
Yuuri dan Vino sampai di tempat tujuan yaitu hotel yang akan di tempati Yuuri untuk beberapa hari ke depan sebelum dia mencari kost kostan untuk tempat bernaungnya selama di Jakarta.
"Kenapa kau membawaku ke hotel mewah ini kak?" tanya yuuri bingung karena dia takut akan melakukan pemborosan jika menginap di hotel yang mewah seperti yang ada di hadapannya sekarang.
"Tenang lah aku yang urus" jawab vino sembari tersenyum.
"Carikan aku hotel yang biasa saja kak, aku gak mau membuang uang ku hanya untuk sesuatu yang tidak di butuhkan, aku hanya perlu tempat untuk sementara dan tidak harus mewah" jelas Yuuri yang masih enggan untuk menginap di hotel tersebut.
"Yuuri, percayalah biar aku yang urus semuanya dan kau tidak perlu risau masalah biaya aku yang tanggung. Jadi sekarang cepatlah turun" titah vino lembut sembari menatap yuuri yang masih diam.
"Aku bilang tidak mau, aku tidak suka menyusahkan orang lain kak" ungkap Yuuri kekeh dan merasa tidak enak bila harus menyusahkan orang lain.
"Yuuri dengarkan kakak ya, ini semua demi kenyamanan kamu tinggal di kota ini dan ingatlah kamu tidak mengenal siapa pun di sini " bujuk vino lagi berusaha meyakinkan Yuuri untuk percaya padanya.
"Tapi kak aku_" kata kata Yuuri tertahan ketika vino menyentuh bahunya untuk meyakinkan yuuri bahwa dia bisa di percaya.
"Yuuri aku tidak pernah punya niat jahat sedikitpun terhadap mu, aku tau kau sangat berhati hati pada semua orang yang baru kau temui. Tapi ingatlah Yuuri, aku berhutang nyawa kepada mu dan itu tidak akan pernah bisa terbalaskan sekalipun aku memberikan seluruh dunia ini beserta isinya" ucap Vino sembari masih menatap yuuri dan meremas pelan bahu Yuuri.
"Maafkan aku yang sudah berburuk sangka terhadapmu kak" ucap Yuuri sembari tertunduk.
"Baiklah sekarang ayo kita turun" ucap Vino sembari keluar dari mobil dan menggenggam tangan Yuuri dan membawanya menuju resepsionis hotel untuk booking kamar hotel.
Yuuri hanya menuruti saja tangannya yang sudah di genggaman dan di tarik oleh tangan vino menuju ke dalam hotel tempat dia nanti akan menginap selama beberapa hari.
"Kak, beneran gak apa nih aku jadi ngerepotin kamu" ucap Yuuri tidak enak hati.
"Percaya sama aku Yuuri, aku tidak pernah sedikit pun merasa direpotkan olehmu" ucap vino sambil tersenyum dan menatap Yuuri.
Yuuri pun akhirnya mengikuti vino melangkahkan kakinya sejajar dengan Vino agar tidak tertinggal jauh dengan langkah kaki Vino yang lebar.
Selesai dengan memesan kamar akhirnya Vino tersenyum ke arah yuuri sambil memegang kartu kamar hotel.
Mereka di antar petugas hotel untuk menuju ke kamar Yuuri sekalian mengantarkan koper milik Yuuri yang tadi di bawakan oleh petugas hotel.
"Wah... cantik banget interior kamar hotelnya" ucap yuuri sambil menatap kamar hotel yang baru beberapa menit yang lalu mereka masuki.
Vino yang nampak terpesona melihat Yuuri tersenyum bahagia sedang duduk di sofa, sambil memperhatikan raut wajah kebahagian yang terpancar di wajah Yuuri.
"Itu... pemandangannya cantik banget
aku bisa lihat gedung gedung tinggi dari sini" ucap yuuri dengan mata berbinar menatap pemandangan ibu kota
"Apa kamu menyukai nya Yuuri" ucap vino yang sudah berdiri di belakang Yuuri sambil memperhatikan manik kebahagian yang terpancar dari diri Yuuri.
Yuuri yang terlampau bahagia dengan suasana hati yang sangat mendukung tanpa sadar menoleh ke belakang dan berlari menghampiri Vino sembari memeluk erat tubuh Vino.
Vino yang mendapat pelukan dadakan dari Yuuri terkesiap seperti patung yang kaku tidak tau harus melakukan apa dan menatap tak percaya mendapat pelukan hangat dari seorang wanita yang beberapa hari ini memenuhi isi kepalanya.
"Terimakasih kak, berkat kakak aku merasa sesenang ini"ungkap Yuuri yang masih memeluk Vino.
"Jangan pikirkan itu, kebahagian dan kenyamanan kamu yang paling utama untuk ku" ucap vino tulus.
Yuuri yang mendengarkan ucapan vino pun langsung melonggarkan pelukannya perlahan dan mengangkat kepalanya sembari menatap wajah vino.
"Kak, apakah aku seperti orang norak yang kampungan?"tanya Yuuri tiba tiba.
"Kenapa punya pemikiran seperti itu?"tanya vino balik.
"Karena aku merasa aku memang kampungan hahaha..." tawa Yuuri pecah yang menyadari tingkah yang dilakukannya.
"Baiklah apa yang akan kau lakukan besok pagi?"tanya vino sembari menatap Yuuri yang masih enggan melepaskan tangan nya yang melingkar di tubuh Vino.
"Aku... aku akan segera mendaftar ulang kuliahku" ucap Yuuri santai.
"Aku pulang dulu, besok akan aku antar ke manapun kamu mau" ucap vino dengan senyum yang masih enggan untuk menghilang.
"Baiklah karena aku tidak akan pernah bisa menolak orang yang punya hutang terhadapku, jadi aku terima tawaran untuk besok" ucap Yuuri sembari melepaskan tangannya dari tubuh Vino.
"Istirahatlah yang benar aku akan pulang setelah melihatmu tertidur" ucap Vino sembari menuntun Yuuri untuk segera beristirahat di atas kasur dengan menyalakan pendingin ruangan dan menyelimutinya.
"Kak terimakasih untuk semuanya" ucap Yuuri tersenyum manis menatap wajah Vino yang sudah menolongnya ketika ada di Jakarta seperti sekarang ini.
"Istirahatlah lah..." ucap Vino sambil membelai puncak kepala Yuuri dengan sayang.
*Ak**u semakin jatuh terlalu dalam dengan perasaan ini, kau adalah wanita pertama yang menolak semua fasilitas yang aku tawarkan padamu. Bahkan kau orang pertama yang harus ku bujuk agar mau menerima bantuan ku disaat semua orang menginginkannya.
Benar benar wanita yang kuat nan polos dan baru ku ketahui kalau kau seorang wanita manja, yang bisa menyembunyikannya sifat manjanya dengan baik (ucap Vino dalam hati dengan masih memandang lembut ke arah Yuuri*).
Yuuri pun yang sudah lelah akhirnya jatuh terlalu dalam dengan imajinasi alam mimpinya dan entah apa yang dia mimpikan sehingga nampak wajah nya tersenyum penuh kelembutan yang masih erat memeluk bantal yang dipeluknya.
*S**epertinya mimpimu benar benar indah nona cantik sehingga kau nampak berkali kali kelihatan manis,cantik dan imut dalam waktu yang bersamaan dan selamat istirahat dengan nyaman nona cantik. Aku pulang dulu ya dan besok aku akan kembali lagi menemanimu* (ucap Vino sembari berlalu meninggalkan kamar hotel dan pergi meninggalkan Yuuri dengan mimpinya).
🌺🌺🌺
Yuuri terbangun dari tidurnya dan langsung duduk serta menatap ke sekitar ruangan seperti mencari seseorang.
*O**h ya ampun, aku benar benar lupa bahwa dia tadi sudah pamit pulang setelah aku tertidur, aduh... perut ku lapar sekali habis menguras tenaga dengan tertidur (ucap Yuuri sembari menatap jam di layar ponselnya*).
*W**hat? jam 7 malam, pantesan saja aku lapar tadi siang kan aku lupa makan (ucap Yuuri yang langsung berlari menuju kamar mandi hotel dan membersihkan dirinya*).
Selesai membersihkan dirinya Yuuri lalu berganti pakaian dengan dress tidur dengan motif bunga bunga.
tok...tok...tok...
"Permisi nona, saya dari room Service membawakan makan malam anda" ucap petugas hotel.
Yuuri pun yang merasa tidak memesan makanan atau memanggil petugas hotel dengan penasaran menuju pintu hotel dan membuka pintu kamarnya.
"Maaf mbak sepertinya anda salah kamar, saya tidak memesan apapun" ucap Yuuri sopan.
"Bukan anda yang memesannya nona, tapi tuan vino yang sudah memesankan makan malam anda untuk di antarkan ke kamar tepat jam 7.15 malam" ucap petugas itu tersenyum mengingat ucapan Vino tadi.
Yuuri yang mengerti pun mempersilahkan petugas hotel itu untuk mengantarkan makanan ke dalam kamarnya.
"Selamat menikmati makan malam anda nona, jika ada yang anda perlukan lagi atau anda sudah selesai makan bisa menghubungi layanan kami yang sudah tertera di dekat telepon hotel" ucap petugas itu ramah sambil tersenyum.
"Baiklah, terimakasih mbak" ucap Yuuri yang langsung dia jawab anggukan dari sang petugas hotel dengan senyum sembari pergi meninggalkan kamar hotel Yuuri.
*
*
*
Happy reading ya para readers
paling enak nih baca novel dari pada bingung bakal ngapain.