Breath Without Love

Breath Without Love
Status Baru



Yuuri berjalan bersama ibu Rita dan Zia menuju tempat akad nikah yang sudah di hias dengan dekorasi yang indah, dan menyusul duduk di sebelah Arkan yang sudah lebih dulu duduk di depan penghulu.


Bang Aga yang menjadi wali nikah untuk Yuuri mulai menjabat tangan Arkan yang akan menjadi suami adiknya, setelah ijab kabul berhasil di ucapkan dengan lantang dan lancar oleh Arkan akhirnya mereka resmi menjadi sepasang suami istri dan tidak lupa Yuuri mencium tangan suaminya sebagai bentuk penghormatan terhadap suaminya, sedangkan Arkan tidak lupa membacakan doa sembari memegang kepala istri lalu mencium kening Yuuri sebagai bentuk kasih sayang.


Mereka segera bertukar cincin pernikahan yang berwarna rose gold dan mulai menandatangani surat nikah.


Hari sudah menjelang siang, nampak Yuuri dan Arkan sudah mulai kelelahan karena banyaknya tamu yang datang di acara akad nikah mereka.


"Kalian istirahat dulu di kamar ya, nanti malam bakalan di lanjutkan lagi resepsi" ucap ibu Rita.


"Oh ya, seminggu setelah ini juga akan ada resepsi di Jakarta, jadi kalian harus lebih sehat dan memulihkan tenaga" sambung mami Leya.


"Ingat ya Arkan, jangan main dulu nanti kasian menantu papi gak bisa jalan buat nanti malam" goda papi.


"Papi apaan sih bikin malu aja" gerutu Arkan.


"Ya udah kami pamit duluan ya buk, mi, Pi" pamit Yuuri sembari menggenggam tangan suami nya agar pergi dari hadapan para orang tua.


"Kamu udah gak sabar?" tanya Arkan sembari terus mengekori Yuuri berjalan.


Dengan kesal Yuuri menghentikan langkahnya dengan tiba tiba dan membuat Arkan yang tadi asik mengerjai Yuuri kaget ketika dia menabrak Yuuri yang berhenti secara mendadak dan membalikkan badannya menatap tajam mata Arkan.


"Kamu kenapa lihat aku serem banget gitu?" tanya Arkan dengan hati hati, karena dia sudah membangunkan singa betina.


"Kamu bisa gak jangan suka bercanda yang berlebihan begitu" gerutu Yuuri yang kesal dengan tingkah laki laki di hadapannya yang baru saja berstatus sebagai suaminya.


"Sebagai istri yang baik, lebih baik kita langsung istirahat aja ya" Arkan mengalah dan mengajak Yuuri untuk beristirahat.


Yuuri yang juga merasa lelah akhirnya mengikuti Arkan menuju kamar pengantin nya, kamar yang sudah di dekorasi dengan sangat indah seperti umumnya kamar pengantin.


Setelah mereka berdua masuk ke dalam kamar pengantin suasana nya berubah menjadi mencekam dan kaku.


"Kamu mandi dulu pasti gerah kan, habis itu kita sholat bareng" ucap Arkan yang sudah duduk di sofa santai sembari memainkan ponselnya sambil menunggu Yuuri.


Yuuri langsung bergegas menuju kamar mandi dengan pakaian ganti di tangannya, setelah bergiliran mandi mereka berdua melanjutkannya dengan menjalani sholat Dzuhur bersama dengan Arkan sebagai imam dan Yuuri sebagai makmum.


Setelah selesai sholat berjamaah sebagai suami istri pertama kalinya akhirnya mereka berdua duduk di atas tempat tidur.


"Maaf kalau pernikahan kita harus di mulai dari paksaan dan maaf juga karena pernikahan ini membatasi ruang gerak kamu" Arkan memulai percakapannya.


"Aku gak apa kak, walaupun berat tapi aku harus berusaha Ikhlas menjalani kehidupan ini" Yuuri sudah berusaha ikhlas dengan nasib pernikahannya yang tanpa cinta.


"Kamu gak harus memenuhi kewajiban mu untuk mengurusku" ujar Arkan.


"Aku akan berusaha memenuhi kewajiban ku sebagai seorang istri kak, insyaallah" sambung Yuuri.


"Aku gak akan pernah maksa kamu untuk memberikan hak ku, aku tidak ingin memaksanya" ujar Arkan.


"Biarkan aku memenuhinya sebagai seorang istri kak, aku tidak ingin berdosa karena tidak memberi hak mu sebagai suami" ucap Yuuri menatap mata indah milik Arkan.


"Apa sudah siap untuk malam ini?" tanya Arkan serius sembari menatap tajam mata Yuuri.


"Insyaallah udah kak" ucap Yuuri gugup.


Mampus nih, bilangnya udah siap tapi jantung ku kok malah berdetak tak karuan ya (gumam Yuuri dalam hati).


Kamu bilang udah siap, tapi suara kamu terdengar sangat bergetar Yuuri, apa kita benar benar harus melakukannya (gumam Arkan dalam hati).


"Tidurlah dulu dan beristirahat sebelum kita melakukan nya nanti malam" ucap Arkan tersenyum lalu merebahkan diri di atas kasur yang sudah di hias sangat cantik.


Yuuri mengangguk kepalanya dan menyusul Arkan dengan berbaring di sebelahnya.


"Kak..." Yuuri menghadap Arkan.


"Hm... ada apa?" tanya Arkan bingung.


"Apa kamu akan minta kita untuk berpisah nantinya?" tanya Yuuri.


"Pertanyaan macam apa itu, untuk apa menikah kalau merencanakan perpisahan" gerutu Arkan kesal.


"Ya... mungkin aja kan, kakak punya wanita lain di luar sana" ujar Yuuri.


Arkan langsung mengacak rambut Yuuri yang sudah tidak menggunakan hijab lagi.


"Berhenti berpikir yang tidak tidak" ucap Arkan.


Yuuri langsung mencebikkan bibirnya dan menatap tajam sang suami.


"Tapi kalau benar gimana?" tanya Yuuri.


"Berhenti berpikiran yang aneh aneh istriku" ucap Arkan yang bertambah kesal.


Arkan yang tidak membiarkan Yuuri berpikiran yang aneh aneh langsung memeluk Yuuri erat.


"Tidurlah, nanti kamu kelelahan karena nanti malam akan ada acara lanjutan untuk resepsi pernikahannya" ucap Arkan.


Yuuri hanya bisa menganggukkan kepala sembari memejamkan matanya perlahan karena mendapat kan kenyamanan dari pelukan Arkan.


Aku udah lama tertarik dengan mu, tapi aku belum yakin tentang perasaanku padamu istriku, tapi aku tidak akan bisa melepaskan mu begitu saja (gumam Arkan sembari memandangi wajah manis wanita yang berada dalam pelukannya yang sekarang sudah berstatus sebagai istrinya).


Lama memandang wajah manis Yuuri membuat Arkan ikut mengantuk dan terlelap bersama Yuuri yang sudah lebih dulu tertidur.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Yuuri terbangun lebih dulu karena di ponselnya masuk sebuah panggil dari Shira adiknya Vino, Yuuri pun berangkat dengan pelan dan berjalan menjauhi Arkan yang sedang tertidur pulas.


๐Ÿ“žYuuri


Iya Shira, ada apa dek?


๐Ÿ“ž Shira


Kak Yuuri... selamat ya atas pernikahannya, selamat berstatus baru... semoga kakak menjadi wanita yang bahagia dan pernikahan menjadi pernikahan paling romantis


๐Ÿ“ž Yuuri


Terimakasih atas ucapan status barunya Shira, semoga kalian sekeluarga sehat dan hidup bahagia


๐Ÿ“žShira


Gak ada kebahagiaan untuk kak Vino setelah kepergian kakak, yang ada hanya tangis tanpa air mata kak


๐Ÿ“ž Yuuri


Shira sayang... yakinlah akan ada kebahagian ketika kita bisa menerima semua kenyataan dengan ikhlas


๐Ÿ“žShira


Terimakasih sudah pernah membahagiakan kak Vino dan Shira, Shira sayang kak Yuuri


๐Ÿ“ž Yuuri


Sama sama sayang, kakak juga sayang sama Shira


๐Ÿ“žShira


Shira tutup telpon nya ya kak, sekali lagi selamat menyandang status baru sebagai istri


๐Ÿ“ž Yuuri


Terimakasih banyak atas ucapannya ya, salam untuk keluarga kamu ya Shira


๐Ÿ“žShira


Iya kak, nanti Shira sampaikan


Shira langsung mematikan sambungan telponnya dan bergegas kembali ke sisi suaminya.


Lucu banget ya, sekarang udah status baru aja, perasaan baru aja kemaren lulus sekolah... eh tau tau nya sekarang udah jadi istri aja (gumam Yuuri sembari menatap wajah tampan suaminya).


"Kamu udah gak tahan buat nanti malam" Arkan berbicara dengan mata yang masih terpejam.


"Kamu udah bangun kak?" tanya Yuuri salah tingkah karena ketahuan sedang memperhatikan suaminya.


"Udah lah" jawab Arkan datar sembari membuka matanya dan duduk sembari bersandar dan menatap Yuuri.


"Sejak kapan kak?" tanya Yuuri gugup.


"Sejak status baru" jawab Arkan datar.


"Apa!..." pekik Yuuri kaget.


*


*


*


Happy reading buat readers setia aku.