Breath Without Love

Breath Without Love
Kaget



"Sayang, aku mau mandi dulu ya biar segar" ucap Vino sembari menatap mata Yuuri yang habis menangis.


"Gak boleh" ucap Yuuri sembari menggelengkan kepalanya dan kembali memeluk erat tubuh Vino.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Vino yang mulai bingung dengan sikap Yuuri sekarang.


"Aku tau mau kehilangan kamu" ucap Yuuri yang masih memeluk erat tubuh Vino.


"Sayang, aku gak kemana mana kok. Aku akan selalu ada untuk kamu" ucap Vino sembari mengelus puncak kepala Yuuri dengan sayang dan lembut.


"Jangan tinggalin aku" lirih Yuuri yang tambah erat memeluk Vino seperti tidak akan pernah melepaskannya.


Sayang, sebenarnya kamu kenapa, apa yang membuat kamu jadi seperti ini sekarang. Kenapa kamu tidak mau terbuka dengan ku sayang (gumam Vino dalam hati yang menatap sedih wanita dalam pelukan nya).


"Kamu gak akan meninggalkan aku kan?" tanya Yuuri lagi yang sedikit mengendorkan pelukannya tapi tidak untuk melepaskannya.


"Sayang, jangan berbicara seperti itu. Aku sangat mencintaimu, aku tidak bisa membayangkannya barang sedikitpun. Walaupun kita harus berpisah untuk sementara nantinya" ucap Vino sembari menatap wajah sendi dari Yuuri.


"Mandilah sana, aku mau balik ke kamar ku dulu" ucap Yuuri sembari melepaskan pelukannya dan berjalan cepat keluar kamar vino dan menuju kamarnya.


Sayang kamu kenapa lagi sih, aku suka bingung sendiri menghadapi kamu (gumam Vino yang menatap kepergian Yuuri).


Vino segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri setelah kepergian Yuuri tadi.


Setelah mandi Vino merebahkan dirinya di atas kasur sembari meneruskan pekerjaannya yang tertunda di atas kasur.


🌺🌺🌺


tok... tok... tok...


"Nona, makan siang nya sudah siap" ucap Mbak Nana di balik pintu.


"Iya mbak, sebentar lagi saya turun. Dan tolong panggil semua tamu ya" jawab Yuuri dalam kamar.


"Iya Nona, saya permisi dulu ya" pamit mbak Nana.


"Iya mbak" sahut Yuuri dari dalam kamar.


Mbak Nana segera berlalu dari depan kamar Yuuri dan beranjak memanggil semua tamu, seperti yang di katakan oleh Yuuri.


Yuuri segera turun ke lantai bawah dan menemui mereka semua yang sudah berkumpul di meja makan sembari bercerita atau bercanda, tapi Yuuri tidak melihat Vino duduk di meja makan itu.


Yuuri segera beralih berjalan masuk ke dalam kamar Vino tanpa mengetok pintu nya.


Yuuri yang melihat Vino yang sibuk dengan pekerjaannya menatap kesal ke arah Vino dengan tatapan tajam sembari berjalan mendekati Vino.


"Maaf sayang" ucap Vino ketika mendengarkan ucapan Yuuri dengan langsung mematikan laptopnya dan menatap Yuuri sembari tersenyum.


"Cepatlah keluar, semua orang sudah berkumpul di meja makan untuk makan siang" ucap Yuuri sembari melangkah keluar kamar dengan di susul oleh Vino di belakangnya.


Yuuri dan Vino berjalan menuju meja makan dan ikut bergabung dengan mereka berempat yang sudah lebih dulu duduk di meja makan sambil bercerita dan bercanda sembari menunggu datangnya tuan rumah.


Setelah melihat kedatangan Vino yang berada tidak jauh di belakang Yuuri, membuat mereka semua diam seketika.


"Kenapa belum pada makan?" tanya Yuuri sembari duduk diantara mereka.


"Lagi nunggu kakak, biar kita makan sama sama semua" jawab Fahira sembari tersenyum ke arah Yuuri.


"Lagian kan gak enak Yuuri makan duluan, kan tuan rumahnya belum makan" sambung Ocha.


"Ya sudah deh makan nih, jangan pada malu malu ya. Geli aku kalau kalian semua pada malu, kan biasanya yang ada malu maluin" ujar Yuuri sembari menarik tangan Vino untuk duduk di sebelahnya.


"Terimakasih ya Yuuri, sudah mau menampung kita semua" ucap Daffa.


"Kak Daffa lebay deh, kayak baru kenal sehari dua hari aja sama aku. Lagian kalau semua kan keluarga aku" gerutu Yuuri sembari mengambil nasi untuk Vino.


"Kita sebenarnya emang gak enak sama kamu Yuuri, tau sendiri kan tuh si ratu jutek paling gak bisa di bantah perkataan nya" ucap Kenzi sembari melirik Fahira yang sedang mengambil potongan buah kiwi.


"Udah... gak apa kok, lagian aku tau betul bagaimana Fahira dengan semua tingkah ajaibnya" sambung Yuuri sembari menyodorkan piring yang sudah berisi nasi dan lauk pauk untuk Vino.


"Terimakasih sayang" ucap Vino setelah Yuuri meletakkan piring itu di depan nya, yang di jawab anggukan oleh Yuuri.


"Sayang?" pekik mereka berempat bersamaan yang kaget dengan panggilan Vino terhadap Yuuri dengan membulatkan mata.


"Kalian semua kenapa jadi kompak begini" ujar Yuuri sembari menahan tawa melihat ekspresi wajah mereka berempat yang sudah membelalakkan matanya dan kompak menatap ke arah Yuuri dan Vino secara bergantian.


"Kalian_" Fahira.


"Udah, makan aja dulu nanti kami jelaskan setelah kita habis makan" sambung Yuuri memotong ucapan Fahira.


Mereka langsung melanjutkan makan siang dan menyantap makan siang mereka dengan lahap sambil sesekali bercerita.


*


*


*


Selamat membaca karya saya para reader dan jangan lupa buat dukungan nya ya.