
Yuuri kembali ke kamar dan mendapati
suaminya yang sedang mengurus pekerjaan nya.
"Sayang kamu sudah kembali?" tanya Arkan sadar kalau Yuuri masuk ke kamar mereka.
Yuuri masuk dengan langkah gontai menghampiri suami nya yang sedang membaca beberapa email yang masuk, Yuuri segera duduk di sofa disisi suaminya dan memeluk erat suaminya.
"Sayang kenapa?" tanya Arkan bingung mendapatkan pelukan dadakan dari istrinya.
"Yuuri cuma mau peluk, gak boleh ya?" tanya Yuuri dengan wajah yang sedih.
"Boleh sih, tapi kamu baik baik saja kan" ujar Arkan memastikan bahwa istrinya sedang baik baik saja.
"Yuuri baik baik aja kak" ucap Yuuri.
"Tapi kenapa wajahnya seperti sedih dan habis nangis?" tanya Arkan sembari mengelus rambut panjang istrinya.
"Lagi kangen Zia saja kak" ujar Yuuri berbohong.
Arkan memeluk erat istrinya dan mengecup puncak kepala istrinya lalu mengelusnya dengan sangat lembut.
Maafkan Yuuri kak, Yuuri sudah berani berbohong sama kakak dan untuk Zia maafkan Ami ya sayang sudah bohong bawa nama kamu sayang (gumam Yuuri dalam hati).
"Sabar sayang nanti kita akan segera bertemu Zia, mau telpon Zia sekarang?" tanya Arkan.
"Tidak Kak jangan telpon sekarang, ini sudah terlalu larut malam dan Zia juga pasti sudah tertidur" ucap Yuuri.
"Baiklah, mau tidur sekarang?" tanya Arkan setelah melepaskan pelukannya dan menatap mata indah milik istrinya.
"Hm..." jawab Yuuri sembari mengangguk.
Arkan yang gemas melihat istrinya mengecup sekilas bibir istrinya.
"Duh ambil kesempatan ya" gerutu Yuuri tersenyum.
"Maaf sayang" ucap Arkan.
"Hahaha...." tawa Yuuri meledak melihat ekspresi wajah suaminya yang merasa bersalah.
"Kok kamu malah ketawa sayang?" tanya Arkan bingung.
"Ah... itu ya, lucu aja liat suami aku yang imut imut ini" ucap Yuuri manja.
"Dasar baby girl yang manja" gerutu Arkan sembari menyelesaikan pekerjaannya lalu menggendong istrinya ala bridal style.
"Eh turunin kak, mau di gendong kemana sih Yuuri nya" teriak Yuuri yang kaget karena di gendong tiba tiba oleh suaminya.
Arkan merebahkan Yuuri ke tempat tidur dengan pelan dan hati-hati.
"Kamu bawel deh sayang" ucap Arkan setelah meletakkan Yuuri.
"Ya habis gendong nya tiba tiba gitu" gerutu Yuuri yang terlihat sedikit kesal.
"Ya udah maaf sayang, kakak cuma ngajak buat tidur sayang" ucap Arkan mulai merebahkan diri si samping Yuuri.
Yuuri tersenyum memperhatikan suaminya dan mengecup pipi suaminya tiba tiba, membuat Arkan tersenyum dan sangat bahagia.
"Dasar genit kamu sayang" ucap Arkan tersenyum padahal dalam hati nya dia sangat senang dengan perlakuan manis istrinya.
"Bilang aja kakak senang di cium Yuuri" ucap Yuuri sembari mencubit pipi Arkan suaminya.
"Aduh sakit sayang...." gerutu Arkan sedikit meringis karena pipinya sedikit di cubit suaminya.
Yuuri langsung mengusap lembut pipi suaminya dan mengecup sekilas pipi yang tadi di cubit nya.
"Maaf ya sayang, duh pipinya jadi sakit ya" ucap Yuuri tersenyum.
"Iya dimaafkan sayang" ucap Arkan lalu tersenyum.
Yuuri terduduk dan melihat sekitar seperti mencari sesuatu, Arkan yang memperhatikan ikut bingung menatap istrinya yang seperti mencari sesuatu.
"Sayang kamu kenapa bingung gitu seperti mencari sesuatu?" tanya Arkan.
"Ya ampun sayang kamu lupa dimana simpen handphone nya?" tanya Arkan memastikan.
"Iya sayang" jawab Yuuri sembari cengengesan.
"Kamu bener bener deh" ucap Arkan sembari menahan senyumnya.
"Bener bener apa kak?" tanya Yuuri bingung.
"Bener bener langka dan unik" jawab Arkan yang mulai berjalan mengambil handphone Yuuri yang ada di sofa.
"Maksud kakak Yuuri aneh gitu?" tanya Yuuri sedikit kesal sembari menatap suaminya berjalan ke arah sofa.
"Enggak sayang bukan gitu, kamu langka dan unik juga berharga untuk ku sayang" ucap Arkan tersenyum menatap istrinya.
"Bohong lah, orang kakak suka gombal" gerutu Yuuri.
"Sayang jangan ngambek ya, kamu benar benar berharga di mata kakak" ucap Arkan sembari kembali ke sisi Yuuri dan menyerahkan handphone nya.
"Udah kak jangan buat Yuuri malu" ucap Yuuri tersenyum malu malu sembari menerima handphone nya.
"Apa kakak boleh menyentuh mu malam ini sayang?" tanya Arkan menatap mata Yuuri.
Yuuri hanya mengangguk malu malu mengiyakan keinginan suaminya dan lagipula itu sudah menjadi kewajiban nya melayani suaminya lahir batin.
"Kamu sudah siap sayang?" tanya Arkan.
"Yuuri selalu siap menjalani kewajiban Yuuri kak" jawab Yuuri tersenyum sembari meletakkan ponselnya di atas nakas.
"Boleh di mulai sekarang?" tanya Arkan.
Yuuri menjawab dengan menganggukkan kepalanya pertanda dia setuju.
Arkan mulai mengusap lembut pipi Yuuri dan memperhatikan wajah indah istrinya yang membuat Arkan sedikit kagum dan terpesona.
"Ternyata kamu sangat menarik jika benar benar di perhatikan" gumam Arkan dalam hati.
"Aduh deg degan ini, kata orang orang sih sakit
tapi semoga aja sakitnya seperti di gigit semut ya" ucap Yuuri dalam hati.
"Kak, boleh lampunya dimatikan?" tanya Yuuri, karena dia sangat merasa malu.
Arkan tersenyum lalu berjalan menghampiri saklar lampu dan mematikan lampunya dan menghidupkan lampu tidur sebagai penerangannya.
Arkan kembali berjalan ke arah Yuuri yang sudah menunggu di tempat tidur.
"Sayang kamu beneran udah siap?" tanya Arkan kesekian kalinya.
Karena jujur Arkan melihat raut wajah Yuuri yang ketakutan dan khawatir, ini memang bukan malam pertama lagi karena mereka sudah melewatkan malam pertama dengan alasan penerbangan agar Yuuri tidak kelelahan.
"Kak, Yuuri udah siap, Yuuri punya kakak dan akan selalu ada untuk kakak, I'm yours" ucap Yuuri.
Arkan pun tersenyum dan menatap bahagia karena ada seorang istri yang menyerahkan dirinya seutuhnya untuk suaminya.
Tanpa berkata kata lagi, Arkan mulai memanjakan istrinya di atas ranjang dan mulai melakukan hubungan suami istri dengan bermandikan keringat di malam hari.
"Love you sayang" ucap Arkan sembari mengecup kening Yuuri dan mengelus rambut istrinya.
Sedangkan Yuuri sudah lebih dulu berada dalam alam mimpi karena merasa kelelahan dan juga mengantuk.
Setelah selesai melakukan penyatuan dan kelelahan Arkan pun mulai tertidur menyusul istrinya yang sudah lebih dulu tidur dengan lelap dan mereka saling memeluk seperti tidak akan pernah mau di pisahkan.
*
*
*
Hai readers udah lama ya author gak up, maaf ya readers dan terimakasih buat readers setia author yang selalu mendukung karya author.
happy reading ya.