
Selesai makan siang mereka semua duduk bersama dan berkumpul di ruang keluarga termasuk Kai yang duduk sembari menyender di pangkuan Dady nya.
Tapi lama kelamaan Kai tertidur di pangkuan sang Dady membuat Arkan ingin membawanya dan meletakkan nya di kamar yang tadi sudah di siapkan pelayan.
"Jangan kak" ucap Yuuri.
"Kasian sayang dia pasti lelah, nanti kita bisa mengganggu tidurnya" sambung Arkan.
"Dia mempunyai kebiasaan jika dia tidur di pangkuan seseorang sebelum tidur, maka orang pertama yang harus dia lihat ya orang itu, tapi jika dia tertidur sendiri maka dia baik baik aja jika tidak dia akan menangis dan mengatakan kakak jahat karena tega ninggalin dia" ucap Yuuri tersenyum.
"Baiklah dia di sini saja" sambung Arkan.
"Apa dia tidak terbangun sayang?" tanya opa Derriel.
"Tidak akan Pi, dia akan bangun jika dia merasa puas dalam tidurnya" sambung Yuuri.
"Cucu opa kamu benar benar luar biasa sayang" ucap papi Derriel memperhatikan Kai.
"Keponakan Lura Pi" sambung Lura.
"Iya sayang, pewaris keluarga kita" sambung sang papi
"Kak apa alasan kakak kembali ke kak Arkan yang tak berguna itu" celetuk Lura.
Yuuri menggenggam erat tangan suaminya dan tersenyum, sedangkan Arkan sudah menatap tajam adiknya.
"Sebenarnya kakak sering melihat mata Kai ketika dia menanyakan dimana Dady nya, dan semenjak itu kakak berusaha untuk menyembuhkan luka itu dan ketika luka itu sembuh kakak harap kita bisa kembali lagi dengan bahagia" ucap Yuuri tersenyum.
"Sayang maaf..." lirih Arkan sangat menyesal.
"Sudah kak ini sudah berlalu" sambung Yuuri.
"Sayang maaf tapi nanti sore papi ingin keluar karena ada janji bermain golf bersama Lura" ucap papi Derriel.
"Kok bawa Lura sih Pi" ucap Lura bingung.
"Karena papi ingin mengenalkan mu pada anak sahabat papi sayang" jawab papi.
"Bagus Pi sudah waktunya dia menikah" sambung Arkan.
"No no no apaan sih kenapa main jodoh jodohan" gerutu Lura tak terima.
"Sayang... kenalan bukan jodohin kamu Lura" ucap papi.
"Papi dan kak Arkan selalu saja menumbalkan Lura" gerutu Lura.
"Boleh papi bawa cucu papi?" tanya Api Derriel.
"Boleh Pi, dia sangat senang bila di ajak berjalan jalan dulu dia paling semangat jika berjalan jalan dengan uncle nya apalagi jika Yuuri tidak ikut" ucap Yuuri tersenyum sembari mengelus kepala putra nya yang sedang terlelap di pangkuan suaminya.
"Dia sangat dewasa sayang" sambung Arkan menatap putranya yang tertidur.
"Lura kamu kan sangat lama jika berdandan, jadi lakukan lah sekarang" ucap papi.
"Papi...." Lura kesal lalu pergi meninggalkan semua orang.
"Papi juga ingin bersiap siap ya sayang" ucap papi lalu berlalu meninggalkan anak menantu dan cucu nya.
"Mandikan dia sebelum pergi sayang" ucap Arkan menatap istrinya.
"Aku ambilkan dulu baju ganti dia kak" ucap Yuuri.
"Biar pelayan yang melakukannya sayang kamu di sini saja, kakak kangen sama kamu" ucap Arkan mengelus pipi sang istri.
"Kak..." Yuuri.
Lalu Arkan memanggil pelayan untuk mengambil keperluan Kai di dalam mobil.
"Dady..." panggil Kai yang terbangun dari tidurnya dengan suara yang serak.
"Iya sayang ada apa nak" ucap Arkan tersenyum.
"Sayang opa dan aunty Lura ingin mengajak mu pergi main golf, mau ikut gak sayang?" tanya Yuuri.
"Momy ikut?" Kai balik bertanya.
"Gak sayang momy harus di sini menemani momy" ucap Arkan tersenyum.
"Kai mau ikut momy" sambung Kai tersenyum.
"Tapi mandi dulu sayang sebelum pergi, opa dan aunty sedang bersiap siap" ucap Yuuri.
"Baiklah dimana Kai harus mandi mom?" tanya Kai.
"Sini biar Dady mandikan" sambung Arkan.
"Kak dia bisa mandi sndiri" ucap Yuuri tersenyum.
"Momy benar Dady Kau bisa sendiri" sambung Kai.
"Baiklah ayo Dady antar" ucap Arkan.
"Katakan apa kegiatan mu sekarang sayang" ucap Arkan.
"Aku tidak percaya jika kau tidak punya kegiatan apapun" sambung Kai.
"Aku sedang membuka restoran dan kafe kak, dan kemungkinan 2 Minggu lagi opening" jawab Yuuri.
"Kau luar biasa sayang pantas saja jika Kai sangat mengagumkan, didikan mu yang terbaik sayang" ucap Arkan tersenyum.
"Itu semua atas dukungan kak Vino dia memberikan Yuuri modal untuk membuka sebuah restoran dan setelah restoran itu sangat ramai dan banyak peminat, Yuuri mulai membuka cafe and bakery di sana dan modal awal yang di berikan kak Vino sudah Yuuri kembalikan" ucap Yuuri.
"Vino menjaga kalian dengan sangat baik" sambung Arkan.
"Dimana kau selama ini sayang?" tanya Arkan.
"New Zealand" jawab Yuuri.
"Pantas saja aku tidak bisa menemukan kalian" gerutu Arkan sedikit kesal.
"Aku berjanji tidak akan pernah melepaskan mu lagi sekalipun dunia menjatuhkan mu aku akan selalu ada di samping mu sayang maafkan kebodohan aku yang dulu" Arkan menggenggam erat kedua tangan Yuuri.
"Lupakan kak lupakan yang lalu" sambung Yuuri.
"Baiklah kita mulai dari awal bersama Kai" ucap Arkan.
"Oh ya kak Vino akan ke sini jika acar opening restoran dan kafe nya di laksanakan" ucap Yuuri tersenyum.
"Bagaimana jika kita mengundang teman lama ku sayang" ucap Arkan.
"Siapa?" tanya Arkan.
"dr. Salsha" ucap Arkan.
"Boleh kak" sambung Yuuri tersenyum.
"Momy... I'm ready to go" ucap Kai.
"Baiklah sayang tunggu opa dan aunty, Lura ya" sambung Yuuri.
Kai berjalan dengan sangat rapi menghampiri momy Dady nya.
"Bagaimana penampilan ku dad?" tanya Kai.
"Rapi sayang kau keren sekali nak" ucap Arkan.
"Ayo opa sudah siap" sambung papi Derriel.
"Opa kenapa lama sekali, Kai lelah menunggu" gerutu Kai.
"Kai...." Yuuri.
"Sorry momy Kai kelepasan hehe...." Kai ketawa.
"Dimana aunty mu sayang?" tanya papi Derriel.
"Mungkin sedang memoles bibirnya biar cantik" sambung Kai.
"Kai.... kau bisa sekali sayang" sambung Lura yang menghampiri keluarganya.
"Ayo jalan semuanya sudah siap" ajak Kai.
"Kau itu sangat tidak sabaran sekali sayang" gerutu Yuuri.
"Momy... jika sering mengomel nanti momy cepat menua dan keriput" sambung Kai.
"Oh sekarang mengomentari momy yang suka ngomel sedangkan kamu sudah ngomel dari tadi Kai" ucap Yuuri menatap tajam putranya.
"Sudahlah sayang dia bercanda" sambung Arkan mengelus pipi sang istri.
"Anak mu kak" ucap Yuuri.
"Anak momy dan Dady" sambung Kai tersenyum.
"Iya sayang anak momy dady" sambung Arkan.
"Sudah ayo kita berangkat sekarang" ucap papi Derriel tersenyum.
"Momy.... Dady.... Kai pergi dulu" Kai langsung mencium pipi momy dan Dady nya.
Mereka semua pergi meninggalkan rumah untuk bersenang senang, betapa bahagianya Arkan mereka hanya di tinggal berdua dan tidak ada yang menggangu nya lagi.
*
*
*
Happy reading readers 🤗🤗🤗
jangan lupa vote dan komentar nya biar author tambah semangat😉