Breath Without Love

Breath Without Love
Roti Sandwich



Yuuri masih tampak asik menikmati semua hidangan yang telah di siapkan untuknya.


Dia sangat menikmati makan malamnya kali ini. Bagaimana tidak, dia sangat menikmati hidangan di hotel yang sangat mewah dan pasti nya makanan yang di sajikan pun merupakan hidangan yang sangat elite.


*W**ah wah wah rasanya benar benar luar biasa nikmatnya (ucap Yuuri yang masih saja menikmati makan malamnya*).


Setelah selesai menikmati makan malamnya, Yuuri pun segera menelpon petugas hotel untuk mengambil piring kotor yang hidangannya sudah habis tak bersisa.


Tak butuh waktu lama untuk petugas datang karena belum ada 5 menit dari yang tadi di telpon, petugas hotel sudah datang untuk mengambil piring kotor sisa hidangan tadi.


*W**ah si nona itu ternyata hebat juga makannya luar biasa (gumam petugas hotel yang tersenyum dan langsung berlalu meninggalkan kamar hotel Yuuri*).


Yuuri yang baru saja selesai makan dan merasa kekenyangan akhirnya dia mencoba untuk duduk di dekat kursi panjang berbahan kayu yang dialasi dengan busa agar tidak terlalu sakit bila akan duduk lebih lama di kursi panjang yang sudah di modifikasi untuk bersantai di balkon hotel.


Yuuri yang dilanda bosan dan mau tidur pun dia belum mengantuk akhirnya hanya mengambil novel dari dalam tas nya dan mulai membacanya di kursi panjang di dekat balkon kamar hotel nya


*W**ah... pemandangan dari atas sini cantik banget, kalau Fahira ada di sini pasti dia sudah heboh dengan pemandangan di sini.


Dia lagi apa ya di sana ( gumam yuuri sembari menatap pemandangan ibu kota dari balkon kamar hotelnya*).


Yuuri semakin larut dengan novel yang dia bacanya di kursi panjang di dekat balkon hotelnya dan tak terasa dia tiba tiba saja sudah terlelap tidur di tempat dia membaca novelnya.


🌺🌺🌺


Matahari yang menyinari di pagi hari ini menyinari balkon hotel dan pastinya membuat tidur Yuuri terusik dan Yuuri pun terbangun dari tidurnya.


dia mengerjapkan matanya dan menatap sekitar nya.


*A**hh..... ternyata aku ketiduran di kursi dekat balkon ini, dasar Yuuri ceroboh (gumam yuuri merutuk diri sendiri*).


Yuuri pun segera bergegas memasuki kamar mandi dan membersihkan dirinya.


Sekitar 30 menit Yuuri sudah selesai membersihkan dirinya dan memakai bathrobe menuju kopernya dan memilih pakaiannya.


Hari ini dia memakai kemeja putih gading dengan celana jeans dan mulai merias diri dengan polesan make up yang tipis dan terlihat natural dan rambutnya di Cepol ke atas.


Yuuri menatap dirinya di depan cermin dan tersenyum dalam diam, kemudian beralih ke ponselnya melihat sekarang sudah jam 8 pagi.


Yuuri hendak keluar dari kamar hotelnya tapi dia mendengar ada suara ketukan di pintu kamar hotelnya.


Yuuri yang mendengar pintu kamar hotelnya di ketuk dengan segera dia membuka pintu nya dan melihat siapa yang telah mengetuk pintunya, terlihat laki laki yang tersenyum melihat dari balik pintu kamarnya ketika di buka.


"Kak.. kak Vi.. Vino" ucap Yuuri terbata bata.


"Morning Yuuri" sapa Vino sembari tersenyum menatap Yuuri.


"Kakak kenapa pagi pagi sudah ke sini" ucap Yuuri sembari menutup kembali pintu kamar hotelnya dan mendekat ke arah Vino.


"Kamu lupa, kakak sudah janji akan mengantarkan ke manapun kamu pergi hari ini" ucap Vino.


"Iya sih, yuuri ingat tapi ini kan masih terlalu pagi kak" ucap Yuuri sembari berjalan menuju lift dan di ikuti langkah kaki Vino di belakang nya.


"Kamu juga, masih pagi begini sudah rapi banget emangnya nya mau kemana?"tanya Vino.


"Aku mau pergi lah" jawab Yuuri acuh.


"Baiklah aku pergi ke mana pun kamu pergi" ucap Vino yang masih terus mengikuti langkah Yuuri.


"Terserah kakak saja" ucap Yuuri tanpa mempedulikan ucapan Vino.


*Di**a kenapa? kemarin sama sekarang sikapnya kok jadi beda banget (gumam vino dalam hati sambil masih memperhatikan Yuuri memasuki lift*).


*A**ku pikir kak Vino cuma bercanda kemarin mau nganterin aku kemana pun aku pergi hari ini, kan niat aku pagi pagi gini sudah siap karena tidak mau bertemu dia. Tapi apa ini, dia udah nongol sebelum aku melarikan diri( gumam Yuuri dalam hati yang kesal*).


Mereka masuk ke dalam mobil vino.


"Kita kemana?" tanya vino.


"Indonesian Ontario University" ucap Yuuri acuh.


Vino hanya mengangguk kepalanya tanda bahwa dia mengerti.


"Kita sarapan dulu ya" ucap vino menatap Yuuri sembari tersenyum.


"Aku gak mau"jawab yuuri ketus lalu mengalihkan pandangannya dari Vino.


"Kamu ada masalah?"tanya vino sembari menatap yuuri dengan lebih serius.


"Gak ada" jawab yuuri masih dengan nada acuh nya.


"Yuuri.... lalu kenapa kamu gak mau di ajak sarapan" ucap Vino bingung.


"Aku gak biasa sarapan" ucap Yuuri berbohong.


Vino yang tidak ingin berdebat dengan Yuuri pun mengalah dan langsung menyalakan mesin mobilnya, melaju meninggalkan area parkiran hotel. Di tengah perjalanan Vino menghentikan mobilnya di depan mini market dan langsung keluar tanpa mengatakan apapun kepada Yuuri.


Yuuri yang melihatnya pun merasa tak perduli dengan sikap Vino yang keluar tanpa sepatah katapun padanya.


Setelah 10 menit Vino masuk ke dalam mini market dan keluar dengan kantong kresek putih dan masuk kembali ke mobilnya.


"Walaupun kamu tidak mau sarapan, setidaknya makanlah sesuatu" ucap Vino sambil menyerahkan kantong kresek yang dia bawa dari mini market tadi.


Yuuri menatap kantong kresek di depannya lalu beralih menatap vino yang sedang mengemudikan menuju tempat tujuan mereka.


"Makanlah, jangan terus melihatku seperti itu. Kamu tidak akan kenyang dengan hanya melihatku" ucap vino sambari melirik Yuuri.


"Kapan aku melihat mu, aku hanya melihat caramu mengemudi" ucap Yuuri salah tingkah.


"Terserah kamu saja" ucap Vino mengalah.


Yuuri pun langsung membuka bungkusan roti dan hendak memakan roti kemasan sandwich isi coklat namun dia menghentikannya dan langsung meletakkan roti itu ke mulut Vino.


Vino yang tiba tiba dimasukkan roti ke mulut nya kaget dan hanya bisa menatap tajam ke arah Yuuri.


"Apa... kenapa ku menatap ku tajam hanya karena sepotong roti sandwich itu, kau seolah ingin menghabisi ku, dan jangan berbicara tapi makanlah makanan yang ada di mulutmu itu dan fokus saja mengemudi" ucap Yuuri sembari mengulum senyum mengejek.


Vino yang di buat kesal oleh Yuuri diam tidak bisa melakukan apapun selain menyetir dengan benar, mau marah pun percuma ketika melihat Yuuri tersenyum ceria ke arahnya.


"Sebelum menyuruh orang lain makan, maka kau harus lebih dulu makan" ucap Yuuri sambil masih menyuapi sisa roti yang tadi di makan vino sembari mengambil susu kemasan dan membuka sebungkus roti lagi untuknya.


*D**asar wanita labil hanya karena roti sandwich itu kau membuat ku diam tidak berdaya, kau benar benar menyebalkan dan membuat ku mengalami hal hal yang tak terduga setiap bersama mu. Tapi rasa kesal ku bisa dengan mudah menguap setiap aku bisa melihat kamu tersenyum dan tertawa ( gumam Vino dalam hati*).


Setelah melalu perjalanan sekitar 40 menit menuju kampus itu akhirnya mereka sampai ke tempat tujuan dan Yuuri mengurus semua keperluannya dengan di dampingi Vino bersamanya.


Semua mahasiswi berdecak kagum setiap kali melihat Vino yang begitu tampan dan keren melewati kampus itu.


Yuuri yang acuh bahkan tidak memperdulikan setiap tatapan iri sebagian orang yang menatapnya datang bersama Vino.


*


*


*


Hai para readers selamat membaca.