Breath Without Love

Breath Without Love
Rahasia



Vino sudah pergi menjauh dari area kampus untuk kembali lagi ke kantor sedangkan Yuuri berjalan memasuki area kampus dan segera menuju kelas sambil terus tertunduk.


"Aw..." pekik Yuuri ketika tersenggol oleh seorang wanita yang terburu buru.


"Aduh... maaf ya, aku sedang buru buru dan gak sengaja tadi" ucap wanita itu.


"Iya gak apa kok" jawab Yuuri.


"Eh... tunggu... tunggu... sepertinya aku pernah liat kamu" ucap wanita itu ketika muka mereka bertatapan.


"Ah... Dhini...." ucap Yuuri sembari memeluk Dhini.


"Yuuri.... aku kangen sama kamu..." ucap Dhini membalas pelukan Yuuri.


Wanita yang menyenggol Yuuri adalah Dhini Anandha dia teman Yuuri semasa SMP, dia merupakan gadis yang tomboi tapi gak menghilangkan sisi kewanitaannya.


Sudah sekitar 5 tahunan mereka tidak bertemu karena Dhini pindah ke Jogja setelah lulus dari SMP.


Mereka yang sadar di perhatikan orang sekitar hanya tersenyum dan mulai melepaskan pelukannya.


"Hei... kok bisa ada di sini" ucap Yuuri penasaran.


"Aku akan melanjutkan studi di sini, ini lagi tadi baru selesai makan di kantin di temani teman baru yang baru aku kenal sehabis mempersiapkan berkas berkas untuk pindah ke sini" ucap Dhini menjelaskan.


"Benarkah?" tanya Yuuri antusias mendengar ucapan Dhini.


"Hm...." Dhini mengangguk kepalanya antusias.


"Wah... aku bakalan ada teman nya sekarang" ucap Yuuri senang.


"Kamu kuliah di sini juga?" tanya Dhini.


"Iya Dhini, aku kuliah disini" ujar Yuuri tersenyum.


"Alhamdulillah senangnya bisa ketemu lagi sama kamu, oh ya minta nomornya dong" ucap Dhini ikut tersenyum dan segera Yuuri memberi nomor ponselnya untuk Dhini.


"Oh ya, aku duluan ya aku ada kelas" ucap Yuuri.


"Oh iya gak apa, aku juga buru buru tadi soalnya sudah di jemput di depan" ucap Dhini.


Mereka pun pergi ke tempat tujuan masing-masing dan mulai melakukan aktivitas masing masing.


Yuuri kembali menuju kelas dan untungnya dosen mereka belum datang.


"Syukurlah aku gak telat" ucap Yuuri sembari duduk di sebelah Anna.


"Kamu dari mana aja Yuuri... untung dosen nya belum datang" ucap Anna menatap Yuuri yang baru saja duduk di sebelahnya.


"Aku tadi gak sengaja ketemu sama teman lama aku eh jadi lupa ada kelas" Yuuri menjelaskan kejadian bertemu Dhini.


"Oh gitu" ucap Anna sembari menganggukkan kepalanya.


Selang beberapa menit dosen yang akan mengajar untuk mata kuliah itu datang dan memulai mengajar di kelas mereka.


🌺🌺🌺


Setelah mata kuliah selesai yuuri berjalan bersama Anna menuju ke keluar kampus.


"Anna, kamu balik sama siapa?"tanya Yuuri.


"Aku bawa mobil Yuuri" ucap Anna sambil memperlihatkan kunci mobil di tangan kanannya.


"Ah begitu" ucap Yuuri.


"Kenapa?"tanya Anna.


"Enggak, aku cuma khawatir kamu pulang sendiri di gangguin sama cowok yang naksir kamu waktu itu" ucap Yuuri mengingat kejadian yang lalu.


"jangan terlalu mengkhawatirkan aku, aku punya teman seperti kamu yang jago bela diri" ucap Anna membanggakan Yuuri.


"Udah enggak usah di bahas, aku belajar itu hanya untuk berjaga jaga saja" ucap Yuuri.


"Baiklah aku tidak akan mengatakan pada siapin kalau yuuri jago bela diri" ucap Anna sambil tersenyum.


"Aku duluan ya Anna, udah di jemput" ucap Yuuri yang melihat mobil putih milik Vino sudah terparkir di depan gerbang kampus.


"Bye... hati hati ya Yuuri" ucap Anna sembari berjalan ke area parkiran mobil di kampusnya.


"Hm... kamu juga" teriak Yuuri sembari melambaikan tangannya.


Yuuri berjalan menghampiri mobil Vino dan masuk ke dalam mobil Vino.


"Gimana belajarnya sayang?" tanya Vino ketika yuuri sudah masuk ke dalam mobil dengan wajah lelah nya.


"Baik kak, berjalan dengan lancar" jawab Yuuri sembari menyenderkan kepalanya ke belakang.


"Kamu lelah?"tanya Vino.


"Hm..." Yuuri.


"Hm..." ucap yuuri sambil memejamkan matanya.


*A**pa dia benar benar lelah hari ini sampai aku bicara aja gak di hiraukan sama dia( gumam Vino dalam hati*).


maafkan aku kak, aku lagi banyak pikiran sekarang (gumam Yuuri dalam hati sambil memejamkan matanya).


Akhirnya Yuuri tertidur selama perjalanan menuju rumah yang sudah di hadiahi untuk Yuuri dan barang barang yang sudah Yuuri bereskan semalam sudah di pindahkan oleh orang suruhan Vino.


"Sayang bangun... sayang... kita sudah sampai" ucap Vino membangunkan Yuuri


tapi Yuuri tidak merasa terganggu sama sekali dengan suara Vino, dia malah asik tertidur dengan lelap tanpa menghiraukan suara Vino yang terus saja mecoba membangunkan nya.


"Sayang... sayang..." ucap Vino mencoba sekali lagi tapi tetap tidak membuat Yuuri terganggu sedikit pun dengan suara Vino.


*S**epertinya kamu benar benar kelelahan sayang, aku merasa ada yang kamu sembunyikan dari aku tapi aku tidak tau dan aku tidak akan mungkin memaksa kamu sayang cobalah untuk berkata jujur apa yang ada di pikiran mu (ujar Vino sembari memperhatikan wajah Yuuri yang tertidur pulas*).


Vino yang tidak tega untuk membangunkan kembali Yuuri memutuskan untuk menggendong Yuuri ala bridal style menuju kamar Yuuri dan membaringkan Yuuri di atas tempat tidur dan menyalakan pendingin ruangan serta menyelimuti Yuuri dengan pelan.


*Ti**dur lah sayang semoga istirahat kamu bisa membuat kamu lebih baik lagi aku mencintaimu Yuuri (ucap Vino sembari mengelus puncak kepala Yuuri dan kemudian keluar meninggalkan Yuuri yang sedang tertidur pulas*).


Vino keluar dari kamar Yuuri menuju kamar di lantai bawah untuk beristirahat juga, setelah Vino pergi dari kamarnya Yuuri langsung membuka matanya dan langsung terduduk dengan wajah yang berantakan karena pikirannya yang kacau.


Ternyata yuuri sudah terbangun ketika vino meletakkan yuuri di atas kasur tadi jadi mendengarkan semua kata kata Vino tadi dan merasa sedih dengan kenyataan yang sedang dia sembunyikan.


Yuuri tertunduk lemas di atas kasur sambil mikir kan sesuatu yang ada di kepalanya.


mMafkan aku kak... aku benar benar minta maaf kalau aku tidak bisa jujur sama kamu aku mohon maafkan aku...


hiks...hiks...hiks...hiks...hiks...


(tangis Yuuri pecah mengingat apa yang dia lihat siang tadi melalui ponselnya).


Yuuri yang tidak ingin membuat Vino merasa curiga segera menghentikan air matanya dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah lelah seharian penuh dengan kegiatan yang melelahkan terlebih lagi pikirannya yang sedang kacau.


Selesai membersihkan tubuhnya dan memakai pakaian santainya Yuuri bergegas turun ke bawah menuju dapur.


"Nona yuuri, ada yang bisa saya bantu?" tanya Mbak Ati ketika melihat Yuuri berjalan menuju dapur.


"Mbak siapa ya, kok tau aku?" tanya Yuuri bingung ketika mbak nya tau namanya.


" Nama saya Ati nona, ada 5 orang yang bekerja di sini dan saya salah satunya yang bekerja di sini membantu mengurus rumah ini dan keperluan nona yang di tugaskan langsung oleh tuan Vino" jelas mbak Ati.


"Oh... tapi jangan panggil saya nona, panggil Yuuri aja" ucap Yuuri sambil mengangguk kan kepalanya.


"Gak bisa gitu non, saya gak berani" ucap Mbak Ati.


"Ya sudahlah mana yang nyaman untuk mbak Ati aja lah"ucap Yuuri pasrah.


"Terimakasih nona sangat cantik dan baik hati" ucap Mbak Ati.


"Terimakasih pujiannya mbak, oh ya buat makan malam ini saya memasak sendiri ya" ucap Yuuri yang mendekati mbak Ati.


"Jangan nona" ucap Mbak Ati takut.


"Mbak aku sudah terbiasa masak sendiri" ucap Yuuri mencoba memberi pengertian.


"Saya bantu ya nona" ucap Mbak Ati lagi.


"Tidak mbak saya bisa masak sendiri dan mbak bisa istirahat" ucap Yuuri yang ingin memasak sendirian.


"Saya tidak berani nona, takut tuan marah membiarkan nona Yuuri masak sendiri di dapur sedangkan saya istirahat dengan santai di kamar" ucap Mbak Ati tersenyum kikuk.


"Kerjaan mbak lainnya sudah beres kan?" tanya Yuuri memastikannya.


"Sudah non" jawab mbak Ati.


"Ya sudah istirahat kalau sudah selesai, saya bisa masak sendiri" ucap Yuuri kekeh dengan ucapannya.


"Tapi bagaimana kalau_" mbak Ati.


"Mbak, kak Vino gak akan marah kok lagian saya sendiri yang menyuruh mu untuk istirahat dan kalian itu manusia yang butuh istirahat mbak kalian bukan robot" jelas Yuuri meyakinkan mbak Ati.


"Baiklah nona, maafkan saya" ucap Mbak Ati tertunduk sambil pergi meninggalkan yuuri yang ada di dapur.


*


*


*


Hai readers apa kabarnya...


sebenarnya ada rahasia apa ya yang di sembunyikan Yuuri sampai membuat yuuri berubah dengan cepat begitu??? sampai kapan ya yuuri bisa menyimpan rahasia itu sendiri? bagaimana kelanjutan nya ya?


pada penasaran gak? temukan jawabannya di episode episode selanjutnya ya....