
Yuuri beranjak meninggalkan kamarnya setelah memoles riasan tipis di wajahnya dan berjalan menuruni tangga untuk menemui calon mertua yang dikatakan mbak Jum.
Mami... kenapa mami bisa kesini sih... dasar bodoh kamu Yuuri... kak Arkan kan emang tau rumah ini (gerutu Yuuri dalam hati sembari berjalan menuruni tangga).
"Mami..." sapa Yuuri sembari berjalan ke arah ruang tamu tempat mami Leya dan Arkan menunggu.
Mami Leya langsung berdiri ketika mendengar suara Yuuri menyapanya.
"Calon mantu mami..." sambut mami sembari berjalan dan memeluk Yuuri.
Aku harap mami gak tau kalau muka aku habis nangis (gumam Yuuri dalam hati).
"Mami... hentikan" ucap Arkan membuat mami melepaskan pelukannya pada Yuuri.
"Kamu kenapa sih, mami kan kangen banget sama calon mantu mami" protes mami Leya karena Arkan menghentikannya.
"Yuuri nya sesak nafas kalau mami kelamaan" sambung Arkan membela diri padahal dia malu dengan tingkah maminya yang main sosor anak orang lain.
"Enggak kok kak, gak apa... silahkan duduk lagi" ucap Yuuri sembari duduk bersama mami Leya dan Arkan.
Mereka pun kembali duduk bersama kembali.
"Ada apa mami, sampai mami dan kak Arkan repot repot datang kemari?" tanya Yuuri.
"Ah iya... mami kangen sama kamu Yuuri, mami udah berapa hari gak lihat kamu, jadi mami minta agar Arkan mengantar mami bertemu kamu" jawab mami dengan senyum ramahnya.
"Bohong... mami itu maksa aku buat nganter mami ke sini" sambung Arkan yang kesal dengan mami Leya.
Yuuri tersenyum mendengar penuturan Arkan yang dipaksa mami Leya untuk mengantarnya bertemu Yuuri, apalagi raut wajah Arkan terlihat sangat kesal.
"hahaha... maaf sayang, tapi mami ingin mengenal menantu mami lebih baik lagi" ucap mami dengan senyum sebaik mungkin untuk mereda kekesalan putranya.
"Kak... gak baik marah marah sama mami sendiri, lagian menyenangkan hati mami itu bisa dapat pahala loh kak" ucap Yuuri menggoda Arkan sembari menahan tawanya.
"Kamu lagi meledek kan!" sentak Arkan yang menyadari Yuuri sedang menahan tawanya.
"Kamu gak boleh bicara dengan nada seperti itu sama mantu mami" protes mami karena nada ucapan Arkan yang menurut mami gak baik.
"Iya mi, iya... Arkan tau kok Yuuri itu calon menantu kesayangan mami" akhirnya Arkan mengalah.
"Bagus... anak baik" gumam mami.
Hahaha... tawa Yuuri pecah melihat raut wajah Arkan yang kesal karena akhirnya harus mengalah mengahadapi dua wanita yang sedang bersamanya sekarang.
Arkan mendelik kan matanya menatap jengah pada Yuuri dan mami karena bisa membuatnya mengalah dan tidak membalas lagi ucapan dua wanita cantik itu.
Sabar Arkan... sabar... kamu harus punya tenaga ekstra untuk menghadapi dua wanita ini, dan kamu Yuuri... aku kesel banget sama kamu yang udah menertawakan aku di hadapan mami, awas kamu ya... nanti aku bales (gerutu Arkan dalam hati).
Kan jarang jarang aku bisa menertawakan pak dosen killer ini dengan sesuka hati aku, tapi aku harus lebih berhati hati lagi karena tatapannya menunjukkan bahwa dia siap membalas ku (gumam Yuuri dalam hati).
"Oh iya.... aku lupa nawarin mami minum ya" ucap Yuuri teringat kalau dia belum menawari minuman dan makanan untuk tamunya.
"Enggak usah repot-repot sayang" sambung mami.
Tiba tiba mbak Nana datang membawa jus jeruk dan cemilan cemilan yang memang Yuuri buat jika ada tamu atau siapa saja yang datang berkunjung.
"Silahkan di nikmati nyonya, tuan" ucap mbak Nana setelah meletakkan nya di atas meja tepat di hadapan mereka.
"Terimakasih..." ucap mami dan Arkan bersamaan.
"Wah... terimakasih ya mbak, aku lupa tadi tapi Alhamdulillah nya mbak udah bawain" ucap Yuuri.
"Gak apa nona, ini sudah menjadi kewajiban saya, saya permisi ya" ucap mbak Nana lalu pergi meninggalkan mereka bertiga.
"Silahkan dinikmati mi, kak" ucap Yuuri menawarkan makanan dan minuman yang di bawa oleh mbak Nana.
"Udah tau ngerepotin, tapi masih aja ngotot ke sini" sambung Arkan.
"Kak... gak boleh gitu sama mami, enggak kok mi... mana ada ngerepotin cuma gini aja" ucap Yuuri.
Mereka bertiga pun kembali berbicara dan menghabiskan waktu bersama sambil di temani cemilan dan jus jeruk yang sudah di siapkan mbak.
"Mami..." Yuuri.
"Iya sayang ada apa?" tanya mami bingung.
"Ini kan sudah sore, gimana kalau mami sama kak Arkan makan malam di sini aja ya, Yuuri masakin" ucap Yuuri yang menawarkan mami Leya dan Arkan untuk makan malam bersama.
"Enggak usah Yuuri, kami udah mau pulang kok bentar lagi" sambung Arkan yang menolak ajakan Yuuri untuk makan malam bersama.
"Ayo lah kak, aku gak repot kok" ucap Yuuri sedikit memohon.
"Aku gak bilang ngerepotin kok, tapi kami udah mau balik sebentar lagi" ucap Arkan.
Plak... mami menepuk pundak Arkan dengan sekuat tenaganya, terlihat dari raut Arkan yang mengaduh kesakitan.
"Aw...aduh mami... sakit tau!" pekik Arkan yang merasa pundaknya sakit sembari terus mengelus pundaknya yang di tepuk mami dengan seluruh kekuatannya.
"Kamu gak apa kak, sakit gak?" tanya Yuuri khawatir menatap iba ke arah Arkan yang menjadi korban maminya sendiri.
"Kamu lagi pakai tanya sakit gak kak, ya pastinya sakit lah" gerutu Arkan menatap tajam Yuuri.
"Salah sendiri di ajak makan malam bersama baik baik, tapi kamu malah nolak dengan gak sopan gitu apalagi kamu udah di perhatikan Yuuri dengan baik menanyakan kamu dengan lembut, masih aja ketus begitu sama calon mantu mami" protes mami yang tidak suka dengan kelakuan anaknya.
Emangnya keputusan aku untuk menikah dengan mas dosen nyebelin itu udah benar ya? atau aku malah tambah menderita... lihat aja dia arogan banget gitu, tapi kadang kadang dia juga bisa buat aku meleleh sih... tapi tetep aja dia itu dosen tua yang nyebelin... jadi gimana nih, keputusan aku tepat gak ya (gumam Yuuri yang berperang dengan perasaannya sendiri).
"Iya deh mi iya... maaf" ucap Arkan menyesal.
"Minta maaf sama menantu mami" sambung mami cepat.
Aduh... si mami bikin kesal aja deh, sebenarnya siapa sih yang anaknya mami itu aku atau Yuuri... tapi kok mami sayang banget sama Yuuri ya, kan baru kenal juga.
berarti aku harus banyak ngalah kalau berurusan sama calon mantu kesayangannya ini... sabar ya Arkan, sabar... kamu harus sabar (gumam Arkan dalam hati).
"Kamu lagi ngapain sih, cepat minta maaf sama calon mantu mami" titah mami yang tidak bisa terbantahkan.
"Yuuri... maaf ya" ucap Arkan dengan asal.
"Arkan!..." bentak mami kesal.
"Iya mi... iya... Yuuri yang cantik, baik hati dan calon istri ku yang soleha tolong maafkan calon suami kamu yang banyak salah ini ya" ucap Arkan yang di buat sebaik mungkin dan selembut mungkin.
"Iya kak... udah Yuuri maafin kok" jawab Yuuri dengan menahan tawanya melihat ekspresi wajah Arkan yang setengah ikhlas.
*
*
*
Senang banget ya jadi Yuuri readers...
belum jadi menantu aja udah di sayang banget sama camer...
Happy reading readers.
Jangan lupa buat dukung terus ya readers biar semangat up-nya dan jangan lupa juga buat tinggalin jejak kalian di novel aku.