
Setelah selesai memimpin rapat internal Vino segera menyelesaikan pekerjaan nya, dia sudah tidak sabar untuk segera menemui Yuuri setelah Yuuri selesai praktek.
Pukul 13.15
"Ervin, handle kantor karena saya mau ke menemui pacar saya" ucap Vino.
"Apa bos, pacar?" pekik Ervin bingung dengan ucapan Vino.
"Eh dasar ini bocah teriak kagetnya di telinga aku lagi" gerutu Vino kesal sambil mengelus telinga nya.
"Maaf bos, saya kaget aja dengernya dan siapa pacarnya bos?" tanya Ervin penasaran.
"Dasar jomlo kepo" ucap Vino tersenyum mengejek.
"Aduh bos, baru aja melepas status jomlo jadi gak usah ngatain yang masih jomlo deh" ucap Ervin kesal.
"Kalau kamu protes lagi aku bikin lembur kamu seharian penuh" ancam Vino menatap Ervin.
"Eh...eh...eh... iya...iya... bos, maaf deh... tapi emangnya siapa pacar bos itu?" tanya Ervin masih kepo.
"Yuuri dong" ucap Vino bangga sembari membayangkan dia akan segera bertemu Yuuri.
"Wah selamat ya bos, semoga segera halal" ucap Ervin dengan senyuman manisnya.
"Makasih ya Ervin, gak jadi deh kamu lemburnya" ucap Vino tersenyum bahagia atas ucapan Ervin.
"Alhamdulillah terimakasih bos" ucap Ervin dengan bahagia.
"Oh ya, kasih tau Shira buat ketemu di Likejoy cafe yang dekat dari kampus Yuuri" ucap Vino serius.
"Siap bos, laksanakan" ucap Ervin tersenyum.
"Baiklah, aku jalan duluan ya" ucap Vino sembari pergi meninggalkan kantornya dan berlalu menuju kampus Yuuri.
Vino sampai di depan gerbang kampus Yuuri pukul 13.50, dia ingin keluar untuk menemui yuuri yang masih di kampus tapi tiba tiba dia teringat ucapan Yuuri pagi tadi jadi dia memutuskan untuk menunggu Yuuri di dalam mobil sambil memainkan ponselnya.
drrrtt...drrrtt...
Vino langsung tersenyum ketika melihat nomor Yuuri yang ada di layar ponselnya
dan dengan cepat tanpa menunggu lama lagi dia langsung menggeser tombol hijau di layar ponselnya
📞 Vino
Iya sayang, kenapa?
📞 Yuuri
Kak kamu dimana, masih di kantor ya
📞 Vino
Enggak sayang aku sudah sampai depan
📞 Yuuri
Terus kenapa kamu gak jemput aku ke dalam kampus
📞 Vino
Sayang, kamu bilang aku tunggu aja di dalam mobil gak boleh keluar
📞 Yuuri
Oh iya, aduh... maaf ya kak Yuuri lupa
📞 Vino
Aku jemput ke dalam ya sayang ya
📞 Yuuri
Jangan... gak usah, aku aja yang keluar
📞 Vino
Baiklah hati hati sayang, jangan lari lari nanti jatuh sayang
📞 Yuuri
Aku bukan anak kecil kak
📞 Vino
Baiklah sayang
Yuuri pun segera mematikan sambungan teleponnya.
"Anna, aku balik duluan ya" ucap Yuuri.
"Eh...eh...eh... tunggu.... kita kan ada mata kuliah 2 jam lagi" ucap Anna yang mencoba menahan Yuuri.
"Aku tau Anna, aku bakalan balik lagi sebelum jam 4 kok" ucap Yuuri sembari menatap jam di pergelangan tangannya.
"Kamu mau ke mana sih?" tanya Anna mulai penasaran.
"Aku ada janji sama teman" ucap Yuuri.
"Teman siapa?" tanya Anna bingung.
"Teman aku lah Anna, udah dulu ya aku di tungguin nih" ucap Yuuri yang sudah berlari menuju gerbang kampus meninggalkan Anna sendiri.
Yuuri masih saja berlari meninggalkan area kampus dan menuju depan gerbang mencari mobil Vino setelah melihat mobil Vino, Yuuri segera menghampiri mobil Vino dan masuk ke dalam mobil Vino.
"Udah lama nunggunya kak?" tanya Yuuri yang masuk ke dalam mobil.
"Belum lama kok sayang" ucap vino sembari mengelap keringat yuuri di dahi karena Yuuri habis lari keluar dari kampus.
"Kamu pasti lari lari kan" ucap Vino menatap Yuuri dengan lembut.
"Maaf ya kak, gak denger omongan kakak" ucap Yuuri yang juga menatap Vino.
"Gak apa, yang penting kamu nya selamat" ucap Vino sembari mulai mengemudi meninggalkan area kampus dan mengemudi menyusuri jalanan
"Kita ke Likejoy cafe ya, sekalian aku mau kenalin kamu sama adik kakak" ucap Vino sambil masih fokus mengemudi.
"Tapi kak, gimana kalau adik kakak gak suka sama aku?" tanya Yuuri khawatir.
"Percayalah sayang, dia baik kok walaupun agak galak" ucap Vino sambil tersenyum.
"Semoga dia bisa menerima ku, tapi apa tidak terlalu cepat?" tanya Yuuri.
"Apanya yang terlalu cepat bahkan ini kesannya terlalu lama karena aku sudah mencintai kamu 2 tahun yang lalu saat kita bertemu lagi di bandara" ucap Vino serius.
"Baiklah, kita temui dia" ucap Yuuri yakin.
Shira sudah duduk dengan manis sambil menatap ke luar jendela menunggu sang kakak tercinta nya.
*K**enapa kak Vino lama sekali, kenapa dia tidak berbicara di rumah saja toh nanti kan dia nya bakalan pulang juga (gumam Shira sembari menunggu kedatangan Vino*).
"Sayang ayo" ucap Vino setelah sampai di halaman Likejoy cafe.
"Kak aku takut" ucap Yuuri mulai ragu.
"Hei... kamu kenapa sayang, tenang lah ada kakak yang selalu di sisimu" ucap Vino sembari menggenggam tangan yuuri seolah memberi kekuatan untuknya.
Lama Yuuri terdiam di dalam mobil dengan tangan yang masing di genggam oleh Vino.
"Baiklah ayo kak, aku siap" ucap Yuuri yang mulai mendapatkan sedikit keyakinan dalam hatinya.
Vino pun keluar dari mobil dan menghampiri Yuuri dan membuka pintu mobil untuk Yuuri serta membimbing Yuuri untuk mengikutinya sambil terus menggenggam tangan Yuuri tanpa berniat untuk melepaskan nya.
*N**ah itu dia kak Vino, eh... tapi tunggu dulu itu siapa ya? kok kak Vino bawa cewek nemuin aku (gumam Shira*).
Vino yang melihat Shira pun segera menghampiri Shira dengan tangan nya masih menggenggam tangan Yuuri.
"Kakak..." seru Shira sembari memeluk kakak kesayangan nya itu.
"Hei... adik ku yang genit" ucap Vino yang mulai menggoda Shira.
"Idih... adiknya sendiri di bilang genit" ketus Shira kesal.
"Iya deh, enggak kok nona manis yang lucu" ucap Vino.
"Dasar nyebelin, ya udah deh duduk yuk" ucap Shira.
"Iya sayang" ucap Vino sembari menyuruh Yuuri untuk mengikutinya duduk di sisinya.
Yuuri hanya bisa tersenyum melihat interaksi hangat antara saudara di hadapannya ini.
"Dia siapa kak?" tanya Shira menyelidik wanita cantik yang dibawa Vino menemui nya.
"Kenalin ya Shira, ini pacar kakak nama nya_" kata kata vino terhenti ketika melihat tatapan tajam yang mematikan dari adiknya, membuat suasana sungguh mencekam.
"Kakak kenapa sih masih aja percaya sama cewek lagi, kalau kakak di sakiti lagi gimana?" tanya Shira khawatir.
"Shira sayang dengarlah, dia bukan orang yang seperti itu" ucap Vino menjelaskan.
"Tapi kak aku tidak mengenal nya" ucap Shira khawatir hal yang sama terulang kembali.
Yuuri hanya menunduk sembari terus mengumbar senyum ke arah Vino dan Shira.
"Hai kenalkan, aku Yuuri" ucap Yuuri sembari tersenyum ke arah Shira.
namun tidak ada balasan sama sekali dari Shira.
"Sayang..." ucap vino khawatir sambil menggenggam erat tangan Yuuri.
"Shira aku tau kamu sangat berhati hati terhadap siapa pun yang dekat dengan kakakmu tapi aku tidak pernah mengharap kan apapun dari kakakmu, aku hanya benar benar mencintai kakak mu Vino Aldiano.
Aku tidak tau siapa dia, dan seperti keluarganya dan yang hanya aku tau satu hal dari seorang Vino Aldiano kami saling mencintai" ucap Yuuri menjelaskan panjang lebar tentang perasaannya terhadap Vino.
Vino dan Shira merasa terharu mendengar penuturan Yuuri yang benar benar sangat menyentuh hati dengar perkataan nya.
"Sayang" ucap vino menatap Yuuri lembut.
"Aku benar benar menyayangi mu kak"ucap Yuuri tersenyum.
"Terimakasih" ucap Vino tulus.
"Apa yang kau katakan kak, aku tulus padamu" ucap Yuuri serius menatap mata Vino.
Vino benar benar terharu mendengarkan
semua yang di ucapkan Yuuri, dia tidak menyangka yuuri benar benar mencintai nya setulus itu.
"Apa kau benar benar mencintai kakak ku?" tanya Shira serius menatap tajam wajah Yuuri.
"Iya" jawab Yuuri mantap tanpa ragu.
"Apa kau tidak tau siapa kakak ku?"tanya Shira mencoba mencari celah.
"Tidak" ucap Yuuri dengan lantang dan tegas.
"Lalu kalau kau tidak tau siapa kakak ku, kenapa kau mencintainya?" tanya Shira yang masih ingin menentang hubungan kakaknya dengan Yuuri.
"Shira dengarkan aku, cinta tidak pernah membutuhkan sebuah alasan karena kita tidak tahu kemana hati kita akan membawa kita" ucap Yuuri.
Shira mulai memikirkan ucapannya Yuuri,
lama dia termenung dan berpikir dalam diam akankah dia bisa membuat keputusan yang tepat untuk kehidupan kakak nya.
Apa yang akan dia lakukan tentang hubungan Vino dan Yuuri, menentang apa mendukung hubungan antara kakaknya dan Yuuri.
*
*
*
Hai para readers apa yang akan Shira lakukan ya, ikuti terus ceritanya.
Jangan lupa buat dukung karya aku ya.