesan ke Vino untuk tidak menjemput nya karena dia akan pulang dengan taksi online.


Setelah sampai ke tempat tujuan, Yuuri langsung membayar taksi online nya dan mulai masuk ke dalam rumah.


Yuuri berjalan gontai menaiki tangga menuju kamarnya di lantai 2 dan langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur.


*A**h.... nyamannya santai di atas kasur begini*...


apalagi pikiran sedang kacau begini (gumam Yuuri sembari memejamkan mata perlahan hingga dia tertidur).


Vino yang sedang rapat di kantornya tersenyum ketika melihat ada pesan masuk dari Yuuri tapi tiba tiba matanya terbelalak ketika melihat isi pesan dari Yuuri.


"Rapat sampai di sini dulu, kita lanjutkan lagi besok" ucap Vino kepada seluruh team rapat.


"Baik pak" jawab semua team rapat.


Vino pun bergegas keluar dari ruang rapat yang langsung di ikuti Ervin di belakangnya.


"Ervin atur ulang rapat untuk besok, dan batalkan semua kegiatan saya hari ini"ucap Vino yang masih terus berjalan di depan Ervin.


"Tapi bos Anda ada janji dengan klien sore ini" ucap Ervin menghentikan langkahna sebentar lalu kembali berjalan mendahului Ervin.


"Batalkan, atur ulang pertemuan nya sebelum saya ke New Zealand" ucap Vino dengan cepat.


"Baik bos akan saya lakukan" ucap Ervin.


"Oh ya kamu jangan ngikutin saya, kamu urus kantor untuk hari ini" ucap Vino yang telah menghentikan langkahnya kembali dan menatap Ervin yang di belakangnya.


"Baik bos" ucap Ervin lalu pergi meninggalkan Vino yang sudah berlalu masuk ke dalam lift.


Vino berlalu meninggalkan kantor dengan mobil nya melaju ke arah rumah yang di huni Yuuri.


*S**ayang... sayang... kamu tuh suka banget buat aku khawatir begini dengan kamu...


bagaimana aku bisa jauh dari kamu kalau begini, aku harap kamu benar benar bisa menjaga diri mu sendiri ketika kita berjauhan sayang (gumam Vino*).


Setelah sampai di depan rumah Vino langsung keluar dari mobil dan berjalan menuju ke lantai 2 ke arah kamarnya Yuuri.


tok...tok...tok...


"Sayang... sayang... " panggil Vino sambil mengetok pintu kamar Yuuri.


*K**enapa tidak ada jawabannya (ucap Vino*).


"Sayang... kamu di dalam" ucap Vino.


"Sayang... kamu di dalam gak nih aku masuk ya" ucap Vino tapi masih tidak ada jawaban dari dalam kamar.


*A**pa dia masih belum balik atau masih di jalan atau apa gitu, ah... dari pada aku menerka begini lebih baik aku langsung lihat aja ke dalam (ucap Vino sambil membuka pintu kamar Yuuri*).


*P**antesan dari tadi di panggil panggil gak ada jawaban nya, ternyata dia tidur... (ucap Vino*).


"Sayang... sayang... " Vino membangunkan Yuuri yang tertidur.


Yuuri yang merasa tidurnya terganggu menggeliat dan merubah posisi tidurnya menjauh dari jangkaun tangan Vino.


Vino hanya tersenyum melihat wanita yang dia cintai tertidur pulas seperti itu.


"Sayang... bangun dong... kamu pasti belum makan ya" ucap Vino yang masih mencoba membangunkan Yuuri.


"Hm... aku lelah" ucap Yuuri masih dengan mata yang tertidur.


"Sayang ayolah... temani aku makan sayang" ucap Vino manja.


Yuuri yang setengah sadar mendengar suara Vino akhirnya mulai membuka matanya perlahan dan kaget ketika melihat sudah ada Vino di depannya.


"Bangun sayang, udah dong tidur siangnya" ucap Vino sambil tersenyum menatap muka Yuuri yang baru bangun tidur.


"Ka... kamu kenapa di sini?" tanya Yuuri kaget sambil menutup setengah mukanya dengan selimut.


"Kenapa nutupin muka kamu begitu?" tanya Vino bingung dengan kelakuan Yuuri.


"Aku malu, kakak liat muka bantal aku baru bangun tidur" ucap Yuuri yang membuat Vino tertawa mendengarnya.


"Hahaha... jadi kamu malu ketahuan muka bantalnya" ucap Vino masih tertawa mendengar alasan dari Yuuri.


"Iya lah... kakak tu langsung masuk masuk aja aku kan cewek juga yang malu muka bantalnya di lihat cowok kayak kakak" ucap Yuuri yang masih menahan malu dengan menutup muka bantalnya.


"Iya deh iya kakak keluar ya, kamu cepatlah cuci mukanya kakak tunggu di bawah kita makan siang ya" ucap Vino sembari berjalan keluar kamar Yuuri.


"Duh... menyebalkan banget ya kamu tuh" ucap Yuuri sembari berlari ke dalam ke kamar mandi.


Vino hanya tertawa melihat tingkah laku Yuuri yang takut ketahuan muka bantalnya.


Vino berlalu meninggalkan kamar Yuuri dan berjalan menuju kamar bawah yang biasa dia tempati ketika di rumah yang di tempati Yuuri.


*


*


*


Happy reading para readers