
Mereka berdua berjalan bergandengan tangan dengan Vino yang tersenyum karena Yuuri tidak tau akan di bawa menemui siapa sedangkan Yuuri sendiri hanya berjalan sembari bertanya tanya bahwa dia akan menemui siapa sebenarnya ini dan rumah siapa yang sedang mereka datangi.
Sebenarnya kak Vino bawa aku menemui siapa sih, ini lagi rumah segede istana gini siapa pemiliknya ya kira kira (Gumam Yuuri bertanya dalam hatinya).
Mereka berdua memasuki rumah besar yang tidak Yuuri ketahui rumah siapa yang mereka datangi.
"Bik, tolong panggilkan mama sama papa ya" ucap Vino pada seorang wanita paruh baya yang bekerja di rumah itu.
"Iya tuan muda tunggu sebentar" jawab wanita paruh baya itu.
Tuan muda? mama? papa? jadi ini rumah utamanya kak Vino (tanya Yuuri dalam hati yang kaget mendengar percakapan antara wanita paruh baya itu dan Vino).
"Sayang ayo duduk" ucap Vino sembari menggandeng tangan Yuuri untuk mengikutinya duduk di sofa.
"Kak kita se_" Yuuri.
"Iya sayang, kita ada di rumah utama keluarga Kauri" sambung Vino tersenyum lembut menatap Yuuri.
"Kak tapi aku belum siap bertemu keluarga kamu" ucap Yuuri frustasi.
"Sayang kenapa, semakin cepat lebih baik" ucap Vino meyakinkan Yuuri.
"Tapi kak_" Yuuri.
"Sayang percayalah lah dan jangan takut selama aku ada di sisimu" ucap Vino.
Vino menggenggam erat tangan Yuuri untuk memberikan kekuatan untuk Yuuri bahwa dia bisa di andalkan.
"Hai sayang lama gak ketemu ya" ucap mama Navia.
Navia Zadira adalah mama kandung Vino Aldiano Kauri dan Shira Aquene Kauri, mempunyai sifat keras kepala dan sangat susah untuk di tentang.
"Sebentar ya sayang aku temuin mama dulu" bisik Vino di telinga Yuuri.
Tanpa menunggu jawaban dari Yuuri, Vino langsung berdiri dan berjalan menemui mamanya.
"Mama..." ucap Vino sembari berjalan mendekati mamanya.
"Kamu tambah ganteng aja sayang" gurau mama Navia tersenyum.
"Ah... mama bisa aja" ucap Vino tersenyum malu malu.
"Siapa dulu papanya" ucap sang papa yang sangat percaya diri.
"Iya deh iya, papa kan bibit unggul" celetuk mama Navia.
"Ma, ada yang mau Vino kenalin ke mama" ucap Vino sembari menggiring mamanya menuju sofa, tempat dimana Yuuri sudah duduk manis di sana.
"Selamat sore om... tante..." ucap Yuuri sembari berdiri dan menundukkan kepalanya memberi hormat kepada kedua orang tua Vino.
"Selamat sore... kamu siapa ya?" tanya mama Navia sembari tersenyum sinis menatap Yuuri.
Yuuri yang di tatap sinis oleh mama Vino langsung aja gugupnya 2 kali lipat.
Tenang Yuuri... tenang dong, kamu gak boleh gugup atau apalah itu dan intinya sekarang kamu itu harus banget tenang biar semuanya gak jadi runyam (gumam Yuuri dalam hati).
"Ma..." tegur Vino.
"Dia siapa sayang?" tanya papa Fandi Ahsa Kauri tanpa basa basi.
Fandi Ahsa Kauri Papa kandung dari Vino dan Shira yang mempunyai sifat tidak jauh beda dari mama Nazia yang keras kepala, gak suka di bantah dan sangat perfeksionis terutama mencarikan pasangan untuk anak anak nya.
"Saya Yuuri om" sambung Yuuri.
"Saya gak nanya kamu, saya nanya anak saya" sambung papa Fandi ketus.
"Pa... dia Yuuri, pacar Vino" ucap Vino tersenyum bangga menyebutkan nama Yuuri sebagai pacarnya.
"Apa?" tanya mama Nazia tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.
"Kamu bercanda Vino" sambung papa Fandi.
"Vino gak bercanda pa... Vino serius kalau Yuuri itu pacar Vino" ucap Vino serius.
"Putusin dia, mama sama papa sudah menemukan wanita yang cantik dan juga setara untuk kamu" ucap mama Navia.
Yuuri tidak bisa lagi menahan sakit di hatinya mendengar ucapan dari kedua orang tua Vino, tetesan bening langsung membasahi pipi Yuuri tanpa permisi.
Vino yang melihat Yuuri menahan air matanya dari tadi dan sekarang sudah mengalir perlahan langsung merasa emosi melihat kedua orang tuanya.
"Ma, pa... kalian berdua gak berhak ngatur hidup Vino gini" gerutu Vino mulai emosi tapi masih tetap menjaga intonasi nada bicaranya pada orang tuanya.
"Mama dan papa berhak atas kamu nak" ucap mama Nazia.
"Ma... tolonglah jangan campuri percintaan Vino begini" lirih Vino.
"Kamu pilih mama papa atau wanita ini" ucap papa Fandi.
"No pa... jangan gitu, papa mama dan Yuuri punya tempat berbeda di hati Vino, jadi Vino gak bisa milih" ucap Vino.
"Yuuri apa kamu akan menyerah secepat ini, bukankah kamu cinta sama aku" ucap Vino kesal mendengar ucapan Yuuri.
"Aku mencintaimu kak bahkan sangat sangat mencintaimu tapi ada orang tua kamu yang gak bisa aku lukai perasaannya jika kamu masih memilih aku" ucap Yuuri.
"Oh ya, bik... tolong panggilkan calon istri untuk anak saya" ucap mama Nazia.
"Mama..." ucap Vino tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.
"Baik nyonya" ucap salah satu pelayan rumah itu.
Pelayan itu pun berjalan dengan langkah cepat memanggil seorang wanita yang tadi di perintahkan oleh mama Vino.
"Ma, pa... aku mohon restui hubungan aku dengan Yuuri ma... pa... dia wanita baik baik dan aku pasti bisa bahagia bersama dia" ucap Vino memelas meminta belas kasih kedua orang tuanya.
"Sekali mama bilang tidak ya tidak Vino!" bentak mama Nazia.
Pelayan itu berjalan bersama wanita seumuran dengan Yuuri mendekati mereka semua.
"Perkenalkan ini calon istri kamu Vino Aldiano Kauri" ucap mama Navia.
"Anna... kamu..." Yuuri kaget bukan main ketika mengetahui jika wanita yang dipilih kedua orang tua Vino itu Anna sahabatnya sendiri.
"Sayang kenalin ini Anna Anandhita wanita cantik, hebat dan pastinya wanita yang setara dengan kita dengan latar belakang yang baik" ucap mama Nazia tersenyum bangga memperkenalkan Anna.
"Hai Yuuri, kok kamu bisa ada di sini" ucap Anna.
"Hai Ann, aku_" Yuuri.
"Aku yang ajak dia ke sini, dia pacar aku wanita yang aku cintai" ketus Vino menatap tak suka pada Anna.
"Kak, dia teman aku" ucap Yuuri menegur sifat Vino.
"Hei... kok bisa sih kamu ngaku ngaku temenan sama calon mantu saya" ucap mama Nazia.
"Mama!" bentak Vino tanpa sengaja.
"Vino! kenapa kamu bisa bentak mama begitu" teriak papa Fandi marah.
"Semua ini gara gara kamu, anak saya tidak pernah sekali pun membentak orang tua nya sebelum kenal kamu" sambung mama Nazia.
"Maaf om, tante... aku benar benar gak punya niat untuk melakukan apa yang tante tuduhkan kepada saya, saya memang bukan wanita seperti yang tante dan om harapkan tapi saya punya harga diri yang tidak bisa membiarkan nya di injak injak oleh siapapun termasuk om dan tante, saya pamit dan minta maaf jika ada kesalahan" ucap Yuuri.
Yuuri baru saja hendak melangkah melewati Vino tapi tangan nya segera di cekal oleh Vino dan itu membuat langkah Yuuri terhenti.
"Jangan pergi" ucap Vino lirih menahan kesedihannya.
"Maaf kak lepasin aku, gak seharusnya kamu menahan aku seperti ini ketika ada calon istri kamu di hadapanmu" ucap Yuuri menahan kesedihannya.
"Aku mohon Yuuri, jangan tinggalkan aku seperti ini, aku mohon kamu gak boleh menyerah secepat ini" ucap Vino dengan butiran bening membasahi pipinya.
Vino benar benar merasa lemah sekarang sehingga air mata dengan mudahnya membanjiri pipinya.
"Kak...turuti orang tua kamu hidup lah bahagia kak, aku merelakan kamu walaupun rasanya sangat sakit tapi percayalah aku mencintaimu kak, jangan sakiti orang tua kamu hanya demi aku" ucap Yuuri yang hendak melepaskan tangannya dari Vino hingga lepas.
Vino berlari mengejar Yuuri, dia tidak menghiraukan teriakan mama dan papanya yang memanggil manggil Vino.
Sebelum Yuuri melangkah keluar dari pintu rumah utama keluarga Kauri, Vino dengan cepat meraih tubuh Yuuri dan memeluknya dari belakang dengan air mata yang masih membasuh pipinya.
"Jangan pergi aku mohon jangan pergi" ucap Vino lirih dengan memeluk erat Yuuri dari belakang.
"Hentikan kak aku mohon, jangan membuat aku tambah menderita lagi seperti ini" ucap Yuuri sembari berusaha melepaskan tangan Vino yang melingkar di tubuhnya.
Setelah pelukannya terlepas Yuuri langsung membalikkan badannya menghadap Vino dan menangkup kedua pipi Vino dengan tangannya sembari menghapus air mata yang masih mengalir di pipi Vino.
"Berhenti menangis dan turuti kata kata orang tua mu, aku yakin kak semua orang tua hanya menginginkan yang terbaik untuk anak anak nya" ucap Yuuri.
"Lalu gimana sama kamu?" tanya Vino.
"Aku yakin aku bisa mengatasinya" ucap Yuuri pura pura kuat.
Nyatanya dia lah yang merasa paling tersakiti dengan kondisi ini, dimana dia sudah di hina habis habisan sama kedua orang tua Vino, merelakan kekasihnya dengan wanita lain dan yang lebih parah lagi wanita yang teman dekatnya sendiri yang akan menggantikan posisinya.
"Sayang aku mencintaimu" ucap Vino lirih.
"Sudah ya, aku pergi" ucap Yuuri melepaskan tangannya dari Vino dan pergi meninggalkan rumah utama milik keluarga Vino.
Vino hendak melangkah dan berniat menyusul Yuuri tapi ucapan papanya menghentikan langkahnya, dan dengan terpaksa Vino menghentikan langkahnya dan kembali masuk ke dalam rumah dan mengurung diri di dalam kamar.
*
*
*
Hai para readers udah pada gak sabar ya nungguin kelanjutan ceritanya, pantengin terus ya.