Breath Without Love

Breath Without Love
Ruang Keluarga



Arkan mengerjapkan matanya dan menatap tangan wajah tenang istri yang masih terlelap.


"Pagi ratu cantik ku" ucap Arkan sembari mencium kening Yuuri.


Perlakuan manis Arkan di pagi hari membuat Yuuri terganggu dan akhirnya menyudahi tidurnya.


"Pagi kak, udah bangun duluan" ucap Yuuri setengah sadar.


"Kamu tidurnya kelamaan sayang, sekarang bangun lah sebentar lagi waktu sarapan" ucap Arkan tersenyum menatap istrinya.


Yuuri hendak berangkat tapi tubuhnya seakan tidak sanggup hanya untuk berdiri saja.


"Kenapa sayang, masih sakit kah karena semalam?" tanya Arkan khawatir.


"Iya sakit, tapi tenang aja cuma sedikit aja kok" ucap Yuuri meyakinkan suaminya kalau dia baik baik saja.


"Kamu yakin?" tanya Arkan lagi memastikan kalau Yuuri baik baik saja.


"Iya tenang aja" jawab Yuuri.


"Kakak gendong aja ya ke kamar mandinya" ucap Arkan hendak menggendong Yuuri.


"Eh...eh...eh... gak perlu sayang, Yuuri baik baik aja loh jadi Yuuri mandi sendiri ya" ucap Yuuri sembari melilitkan selimut ke tubuhnya.


Arkan hanya tersenyum melihat tingkah lucu istrinya yang masih saja malu malu di hadapan suaminya.


"Sayang... sayang... bukan cuma melihat tubuh mu tapi suami mu ini sudah merasakan nya, tapi kamu masih aja malu malu" gumam Arkan dalam hati.


Yuuri memasuki kamar mandi dan mulai berendam di air hangat agar tubuhnya terasa membaik, setelah Yuuri selesai mandi sekarang giliran Arkan untuk mandi.


Selama Arkan mandi Yuuri menyiapkan baju yang Arkan pakai setelah mandi dan memainkan ponselnya sembari menunggu suaminya, setelah lumayan lama menunggu akhirnya Arkan keluar juga dari kamar mandi.


"Kenapa mandi nya lama sekali kak" gerutu Yuuri yang bosan menunggu suaminya mandi.


"Sayang namanya juga mandi jadi bersih bersih" jawab Arkan berjalan menghampiri istrinya yang terlihat sedikit kesal menunggunya.


Yuuri bahkan tidak menjawab suaminya dan malah asik dengan ponselnya.


Arkan duduk di sofa di samping istrinya yang sedang ngambek dengannya, lalu menyenderkan kepalanya ke bahu Yuuri.


"Kak rambutnya kan masih basah, kenapa harus nempel ke Yuuri sih" gerutu Yuuri yang semakin kesal.


"Maafin ya" ucap Arkan mengangkat kepalanya dan menatap istrinya.


"Pakai dulu pakaiannya setelah itu Yuuri maafin deh" ucap Yuuri menahan senyum.


Arkan langsung mengenakan pakaiannya di hadapan sang istri membuat Yuuri memalingkan wajahnya seketika.


"Ih... kakak kenapa harus ganti pakaian di hadapan Yuuri sih?" tanya Yuuri tanpa menatap Arkan.


"Ya gak apa kan sudah sah, jadi gak ada yang harus di permasalahkan sayang" ucap Arkan sembari memakai baju kaos oblongnya.


"Ya kan tetap aja" Yuuri.


"Ayo kita sarapan sayang, kakak udah laper banget" ucap Arkan sembari menggandeng tangan Yuuri menuju meja makan.


"Eh udah selesai ya" ucap Yuuri yang kaget melihat tangannya di gandeng Arkan secara tiba tiba.


"makanya jangan bawel bawel sayang" ucap Arkan sembari berjalan bersama istrinya.


"Nyebelin sih" Yuuri.


Semua anggota keluarga sudah berkumpul dan menunggu mereka berdua di meja makan.


Mereka berdua berjalan menuju meja makan dan Arkan segera duduk di tempat nya sedangkan Yuuri mengikuti duduk di sebelah Arkan.


"Pagi semuanya" ucap Arkan dan Yuuri bersamaan.


Semua anggota keluarga menjawab dengan senyum yang menghiasi wajah mereka di pagi yang cerah.


"Mi Pi, apa gak terlalu berlebihan mengadakan resepsi di hotel?" tanya Yuuri hati hati.


"Maksudnya berlebihan?" tanya mami yang mulai bingung.


"Enggak ada yang berlebihan nak, apa salah nya jika mami dan papi ingin memeriahkan moment spesial dengan mengundang banyak orang yang akan hadir" ucap papi.


"Lagi pula ya kak, Allura senang banget kalau papi sama mami mengadakan acara yang meriah karena biasa bakal banyak cowok tampan yang akan datang" ucap Allura tersenyum penuh arti setelah mengatakannya.


Arkan langsung menarik rambut Allura yang sedang tersenyum menghayal akan banyak nya tamu tampan yang akan datang ke acara resepsi kakak nya.


"Aww.... sakit tau gak sih kak, papi kak Arkan jahat banget sama Lura" adu Lura pada papi nya.


"Lagian masih kecil mikir nya kejauhan bocil" ucap Arkan.


"Papi...." rengek Allura pada papi nya berharap papi nya akan selalu membela nya.


"Kakak kamu benar sayang, kamu gak boleh mikir yang tampan tampan dulu kamu harus belajar dan sukses dulu nak" ucap papi Deriel membuat Allura semakin kesal.


Kini tatapan Allura beralih melihat kakak iparnya yang nampak diam sembari tersenyum, Allura enggan meminta pembelaan terhadap mami nya karena sudah bisa di pastikan mami nya akan selalu membela kakak nya.


"Kak Yuuri....." Allura.


"Iya kenapa dek?" tanya Yuuri lembut.


"Emang kita gak boleh mikir cowok tampan kalau masih sekolah dan belum sukses?" tanya Allura polos.


"Maksud papi sama kakak kamu bukan gitu sayang, papi cuma tidak ingin pendidikan kamu berantakan hanya karena laki laki, apa kamu tau kalau kita dapetin laki laki yang tidak tepat saat kita masih dalam proses itu semua akan menghambat masa depan kamu dek dan kami semua gak mau itu terjadi pada Allura tuan putri kesayangan keluarga Ontario" Yuuri memberi penjelasan yang akhirnya membuat Allura mengerti.


"Kak Yuuri sekarang Allura sudah mengerti dan terima kasih kakak selalu bisa menenangkan Allura" ucap Allura sembari menghampiri Yuuri dan memeluk erat tubuh sang kakak ipar yang membuat mami sangat bahagia melihatnya.


Mami sangat bahagia menyaksikan keluarga nya semakin bahagia setelah hadirnya Yuuri di dalam mereka.


"Keputusan aku menghadirkan Yuuri dalam keluarga ku sungguh luar biasa sangat tepat, aku akan tenang jika suatu hari nanti aku akan pergi, ada Yuuri yang akan jadi pengobat kepergian ku" gumam mami Leya dalam hati.


"Kamu benar benar luar biasa sayang, pilihan mu membuat Arkan menikahi Yuuri memanglah keputusan yang tepat" gumam papi Deriel dalam hati yang ikut merasa bahagia.


"Dasar manja kamu anak kecil" gerutu Arkan yang kesel istrinya di peluk adiknya.


"Biarin, Allura nya bakal selalu jadi adik kecilnya kak Yuuri huuuu....." Allura.


"Biarin aja kak dia adik yang imut" ucap Yuuri tersenyum mengelus rambut lurus Allura.


"Tapi sayang..." Arkan.


"Kak..." Yuuri memberi isyarat pada Arkan agar tidak bertengkar dengan adiknya.


"Iya sayang" Arkan.


Yuuri akan selalu tersenyum bisa memberi sedikit kebahagiaan pada keluarga Ontario yang menurut cerita mami sudah lama sekali mereka tidak kumpul seperti ini, jangan untuk sekedar kumpul bersama kadang buat komunikasi melalui ponsel juga jarang sekali terutama anak pertama keluarga Ontario, siapa lagi kalau bukan Arkan sang suami yang selalu terkesan dingin dan tak ramah sama sekali.


Tapi sekarang berubah sejak kedekatan Arkan dengan Yuuri beberapa waktu lalu di rumah sakit ketika mami Leya mengalami kecelakaan.


*


*


*


Hai readers...


apa kabar? semoga selalu sehat ya


happy reading buat readers yang udah setia ikutin cerita author....


selalu jaga kesehatan ya semuanya.