Breath Without Love

Breath Without Love
Positif



"Momy...." teriak Kai ketika melihat sang momy tergeletak pingsan di dalam kamar.


Kai berlari menuju sang momy dan mengguncang tubuh sang momy agar segera sadar.


"Oh momy ayolah bangun jangan buat Kai khawatir mom" ucap Kai sembari mengelus lembut pipi sang momy.


Kai berlari merasa membutuhkan pertolongan orang lain agar momy nya bisa di bawa ke rumah sakit, setelah Yuuri di larikan ke rumah sakit oleh para pegawai di rumahnya tidak lupa juga Kai langsung menghubungi Dady nya.


Arkan yang mendengar kabar dari putra nya bahwa istrinya masuk ke rumah sakit langsung meninggalkan semua pekerjaan nya dan langsung bergegas menuju rumah sakit.


"Dady..." panggil Kai ketika melihat Dady nya.


"Bagaimana keadaan momy sayang?" tanya Arkan pada anak nya.


"Kai belum tau Dady" Kai langsung memeluk erat tubuh sang Dady.


Arkan juga balas memeluk putra kesayangannya dan mengelus rambut putranya.


"It's okay sayang, momy pasti akan seger membaik nak" ucap Arkan sembari mencium putranya.


"Really momy akan baik baik saja Dady?" tanya Kai sembari menatap dady nya.


Arkan mengangguk dengan mantap sembari tersenyum pada putranya.


"Dimana aunty Sora sayang?" tanya Arkan.


"Aunty Sora sedang berbicara dengan petugas Dady" jawab Kai.


"Lalu dimana supir yang membawa kalian sayang?" tanya Arkan.


"Tadi pak supir ke toilet Dady" jawab Kai.


"Baiklah sekarang ayo kita duduk sambil menunggu momy" Kai mengikuti langkah Arkan untuk duduk di ruang tunggu.


Tak lama setelah itu dokter yang menangani Yuuri keluar.


"Keluarga nona Yuuri" ucap dokter.


"Saya suaminya dok" ucap Arkan langsung berdiri dan menghampiri dokternya.


"Selamat pak, ada nyawa baru di perut istri anda" ucap dokter sembari menjabat tangan Arkan dengan tersenyum.


"Nyawa apa dok?" tanya Arkan yang kebingungan.


Dokter yang bingung dengan ekspresi Arkan berusaha tersenyum dan menjelaskan kembali bahwa pasien yang dia tangani sedang hamil.


"Jadi maksudnya dokter istri saya hamil?" tanya Arkan dengan mata yang berkaca kaca.


"Iya pak anda tepat sekali" sambung sang dokter tersenyum.


Karena merasa sangat bahagia Arkan pun tak henti mengucapkan syukur dan memeluk erat sang putra.


"Sayang kamu sebentar lagi akan punya adik" ucap Arkan pada putranya.


"Really dad?" tanya Kai tak percaya.


"Iya sayang" Arkan menjawab dengan penuh kebahagiaan.


"Dokter apa sudah bisa melihat istrinya saya" ucap Arkan.


"Silahkan pak" ucap dokter.


Arkan langsung menggandeng tangan Kai dan masuk ke ruang IGD menemui istrinya.


"Momy..." Kai berlari memeluk sang momy yang sudah sadar.


"Oh sayang jangan berlarian nanti kau akan terjatuh" ucap Yuuri khawatir.


"Maaf karena sudah membuat semua orang khawatir tapi jangan beritahukan ini pada papi" ucap Yuuri.


"Iya sayang kami akan rahasiakan ini dari papi" ucap Arkan menggenggam tangan Yuuri sembari tersenyum.


"Kai juga berjanji opa tidak akan tau mom, agar opa tidak perlu khawatir" sambung Kai.


"Kau memang putra terbaik momy nak" ucap Yuuri sembari mencium pipi Kai.


"Tentu saja karena Kai ini putra kesayangannya momy Dady kan" ucap Kai dengan percaya diri dan tersenyum bangga.


Yuuri dan Arkan terkekeh melihat tingkah Kai yang semakin dewasa dan sangat penyayang.


"Apa bisa pulang hari ini kak?" tanya Yuuri.


"Nanti aku tanyakan lagi pada dokter sayang" sambung Arkan.


"Apa masih ada yang sakit sayang?" tanya Arkan.


"Tidak sayang aku baik baik saja" jawab Yuuri.


"Dady tenang saja, momy itu wanita kuat bahkan lebih kuat dari Dady" sambung Kai.


"Kau mengejek Dady mu?" tanya Arkan pura pura kesal.


"No Dady, that's real fact" sambung Kai.


"Baiklah baiklah Dady akui bahwa momy wanita terkuat selama Dady hidup" ucap Arkan mengalah.


"Dady kata momy kalau sering ngambek dan marah marah itu tandanya Dady akan cepat menua" sambung Kai tersenyum.


"What?" Arkan.


"Hentikan perdebatan kalian berdua" sambung momy Yuuri.


"Momy apa kaki momy ingin Kai pijit?" tanya Kai.


"Boleh sayang" sambung Yuuri.


"Dady juga pijit tangan momy, kasian momy pasti kelelahan apalagi ada Dede bayi di perut momy" ucap Kai.


"Sayang hormati Dady mu, dia orang tua mu nak" ucap Momy Yuuri.


Kai pun langsung beralih menatap Dady nya dan dengan muka memelas dan merasa tidak enak dan salah Kai pun menunduk.


"Dady maafkan Kai, seperti kata momy Kai sudah tidak sopan terhadap Dady selaku orang tua Kai" ucap Kai menyesali perbuatannya.


Yuuri dan Arkan tersenyum melihat bagaimana Kai mau mengakui kesalahannya dan mau meminta maaf atas kesalahannya.


"Dady sudah maafkan kamu nak, Kai itu segalanya bagi Dady, begitu juga momy Dede bayi yang ada di dalam perut momy" sambung Arkan.


Kai langsung berhamburan memeluk erat Dady nya lalu tersenyum bangga pada Dady nya.


"Momy senang kalau lihat Dady dan Kai akur begini" ucap Momy Yuuri.


"Selamat ya sayang akhirnya positif juga" ucap Arkan tersenyum.


"Makasih sayang ini semua merupakan masa perjuangan kita" sambung Yuuri.


"Kai mau baby boy or baby girl?" tanya Arkan.


"Kai sih gak milih milih Dady, yang Kai tau mau laki laki atau pun perempuan sama saja Dede bayi itu anugrah dari sang kuasa" ucap Kai tersenyum.


"Good boy anak momy" Yuuri pun tersenyum.


Setelah berkonsultasi dengan dokter akhirnya Yuuri bisa segera pulang dan tidak lupa Arkan menembus obat obatan yang sudah di resepkan dokter.