Breath Without Love

Breath Without Love
Kembali Ke Rumah Sakit



"Aw!..." pekik Yuuri ketika dirinya tidak sengaja menabrak sopir taksi yang tadi mengantar mereka.


"Apa mbak baik baik saja?" tanya sopir taksi online.


"Iya gak apa, aku baik baik saja" ucap Yuuri sembari mengelus kepalanya.


"Apa mereka semua sudah pergi mbak?" tanya supir taksi online.


"Berhenti aktingnya kak, mereka semua sudah pergi" gerutu Yuuri yang kesal pada sopir taksi online.


"Kau itu tidak pernah berubah sejak pertama kali kita bertemu, selalu saja ketus" ucap sopir taksi online.


"Dasar kak Arkan nyebelin" ucap Yuuri sembari memukul lengan Arkan dan dan pergi meninggalkan Arkan.


"Yuuri... tunggu..." teriak Arkan sembari berlari menyusul Yuuri.


Flashback on


"Kakak punya ide" ucap Arkan yang memikirkan sesuatu.


"Apa kak?" tanya Yuuri penasaran.


"Bagaimana kalau aku yang pura pura jadi sopir taksi onlinenya" ucap Arkan penuh semangat.


"Kakak gila!..." pekik Yuuri kesal dengan ide Arkan.


"Yuuri dengarkan kakak, aku akan merasa lebih tenang jika aku sendiri yang mengantar mu selamat sampai tujuan hingga kembali ke rumahmu" ucap Arkan meyakinkan Yuuri.


"Tapi kak... aku_" Yuuri.


"Aku melakukan ini atas nama mami" ucap Arkan.


Lama Yuuri memikirkannya di dalam mobil Arkan, akankah dia menyetujui ide Arkan atau menolaknya.


"Bagaimana?" tanya Arkan meminta jawaban dari Yuuri.


Perlahan Yuuri mengangguk kepalanya pertanda dia menyetujui ide gila Arkan.


"Baiklah aku akan masuk ke dalam setelah 10 menit kamu masuk ke dalam halaman rumah" ucap Arkan.


"Iya kak, aku masuk duluan ya" ucap Yuuri sembari turun dari mobil Arkan dan berjalan perlahan ke dalam rumah.


Flashback off


Arkan berlari mengejar Yuuri yang sudah lebih dulu jalan meninggalkan nya.


"Tega banget sih aku di tinggalin" gerutu Arkan sembari menyamakan langkahnya dengan Yuuri.


"Makanya jadi laki laki itu jangan nyebelin" gerutu Yuuri yang masih kesal.


"Maaf deh, temani aku makan ya" ucap Arkan.


Yuuri yang enggan menjawab Arkan memilih untuk mempercepat langkahnya menuju mobil Arkan.


Arkan tersenyum sembari mengikuti Yuuri belakang.


"Kak, buka pintunya" titah Yuuri.


"Iya sabar Yuuri" ucap Arkan sembari berjalan menghampiri Yuuri dan membuka pintu mobilnya untuk Yuuri.


Arkan juga langsung masuk ke dalam mobil setelah membuka mobil untuk Yuuri.


"Kita kemana?" tanya Arkan.


"Pulang lah kak, emangnya mau kemana lagi" gerutu Yuuri.


"Aku laper" ucap Arkan.


"Ya kalau laper makan lah" ucap Yuuri ketus.


"Temani ya" ucap Arkan sembari tersenyum.


"Aku mau pulang" ketus Yuuri.


"Ya udah deh gak jadi" ucap Arkan mengalah.


Akhirnya Arkan langsung mengemudikan mobilnya menuju rumah Yuuri.


Setelah sampai di parkiran rumah yang di tempati Yuuri.


"Aku langsung pulang ya, kasihan mami sendirian di sana" ucap Arkan ketika melihat Yuuri yang melepaskan seatbelt nya.


"Kak masuk dulu sebentar, aku mau siapin makanan untuk mami dan aku juga mau balik lagi menemani mami" ucap Yuuri.


"Kamu istirahat aja, lagian kamu pasti capek kan" ujar Arkan.


"Enggak kak, aku mau ikut" ucap Yuuri kekeuh dengan keinginan nya.


"Tapi Yuuri kamu kan_" Arkan.


Arkan nampak berpikir sejenak, apakah dia akan mengikuti keinginan Yuuri atau tidak.


"Kak Arkan... bagaimana?" tanya Yuuri menunggu jawaban dari Arkan.


"Hm... baiklah, tapi kamu janji harus istirahat nanti di Rumah Sakit" ucap Arkan.


"Oke siap pak dosen... eh maksudnya mas dosen..." canda Yuuri sembari tertawa dengan mengerjai Arkan.


Arkan menatap tajam ke arah Yuuri karena tidak suka dengan apa yang di ucapkan Yuuri tadi.


"Ayo masuk dulu mas dosen" goda Yuuri dengan mengembangkan senyum di wajahnya sembari membuka pintu mobil.


"Yuuri!..." pekik Arkan yang kesal dengan ucapan Yuuri sembari membuka pintu mobilnya dan berjalan menyusul Yuuri yang masuk ke dalam rumah.


"Kakak mau duduk di tuang tamu atau mau lihat aku masak di dapur?" tanya Yuuri ketika melihat Arkan sudah ada di sebelahnya.


"Aku bantuin kamu masak aja ya biar cepat" jawab Arkan.


"Gak perlu, kakak duduk manis aja di dapur ya biar aku yang masak" ucap Yuuri sembari menarik tangan Arkan untuk duduk di meja makan.


Yuuri mencuci tangannya dan memulai aksinya di mulai dari memasak bubur ayam untuk mami.


dia juga memasak SOP buntut, tempe goreng tepung dan capcay bening lengkap dengan sosis, baso dan suwiran ayamnya, Yuuri juga menyiapkan nasi untuk Arkan.


"Kak aku sudah beres nih masaknya, tapi aku mau bersih bersih dulu ya, kakak mau bersih bersih juga gak?" tanya Yuuri.


"Gak usah tadi sebelum ke sini aku udah mandi" jawab Arkan.


"Ya sudah deh, aku mandi dulu gak apa kan?" tanya Yuuri.


"Ya udah sana, jangan lama lama ya" jawab Arkan dengan wajah datarnya.


Mukanya mas dosen kok nyebelin banget ya (gerutu Yuuri yang kesal dengan ekspresi wajah Arkan).


Yuuri pergi meninggalkan Arkan sendiri di dapur yang sedang memainkan ponselnya.


Setelah selesai mandi dan mengganti bajunya dengan dress lengan panjang di bawah lutut dengan sepatu kets.


"Udah selesai?" tanya Arkan yang melihat Yuuri berjalan ke arahnya.


"Udah yuk..." ucap Yuuri sembari membawa bekalnya.


Mereka berdua pun berjalan bersama kembali menuju mobil dan pergi kembali ke Rumah Sakit.


"Pak... saya pergi ya ada janji, tolong bilangin juga sama para mbaknya takut mereka nyari aku, soalnya tadi gak ketemu karena mereka udah pada tidur" ucap Yuuri kepada pak satpam yang berjaga.


"Siap nona..." jawab pak satpam.


Lalu mobil pun kembali melaju meninggalkan rumah yang di tempati Yuuri sekarang.


"Kamu tinggal sendiri di rumah sebesar itu?" tanya Arkan.


"Enggak juga, ada 3 mbak yang bekerja di rumah itu" jawab Yuuri.


"Lalu orang tua kamu?" tanya Arkan sembari fokus menyetir.


"Ibu aku ada di luar Jakarta, sedangkan ayah udah lama meninggal" ucap Yuuri menahan air matanya.


"Maaf aku gak maksud buat kamu sedih, maaf ya aku gak tau" ucap Arkan.


"Gak apa kak, lagian udah takdirnya kok hidup aku begini, jadi ya... aku harus terima dengan ikhlas apapun yang aku alami" ucap Yuuri.


"Itu rumah keluarga kamu?" tanya Arkan lagi.


"Bukan kak, aku numpang di sana" jawab Yuuri.


"Maksudnya?" tanya Arkan karena tidak mengerti ucapan Yuuri.


"Susah menjelaskan nya, yang pasti dalam waktu dekat ini aku akan keluar dari rumah itu" ucap Yuuri.


Arkan pun tidak menanggapi lagi ucapan Yuuri, dia tidak ingin melihat Yuuri lebih bersedih lagi jika mendengar cerita gadis muda yang kelihatan kuat dari luarnya namun rapuh dalamnya.


Setelah sampai di Rumah Sakit mereka berdua pun turun dari mobil dan berjalan bersama menuju ruang inap mami.


Dasar mas dosen gak peka, masa iya aku bawa makanan berat berat begini sendirian, ini kan makanan untuk mami sama dia juga (gerutu Yuuri kesal karena sifat Arkan yang sangat tidak peka dengan situasi yang di alami Yuuri).


*


*


*


Gimana nih readers kelanjutannya bikin tambah penasaran gak sih.


Kasih komentar nya ya, Happy reading para readers, jangan lupa buat support karya aku juga ya.