Breath Without Love

Breath Without Love
Hobi Aneh Versi Arkan



Yuuri mengambil alih pekerjaan Arkan dan melanjutkan mengerjakan hal yang lainnya juga, mami hanya duduk sambil diam dan terus tersenyum melihat interaksi anak dan calon mantu kesayangannya sedangkan Arkan mulai membantu Yuuri mengerjakan hal yang lainnya karena pekerjaan sebelumnya sudah di ambil alih oleh Yuuri.


Setelah selesai memasak hidangan yang sangat di minati oleh Arkan, Yuuri mulai menata hasil masakannya dengan Arkan ke piring, ada ayam bakar madu, lalapan, sambal dan tahu tempe goreng.


Setelah Yuuri menatanya di piring, Arkan yang membawanya menuju meja makan.


"Mami... makanan sudah jadi" ucap Arkan yang meletakkan menu nya di atas meja makan.


"Hm... harum banget bau ayam bakar madunya, mami jadi langsung laper nih" ucap mami ketika melihat ayam bakar madu sudah ada di depan matanya.


"Mami mau makan sekarang gak?" tanya Yuuri sembari membawa piring makan.


"Nanti aja sayang mami, sebentar lagi mau adzan Maghrib soalnya" ucap mami sembari melirik jam yang berwarna silver melingkar manis di tangan kirinya.


"Oh iya..." ucap Yuuri kaku.


"Mami... aku jalan ke masjid dulu ya" ucap Arkan sembari meraih kunci mobilnya.


"Hati hati ya sayang" sambung mami.


"Yuuri, kakak duluan ya" pamit Arkan sembari menundukkan kepalanya dan berlalu meninggalkan mami dan Yuuri.


Apa gak salah ya mereka yang rajin beribadah bertemu dengan aku yang sudah melupakan kewajiban ku perlahan (gumam Yuuri dalam hati mulai bergetar).


"Kamu kenapa nak, ada yang salah?" tanya mami bingung yang menatap Yuuri seperti menyembunyikan sesuatu.


"Mami Yuuri boleh bertanya?" tanya Yuuri yang menjawab pertanyaan mami dengan kembali bertanya.


"Ada apa nak, kamu boleh bertanya apapun kepada mami" jawab mami yang bijak.


"Apa mami gak menyesal mau menjadikan aku menantu mami, aku bahkan orang yang tidak taat beribadah" ucap Yuuri sedikit ragu mengatakan nya.


"Insyaallah mami gak menyesal, mami tau kamu anak yang baik kok sayang semoga anak mami bisa menuntun kamu menjadi istri yang sholehah" jawab mami sembari tersenyum.


"Tapi bagaimana dengan kak Arkan mami, apa dia bisa menerima semua kekurangan Yuuri mami?" tanya Yuuri dengan sedikit malu.


"Pertanyaan mami adalah apa kamu mau menjadi menantu mami?" bukannya menjawab mami malah balik bertanya.


"Mami Yuuri...Yuuri takut mengecewakan semua orang terutama mami dan kak Arkan" ucap Yuuri pelan.


Sebenarnya Yuuri takut untuk memulai kehidupan yang baru, apalagi perlakuan mami yang terlalu baik sama aku membuat aku takut jika mengecewakan keluarga mami dan keluarga ku (gumam Yuuri dalam hati).


Mami sangat yakin akan pilihan mami bahwa kamu bisa mengimbangi putra mami itu, mami sangat berharap kalian berdua bisa berjodoh sampai maut memisahkan (gumam mami dalam hati).


"Kita mulai dari sholat bersama ya sayang" ucap mami Leya.


"Mami..." Yuuri.


"Setidaknya kamu bisa belajar pelan pelan sayang, gak harus langsung berubah banget gitu" ucap mami meyakinkan Yuuri.


Yuuri yang merasa terharu mendengarkan perkataan mami membuat hatinya tersentuh dan langsung memeluk mami dengan erat sembari menghapus air matanya yang menetes tidak bisa di tahan.


"Mami Yuuri malu sama Allah" ucap Yuuri di sela tangisnya yang masih erat memeluk mami Leya.


"Gak apa sayang, pencipta kita itu maha pengampun dan penyayang" mami Leya berusaha menenangkan Yuuri.


"Apa Yuuri masih bisa di terima mami?" tanya Yuuri takut.


"Dia akan menerima semua hambanya yang mau kembali kepada nya dengan sungguh sungguh" ucap mami Leya yang melepaskan pelukan Yuuri.


Mami Leya mencangkup kan kedua tangannya di pipi Yuuri sembari mengusap air mata Yuuri yang sudah dari tadi menetes tanpa mau berhenti lagi.


"Udah sayang, sekarang sudah waktunya kita kembali kepada pencipta kita" ucap mami Leya.


Yuuri mengangguk kepalanya mendengarkan ucapan mami Leya dan menuntun mami Leya memasuki ruang sholat yang ada di dalam rumah itu, setelah menyelesaikan sholat magrib nya dan berdo'a mami Leya dan Yuuri kembali menunggu Arkan di meja dapur sembari bercerita.


"Assalamualaikum..." salam Arkan.


"Wa'alaikumsallam..." jawab mami Leya dan Yuuri bersamaan.


"Kakak udah pulang, kita langsung makan aja ya kak, mi" ucap Yuuri mulai mengambil nasi untuk mami Leya.


"Okay... mami juga udah laper nih" ujar mami yang di setujui Arkan dengan anggukan kecil kepalanya.


"Segini cukup mi?" tanya Yuuri.


Setelah mengambil nasi untuk mami Leya, Yuuri juga mengambilkan nasi untuk Arkan.


"Kak Arkan segini cukup?" tanya Yuuri.


"Udah cukup kok" jawab Arkan.


Setelah mengambil nasi untuk mami Leya dan Arkan Yuuri pun kembali mengambil nasi kali ini untuk diri sendiri, Yuuri juga ikutan lapar readers.


"Mami gak nyangka masakan kamu seenak ini ternyata" ucap mami yang memuji masakan Yuuri setelah mencicipi nya tadi.


"Terimakasih mami, silahkan di lanjutkan lagi makannya" ucap Yuuri.


Mami pun mengangguk kan kepalanya dan kembali melahap menu makan malamnya dengan nikmat, sedangkan Arkan hanya diam di tempat dan fokus dengan makanannya dan sepatah katapun yang keluar dari mulutnya.


Lihatlah putra ku itu seperti sudah berapa hari ini dia tidak di beri makan, sampai dia makan sangat lahap tanpa menghiraukan orang di sekitarnya (gumam mami Leya dalam hati untuk anaknya).


Setelah menyelesaikan makan malamnya Yuuri kembali mengajak mami Leya dan Arkan untuk berbicara di ruang tengah, Yuuri juga memanggil para mbak setelah mereka selesai menghabiskan makan malamnya.


"Mami sama kak Arkan duduk di sini dulu ya, Yuuri mau panggil para mbak buat makan malam dan nyiapin makan malam buat pak satpam nya" ucap Yuuri setelah mami Leya dan Arkan kembali duduk di ruang tengah.


Mami Leya dan Arkan pun kompak mengangguk kan kepalanya setelah mendengar ucapan Yuuri.


Baik hati sekali menantu ku itu, dia sangat peduli sama semua orang tanpa pilih pilih dan semoga kamu sellau bersyukur memiliki calon istri seperti Yuuri ya nak (gumam mami dalam hati setelah kepergian Yuuri).


Apa karena dia selalu membantu orang mami menginginkan nya menjadi menantu mami atau ada alasan lain membuat mami ngotot untuk memilih dia, mami gak pernah seperti ini sebelumnya (gumam Arkan dalam hati setelah kepergian Yuuri).


Setelah Yuuri memanggil para mbak untuk makan malam, Yuuri segera kembali bersama Arkan dan mami Leya.


"Yuuri apa orang yang bekerja di rumah ini gak pernah masak?" tanya mami setelah Yuuri duduk lagi bersama mereka.


"Bukan gak pernah masak mami, tapi Yuuri melarang nya karena untuk urusan dapur Yuuri sendiri yang akan bertanggung jawab mami" ucap Yuuri sembari tersenyum.


"Alasannya?" tanya mami bingung.


"Gak ada alasan mami, sudah menjadi hobi Yuuri memasak dan berbelanja kebutuhan dapur" jawab Yuuri lagi.


"Hobi yang aneh" gumam Arkan tapi masih bisa di dengar oleh Yuuri dan mami Leya.


Plak!...


Mami Leya langsung memukul lengan anaknya setelah mendengarkan ucapan anaknya tentang Yuuri.


"Aduh... sakit mami!..." pekik Arkan sembari mengelus lengannya.


"Kamu ngomong apa tentang mantu mami!" bentak mami sedikit meninggikan suaranya.


"Hobi nya aneh mami... dimana mana tuh kalau cewek punya hobi make up, shopping, traveling... gitu loh mami, tapi masa iya dia punya hobi aneh gitu" gerutu Arkan membela diri.


"Gak ada yang aneh sama hobi mantu mami, berarti dia itu sosok wanita idaman yang berbeda dengan yang lainnya" ucap mami membela calon mantunya.


"Tetep aja aneh" Arkan.


"Kamu_" mami Leya.


"Mami... udah hentikan" Yuuri mencoba melerai perdebatan antara ibu dan anak itu.


"Tapi Yuuri_" mami Leya.


"Mami... Yuuri baik baik aja kok, dan kamu kak Arkan... awas ya karena berani mengatakan hobi ku itu aneh" ucap Yuuri sembari memberikan tatapan tajam pada Arkan.


Yah... aku di pelototi sama Yuuri gitu kok serem ya, serasa dunia aku gak bakal baik baik saja ke depannya (gumam Arkan dalam hati yang membuat nyalinya sedikit ciut mendapat tatapan tajam dari Yuuri setelah mengejeknya mempunyai hobi aneh).


*


*


*


Hai readers, gimana perasaan kamu kalau mempunyai hobi yang sangat di sukai tapi di kata aneh sama calon suami sendiri? terus bagaimana Yuuri memberi pelajaran untuk Arkan ya? baca terus ya readers.


Happy reading readers....