Breath Without Love

Breath Without Love
Sarapan Spesial



Pagi pagi sekali Kai sudah bangun tidur dan berjalan menuju dapur.


"Tuan muda ada apa kemari?" tanya salah satu pelayan.


"Kai ingin membuatkan sarapan untuk Momy" sambung Kai.


"Tapi tuan muda... biar kami yang siapkan" ucap pelayan.


"Biar Kami yang bantu mbak ini spesial buat Momy" sambung Kai semangat.


"Tapi..." pelayan.


"Biarkan dia bantu menyiapkan sarapan untuk Momy nya mbak" sambung Dady Arkan.


"Tapi tuan apa tidak apa?" tanya pelayan.


"Kalian bisa membantu dan mengawasi nya" sambung Dady Arkan.


"Thank you Dady..." ucap Kai.


"Sama sama boy" sambung Dady Arkan sembari mengusap lembut kepala Kai.


Arkan mengambil minum dan kembali ke kamar menemui istrinya dan mengecup kening Yuuri yang masih tertidur.


Yuuri yang merasa tidurnya terganggu langsung mengerjapkan kedua matanya dan menatap mata indah Arkan yang menatapnya mesra.


"Morning sayang..." ucap Arkan membuat Yuuri tersenyum manis di pagi hari.


"Morning juga sayang" sambung Yuuri sembari tersenyum di pagi hari.


Arkan mengelus lembut perut Yuuri yang masih rata dan mengecup nya berkali kali.


"Terimakasih sudah hari di hidup kami nak" ucap Arkan berbicara di hadapan perut Yuuri yang masih rata.


Yuuri hanya tersenyum mendengar penuturan Arkan dan mengelus lembut pipi Arkan.


"Dia masih terlalu kecil sayang" ucap Yuuri.


"Ketika kehadiran Kai, aku gak bisa melakukannya sayang... maafkan kesalahan suami mu yang bodoh ini" ucap Arkan menahan kesedihannya.


"Sayang tenanglah semuanya sudah berlalu dan yang terpenting sekarang masa depan kita" ucap Yuuri tersenyum.


"Ayo kita sarapan, Kai sudah menyiapkan sarapan spesial untuk Momy nya" ucap Arkan.


"Oh ya?" tanya Yuuri tak percaya.


"Ya sudah ayo kita samperin dia" ucap Yuuri semangat.


Yuuri langsung ke kamar mandi untuk mencuci muka dan mereka pergi bersama keluar kamar turun menemui Kai yang sibuk di dapur.


"Apa yang sedang kamu lakukan nak?" tanya Yuuri berjalan menghampiri Kai dengan bergandengan tangan dengan Arkan.


"Momy... Dady... duduklah akan Kami siapkan makanan spesial untuk Momy dady" sambung Kai tersenyum.


"Baiklah" sambung Arkan tersenyum.


Arkan dan Yuuri langsung duduk di meja makan sembari menunggu Kai dan para pelayan menyiapkan sarapannya.


"Sandwich spesial for Momy dan Dede bayi nya" Kai menyerahkan sepiring sandwich untuk Momy Yuuri.


"Thank you sayang" Yuuri mengusap gemas pipi Kai sembari tersenyum.


Tidak lupa Kai juga memberikan sepiring sandwich untuk Dady yang di balas senyuman manis sang Dady.


"Kai tidak sarapan?" tanya Mony Yuuri.


"Kai makan nasi goreng mom" jawab Kai tersenyum.


"Kai curang masa Dady cuma dapat sandwich aja" gerutu Dady Arkan.


"Dady Momy boleh makan nasi goreng tapi setelah memakan sandwich buatan Kami" terang Kau tersenyum.


"Oh begitu kah?" tanya Mony Yuuri.


"Iya mom, sandwich Kau sendiri yang buat dengan di bantu mbak sekalian" ucap Kai tersenyum.


"Oh iya mbak tolong susu untuk Momy, maaf Kau lupa bawa" ucap Kai meminta salah satu pelayan mengambil segelas susu untuk Momy nya.


Sang pelayan langsung mengambil susu hangat dan meletakkannya di dekat nyonya Yuuri.


"Makasih mbak" ucap Yuuri tersenyum.


"Makasih ya mbak maaf Kai merepotkan" sambung Kai.


"Sama sama tuan muda, ini tidak merepotkan sama sekali" sambung pelayan tersenyum.


Di pagi hari yang cerah ini mereka bertiga menghabiskan waktu dengan sarapan bersama dengan di selingi candaan dan senyuman kebahagiaan.