
Yuuri terdiam ketika menyadari kalau Arkan sudah bangun dari awal dia menerima telpon dari Shira.
"Telpon dari siapa?" tanya Arkan dengan tatapan mengintimidasi.
"Shira kak..." jawab Yuuri pelan.
"Siapa Shira?" tanya Arkan tidak tahu tentang Shira.
"Adik kandung kak Vino" jawab Yuuri gugup.
"Oh..." jawab Arkan santai lalu segera mengalihkan tatapannya dari Yuuri.
Yuuri kembali ke tempat tidur dan merebahkan diri di atas kasur lalu menghadap suaminya.
"Apa kamu gak cemburu kalau aku masih berhubungan dengan keluarga kak Vino yang notabene nya mantan pacar ku?" tanya Yuuri serius.
"Kenapa harus cemburu, kamu kan sudah punya aku seutuhnya dan gak ada seorang pun yang bisa menyentuh mu selain aku" ucap Arkan santai.
"Terserah kamu, aku mau mandi dulu" Yuuri segera berangkat dan berjalan menuju kamar mandi.
Aku cemburu bahkan sangat cemburu Yuuri... tapi aku harus bisa menyembunyikan rasa ku dulu dan aku ingin mengucapkan perasaan ku disaat kamu sudah memiliki perasaan yang sama seperti yang aku rasakan... (Arkan memandang Yuuri yang sudah berlalu meninggalkan sendiri di atas tempat tidur).
🌺🌺🌺🌺
Selesai di make up Yuuri memandang dirinya di depan cermin.
"Mbak kenapa sedih begitu wajahnya, bukankah hari ini hari bahagia mbak ya?" tanya MUA yang merias wajah cantik Yuuri.
"Apa saya bisa bahagia dengan keputusan saya ini mbak?" tanya Yuuri bingung
"Tenang aja mbak, mantapkan pilihan mu dan cobalah buat ikhlas menjalani hidup ini" tutur MUA itu menasehati.
"Tapi mbak, kami menikah tanpa cinta. Apa orang yang menikah tanpa cinta akan tetap bahagia?" tanya Yuuri sembari menatap mbak MUA.
"Cinta itu akan datang dengan sendirinya mbak, tetap lah selalu berbuat baik dan ikhlas menjalani kehidupan ini, insyaallah kamu bakal bahagia" ucap mbak MUA yang kembali merapikan make up Yuuri.
Setelah selesai merias Yuuri yang kini sudah kembali terlihat semakin cantik, mbak yang tadi merias wajah Yuuri keluar.
Arkan yang sudah masuk ke dalam kamar ketika mbak MUA tadi keluar menatap wajah cantik Yuuri yang masih duduk di depan cermin besar di kamarnya.
"Kamu cantik istri ku" ucap Arkan yang tidak mau memalingkan sedikit pun perhatiannya pada Yuuri.
"Kalau lagi bercanda itu gak lucu tau gak kak" ketus Yuuri kesal dengan candaan Arkan.
Dia tidak tahu saja kalau Arkan tidak bercanda dengan ucapannya barusan dan matanya tidak berpaling dari Yuuri.
Yuuri hendak pergi dari hadapan Arkan, namun Arkan dengan tiba tiba langsung memeluk erat Yuuri dari belakang melingkari tangannya di tubuh Yuuri.
"Jangan pergi, biarkan seperti ini sebentar saja" ucap Arkan sembari menenggelamkan kepalanya di leher Yuuri.
"Ada apa kak, apa ada masalah?" tanya Yuuri mengelus punggung tangan Arkan yang melingkar di perutnya.
"Apa kamu ikhlas menjadi istri ku?" tanya Arkan.
Yuuri yang mendengar pertanyaan Arkan langsung membalikkan badannya menghadap Arkan dan melihat manik mata indah Arkan sembari mencangkup kedua tangannya di pipi Arkan.
"Pertanyaan seperti apa itu?" tanya Yuuri menatap mata Arkan.
"Terimakasih sudah menjadi istriku Yuuri" ucap Arkan dengan muka sendu nya.
Yuuri langsung memeluk Arkan setelah melihat wajah Arkan yang terlihat sangat sendu, Arkan pun membalas pelukan Yuuri dengan sangat erat seolah tidak mau melepaskannya lagi.
Suara ketukan di pintu menghentikan keromantisan di pasutri baru itu.
Mereka di minta agar segera datang ke tempat acara yang sudah di siapkan, Yuuri dan Arkan berjalan sembari berpegangan tangan menuju tempat acara selanjutnya.
"Apa kamu lelah istriku?" tanya Arkan sembari tersenyum menatap Yuuri.
"Kita baru aja mulai kak" jawab Yuuri membalas senyuman Arkan.
Setelah cukup lama acara nya berlangsung, akhirnya mereka bisa segera beristirahat setelah seharian kelelahan karena acaranya di hadiri banyak orang termasuk teman teman Yuuri dan keluarga besar Yuuri.
"Kamu harus bersiap siap untuk malam ini" ucap Arkan sembari tersenyum nakal pada istri nya di dalam kamar mereka.
"Gak usah macam macam malam ini, aku lelah kak" gerutu Yuuri kesal dengan pernyataan Arkan, karena dia benar benar merasa lelah.
"Aku bercanda sayang... aku tau lah kamu lelah, sana mandi setelah itu istirahat ya sayang" ucap Arkan sembari mengelus puncak kepala Yuuri dengan gemas.
"Aku duluan ya kak, udah gerah banget nih" Yuuri segera masuk ke dalam kamar mandi dan berlalu meninggalkan Arkan sendiri di kamar.
Gila nih... jantung ku deg degan denger dia manggil aku sayang (gumam Yuuri ketika sampai di dalam kamar mandi sembari memegang erat dadanya yang berdetak sangat kencang).
Setelah selesai membersihkan diri sekarang Yuuri sudah berganti dengan baju tidur menatap Arkan yang tertidur pulas di atas tempat tidur.
Jam segini udah tidur aja tuh suami hahaha...
(gumam Yuuri dalam hati sembari berjalan menghampiri Arkan).
"Kak... bangun kak... sana cuci badannya dulu baru tidur biar seger" Yuuri berusaha membangunkan Arkan yang sudah tertidur pulas.
"Kak... bangunlah... sana bersihin badan nya dulu biar enakan" ulang Yuuri.
Arkan langsung terbangun dari tidurnya dan menatap Yuuri yang tadi membangunkannya sudah selesai mandi dan nampak terlihat sangat cantik.
"Kenapa menatap aku begitu kak?" tanya Yuuri bingung.
"Sayang udah selesai mandi?" tanya Arkan balik.
Melihat Yuuri akan pergi dari hadapannya membuat Arkan dengan segera memeluknya dari belakang untuk menahan Yuuri.
"Kenapa kak?" tanya Yuuri bingung ketika Arkan memeluk erat tubuh Yuuri.
"Jangan lama lama ya" jawab Arkan lalu melepaskannya perlahan.
"Iya kak, handuknya udah aku siapin di dalam kamar mandi, nanti bajunya aku letakkan di atas tempat tidur ya" ucap Yuuri.
"Iya... aku mandi dulu ya sayang" Arkan langsung menuju kamar mandi.
Setelah Arkan ke kamar mandi, Yuuri segera berjalan menuju lemari pakaian dan mengambil baju tidur untuk suaminya lalu meletakkannya di atas tempat tidur, kemudian berjalan ke keluar kamar dan menuju dapur untuk membuat air jahe.
"Hai pengantin baru" ejek Ocha dan Fahira bersamaan.
"Ada apa?" tanya Yuuri ketus.
"Udah pecah belum?" tanya Fahira.
"Diam deh, gak usah pada berisik bisa gak" ucap Yuuri kesal mendengar pertanyaan Fahira.
"Gimana rasanya jadi pengantin baru, enak gak" goda Ocha.
"Kamu kayak gak pernah jadi pengantin baru aja Ocha" kesal Yuuri sembari mulai mengupas jahe.
"Buat apa air jahe kak?" tanya Fahira.
"Buat suami lah, biar badannya enak" jawab Yuuri namun mengundang tawa bagi Ocha dan Fahira.
"Jadi itu resepnya ya Yuuri biar badannya enak" goda Ocha.
"Dasar otak mesum kalian berdua tuh" gerutu Yuuri kesal sambil terus membuat air jahe yang di tambahkan madu dan perasan jeruk lemon.
"Nanti aku mau coba lah kalau habis nikah" ujar Fahira.
Yuuri yang malas menanggapi percakapan Ocha dan Fahira beranjak meninggalkan mereka berdua.
Yuuri berjalan kembali ke kamarnya dan meletakkan air jahe hangatnya di atas nakas dan menghampiri suaminya yang sedang mengeringkan rambutnya.
"Sini biar aku keringkan" ucap Yuuri sembari mengambil handuk kecil dari tangan suaminya.
"Kenapa lama syang?" tanya Arkan sembari memeluk Yuuri yang sedang mengeringkan rambutnya.
"Gimana aku mengeringkan rambutnya, kalau kakak terus memelukku begini" protes Yuuri karena dari tadi Arkan hanya sibuk memeluk nya saja.
"Jawab dulu pertanyaan aku sayang, kamu kenapa bisa lama tadi?" Arkan kekeuh agar pertanyaan di jawab.
"Sayang... di bawah ada Ocha dan Fahira yang gangguin aku" ucap Yuuri lembut.
"Baiklah... lanjutkan" ucap Arkan sembari mencuri ciuman di pipi Yuuri.
"Nanti jangan lupa di minum air jahenya ya kak, biar badannya enakan nanti" ucap Yuuri.
"Iya sayang ku" ucap Arkan.
Kak Arkan main main atau gimana sih, aku takut nanti nya aku terlalu percaya diri kalau kak Arkan mencintai ku (gumam Yuuri dalam hati).
"Sayang... besok kita udah balik ke Jakarta lagi ya, aku ada kerjaan di sana" ucap Arkan sembari meminum air jahenya setelah Yuuri selesai merapikan rambutnya.
"Harus secepat itu kah kak?" tanya Yuuri berharap dia tidak pergi secepat itu.
"Iya sayang... bulan depan mami minta di adakan resepsi di Jakarta" ucap Arkan.
"Harus resepsi lagi kak?" tanya Yuuri bingung.
"Iya, sayang... teman bisnis papi sama mami banyak yang gak bisa hadir sayang, jadi papi dan mami mau mengadakan resepsi nya sekali lagi" Jelas Arkan dengan berharap agar Yuuri bisa memahami keluarganya.
"Tapi kak_" Yuuri.
"Tenang aja, keluarga kamu juga bakalan datang 3 hari sebelum resepsi nya sayang" ucap Arkan tersenyum lembut menatap Yuuri.
Tok... tok... tok...
"Ami... Daddy... Zia is here
(Ami... Daddy... Zia di sini)" ucap Zia dari balik pintu.
Zia... kamu ganggu acara Daddy dan Ami aja ya (gumam Arkan kesal tapi dia tahan).
"Open the door... Zia is here...
(buka pintunya... Zia di sini....)" Zia kembali minta di buka kan pintunya.
"Biar aku yang buka, kamu istirahat aja sayang" ucap Arkan lalu berjalan menuju pintu dan membukanya untuk Zia.
*
*
*
Hai readers....
Jumpa lagi sama karya author ya
Happy reading buat readers.