
Yuuri langsung menatap tajam ke arah kakak beradik itu, Vino dan Shira yang di tatap tajam oleh Yuuri langsung menundukkan kepalanya.
"Aku duluan, aku tunggu kalian di taman tempat barbeque" ujar Yuuri sembari berjalan meninggalkan mereka berdua yang menatap kepergian Yuuri.
Dasar nyebelin banget kakak beradik itu, bikin sakit kepala aja denger mereka (gerutu Yuuri yang sudah menjauh dari Vino dan Shira).
"Kamu sih dek, pacar kakak jadi marah kan" gerutu Vino.
"Enak aja kakak nyalahin aku, kan semuanya gara gara kakak" ketus Shira tidak mau kalah dengan kakaknya.
"Ya sudah deh kakak minta maaf, kakak gak mau buat Yuuri semakin marah dengan perang kita ini" seru Vino yang akhirnya mengalah.
"Bagus deh, coba aja dari tadi kakak ngalah ya" sambung Shira lalu pergi meninggalkan Vino.
"Shira tunggu dong" seru Vino sembari mengejar Shira yang sudah pergi meninggalkannya.
Dasar Adek nyebelin awas ya kamu nanti aku bales kapan kapan, tapi gak di depan Yuuri karena yang ada nanti akan mengguncang hubungan kami (gerutu Vino dalam hati).
"Hai kak Yuuri..." sapa Shira sembari berjalan menghampiri Yuuri yang sedang menata meja.
"Udah selesai perangnya?" tanya Yuuri sembari menatap Shira sekilas lalu melanjutkan kerjanya.
"Udah dong kak" jawab Shira sembari tersenyum penuh kemenangan.
"Oh ya, siapa yang menang?" tanya Yuuri antusias.
Sebenarnya Yuuri sudah bisa menebak dari raut wajah Shira yang tersenyum penuh bahagia tapi Yuuri ingin mengetahui langsung dari Shira.
"Ya pasti nya aku lah yang menang kak, seorang Vino tidak akan bisa mengalahkan putri Shira" jawab Shira sembari tersenyum penuh kemenangan.
"Kamu yang terbaik sayang" ujar Yuuri sembari mengelus rambut Shira lalu tersenyum dan pergi meninggalkan Shira.
Yuuri langsung berjalan mendekati Vino ketika dia lihat Vino berjalan sambil tertunduk lesu ke arah taman.
Tanpa percakapan apapun Yuuri menghampiri Vino dan langsung memeluk leher Vino dengan berjinjit sembari mengusap kepalanya dengan sayang, Vino yang mendapat pelukan mendadak dari Yuuri terdiam seketika lalu membalas pelukan Yuuri.
"Sayang... tidak apa mengalah untuk adikmu, mengalah bukan berarti kalah sayang" ucap Yuuri yang masih memeluk Vino sembari mengelus puncak kepala Vino.
"Terimakasih sayang" ucap Vino dengan tersenyum.
Shira menatap penuh haru melihat kakaknya begitu di sayangi oleh wanita yang sangat luar biasa baiknya seperti Yuuri.
Semoga kakak selalu bahagia bersama kak Yuuri, dia wanita yang sangat baik dan perhatian, aku bisa percayakan kak Vino pada kak Yuuri (gumam Shira memperhatikan mereka berdua).
Yuuri melepaskan pelukannya dan menatap mata indah milik Vino sambil mengelus lengan kokohnya milik Vino.
"Terimakasih kamu masih bisa mengalah dan menurunkan ego mu sekalipun kamu sangat susah untuk melakukannya" ucap Yuuri tersenyum menatap Vino.
"Semuanya untuk kamu dan demi kamu sayang" ucap Vino membalas senyuman Yuuri.
"Kak Yuuri..." teriak Fahira sembari berlari ke arah Yuuri.
Kenzi hanya menggelengkan kepalanya sembari tersenyum menatap sikap kekanakan Fahira.
"Fahira hati hati nanti kamu bisa jatuh" cecar Yuuri yang kesal dengan sikap kekanakan Fahira.
"Hehehe... maaf kakak" ucap Fahira sembari tersenyum nyengir.
"Malam semua..." sapa Kenzi ikut bergabung.
"Malam kakak... malam" sambut Yuuri dan Vino bersamaan.
"Ocha sama kak Daffa mana?" tanya Yuuri yang tidak melihat keberadaan Ocha dan Daffa.
"Mungkin mereka la_" Fahira.
"Lagi apa Fahira... aku disini kok Yuuri" sambung Ocha sembari menatap tajam Fahira.
"Oke baiklah, ayo kita mulai acara barbeque nya" ucap Yuuri setelah melihat Ocha dan Daffa menghampiri mereka.
"Yeay... kita makan makan" ucap Fahira senang.
"Giliran makan makan aja gercep banget anak kecil" ucap Ocha.
"Oh ya aku hampir lupa, kenalkan ini adiknya kak Vino nama nya Shira" ucap Yuuri ketika mereka sampai di hadapan Shira.
" Shira kenalkan mereka semua keluarga dan teman baik kakak" ucap Yuuri.
Yuuri memperkenalkan Shira dengan semua yang ada di sana satu persatu.
"Terimakasih Shira" jawab Ocha tersenyum.
"Fahira jaga ekspresi mukanya itu" bisik Yuuri kepada Fahira.
"Iya kak maaf" bisik Fahira pelan.
"Baiklah semuanya ayo kita mulai acaranya, oh ya gak masalah kan kalau para mbaknya ikutan gabung sama kita, biar tambah ramai gitu" ucap Yuuri.
"Gak apa lah..." jawab mereka semua kompak.
"Wah... kok kompak banget semuanya, berasa paduan suara nih" canda Yuuri membuat mereka semua tertawa mendengar nya.
Semuanya memulai acara barbeque nya dengan di iringi candaan dan tawa dari mereka semua, para wanita mempersiapkan minuman dan lainnya sedangkan untuk laki laki mereka dapat jatah memanggangnya.
Disitulah istimewanya Yuuri bagi Vino, dia selalu mengajak siapapun bergabung dengan acara mereka seperti sekarang ini dimana para mbaknya di paksa untuk ikut gabung padahal nyatanya Vino sangat tau bahwa sebenarnya para mbak tadi menolaknya untuk bergabung, tapi bukan Yuuri nama nya kalau dia tidak punya akal untuk memaksa para mbak untuk bergabung.
Yuuri sangat baik hati menurut siapapun yang mengenalnya baik baru atau sudah lama, dia tidak pernah membedakan semua orang karena bagi Yuuri semua orang itu sama dan kita tidak boleh membeda bedakan orang lain dengan alasan apapun.
"Sebentar ya aku ke sana dulu" tunjuk Yuuri ke arah panggangan.
"Saya saja nona" ucap mbak Ati.
"Udah mbak Ati di sini saja, saya mau lihat apakah sudah ada yang masak atau belum" ujar Yuuri lalu berjalan mendekati Vino.
"Sudah ada yang masak?" tanya Yuuri menghampiri mereka bertiga.
"Belum sayang, kamu duduk aja di sana ya nanti biar aku yang bawakan" ucap Vino lembut sembari membalikkan daging.
"Aku tungguin deh" ucap Yuuri tersenyum menatap Vino.
"Sayang duduk aja di sana, nanti kamu capek" ucap Vino.
"Gak apa aku di sini aja, aku mau bawain buat para mbak sama Shira" ucap Yuuri menunggu di sisi Vino.
"Sayang, nanti kami bertiga bisa bawa untuk kalian semua" ucap Vino.
"Kalian semua pikir para mbak nya akan santai saat lihat kalian bertiga yang bawa makanannya, yang ada mereka semua akan canggung dan gak enak buat makan" gerutu Yuuri kesal kepada mereka bertiga terutama Vino.
"Ya sudah deh iya, jangan ambekan dong" rayu Vino menatap mata Yuuri.
"Udah deh gak usah natap aku gitu" ketus Yuuri.
"Gawat tuh kalau udah ketus gitu" sambung Daffa keceplosan.
Mendengar perkataan Daffa membuat Vino langsung menatap tajam Daffa.
"Enak gak tuh kena tatapan maut" ucap Kenzi.
Dengan secepat kilat Vino dan Daffa langsung menatap tajam Kenzi.
Yuuri yang mulai jengah melihat mereka bertiga langsung mengambil alih Capitan yang di pegang Vino.
"Dasar kalian bertiga itu laki laki dewasa jangan bertingkah seperti anak kecil" gerutu Yuuri yang mengangkat daging dan yang lainnya ke piring yang sudah di sediakan.
"Sayang biar aku yang bawakan" ucap Vino yang ingin mengambil alih piring besar yang di bawakan Yuuri.
"Gak perlu kak, aku bisa bawa sendiri kok" ucap Yuuri sembari berjalan mendekati meja makan.
Vino pun mengalah dan mengikuti Yuuri dari belakang, begitu juga dengan Kenzi dan Daffa yang mengikuti Yuuri dan Vino.
"Ayo makan semuanya, awas ya jangan ada yang malu malu malam ini" ucap Yuuri sembari meletakkan 2 piring besar di tengah meja.
"Iya semuanya ayo kita makan" sambung Vino.
Mereka semua pun akhirnya makan dengan di sertai cerita dan candaan di antara mereka semua, termasuk para mbak karena Yuuri akan melototi para mbak jika mereka tidak berbaur dengan yang lainnya.
*
*
*
Happy reading readers ku...
Maaf ya lama updatenya.