Breath Without Love

Breath Without Love
Penjelasan Hubungan



Selesai makan mereka semua berkumpul di ruang tengah sambil bercerita dan bercanda.


"Kak, jelaskan pada kami yang tadi" ucap Fahira tiba tiba ketika mereka sedang berkumpul.


"Apa sih, yang mana?" tanya Yuuri bingung karena dia lupa dengan ucapannya yang mana.


Sedangkan Vino yang mendengarkan perkataan Fahira langsung menggenggam erat tangan Yuuri dan menatap mata Yuuri dengan serius.


"Kenapa kak?" tanya Yuuri yang bertambah bingung ketika Vino tiba tiba menggenggam erat tangannya dan menatapnya dengan serius.


Mereka berempat menatap serius kearah Vino dan Yuuri tanpa sedikitpun berpaling memperhatikan mereka, apalagi mereka melihat Vino yang tiba tiba menggenggam erat tangan Yuuri sembari menatap dengan serius wajah Yuuri.


"Sayang, katakan pada mereka semua tentang hubungan kita" ucap Vino tanpa mengalihkan matanya dan masih tetap menggenggam erat tangan Yuuri.


"Hahaha... " tawa Yuuri pecah ketika mendengar kan ucapan Vino.


Vino yang melihat reaksi Yuuri yang malah tertawa dan bukannya menjelaskan merasa kesal dengan tawa Yuuri.


Sedangkan mereka berempat juga menatap kesal ke arah Yuuri karena bukannya menjelaskan kepada mereka, tapi Yuuri malah tertawa terbahak bahak sehingga karena mereka berempat sudah tidak sabar mendengarkan penjelasan Yuuri.


Terlebih lagi ketika Vino memanggil Yuuri dengan panggilan sayang, sedangkan Yuuri memanggil Vino dengan panggilan kakak.


"Yuuri...jelaskan" pekik mereka berempat dengan bersamaan.


Yuuri langsung terdiam ketika mereka semua memekik nya dan menatap tajam ke arah Yuuri, mereka semua kesal karena benar benar tidak sabar ingin mendengar kan penjelasan Yuuri.


"Sayang, apa ada yang lucu dengan ucapan ku?" tanya Vino menahan kesalnya.


"Kak, maaf ya" ucap Yuuri menatap Vino.


"Hm..." jawab Vino masih dengan menahan kesalnya.


"Aduh... aduh... ternyata orang ini lagi ngambek ya" ucap Yuuri sembari mengelus lembut pipi Vino.


Vino langsung tersenyum ketika tangan Yuuri mengelus pipinya dengan lembut.


"Masih ngambek gak nih sama aku" ujar Yuuri sembari menatap lembut wajah Vino.


"Enggak lah, mana bisa aku lama lama ngambek sama kamu" ucap Vino sembari mengelus puncak kepala Yuuri dengan lembut.


Mereka mulai melupakan kalau tidak cuma mereka saja yang ada di ruang tengah, tapi ada 8 pasang mata yang menatap mereka dengan kesal.


Vino hendak memeluk Yuuri tapi...


"Kak... Yuuri... kalian... hentikan..." pekik mereka berempat secara bersamaan ketika melihat Vino dan Yuuri hendak berpelukan di hadapan mereka.


"Maaf aku lupa, aku hutang penjelasan pada kalian semua" ucap Yuuri kembali sadar dan menatap mereka berempat.


"Kakak gimana sih, katanya mau menjelaskan. Tapi yang ada malah mesra mesraan" gerutu Fahira yang kesal dengan Yuuri.


"Maaf ya semuanya aku lupa, aku benar benar minta maaf sama kalian semuanya terutama buat Fahira yang cantik" goda Yuuri agar Fahira tidak lagi kesal dengannya.


Vino langsung mengalihkan pandangannya ponselnya dan memainkannya, sebenarnya Vino tidak benar benar memainkan ponselnya. Dia hanya memainkan ponselnya asal, tetapi fokusnya masih dengan percakapan mereka yang protes dengan sikap Yuuri dan Vino tadi.


Kak Vino gimana sih, bukan nya ikutan ngejelasin atau bela pacar nya gitu. Ini dia malahan asik main ponselnya, jadi aku kan yang kena batunya (gerutu Yuuri dalam hati sembari menatap tajam ke arah Vino).


"Kenapa sayang, kenapa kamu melihat aku seperti itu?" tanya Vino yang sadar dengan tatapan tajam Yuuri ke arahnya.


"Kamu gak ada niat buat bantuin aku jelasin ke mereka?" tanya Yuuri kesal.


"Kamu aja yang jelasin, lagian kan mereka saudara kamu" ucap Vino acuh lalu beralih lagi ke ponselnya.


Emangnya enak di kerjain pacar sendiri, siapa suruh kamu jadi sering nyebelin akhir akhir ini hahaha... (gumam Vino dalam hati).


Awas ya kamu kak, aku balas kamu nanti. Bakalan habis kamu sama aku (gumam Yuuri dalam hati yang kesal dengan ucapan Vino).


"Apa yang ingin kalian dengar dari ku?" tanya Yuuri ketus.


"Apa hubungan kamu dan dia?" tanya Ocha sembari menunjuk ke arah Vino.


"Pacar" jawab Yuuri singkat.


"What... jadi ini pacar kakak, yang kakak bilang di telepon waktu itu?" tanya Fahira mengingat kembali perkataan Yuuri kalau dia punya pacar.


"Hm... " jawab Yuuri singkat.


"Kok kamu jadi nyebelin sih Yuuri, dari tadi jawabnya singkat banget" ucap Kenzi yang kesal mendengar jawaban Yuuri.


"Iya tuh, kita kan udah lama kenal. Jadi gak masalah dong kamu berbagi sedikit aja dengan kami" sambung Daffa.


Kenapa mereka semua jadi ikut nyebelin seperti kak Vino sih (gerutu Yuuri dalam hati).


"Sayang... " panggil Vino.


"Apa kak..." jawab Yuuri dengan mata yang berbinar binar dan terharu.


"Jelaskan dengan benar ke mereka, jangan sampai ada dia antara yang salah paham ya" ucap Vino sembari mengelus puncak kepala Yuuri.


Mendengar kan perkataan Vino yang sama sekali tidak membuatnya tenang langsung menepis begitu saja tangan Vino yang sedang mengelus lembut puncak kepalanya.


"Jauhkan tangan mu itu" ucap Yuuri dengan mata yang tajam menatap Vino.


Vino langsung tersenyum melihat reaksi dari Yuuri yang sudah dia perkirakan sebelumnya.


"Baiklah, kalian semua dengarkan penjelasan ku" ucap Yuuri yang masih menahan kesal terhadap Vino.


Dengan sigap mereka berempat langsung duduk di lantai bawah dengan Yuuri dan Vino yang duduk di atas kursi di hadapan mereka.


"Fahira... Ocha..." panggil Yuuri yang menatap Fahira dan Ocha secara bergantian.


"Ada apa?" tanya Fahira dan Ocha bersamaan.


"Apa kalian tidak ingat dengan orang yang ada di sebelah aku ini?" tanya Yuuri dengan sedikit melirik Vino.


"Tidak kak" jawab Fahira bingung.


"Aku sih gak ingat Yuuri, cuma wajah dia kok gak asing gitu ya. Seperti pernah bertemu gitu" ujar Ocha sembari serius memperhatikan Vino.


Daffa yang melihat istrinya memperhatikan Vino langsung menutup mata istrinya dengan kedua tangannya.


"Kak lepaskan tangan mu, aku jadi gak bisa lihat apa apa karena mu" ucap Ocha yang berusaha melepaskan tangan suaminya yang menutup matanya.


"Ada apa kak Daffa?" tanya Yuuri yang melihat Daffa menutup mata Ocha.


"Sayang, kamu bakalan dosa kalau lihat laki laki lain seperti tadi selain aku" bisik Daffa di telinga Ocha.


"Baiklah aku tidak akan mengulanginya lagi" bisik Ocha pelan di telingan suaminya.


Daffa langsung melepaskan tangannya dari mata Ocha ketika mendengar kan ucapan istrinya tadi yang bisa menenangkan nya.


Mereka semua menatap aneh ke pasangan yang sudah menikah itu.


"Cepatlah kak, ada apa sebenarnya" lanjut Fahira yang masih penasaran dengan cerita kakaknya.


"Dia orang yang kakak tolong dulu ketika kita di pantai" jawab Yuuri dan membuat Ocha dan Fahira berpikir dengan jawaban Yuuri.


"Ah... aku ingat" ucap Ocha yang sudah mengingat kejadian 2 tahun yang lalu.


"Oh yang hampir tenggelam itu kak" sambung Fahira santai dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Vino.


"Hahaha... jadi kamu gak bisa berenang" ucap Daffa yang menertawakan Vino.


Vino geram mendengar penuturan Fahira yang mengatakan kalau dia hampir tenggelam waktu itu, walaupun kenyataannya begitu tapi setidaknya Fahira tidak harus membongkarnya kan.


"Gak bisa berenang main nya kok ke pantai?" tanya Kenzi bingung.


"Oh itu, waktu itu kaki ku keram karena gak pemanasan" jawab Vino yang masih menahan kesalnya.


"Terus dong kak, masa iya ceritanya jadi gantung begini" gerutu Fahira yang masih penasaran.


"Kami gak sengaja bertemu di bandara dan dekat" ucap Vino sembari menatap wajah Yuuri.


"Tapi besoknya dia langsung ninggalin aku, pergi tanpa kabar dan kembali lagi setelah 2 tahun. Dan kami memutuskan untuk berpacaran belum lama ini" sambung Yuuri.


"Kok kak Vino jahat banget sih ninggalin kakak ku tanpa kabar" gerutu Fahira menatap tajam Vino.


"Bukan ninggalin, karena aku pergi untuk kembali" jelas Vino yang tidak terima dengan ucapan Fahira.


"Sama aja itu" sambung Ocha yang juga ikutan kesal mendengarkan nya.


"Udah deh, yang pentingkan sekarang kami bersama" ucap Yuuri yang langsung menggenggam tangan Vino.


Vino langsung tersenyum ketika menyadari ada tangan Yuuri yang menggenggam erat tangannya seolah tidak akan pernah melepaskannya.


*


*


*


Happy reading para readers yang baik hati.


Selamat menikmati cerita nya ya.