Breath Without Love

Breath Without Love
Satu Sama



Ocha sudah balik ke rumahnya setelah selesai dengan kegiatannya seharian penuh bersama Yuuri dan Fahira


sedangkan Fahira sudah pamit pulang di jemput adiknya.


Tinggal lah Yuuri sendiri sekarang ada di dalam kamarnya merenungi semuanya dan apa yang harus dia lakukan untuk kedepannya.


Jam sudah menunjukkan pukul 19.30


Yuuri yang kelelahan seharian penuh hanya terbaring di dalam kamar.


"Apa yang harus aku lakukan ya Allah" tanya Yuuri kepada sang penciptanya.


Yuuri terus berpikir tentang apa yang harus dia lakukan ke depannya.


Tiba tiba ponselnya berdering, dengan segera Yuuri menatap ponselnya dan keheranan siapa yang menelponnya karena nomor yang tidak di kenal yang menghubunginya.


*A**duh ini siapa lagi sih yang nelpon*....


gak tau apa kalau pikiran aku itu lagi kalut begini (ujar yuuri sembari menatap layar ponselnya dan menggeser tombol hijau di layar ponselnya).


📞 Yuuri


Iya hallo, ini siapa ya?


📞 Kenzi


Hallo yu, ini aku kenzi (ucap kenzi gugup karena dia merasa tidak enak mengganggu yuuri)


📞 Yuuri


Ah kak kenzi ternyata, maaf ya kak aku gak tau ini nomor ponsel kakak


📞 Kenzi


Enggak masalah kok yu, lagian aku yang harusnya minta maaf karena udah buat istirahat kamu terganggu


📞 Yuuri


Enggak kok kak, aku cuma lagi santai aja di dalam kamar habis kumpul bareng sama ocha dan fahira tadi kak


📞 Kenzi


Hm... yu, sebenarnya ada yang harus kakak bicarakan sama kamu


📞 Yuuri


Tentang apa kak? apa tentang perjodohan kita?


📞 Kenzi


Iya yu, semalam kakak udah mikirin tentang perjodohan kita, maafkan kakak ya kalau kakak egois terhadap masalah kita ini


karena kenyataannya kakak memang menginginkan nya


📞 Yuuri


Baiklah kak, sepertinya kita harus bertemu besok dan kita berdua harus benar benar membuat semua ini menjadi lebih jelas kak


dan aku gak mau ada kesalahpahaman diantara keluarga kita


📞 Kenzi


Baiklah yu, besok kita akan bertemu memperjelas kan tentang semua ini


📞 Yuuri


*I**ya kak, besok kita bicara di pantai aja ya agar lebih rileks*....


📞 Kenzi


*B**aiklah yu, besok sore kakak jemput kamu ya kita berangkat sama sama*


📞 Yuuri


*Iy**a kak, Yuuri istirahat dulu ya*


📞 Kenzi


*Y**a sudah istirahat lah*


Kenzi pun mematikan telepon nya setelah percakapannya dengan Yuuri selesai dan akan di sambung besok dengan pembahasan yang lebih serius ke depannya.


Yuuri yang kalut dalam pikirannya sendiri


sama halnya dengan Kenzi yang juga kalut dengan pikirannya sendiri.


💮💮💮


Kenzi Pov


Kenzi menghampiri mamanya di ruang tamu yang baru saja selesai berbicara dengan ibu Rita, ibunya Yuuri.


"Mama... "seru Kenzi manja sambil memeluk mamanya yang duduk di atas sofa.


"Ah ternyata anak tampan mama, ada apa sayang?"tanya mama Naya sambil mengelus sayang sayang pipi putra nya.


"Ma, Kenzi takut Yuuri bakalan benci sama Kenzi ma" ucap Kenzi yang masih memeluk mama nya dan enggan untuk melepaskan nya.


"Sayang jangan punya pikiran yang macam macam ya nak, Yuuri itu anak baik sayang" ucap mama Naya mengelus lengan anaknya.


"Tapi ma, jujur Kenzi benar benar suka sama Yuuri tapi di sisi lain Kenzi takut perasaan Kenzi melukai Yuuri ma bahkan bisa melukai Kenzi sendiri ma" ucap kenzi gelisah sambil memejamkan matanya dalam pelukan hangat mamanya.


"Sudahlah sayang selesaikan semuanya dengan baik baik nak dan dengan kepala dingin sayang, jangan sampai emosi ya nak itu gak baik untuk kalian berdua sayang" ucap mama Naya menasehati putra kesayangannya dengan penuh kasih sayang.


"Kenzi janji ma enggak akan buat keluarga kita dan keluarga Yuuri dalam masalah hanya karena perasaan Kenzi dan Yuuri ma" ujar Kenzi sembari melepaskan pelukan dan menatap mamanya.


"Baiklah sayang, mama percaya sama kamu nak kamu sudah dewasa dan pasti kamu bisa selesaikan dengan baik" ucap mama Naya sembari menggenggam tangan putranya.


Kenzi pun ke taman belakang rumahnya untuk mencari angin segar sembari menenangkan pikirannya yang benar benar kalut karena perasaan untuk Yuuri.


Setelah 20 menitan diam duduk di taman belakang masih dengan pikiran yang kalut.


"Ada apa nak, apa perjodohan yang papa dan almarhum om Diaz buat membuat kalian berdua kesusahan sayang" ucap papa Yusuf memecahkan lamunan kenzi yang sudah lama terdiam tanpa sepatah kata pun.


"Ah papa, enggak kok pa. Maksud kenzi bukan begitu pa" ucap kenzi gugup.


"Ken, jika perjodohan ini membuat keluarga kita dan keluarga Yuuri memburuk, papa serahkan semua keputusan di kamu dan Yuuri nak. Jangan terlalu memaksakan keadaan ya sayang" ucap papa Yusuf mencoba memberi nasehat agar putra nya bisa mengambil keputusan yang benar.


"Pa, apa semuanya akan baik baik aja pa?" tanya Kenzi mengkhawatir sesuatu.


"Ken, papa tidak akan memaksa nak apa pun keputusan kalian, papa harap itu yang terbaik lagipula semua orang tua yang ada di dunia ini hanya ingin yang terbaik untuk anak anak mereka" ucap papa Yusuf.


Setelah perbincangan kenzi dan papa Yusuf selesai, kenzi pun berlalu ke kamarnya.


Kenzi mencoba mengistirahatkan tubuh dan pikirannya dan mencoba untuk tidur, dan


perlahan lahan kenzi mulai terlelap.


🌺🌺🌺


Pagi pagi sekali Kenzi sudah rapi dia akan menjemput Daffa karena ada kelas 3 jam lagi.


Kenzi segera turun ke bawah menemui mama dan papanya sudah ada di ruang makan.


"Pagi ma,pa" sapa Kenzi sembari duduk di sebelah mamanya.


"Pagi nak " jawab mama Naya dan papa Yusuf bersamaan sambil menatap ke arah putranya.


"Rapi banget mau kemana sayang?"tanya mama Naya yang melihat pakaian rapi putranya.


"Kenzi mau jemput Daffa ma, mobilnya lagi ada di bengkel dan 3 jam lagi bakalan ada kelas ma" ucap kenzi sambil mengaduk dan melahap bubur ayam kesukaannya.


Mama Naya dan papa Yusuf hanya mengangguk kepada putra kesayangannya mereka.


Selesai melahap sarapannya kenzi pamit dan berlalu pergi meninggalkan mama dan papa nya yang masih santai di meja makan.


Kenzi berasal dari keluarga yang lumayan berada, papanya adalah pemilik minimarket yang sudah mempunyai beberapa cabang di daerah tempat tinggalnya.


Kenzi yang mengemudi mobilnya dengan santai melihat seorang gadis yang berjalan kaki sambil mengomel di sepanjang jalan.


*S**epertinya aku pernah melihat wanita itu, tapi dimana ya? (gumam kenzi sembari menghentikan mobilnya ke tepi*).


Ya.... itu Fahira si gadis jutek sepupunya si Yuuri(gumam kenzi menebak gadis yang dari tadi dia perhatikan nya).


Kenzi pun yang menatap Fahira dari kejauhan memperhatikan sikap Fahira yang benar benar seperti anak kecil yang marah jika mainannya di ambil.


Setelah puas memperhatikan Fahira, kenzi segera menghampiri Fahira dengan mobilnya.


tit... tit...


Klakson mobil kenzi bergema di belakang Fahira yang berakhir dengan kekesalan Fahira dan merutuki siapa pun yang membunyikan klakson hingga membuat dia kaget pagi pagi seperti ini.


Fahira yang kesal pun langsung menggedor kaca kemudi mobil yang sudah mengganggu nya pagi ini.


Fahira tidak sadar bahwa yang ada di dalam mobil itu adalah kenzi, orang yang dia temui beberapa hari lalu di rumah Yuuri.


"Hei.... siapapun itu yang di dalam mobil ini keluar cepat" ucap Fahira emosi sambil menggedor pintu kaca mobil yang sudah membuatnya kesal pagi ini.


Kenzi yang sengaja menjahili Fahira pun segera menurunkan kaca mobilnya sembari menatap Fahira sembari mengulum senyum ketika melihat kekesalan Fahira pagi ini.


"Hai gadis jutek" ucap kenzi tanpa rasa bersalah sedikit pun.


"Kau... ternyata itu kau kak Keken" ucap Fahira menatap tajam ke arah Kenzi dan menunjuk kenzi dengan tajam.


"Hei gadis jutek nama ku Kenzi, bukan keken"ujar Kenzi yang membuat Fahira malu karena salah memanggil nama orang.


"Oh iya, itu lah pokoknya. Kenapa kau mengagetkan ku dengan suara mobil mu yang cempreng ini" ujar Fahira kesal sembari menatap tajam ke arah Kenzi.


"Aku hanya ingin menyapa mu Fahira. Selamat pagi gadis jutek" ucap Kenzi dengan senyum jahilnya.


Dengan masih tersulut emosi akhirnya Fahira punya ide yang bagus untuk kepentingan nya sendiri, dia akan memanfaatkan Kenzi untuk mengantarnya menuju sekolah tanpa harus menunggu angkot lagi Sekarang.


"Kak, aku ingin bicara" ucap Fahira tanpa basa basi.


"Ada apa?" tanya Kenzi acuh.


"Ayolah kak ada yang ingin aku bicarakan ini penting" ucap Fahira sembari menatap Kenzi sendu.


"Baiklah, masuklah ke dalam" ucap Kenzi mengalah yang tidak kuat melihat wajah memelas Fahira.


Yes...yes... akhirnya aku dapat tumpangan gratis..... aduh senangnya hatiku hari ini ( gumam Fahira langsung masuk ke mobil kenzi dan tak lupa tersenyum licik ke arah kenzi).


Setelah masuk ke dalam mobil Kenzi, Fahira mengatakan akan pergi ke sekolahnya. Dan Kenzi pun mengemudi menuju sekolah Fahira.


Di dalam mobil Fahira hanya diam saja sembari memainkan ponselnya.


Setiap kali kenzi bertanya apa yang ingin Fahira sampaikan, Fahira dengan santainya hanya tersenyum dan kembali memainkan ponselnya tanpa menghiraukan Kenzi lagi.


Setelah sampai di depan gerbang sekolahnya Kenzi menatap Fahira dengan tatapan yang sangat tajam.


"Sebenarnya apa yang ingin kamu bicarakan?"tanya kenzi serius sembari masih menatap tajam ke arah Fahira.


"Sebenarnya kak, aku cuma minta bantuan mu saja" jawab Fahira santai tanpa rasa bersalah sedikit pun.


"Maksudnya bantuan apa?"tanya kenzi tidak mengerti arah perkataan dari Fahira.


"Tapi kakak sudah melakukannya sebelum aku menyebutnya" ucap Fahira santai menanggapi semua ucapan Kenzi.


"Maksud kamu apa, kenapa jadi berbelit begini ngomongnya" ucap kenzi menahan emosi ulah dari Fahira.


"Aku cuma mau minta tolong kakak anterin aku ke sekolah dan kakak sudah melakukannya tepat di depan gerbang sekolah aku" ucap Fahira tersenyum jahil menatap Kenzi yang langsung kesal dengan ucaapn Fahira.


"Jadi kamu ngerjain aku dari tadi" ucap kenzi kesal menahan amarah nya agak tidak lepas.


"Kan impas gitu kak, satu sama hahaha..." ucap Fahira sembari tertawa melihat ekspresi wajah Kenzi.


"Dasar gadis jutek yang nakal" ucap kenzi sembari mencubit hidung Fahira gemas.


"Aduh... aduh... kak... sakit tau" ucap Fahira kesal karena hidungnya sakit kena cubitan Kenzi.


"Siapa suruh kamu ngerjain aku" ucap kenzi.


"Kak apaan tuh, kok rame rame" ucap Fahira sambil menunjuk ke samping jendela kenzi.


Kenzi pun yang penasaran langsung menoleh dan ketika kenzi menoleh dan lengah. Itu lah saat yang tepat untuk Fahira keluar dari mobil kenzi dan kabur seribu langkah.


"Enggak ada apa apa tu" ucap kenzi sambil melihat arah yang di tunjuk Fahira tadi.


"Kak makasih tumpangan nya ya" ucap Fahira sembari berlari memasuki gerbang sekolahnya.


"FAHIRA......."teriak Kenzi yang kesal telah di kerjain sama Fahira


gadis kecil yang jutek dan nyebelin menurut Kenzi.


*


*


*


Hally reading ya para readers...