Breath Without Love

Breath Without Love
Perasaan Aneh



Setelah selesai semua mahasiswa keluar dari kelas dan hanya ada pak Arkan dan Yuuri yang sedang bersiap siap untuk keluar juga dari kelas.


"Yuuri, bisa kita bicara sebentar" ucap Arkan yang berjalan menghampiri Yuuri.


"Ada apa pak?" tanya Yuuri bingung.


"Apa kamu punya waktu?" tanya Arkan balik sembari menatap Yuuri.


"Saya cuma punya waktu 30 menit, karena saya ada urusan lain nanti" jawab Yuuri sembari melihat jam di tangannya.


"Baiklah, itu juga cukup kok. Kalau begitu bagaimana kalau kita berbicara di cafe depan kampus?" tanya Arkan.


"Baiklah pak" jawab Yuuri.


Yuuri mengikuti langkah Arkan yang berjalan di sebelahnya.


Setelah sampai di dalam cafe mereka langsung duduk di taman cafe dan memesan 2 cangkir es cappucino.


"Apa yang ingin kak Arkan bicarakan?" tanya Yuuri serius menatap Arkan.


"Santai lah Yuuri, kenapa kamu jadi gak sabar begini?" tanya Arkan.


"Terserah kakak aja deh, aku cuma kasih kakak 30 menit untuk berbicara" ketus Yuuri yang kesal dengan sikap Vino.


"Baiklah, ada yang ingin kakak tanyakan dengan mu" ucap Arkan sembari tersenyum.


"Tanyakan saja kak, selama aku bisa menjawabnya pasti akan ku jawab" ucap Yuuri sambil mengaduk es cappucino nya.


"Ada berapa bahasa yang kamu kuasai?" tanya Arkan tiba tiba membuat Yuuri membelalakkan matanya menatap tajam ke arah Arkan.


"Kakak tau dari mana aku bisa menguasai beberapa bahasa?" tanya Yuuri yang masih tidak menyangka ada orang yang tau bahwa dia bisa menguasai beberapa bahasa selain bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.


"Kelihatan banget dari cara kamu bicara" ucap Arkan asal.


Yuuri yang kebingungan dengan jawaban Arkan pun hanya diam dan memikirkan apa yang baru saja di ucapkan Arkan.


"Masa iya bisa ketahuan dari cara aku bicara?" tanya Yuuri menatap bingung ke arah Arkan.


"Hm... tentu saja, jadi ada berapa bahasa yang kamu kuasai" ujar Arkan sembari menyedot es cappucino nya.


"Ada 5 bahasa kak" jawab Yuuri sambil tersenyum.


"Luar biasa ternyata kamu hebat juga ya" ucap Arkan.


"Jadi kakak cuma mau bicara ini ke aku?" tanya Yuuri geram.


"Iya" jawab Arkan santai sambil meminum es cappucino nya.


"Dasar nyebelin banget sih" ucap Yuuri sembari menatap kesal ke arah Arkan, sedangkan Arkan hanya tersenyum melihat Yuuri yang kesal dengan tingkahnya.


Yuuri yang kesal dengan kelakuan Arkan membuat waktunya terbuang sia sia saja dengan pertanyaan Arkan tadi.


Dengan segera Yuuri menelpon Vino untuk menjemput nya karena mereka akan ke Bandara untuk menjemput Fahira dan yang lainnya.


πŸ“žVino


Iya ada apa sayang


Dia lagi nelpon siapa kenapa serius banget, apa emang dia sedang buru buru (gumam Arkan dalam hati).


πŸ“ž Yuuri


Jemput aku sekarang ya kak, jangan lama


πŸ“žVino


Iya sayang, aku jalan sekarang ya


πŸ“ž Yuuri


Iya, hati hati di jalan ya kak


"Kamu nelpon siapa, kakak mu?" tanya Arkan setelah Yuuri selesai bertelepon dengan Vino.


Yuuri yang malas menanggapi ucapan Arkan hanya diam saja dan malas menjawab ucapan Arkan sambil menunggu Vino, Yuuri lebih memilih untuk memainkan ponselnya.


"Yuuri... " panggil Arkan.


"Yuuri Ferianarifa... apa kamu marah?" tanya Arkan yang masih menatap ke arah Yuuri.


"Aku gak bisa marah, yang ada nanti aku bisa dapat nilai C kalau marah sama dosen" ucap Yuuri acuh.


"Kamu sudah dapat tempat magang?" tanya Arkan.


"Belum kak, ada apa ya" ucap Yuuri.


"Kamu mau kakak bantuin gak?" tanya Arkan.


"Gak perlu kak, terima kasih tawarannya.


Ponsel Yuuri berdering menandakan ada telepon masuk ke ponselnya dan setelah Yuuri melihat ternyata ada telepon masuk dari vino.


πŸ“ž Vino


Sayang, aku udah di depan gerbang kampus kamu ya, nanti langsung masuk aja ke dalam mobil sayang


πŸ“ž Yuuri


Aku ke sana sekarang ya kak, tunggu sebentar


πŸ“žVino


Iya, tapi jangan lari lari ya


πŸ“ž Yuuri


Iya sayang


Sayang, apa dia benar sudah punya pacar aku kira dia masih jomlo mengingat dia wanita yang aneh dengan semua kelakuannya ( gumam Arkan dalam hati).


Yuuri langsung menyimpan kembali ponselnya ke dalam tas dan menyedot es cappucino hingga tandas.


"aku duluan ya kak, sudah di jemput" ucap Yuuri yang hendak pergi meninggalkan Arkan.


Tapi dengan cepat Arkan mencekal tangan Yuuri ketika Yuuri hendak melangkah.


"Ada apa kak?" tanya Yuuri ketika Arkan mencekal tangan nya.


"Kamu di jemput pacar?" tanya Arkan dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Iya kak, dan dia sekarang sudah menunggu jadi aku duluan ya karena dia gak suka terlalu lama menunggu" ucap Yuuri sembari melepaskan tangannya dari Arkan dan berlalu begitu saja meninggalkan Arkan yang masih termenung dengan kepergian Yuuri.


Ada apa dengan kak Arkan kenapa dia tadi tiba tiba memegang pergelangan tangan ku erat sekalai, seolah tidak membiarkan aku pergi meninggalkan nya atau masih ada yang ingin dia bicarakan ya, apa dia malu untuk menanyakan nya padaku ( gumam Yuuri sembari berjalan meninggalkan Arkan yang masih termenung dengan kepergian Yuuri).


Aku kenapa, kenapa ada perasaan tidak suka ketika dia mengatakan bahwa dia punya pacar dan sekarang pacarnya sudah menunggu di depan gerbang kampus untuk menjemput nya, ada apa dengan ku (gumam Arkan).


Arkan yang masih di dalam cafe akhirnya keluar dari cafe setelah membayar tagihan 2 es cappucino yang di pesannya tadi.


Dan berniat segera pulang karena Arkan seperti merasa tidak berdaya dan sangat lemas sekarang dan yang dia butuhkan untuk saat ini hanya lah pulang ke rumah dan beristirahat untuk menenangkan tubuh dan pikirannya.


Yuuri yang sudah lebih dulu meninggalkan cafe berlalu menuju depan gerbang kampus dan langsung masuk ke dalam mobil Vino.


"Sayang, kita ke bandara sekarang?" tanya Vino sembari tersenyum ketika Yuuri memasuki mobilnya.


"Iya kak, langsung aja ya sebentar lagi juga mereka sampai sini sepertinya" jawab Yuuri.


"Baiklah sayang ku, sekarang kita meluncur menuju Bandara seperti yang kamu inginkan" ucap Arkan sembari tersenyum menatap Yuuri.


"Dasar kamu tuh pacar lebay" gerutu Yuuri yang kesal dengan perkataan Vino.


Vino tertawa ketika bisa membuat Yuuri kesal dengan perlakuannya.


Mereka melaju meninggalkan area kampus dan berlalu menuju ke Bandara untuk menjemput Fahira, Ocha, Kenzi dan Daffa.


*


*


*


Happy reading para readers