Breath Without Love

Breath Without Love
Drama Makan Malam



Yuuri menatap kagum pada kamar mewah milik suaminya yang sangat menghipnotis matanya.


"Ini benar benar sangat mewah bahkan lebih mewah dari rumah kak Vino, aku benar benar tidak menyangka kalau keluarga kak Arkan jauh lebih kaya dari keluarga kak Vino" gumam Yuuri dalam hati.


"Sayang kamu kok bengong sih" ucap Arkan menghampiri istrinya yang menatap kagum pada kamarnya.


Yuuri yang tersadar dari lamunannya pun langsung menyudahinya.


"Ini benar benar kamar kakak?" tanya Yuuri.


"Iya sayang" jawab Arkan.


"Kak, barang Yuuri masih dalam mobil"ucap Yuuri yang teringat barang bawaannya masih ada dalam mobil.


"Semua barang kamu sudah tersedia di walk in closet sayang" ucap Arkan sembari duduk di kursi santai sembari membuka MacBook nya.


Arkan mulai memfokuskan diri pada pekerjaan nya membuat Yuuri sangat kesal, karena jika Arkan sudah mulai menyentuh MacBook nya dia akan terlalu tenggelam dengan pekerjaannya tanpa memperdulikan sekitarnya, termasuk istrinya.


Yuuri menghampiri suaminya dan duduk di sebelah suaminya dan menyenderkan kepalanya pada bahu suaminya, Arkan yang menyadari kedatangan Yuuri segera mengalihkan tangannya untuk mengelus pipi istrinya sebentar lalu melanjutkan kembali pekerjaan nya.


Yuuri yang hanya di perhatikan sekilas oleh suaminya menatap tajam ke arah suaminya dengan wajah yang sudah di tekuk, tapi sayang Arkan sama sekali tidak menyadarinya sehingga membuat Yuuri bertambah kesal dan beranjak dari kursi, Arkan yang menyadari Yuuri beranjak dari kursi menatap bingung ke arah istrinya.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Arkan bingung.


"Gak usah pedulikan aku, pedulikan saja perkerjaan kakak" gerutu Yuuri kesal.


Arkan yang menyadari kalau istrinya sedang mode yang kurang mood karena dirinya yang sibuk dengan pekerjaannya mematikan MacBook nya dan menyimpannya kembali ke atas meja dan menghampiri istrinya yang sedang memainkan ponselnya sembari duduk bersender di headboard kasur.


"Sayang kenapa?" tanya Arkan yang sudah duduk di sebelah istrinya.


"Yuuri lagi main ponsel, jangan ganggu dulu" ketus Yuuri yang enggak menatap suaminya.


"Sayang maafin kakak ya, kakak gak ada niat buat cuekin kamu" ucap Arkan tulus.


"Gak apa, Yuuri ngerti kok dan jangan pedulikan Yuuri" ucap Yuuri yang masih enggan menatap suaminya.


"Kamu biasanya gak gini loh sayang, jadi kakak minta maaf ya" ucap Arkan yang masih merayu istri.


"Hm... sudah Yuuri maafkan" ucap Yuuri acuh.


"Tatap mata kakak kalau lagi ngomong" sentak Arkan mulai kesal.


Yuuri yang merasa nada suara Arkan yang mulai meninggi merasa ketakutan langsung menjatuhkan ponselnya dan menatap mata Arkan perlahan dengan sedikit ketakutan.


"Maaf kakak gak bermaksud buat bentak kamu sayang" ucap Arkan menyesali perbuatannya.


"Maafin Yuuri kak" ucap Yuuri dengan mata yang berkaca menatap suaminya.


Arkan langsung memeluk erat istrinya dan mengelus lembut rambut istrinya yang lembut, Yuuri tiba tiba saja menangis sesenggukan sembari memeluk erat tubuh suaminya.


"Jangan bentak Yuuri, Yuuri takut" ucap Yuuri yang semakin mempererat pelukannya.


"Maafin kakak, kakak gak sengaja syang" ucap Arkan tulus.


Arkan yang merasa bersalah terhadap Yuuri mencium lembut leher istri nya sembari menghirup aroma lembut dari tubuh istrinya.


Setelah Arkan merasa keadaan istrinya sudah mulai membaik dan tidak lagi menangis sesenggukan.


"Sayang..." panggil Arkan.


"Iya kak, ada apa?" tanya Yuuri.


"Boleh kakak minta hak kakak malam ini?" tanya Arkan yang masih memeluk tubuh istrinya.


"Iya boleh, Yuuri udah siap lahir batin menerima kakak sebagai suami Yuuri" jawab Yuuri yang masih enggan melepaskan pelukannya.


"Siapkan diri kamu buat malam ini sayang" ucap Arkan dengan senyum kebahagiaan.


Yuuri melepaskan pelukannya dan menatap suaminya.


"Tapi pelan pelan aja ya mainnya, Yuuri takut" ucap Yuuri sendu sembari mencengkram erat tangannya pada baju Arkan.


"Iya sayang, kita akan mulai dari yang paling pelan ya sayang, biar kamu nya gak kesakitan" ucap Arkan tersenyum menatap istrinya yang entah kenapa menurut nya sangat menggemaskan.


Arkan tersenyum menatap wajah tenang istrinya yang entah kenapa sudah mulai membuatnya candu melihat senyum manis Yuuri.


"Kenapa menatap ku begitu?" tanya Yuuri bingung.


"Wajah kamu itu candu buat kakak sayang" jawab Arkan.


"Jangan menatap Yuuri begitu, Yuuri jadi malu" ujar Yuuri lalu menyembunyikan senyumnya.


"Gak apa sayang, membuat suami senang itu gede loh pahalanya" ucap Arkan dengan senyum penuh arti.


"Iya Yuuri tahu kak, cuma Yuuri belum terbiasa di tatap kakak begitu jadi Yuuri masih malu" ungkap Yuuri lalu memeluk erat tubuh Arkan.


"Sayang mau honeymoon kemana?" tanya Arkan sembari terus mengelus rambut Yuuri.


"Kemana saja" jawab Yuuri asal.


"Apa kamu sudah siap melakukannya?" tanya Arkan serius.


"Yuuri siap berbakti pada suami Yuuri" jawab Yuuri beralih menatap suaminya.


"Malam ini jadi kan kita mainnya sayang" Arkan memastikan rencana agar tidak gagal malam ini.


"Iya kak" jawab Yuuri.


"Jangan ketiduran atau pura pura tidur ya" ucap Arkan.


"Dasar suami bawel, nyebelin lagi" gerutu Yuuri.


Yuuri pun segera berlalu meninggalkan Arkan dengan perasaan kesal karena Arkan sangat banyak tanya padanya, dan Yuuri merasa lelah menjawabnya.


🌺🌺🌺


Arkan dan Yuuri selesai mandi dan mulai keluar dari kamar dan berjalan bersama menuju meja makan dimana mami papi dan Allura sudah lebih dulu duduk menunggu kedatangan sepasang suami istri baru.


"Malam semua" ucap Yuuri tersenyum tak enak karena di tunggu oleh mertuanya.


"Malam sayang, ayo duduk nak kita mulai makan malam nya" jawab mami Leya.


"Nikmati makan malam mu ya nak, gak perlu sungkan sama mami papi apalagi Allura" sambung papi.


"Iya kakak ipar, bagaimana pun kak Yuuri adalah anggota keluarga Ontario" sambung Allura tersenyum menyambut kakak iparnya.


"Terimakasih sudah menerima Yuuri dengan sangat terbuka mami papi Lura" ucap Yuuri yang sangat senang bisa punya keluarga seperti ini yang sangat menerima dirinya.


Semuanya tersenyum menatap Yuuri dengan bahagia terutama Arkan merasa tenang kalau Yuuri merasa nyaman dengan keluarganya, Arkan menggenggam erat tangan istrinya.


"Sayang mau makan apa?" tanya Arkan pada Yuuri.


"Kenapa kakak yang bertanya seperti itu, seharusnya Yuuri yang melakukannya" ucap Yuuri.


"Gak papa sayang, mami malah senang kalau putra manja mami itu bisa membahagiakan dan memuliakan mu nak" ucap mami Leya tersenyum bahagia.


Karena pada dasarnya Arkan tidak pernah berbuat manis pada wanita, dia tidak kasar hanya saja Arkan selalu menampilkan wajah datar yang terkesan cuek dan dingin pada setiap wanita, karena alasan itu lah mami Leya dan papi Dariel sangat senang melihat perubahan sikap Arkan yang mulai menghangat terutama pada istri nya sendiri.


"Tapi mi, apa Yuuri gak kurang ajar membiarkan suami yang melayani istrinya?" tanya Yuuri bingung.


"Gak papa nak, papi yakin, Arkan sangat menyayangi mu" sambung papi Dariel.


"Sayang, kakak senang melakukannya" ucap Arkan tersenyum manis.


Lalu Arkan mulai mengambil beberapa menu makan malam ke piring dan mulai hendak menyuapi istrinya.


"What?" pekik Allura.


"Kenapa?" tanya mami kaget mendengar suara Lura.


"Sejak kapan kak Arkan bersikap manis begitu sama wanita?" tanya Allura yang kaget melihat perubahan sikap Arkan.


"Dasar iri, terserah kakak dong mau manis atau romantis atau apalah lagian sama istri sendiri kan dapet pahala ya mi pi" ucap Arkan.


Yuuri yang merasa malu membuat wajahnya memerah mulai menutup wajahnya dengan kedua tangan, bagaimana tidak malu kalau dia sekarang menjadi pusat perhatian seluruh keluarga dan para maid yang berada di sekitarnya.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Arkan karena Yuuri menutup wajah nya dengan kedua telapak tangannya.


"Aku malu kak" bisik Yuuri di telinga Arkan, membuat Arkan tersenyum mendengarnya.


"Para maid bisa tinggalkan ruang makan ini" titah mami Leya pada para maid.


"Lanjutkan makan nya jangan pada ribut lagi" ucap papi.


Lalu semuanya mulai menikmati makan malamnya dengan suasana yang tenang.


*


*


*


Hai readers....


Happy reading my readers....


jangan lupa buat selalu dukung karya author ya, semoga author cepat up lagi.