
"Daffa, aku balik duluan ya" ucap Kenzi sembari beranjak dari tempat duduk nya.
"Tapi Ken, aku kan tadi bareng sama kamu" ucap Daffa.
"Daffa, aku ada janji sama Yuuri. Ada sesuatu yang harus aku selesaikan" ucap Kenzi
"Baiklah, aku akan memesan taksi online saja" ucap Daffa mengalah.
Kenzi pun berlalu meninggalkan Daffa yang masih berada di dalam kelas kampusnya,
Kenzi memutar kemudi menuju rumah Yuuri.
Dalam waktu 45 menit, Kenzi sampai di kediaman Yuuri sembari memberi pesan bahwa dia sudah ada di depan rumahnya.
Yuuri yang menerima pesan pun berlalu menuju halaman depan menemui Kenzi dan pergi bersama Kenzi ke tempat yang telah mereka sepakati.
Di dalam mobil hanya ada keheningan yang tercipta diantara mereka berdua.
Tidak ada seorang yang mau memecahkan keheningan di dalam mobil sampai mereka sampai di pantai.
Kenzi mengajak Yuuri ketempat yang tidak terlalu ramai, tepatnya di atas batu pantai yang menghadap ke hamparan pasir putih denagan laut yang sangat indah.
"Yuuri, maaf jika kakak egois terhadap kamu" ucap Kenzi memecahkan keheningan diantara mereka berdua.
"Enggak masalah kok kak, yuuri paham dan mengerti kok" ucap Yuuri sembari menatap hamparan laut di hadapannya.
"Oh ya, gimana tentang study kamu, apakah kamu sudah memikirkan nya matang matang?" tanya Kenzi.
"Hm... sepertinya keputusan aku sudah bulat kak, tinggal berapa hari lagi aku akan segera pergi ke kota besar" jawab yuuri antusias.
"Oh begitu... kakak hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kamu Yuuri" ucap Kenzi mendoakan kebaikan untuk Yuuri.
"Terimakasih banyak atas doa nya kak" ucap Yuuri sembari tersenyum.
"Yuuri, jadi harus bagaimana dengan hubungan kita ke depannya. Kakak benar benar berharap sama kamu Yu" ucap Kenzi sembari menatap Yuuri.
"Kak, Yuuri benar benar nggak punya perasaan apapun terhadap kakak, Yuuri benar benar minta maaf ya kak" ucap Yuuri sendu.
"Baiklah Yuuri, semua keputusan memang ada di kamu, kita tidak bisa memaksakan kehendak sesuai dengan apa yang kita inginkan" ucap Kenzi yang sudah ikhlas dengan keputusan Yuuri.
"Kak, yuuri benar benar minta maaf... bukan maksud Yuuri menolak semua ini kak, tapi yuuri sangat belum siap dengan semua ini" ucap Yuuri.
"Jangan jadi beban pikiran kamu, walaupun perjodohan kita di batalkan bukan berarti hubungan keluarga aku dan kamu memburuk kan" ujar Kenzi sembari tersenyum mencoba untuk menerima keadaannya.
"Kak, aku minta maaf ya kak karena aku semuanya pasti kecewa terutama almarhum ayahku" ungkap Yuuri sendu menahan tangisnya.
"Yuuri dengarkan kakak, kakak yakin pasti almarhum ayah Yuuri akan mengerti semuanya dan pastinya ayah kamu ingin yang terbaik untuk kamu kan Yuuri, sekalipun perjodohan kita batal apa aku bisa menganggap mu sebagai adik ku?" tanya Kenzi tulus.
"Kak jangan katakan itu, aku sudah menganggap kak Kenzi seperti kakak ku sendiri kak" ucap Yuuri.
Kenzi mencoba menahan sesak di hatinya ketika cinta nya bertepuk sebelah tangan
tapi Kenzi bukanlah tipe orang yang pendendam, dia lebih mengikhlaskan apa saja yang terjadi dan menganggap semua yang ada di dalam hidupnya sebagai takdir.
Setelah Kenzi dan Yuuri selesai membicarakan sesuatu yang serius akhirnya mereka berdua lebih memilih untuk tidak meneruskan perjodohannya.
Selesai Kenzi pulang mengantar Yuuri ke rumahnya, Kenzi pun langsung berlalu pulang ke rumahnya tanpa mampir ke rumah yuuri karena Kenzi ingin segera istirahat dan menenangkan hati dan pikirannya.
Dari kejauhan Kenzi menatap ke arah penjual kaki lima, dia langsung menghentikan mobilnya menepi dan masih mengamati seseorang yang sedang mengantri makan bakso di pinggiran jalan.
*H**m... itu dia gadis juteknya, awas kamu ya aku bakalan bikin perhitungan denganmu karena berani ngerjain aku tadi pagi
(gumam Kenzi menatap ke arah gadis yang mengantri di gerobak bakso*).
Kenzi langsung turun dan menghampiri wanita yang dari kejauhan tadi sudah di perhatikan nya.
Kenzi langsung duduk di depan wanita itu dan mengambil bakso milik wanita itu yang sudah ada di hadapannya.
"Eh...eh...eh... itu kan bakso ku" ucap wanita tadi yang tidak terima baksonya di rebut dan langsung menatap tajam laki laki yang tadi merebut baksonya.
"Hai gadis jutek... terima kasih baksonya ya" ucap Kenzi dengan senyum mengejek ke Fahira.
"Kau... ternyata itu kau kak Keken, pantesan aku mencium aroma aroma minyak jelanta yang membuat indera penciuman ku terganggu" ketus Fahira yang kesal karena Kenzi telah merebut bakso yang sudah dia tunggu dari tadi.
Kenzi yang di hina aroma minyak jelanta langung reflek mengendus tubuhnya.
"Aku wangi kok tidak bau minyak jelanta" ujar Kenzi bingung.
"Hahahaha.... dasar kak keken bodoh,sudah besar masih saja mudah di bohongi" ucap Fahira yang masih tertawa bahagia karena senang mengerjai Kenzi.
Orang sekitar yang melihat mereka pun tertawa mendengar perkataan Fahira dan sukses membuat Kenzi menahan malu nya.
"Pak ini uangnya ya " ujar Kenzi yang meletakkan uang berwarna merah ke bawah mangkuk bakso yang baru di lahapnya. Kenzi yang kesal dengan tingkah Fahira pun langsung menarik paksa Fahira ke mobilnya dan pergi dari tempat bakso itu.
*K**urang ajar nih gadis jutek masa iya aku jadi bahan candaan nya dia di hadapan publik mana dia bilang aku bau minyak jelanta lagi
malu banget deh gara gara ulah gadis jutek
(gumam kenzi yang masuk ke dalam mobilnya*).
Kenzi yang menahan amarahnya karena sudah di hina habis habisan oleh Fahira pun mengemudi mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Ups.... sepertinya dia beneran marah nih
aduh aku jadi takut nih, apalagi dia melaju mobil dengan kecepatan tinggi...
nyawa aku berasa beterbangan karena ulah si keken ini, padahal kan aku cuma bercanda
orang dia dulu kok yang cari gara gara sama aku. Kan harusnya aku yang marah ini kok malah dia yang marah sama aku
(gumam Fahira dalam hati dalam situasi menegangkan).
setelah mengemudi selama 20 menit kenzi sampai di sebuah apartemen yang elite
kenzi langsung turun tanpa sepatah katapun yang keluar dari mulutnya dan segera membuka pintu mobil di sisi Fahira dan menarik Fahira ke dalam lift menuju sebuah apartemen.
Fahira yang nampak gelisah dan ketakutan hanya bisa pasrah saat tangannya di tarik paksa Kenzi ke sebuah apartemen
"Kak lepasin tangan aku, sakit tau " ucap Fahira kesal karena tangannya sakit ditarik tarik sama Kenzi dari tadi.
"Kau... berani sekali menghina ku bau minyak jelanta di hadapan banyak orang" ucap Kenzi yang masih tersulut emosi dan mengcekam tangan Fahira.
"Kak lepas... lepasin tangan aku" ronta Fahira mencoba melepaskan tangannya dari tangan Kenzi.
kenzi yang mulai sedikit lebih tenang pun langsung melepaskan tangan Fahira
"Kak aku mau pulang" ucap Fahira kesal
"Tidak bisa, kalau kau mau pulang buatkan aku satu menu makanan aja" ucap kenzi datar.
"Kenapa aku harus membuatkan mu makanan, kakak kan bisa tinggal beli aja di restoran atau delivery dan kenapa harus aku" ucap Fahira protes
"Itu karena kau telah mengganggu makan ku dan menghinaku di depan banyak orang" ucap kenzi kesal.
"Tidak mau, aku mau pulang" ucap Fahira menuju handle pintu.
sayangnya pintu sudah di kunci pemilik apartemen dan mau tidak mau Fahira harus menuruti keinginan sang pemilik apartemen.
sebenarnya Fahira bukan tipe wanita yang sangat suka dengan dapur tetapi setidaknya dia mau untuk belajar memasak walaupun masakan tidak seenak masakan yuuri
bukan maksud untuk membanding bandingkan masakan Fahira dan yuuri tapi memang kenyataannya Fahira bisa sedikit memasak karena belajar dari kakak sepupu nya itu.
*
*
*
Hai hai para readers apa kabar semuanya
selamat menikmati karya aku ya