Breath Without Love

Breath Without Love
Pacar



Yuuri yang malu karena karena ungkapan cintanya yang tak terbalas segera beranjak dari kasur dan menjauhi Vino yang masih duduk memperhatikan Yuuri yang menjauh darinya.


*K**enapa lagi sama wanita labil ini, tadi dia nangis sekarang tiba tiba di menjauhi aku (gumam Vino yang bingung*).


Cukup lama Vino terdiam dan mengingat ingat lagi apa uang bisa membuat Yuuri begitu.


*S**epertinya dia salah paham deh sama kata kata maaf aku tadi ( gumam Vino* dalam hati sembari memperhatikan Yuuri).


Vino tersenyum sembari menatap punggung Yuuri dan segera beranjak dari kasur dan menyusul Yuuri yang ada di balkon.


"Yuuri, aku mencintaimu" ucap vino sembari memeluk Yuuri dari belakang.


Yuuri yang mendengar pengakuan Vino pun terpaku tak bergeming seolah dia tidak percaya begitu saja dengan kata kata Vino.


"Yuuri Ferianarifa, aku benar benar mencintaimu aku minta maaf pernah menyakitimu" ucap Vino sembari memeluk Yuuri semakin erat.


"Kak, aku sedang tidak ingin bercanda denganmu" ucap Yuuri acuh.


Vino yang merasa Yuuri semakin salah paham memutarkan tubuh Yuuri untuk menghadap ke arahnya.


"Yuuri lihat kakak, apa kamu lihat kebohongan dari mata kakak" ucap Vino sembari mengangkat muka yuuri agar menatap nya.


*A**ku tidak ingin percaya dengan ucapan mu begitu saja kak, tapi aku melihat tidak ada kebohongan dalam mata mu itu (gumam Yuuri dalam hati*).


"Apakah kamu benar benar meragukan cintaku?" tanya Vino serius.


"Kak, apakah aku pantas untuk mu?"tanya yuuri sendu.


"Kamu sudah lebih dari pantas untuk ku" ucap Vino meyakinkan Yuuri.


"Benarkah?" tanya Yuuri tidak yakin.


"Yuuri... aku mencintaimu lewat hatiku, bukan lewat rupa atau apapun itu" ucap Vino meyakinkan Yuuri.


Yuuri yang mendengar kan kata kata Vino terharu dan merasa senang dengan ungkapan cinta yang di utarakan Vino terhadapnya.


Vino yang benar benar mencintai Yuuri tersenyum dan memeluk erat wanita yang ada di hadapannya.


"Jadi sekarang kamu adalah pacar seorang Vino?" tanya Vino sembari tersenyum lembut memeluk Yuuri.


"Eh.... siapa bilang?" tanya Yuuri melepaskan pelukannya dan tersenyum jahil.


"Katanya tadi kamu bilang cinta sama kakak"ucap Vino bingung.


"Iya, tapi kan aku gak ngajak kakak pacaran" ucap Yuuri tersenyum mengejek sembari kabur dari hadapan Vino keluar dari kamar itu untuk menghindari amukan Vino yang sedang kesal dengan kata kata Yuuri.


"Dasar nakal... Yuuri..."teriak Vino yang telah di kerjain oleh Yuuri.


*D**asar wanita labil.... selalu buat emosi naik turun karena dia (gumam Vino kesal*).


*A**duh... bisa bisanya aku cari masalah sama dia (gumam Yuuri sembari menuruni tangga menuju dapur*).


Yuuri melihat dapur kosong tidak ada makanan yang sudah jadi, hanya menghembuskan nafas kesal.


Dia melihat ke kulkas dan melihat banyak stok bahan makanan mentah yang bisa dia olahan untuk makan malam.


Yuuri memutuskan akan segera masak dari pada harus berhadapan lagi dengan Vino.


Yuuri mengambil bahan masakan yang di perlukan untuk menu makan malam, Yuuri akan memasak capcay full sayuran, roll egg, dan chicken katsu lengkap dengan sauce nya. Setelah 45 menit berkutat di dapur Yuuri selesai memasak dan tinggal menata makanan di piring.


"Sekarang kamu mau kan jadi pacar aku" ucap Vino sembari memeluk Yuuri dari belakang.


"Kak lepasin, aku lagi menata makanan nih" ucap Yuuri yang kesal.


"Jawab kakak dulu, baru kakak bisa lepasin kamu dengan tenang" ucap Vino yang masih enggak melepaskan pelukannya.


"Aku mencintaimu kak Vino, tapi cepat lepaskan tangan nakal kamu ini, aku udah lapar nih" ucap Yuuri sembari melepaskan tangan Vino yang masih mendekapnya.


"I love you sayangku, aku ke kamar dulu ya" ucap Vino melepaskan pelukannya dan mengelus puncak kepala Yuuri dan berlalu menuju kamar yang tadi di tempati Yuuri.


"Iya kak" ucap yuuri yang masih asik meletakkan makanan yang di masaknya ke piring dan langsung menata hasil masakannya ke atas meja dan menyiapkan minum serta buah semangka yang sudah dia potong.


Sudah beres nih, aku akan memanggil kak Vino untuk makan bersamaan (gumam Yuuri).


Yuuri pun berlalu menaiki tangga dan memasuki kamar yang dia tempati tadi sore


"Kak, aku udah selesai... kita makan ya" ucap Yuuri berjalan ke arah Vino.


Vino yang melihat Yuuri pun segera menyudahi pekerjaan nya dan segera menuju meja makan bersama Yuuri.


"Maaf ya buat kamu lelah seharian ini karena aku" ucap Vino lembut.


Yuuri hanya tersenyum menatap Vino sambil masih mengambil makanan untuk Vino.


"Habis makan malam ini, aku balik ya kak" ucap Yuuri sembari meletakkan makanan untuk Vino yang sudah dia ambil.


"Ini rumah sengaja kakak bangun untuk kamu, jadi buat apa kamu pulang ke tempat lain" ucap Vino tersenyum.


"Hah? kenapa buat aku?" tanya Yuuri bingung.


"Jangan pernah menolak pemberian dari kakak Yuuri, kamu bisa anggap ini sebagai penebus kesalahan kakak yang sudah membuat kamu terluka selama 2 tahun ini karena pergi meninggalkan mu" ucap Vino serius.


"Tapi enggak semuanya bisa di ukur dengan hal yang seperti ini, pasti rumah semewah ini perlu uang yang sangat banyak" ucap Yuuri tidak enak.


"Uang segitu tidak ada tandingannya dengan kamu yang udah menyelamatkan aku waktu itu" ucap Vino.


"Aku benar benar gak ngerti dengan jalan pikiran kakak" ucap Yuuri.


"Yuuri sayang, tolonglah terima semua ini, kakak akan terus merasa bersalah kalau kamu menolaknya" ucap Vino.


"Baiklah ini yang terakhir kalinya ya, eh tapi kakak tinggal dimana, enggak mungkin kan tinggal bareng aku?" tanya Yuuri bingung.


"Kakak tinggal di rumah keluarga kakak, di sana ada Shira adik kakak, nanti kakak kenalkan kamu sama Shira" ucap vino.


Mereka mulai makan malam dengan menu yang di buat kan Yuuri.


"Ternyata pacar aku jago masak" ucap Vino bangga membuat Yuuri tersipu malu.


"Biasa aja lagi kak" ucap Yuuri.


"Beneran ini berasa makan di restoran bintang lima" ucap Vino sambil menikmati makanannya.


Setelah selesai makan malam Yuuri segera membersihkan dapurnya dan berjalan ke ruang tengah menemui Vino yang duduk sambil memainkan ponselnya.


"Kak, aku mau pulang ya" ucap Yuuri manja.


"Tapi sayang kamu gak nginep sini aja, aku bakalan pulang malam ini" ucap Vino.


"Kak besok aku ada praktek pagi sama mata kuliah sorenya, dan aku gak bawa apapun di sini" ucap yuuri.


"Baiklah buat malam ini aja ya, besok kamu harus beres beres dan siap memindahkan barang barang kamu ke sini dan kamu akan kakak antar jemput setiap hari dan jangan lupa untuk selalu menghubungi kakak" ucap vino.


"Tapi apa enggak berlebihan kalau aku baru aja jadi pacar kakak, tapi kakak udah kasih aku rumah mewah ini" ucap Yuuri.


"Enggak sama sekali" ucap Vino senyum.


"Kakak yang bilang enggak, tapi apa nanti kata orang orang, dan kalau aku di bilang cewek matre gimana?" tanya Yuuri khawatir.


"Tenanglah sayang aku akan selalu menjaga mu dari siapapun yang akan menyakiti mu" ucap Vino serius.


"Bukan itu maksud aku kak" ucap Yuuri.


"Apa aku tidak bisa kamu andalkan sampai kamu harus khawatir begitu?" tanya Vino serius.


"Maafkan aku kak, aku hanya takut saja orang akan ngejudge aku" ucap Yuuri sembari tertunduk lesu.


"Tenanglah, aku akan selalu bersama mu sayangku" ucap Vino tersenyum hangat sembari memeluk erat Yuuri yang sedang khawatir tentang hubungan mereka.


*A**ku akan mencoba sebisa aku melindungi kamu dari siapapun yang akan menyakitimu dan aku akan meyakinkan Shira untuk bisa menerima mu sebagai pacar ku (gumam Vino dalam hati sembari tersenyum yang masih mengelus lembut punggung Yuuri*).


*


*


*


Happy reading para readers ku tersayang...