Breath Without Love

Breath Without Love
Emosi yang tertahan



Yuuri masuk ke dalam kamar yang sudah di Tertulis nama nya di depan pintu kamar nya.


"Sampai sekarang dia masih saja mengistimewakan ku, makasih ya kak Vino Yuuri benar benar sangat menyayangi mu sebagai kakak" ucap Yuuri pelan.


Setelah masuk ke dalam kamar yang sangat indah Yuuri menatap sebuah buku cantik bersampul biru dan kertas di atasnya, Yuuri berjalan menuju buku yang terletak di atas nakas dan memperhatikan tulisannya.


..."Yuuri ini buku untuk menemani hari hari mu setelah berpisah dari keluarga suami mu, kakak sangat tahu kamu sangat suka menulis kakak menyayangi mu seperti kakak menyayangi Shira karena sekarang kamu dan Shira itu bagian dari hidup ku" tulisan surat yang ada di atas buku bersampul biru....


...Siapa lagi jika bukan Vino yang sengaja melakukannya....


"Kak Vino thank you" ucap Yuuri sembari mengambil buku dan pena yang di tinggalkan Vino khusus untuk nya.


Yuuri pun meletakkan kembali buku nya dan mulai membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan piyama, dan bersiap untuk tidur.


🌺🌺🌺


Yuuri terbangun saat ponselnya berbunyi dan menatap nama seseorang yang menelponnya pagi pagi sekali, Yuuri pun mengangkat nya dan menatap bingung pada nomor yang tak di kenalnya.


πŸ“ž : Kak Yuuri ini Lura.


πŸ“ž Yuuri: Kenapa pakai nomor baru?


πŸ“ž Lura: Lura takut kak Yuuri tidak mau mengangkat telpon dari Lura jadi Lura pakai nomor baru.


πŸ“ž Yuuri: Kenapa Lura nelpon kakak?


πŸ“ž Lura: Kak Yuuri balik ya Lura mohon kak.


πŸ“ž Yuuri: Jaga diri baik baik ya karena kakak gak bisa ada buat kamu lagi Lura.


πŸ“ž Lura: Tapi kak Lura mohon balik ya ke rumah.


πŸ“ž Yuuri: kakak tutup ya Lura sampai ketemu di lain kesempatan.


Yuuri langsung memutuskan telpon sepihak dan langsung mematikan ponsel nya lalu berlalu bersiap setelah selesai mandi.


Yuuri berjalan menemui Vino yang sedang memasak di dapur.


"Morning kak" ucap Yuuri tersenyum.


"Morning, sudah lapar?" tanya Vino sembari menyiapkan sarapan pagi untuk mereka berdua sebelum berangkat menuju bandara.


"Hem..." Yuuri.


"Kenapa gak semangat begitu?" tanya Vino bingung.


"Gak ada apa apa kak, Yuuri merasa sedikit mual saja" ucap Yuuri tersenyum.


"Kamu masuk angin?" tanya Vino terlihat khawatir.


"Mungkin aja tapi tenang kak, sekarang udah baikan kok" ucap Vino.


Vino meletakkan sarapannya dan 2 gelas susu untuk dirinya dan Yuuri.


Setelah selesai sarapan pagi Yuuri dan Vino berangkat ke bandara dengan di antar supir pribadi dan Shira yang ikut mengantar kakaknya ke bandara.


Setelah sampai di bandara Shira memeluk erat kakak nya dan meneteskan air mata kesedihan, siapa yang tidak sedih bila harus berpisah kembali dengan kakak satu satu nya.


"Jaga dirimu baik baik di sini ya cantik" ucap Vino sembari mengelus rambut panjang milik sang adik kesayangannya.


"Kakak jaga kak Yuuri baik baik jangan biarkan dia bersedih lagi" ucap Shira menguraikan pelukannya.


"Iya bawel" Vino mengacak rambut sang adik.


"Promise" Shira menyodorkan jari kelingkingnya sebagai tanda perjanjian dengan Vino.


"Promise" Vino menyambut jari kelingking Shira sehingga perjanjian mereka sah dan Vino harus menepati nya.


Setelah melepaskan Vino, Shira menatap tajam Yuuri membuat Yuuri sedikit salah tingkah.


"Berjanjilah untuk tidak bersedih lagi" gerutu Shira.


"Aku tidak bisa berjanji tapi akan terus berusaha agar bahagia" ucap Yuuri tersenyum.


"I'm gonna Miss you to much, titip kak Vino ya" ucap Shira memeluk erat Yuuri.


"Iya me too, thank you for everything cantik" ucap Yuuri.


Setelah berpamitan dengan Shira, Yuuri dan Vino segera memasuki bandara dan pergi menuju New Zealand berdua saja dan akan menetap di sana dalam jangka waktu yang tidak bisa di tentukan tergantung dengan situasi dan kondisi nya.


Setelah kedua nya tak lagi terlihat Shira pun pergi meninggalkan bandara dan kembali pulang.


"Are you happy?" tanya Vino saat Yuuri sedikit melamun sembari duduk menunggu di ruang tunggu.


"Em... ya Yuuri harus bahagia kan" jawab Yuuri.


"Bukan itu, are you happy for this?" ucap Vino kembali.


"Of course must be happy kak" Yuuri tersenyum lalu kembali menghidupkan kembali ponselnya.


"Kenapa harus sampai mengganti nomor ponsel nya?" tanya Vino bingung.


"Yuuri gak mau lagi di ganggu keluarga Ontario untuk saat ini" jawab Yuuri senyum terpaksa.


"Apa tidak berlebihan?" tanya Vino hati hati.


"Apa dengan mengganti nomor ponsel saja itu berlebihan?" tanya Yuuri kesal.


"Kenapa harus marah?" tanya Vino bingung.


"Sudah lah jangan memancing Yuuri buat bertengkar" gerutu Yuuri menahan emosi nya.


"Baiklah maafkan ya, kakak keterlaluan ya" ucap Vino mengalah.


"Astaga kenapa dia sensi sekali dia bahkan marah marah di depan umum gara gara aku bertanya seperti itu, padahal biasanya dia tidak akan mudah terbawa emosi hanya karena pertanyaan seperti itu" gumam Vino dalam hati.


"Sudah Yuuri maafkan dari tadi tapi jangan ajak Yuuri ribut lagi" ucap Yuuri sedikit mengeraskan suara masih menahan emosi.


"Iya gak akan" ucap Vino.


Orang orang yang ada di sekitar menatap ke mereka dari tadi.


"Yang sabar ya pak, kalau istri lagi hamil emang suka gitu, suka marah marah gak jelas, manja lagi" ucap bapak bapak yang ada di depan nya Vino.


Yuuri dan Vino saling menatap bingung setelah bapak tadi berbicara.


"Iya pak, buk kalau lagi hamil memang bawaannya begitu buat bapak nya sabar aja ya jangan pancing pancing istri buat marah biar anaknya juga baik baik saja" sambung ibu ibu yang di duga istri si bapak yang tadi berbicara.


Yuuri dan Vino hanya bisa tersenyum sembari mengangguk dan menatap canggung ke arah suami istri yang tadi berbicara pada mereka.


"Kamu hamil?" tanya Vino berbisik pada Yuuri.


"Gak tau kak" jawab Yuuri bingung.


"Kamu telat atau gimana itu?" tanya Vino masih dengan berbisik pada Yuuri.


"Telat apaan kak, kita kan gak telat ke bandaranya malahan kita tepat waktu" jawab Yuuri bingung karena dia merasa tidak telat ke bandara hari ini.


"Yuuri kamu kok kemana mana sih di tanyain" gerutu Vino kesal.


"Apa sih kak Yuuri dari tadi di sini terus gak kemana mana loh duduk diem di sini juga bareng kakak" jawab Yuuri santai.


"Aduh frustasi kalau dia udah gini" gerutu Vino yang kesal tapi hanya bisa nahan emosi nya.


"Apa sih kak, Yuuri cantik ya" ucap Yuuri sembari tersenyum manis pada Vino.


"Iya iya kamu cantik secantik bidadari sayang" ucap Vino yang malas sekali dengan tingkah laku Yuuri saat ini.


"Wah kalian pasangan yang serasi sekali" ucap beberapa orang yang duduk bersama mereka.


Mereka berdua hanya bisa tersenyum kaku menatap orang orang yang memperhatikan mereka berdua.


*


*


*


Malam readers...


Happy reading ya...


salam manis dari author buat kalian semua.