Breath Without Love

Breath Without Love
Ami Vs Zia



Yuuri berjalan menuju tempat acara dimana semua keluarga termasuk keluarga Arkan sudah ada di ruangan itu menunggu kedatangan Yuuri.


Semua orang langsung bersorak mengagumi kecantikan wanita yang berjalan menghampiri keramaian yang sudah merias dirinya sendiri tanpa bantuan siapapun, hanya ada seorang laki laki tampan yang berbalut pakaian rapi yang tidak mengeluarkan suara menatap penuh pemujaan kepada wanita yang sedang berjalan itu.


Who is that? siapa itu? (gumam Arkan dalam hati).


"Ami Yuuri..." panggil Keyzianisa atau yang biasa di panggil Zia, keponakan semata wayang Yuuri.


What... itu beneran Yuuri ya, apa aku salah denger gitu ya (gumam Arkan dalam hati yang masih tidak percaya dengan kenyataan yang ada).


"Zia... kenapa berteriak begitu manggil Ami nya nak?" tanya bunda Rida, kakak ipar Yuuri.


"Bunda, Ami cantik banget bunda" ucap Zia penuh kekaguman kepada Ami Yuuri.


"Iya sayang, nanti kamu bisa main sepuasnya sama Ami ya, tapi sekarang biarkan ami lanjutkan acaranya ya nak" ucap ayah Aga.


"Iya ayah, maafkan Zia" gumam Zia menundukkan kepalanya karena merasa bersalah.


"Gak apa nak, sekarang tersenyum untuk Ami" ucap ayah dengan lembut.


Zia pun langsung menegakkan kepalanya dan menatap ayahnya dengan tersenyum lalu mengalihkan pandangannya menatap Ami yang sedang berdiri.


"Anak pintar" ucap bunda Rida dan ayah Aga bersamaan lalu melempar senyum kebahagiaan.


Semua orang yang ada di acara itu menatap mereka berdua penuh kebahagiaan, hanya 2 orang yang sangat tidak bahagia dengan acara ini, siapa lagi kalau bukan sepasang sejoli yang terjebak janji.


Dan ada 2 orang yang marah karena acara itu tanpa kehadiran mereka, siapa lagi kalau bukan Fahira yang merupakan saudara sepupu dengan seribu stok muka juteknya dan Ocha sang sahabat yang sudah seperti saudara sendiri, mereka berdua masih ada di Bali dan akan pulang besok dengan penerbangan sore.


"Ayo kita mulai acaranya" ucap bang Aga selaku perwakilan dari Yuuri.


"Baiklah perkenalkan semuanya, saya Daddy dari Arkan Zayne ingin melamar Yuuri Ferianarifa sebagai istri untuk putra sulung saya" ucap Daddy


"Saya Aga Abang kandung dari Yuuri yang menjadi wali adik saya, saya serahkan semua keputusan kepada adik saya Yuuri" ucap Aga.


"Bismillahirrahmanirrahim selamat malam semua... malam hari ini saya Arkan Zayne ingin melamar wanita yang bernama Yuuri Ferianarifa sebagai istri saya, apakah kamu berkenan menerima saya sebagai suami kamu Yuuri Ferianarifa?" tanya Arkan sembari memegang bunga di sebelah kirinya dan microphone di sebelah kanannya.


Gimana ni... tolak gak ya, gimana ini ya Allah tolong hamba...(gumam Yuuri dalam hati sembari memejamkan matanya sebentar sebelum menjawab pertanyaan Arkan).


"Bismillahirrahmanirrahim dengan izin Allah dan ridho kedua keluarga kita, insyaallah saya menerimanya" jawab Yuuri yang di sambut tepuk tangan oleh semua orang yang berbahagia.


Luar biasa aktingnya terlihat sangat natural (gumam Arkan dalam hati).


Arkan langsung memberikan buket bunga yang di pegang di tangan kiri dan mereka pun bertukar cincin, setelah selesai acara semua orang sudah pulang hanya tersisa keluarga inti dari Arkan dan Yuuri yang masih berkumpul sambil bercerita dengan bahagia, Zia juga sudah lama ada dalam pelukan Yuuri.


"Ami..." Zia memanggil Yuuri dengan sangat manja.


"Iya sayang, kamu ingin bercerita dengan Ami?" tanya Yuuri menunggu Zia dengan setia.


"Kenapa Ami cantik banget malam ini?" tanya Zia yang membuat Yuuri tertawa terbahak mendengar ucapan Zia.


Zia langsung menatap tajam Yuuri, karena bukannya menjawab pertanyaannya tapi Yuuri malah menertawakannya.


"Maaf sayang, Ami gak bermaksud menertawakan mu hanya saja pertanyaan itu sangat lucu" ucap Yuuri.


"Tetep aja Ami jahat sama Zia" gerutu Zia yang merasa sangat kesal dengan Ami Yuuri.


Lalu tatapan matanya beralih menatap Arkan.


"Ada apa anak kecil?" tanya Arkan ketika menyadari Zia menatapnya.


"Daddy..." lirih Zia.


What... she is call me Daddy?


Apa... dia memanggilku Daddy? (pekik Arkan dalam hati).


"Daddy... jangan panggil anak kecil, aku Zia keponakan cantiknya Ami Yuuri" ucap Zia.


"Zia..." Yuuri.


"Ami... dia calon suami Ami, jadi gak apa kan kalo Zia panggil Daddy" ucapan polos Zia.


"Kamu bisa panggil Daddy atau apapun yang kamu suka cantik" ucap Arkan tersenyum kepada Zia.


"May I hug you Daddy? Bolehkah aku memeluk mu Daddy?" tanya Zia malu malu.


"come here sweetie baby... kemarilah anak yang manis..." ucap Arkan sembari merentangkan kedua tangannya.


Zia langsung beralih dari pelukan Yuuri dan berlari memeluk Arkan, semua orang yang melihat kelakuan Zia hanya bisa menggelengkan kepala menatap Zia yang sangat aktif itu.


"Anak kamu genit banget ya yah" bisik bunda Rida di telinga ayah Aga.


Lalu ayah Aga dan bunda Rida tertawa bersama dengan suara yang sangat kecil agar tidak di sadari semua orang.


"Kamu gak mau lagi balik memeluk Ami?" tanya Yuuri yang berpura pura marah.


"No... mulai sekarang, Daddy is my pathner" ucap Zia sembari memeluk erat Arkan.


"Jadi kamu gak sayang lagi sama Ami?" tanya Yuuri dengan membuat wajahnya terlihat menyedihkan.


"Sayang Ami... but I love Daddy more than Ami, sorry...


sayang Ami... tapi aku mencintai Daddy lebih dari Ami, maaf..." ucap Zia membuat tawa semua orang pecah mendengar nya.


"But... Daddy love Ami more than Zia...


Tapi... Daddy mencintai Ami lebih dari Zia..." ucap Yuuri membalas ucapan Zia.


"Ami!..." sentak Zia menahan air matanya.


Yuuri menjulurkan lidahnya pada Zia yang membuat Arkan sangat gemas dengan tingkah Zia dan Yuuri.


"Daddy... did you love Ami more than me?


Daddy... apa kamu mencintai Ami melebihi ku?" tanya Zia menahan air matanya.


"Sorry dear... maaf sayang" ucap Arkan yang ikut mengerjai Zia.


Langsung dengan secepat kilat ucapan Arkan membuat Zia mengeluarkan air mata yang sudah di tahannya dengan suara yang nyaring memenuhi gendang telinga Arkan, membuat Yuuri langsung tertawa telah berhasil mengerjai keponakan kesayangannya itu.


Arkan memeluk erat Zia yang masih menangis untuk menenangkannya agar segera menghentikan air matanya.


"Sorry dear... I love you baby


maaf sayang... aku mencintaimu nak" ucap Arkan menahan tawanya.


setelah mendengarkan Arkan, Zia langsung menghentikan tangisnya dan menatap tajam Arkan.


"More than Ami? melebihi Ami?" tanya Zia


"I love you after Ami... Aku mencintaimu setelah Ami..." ucap Arkan dengan masih menahan tawanya.


"You are bad Daddy... kamu Daddy yang buruk" gerutu Zia yang sudah mulai meredakan tangisannya.


"Makanya kak jangan cuma tampang aja di bagusin, kamu juga harus belajar menjadi Daddy yang baik" ucap Yuuri cekikikan.


"You too bad Ami ever... kamu juga Ami yang buruk yang pernah ada" sambung Zia.


Arkan langsung tertawa mendengar Zia mengatai Yuuri buruk dan Yuuri yang tadi cekikikan langsung memasangkan wajah kesalnya mendengar ucapan keponakan tersayang nya itu.


"Diam!..." Bentak Yuuri dan Zia bersamaan.


Arkan langsung diam sembari menutup mulutnya mendengar bentakan dari Yuuri dan Zia.


Waduh... ini berdua kenapa kompak banget sih (gerutu Arkan dalam hati).


Melihat Ami Yuuri yang kompak membentak Arkan membuat semua yang tadinya sedang bercerita langsung tertawa mendengar suara Yuuri dan Zia yang sangat kompak.


"Ami... I love you...


Ami... aku mencintaimu..." ucap Zia sembari melepaskan pelukannya kepada Arkan dan kembali memeluk erat Yuuri.


"I love you too Zia...


aku juga mencintaimu Zia..." Yuuri membalas pelukan Zia dengan sangat erat.


Dia benar benar mencintai keponakannya dengan tulus, dan lihatlah bagaimana dia bisa mengambil kembali hati anak kecil itu setelah sebelumnya membuat anak kecil itu menangis, sungguh wanita yang unik (gumam Arkan dalam hati).


*


*


*


Hai readers, aku udah lama gak lihat komentarnya nih...


mohon dukungannya ya readers...


happy reading readers...