Breath Without Love

Breath Without Love
Sarapan pagi



Yuuri mengerjapkan matanya dan mulai membukakan matanya perlahan dan melihat sekitarnya.


Hm... aku kok bisa ada dikamar ya, perasaan semalam masih di taman berdua sama kak Vino, jam berapa sekarang (ucap Yuuri yang masih setengah sadar yang segera melihat jam di ponselnya).


Ponsel Yuuri menunjukkan jam 6.10, Yuuri langsung bergegas turun dari kasur dan segera beranjak ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya pagi ini.


Setelah sekitar 20 menit Yuuri membersihkan diri di dalam kamar mandi, Yuuri segera keluar menggunakan bathrobe yang ada di dalam kamar mandi dan langsung menuju lemari pakaiannya untuk mengganti bathrobe dengan baju santai pagi ini.


Setelah selesai bersiap siap Yuuri segera turun ke bawah menuju dapur untuk segera menyiapkan sarapan untuk semua orang.


"Pagi nona Yuuri" ucap mbak Nana dan mbak Ati bersamaan.


"Pagi mbak, lagi pada ngapain?" tanya Yuuri yang mulai berjalan mendekati mmbak Nana dan mbak Ati.


"Lagi mau bikin sarapan tapi bingung nona mau buat apa" ucap mbak Nana.


"Udah mbak biar aku aja ya, mbak Nana sama mbak Ati boleh kerjain yang lainnya ya" ucap Yuuri sembari membuka kulkas.


"Kita udah selesaikan semuanya kok nona, nona mau masak nih?" tanya mbak Ati yang memperhatikan gerak gerik Yuuri.


"Mau masak nasi goreng mbak" jawab Yuuri sembari meletakkan sayuran yang tadi di ambil dari kulkas.


"Nona kita bantuin ya" ucap mbak Nana penuh harapan.


"Iya nona boleh ya" sambung mbak Ati dengan wajah memelas.


"Hm... iya boleh deh" jawab Yuuri.


"Kita bantu apa nih?" tanya mbak Ati antusias.


"Tolong kupasin bawang bisa mbak?" tanya Yuuri ragu, bukan meragukan mbaknya tapi Yuuri ragu karena merasa gak enak aja gitu nyuruh mbaknya karena Yuuri terbiasa kalau masak itu sendiri.


"Iya bisa lah nona, gak perlu sungkan gitu juga nona" ucap mbak Ati sembari mulai aksinya dengan mengupas bawang.


"Aku bersihin udang sama ayamnya ya nona" ucap mbak Nana semangat.


"Iya mbak aku mau siapkan sayurannya" ucap Yuuri tersenyum.


Yuuri dengan semangat nya memulai aksi memasaknya dengan memotong motong sayuran, memotong bawang.


Setelah sekitar 40 menit memasak di dapur dengan di bantu mbak Nana dan mbak Ati akhirnya masakan Yuuri jadi juga, Yuuri sudah memasak nasi goreng, telur gulung, udang asam manis, ayam saus mentega dan juga lalapan sayur sebagai pelengkap menu sarapan mereka pagi ini.


"Mbak tolong panggilkan semuanya ya, saya mau manggil kak Vino dulu" ucap Yuuri lalu berlalu menuju kamar Vino setelah selesai menata hasil masakannya.


Mbak Nana dan mbak Ati langsung berbagi tugas untuk memanggil semua orang yang ada di rumah itu untuk sarapan bersama pagi ini.


Yuuri langsung berjalan menuju kamar Vino dan masuk kedalam kamar Vino, di lihatnya Vino masih meringkuk di dalam selimut seperti anak kecil, Yuuri pun tersenyum melihat Vino.


Yuuri berjalan mendekati Vino dan mengelus rahang kokoh milik Vino.


"Kak bangun... udah pagi loh ini" ucap Yuuri membangunkan Vino.


"Bentar lagi ya, 10 menit lagi... ngantuk banget nih" racau Vino dengan mata yang masih terpejam.


"Kalau gak bangun nanti aku marah loh" ancam Yuuri menahan tawanya.


Dengan cepat Vino langsung terduduk mendengar ucapan Yuuri dan segera berlari menuju kamar mandi menggosok gigi dan mencuci mukanya.


Setelah selesai Vino langsung menghampiri Yuuri yang membereskan tempat tidurnya.


"Sayang... kamu kok ngancem sih" ucap Vino manja.


"Siapa suruh di bangunin gak bangun" jawab Yuuri yang merapikan sepreinya.


"Tapi sayang..." Vino.


"Udah sana mandi kak, aku tungguin di meja makan ya" ucap Yuuri tersenyum.


Vino langsung berjalan menuju kamar mandi kembali untuk membersihkan dirinya.


Yuuri langsung keluar dari kamar Vino setelah merapikan kasur Vino dan menyiapkan baju santai Vino untuk pagi ini.


Yuuri menyiapkan jus semangka untuk melengkapi sarapan pagi ini selagi menunggu yang lainnya pada datang.


"Morning Fahira, yang lain pada kemana?" tanya Yuuri.


"Sebentar lagi juga nyusul" jawab Fahira sembari berjalan mendekati Yuuri.


"Pagi..." sama Ocha, Daffa dan Kenzi bersamaan sembari berjalan menuju meja makan.


"Pagi... langsung duduk aja ya, aku siapin jus nya dulu" ucap Yuuri.


Mereka bertiga langsung duduk di kursi meja makan, dan selang beberapa menit Shira datang lalu Vino datang terakhir.


"Kak, ini kok nasi gorengnya disini?" tanya Fahira bingung.


"Itu buat para si mbak dan pegawai lainnya, karena biasanya mereka bakal makan setelah kakak makan, jadinya gitu deh kakak langsung pisahin buat mereka. Kan gak sopan kalau mereka makan sisa kita" ucap Yuuri menjelaskan.


"Oh gitu ya" ucap Fahira sembari menganggukkan kepalanya tanda setuju.


"Bantu kakak bawain jusnya ke meja ya" ucap Yuuri setelah menuangkan jusnya ke dalam gelas.


"Siap buk bos..." ucap Fahira dengan semangat.


Semoga kamu selalu di limpahkan kebahagiaan Fahira sayang (gumam Yuuri dalam hati setelah Fahira berjalan mendahuluinya).


"Jusnya datang..." ucap Fahira sembari meletakkan jusnya ke atas meja satu persatu.


"Wah... gak nyangka banget kalau Fahira itu serajin ini" goda Kenzi.


Langsung membuat semua yang sedang kempul di meja makan tertawa mendengar ucapan Kenzi.


Fahira yang kesal langsung menajamkan matanya ke arah Kenzi dengan tatapan tajam.


"Dasar calon suami gak ada akhlak" gerutu Fahira kesal dengan Kenzi.


"Udah... jangan pada debat terus, cepetan nih di makan semuanya" ucap Yuuri.


Mereka semua langsung mengambil sarapan secara bergantian satu persatu dan mengambil beberapa pelengkap yang menambah kenikmatan mulut.


"Kak, aku boleh belajar masak sama kakak gak?" tanya Shira antusias melahap makanan yang di buat langsung oleh tangan ajaib Yuuri.


"Boleh banget lah Shira, malahan kakak suka banget kalau kamu mau belajar dari kakak, itu artinya kamu suka masakan kakak" ucap Yuuri tersenyum.


"Suka banget kak, soalnya enak banget gitu, pantesan kak Vino tergila gila sama kak Yuuri" goda Shira sembari tertawa.


"Udah... selamat menikmati sarapannya semuanya" ucap Yuuri.


Mereka semua sangat menikmati makanan yang memanjakan lidah mereka pagi ini.


"Kamu memang selalu the best masakannya" ucap Ocha dengan mengacungkan jempolnya.


"Sayang... boleh minta tolong" ucap Vino lembut.


"Ada apa kak?" tanya Yuuri bingung.


"Mau tambah lagi boleh?" tanya Vino santai tanpa malu.


"Sejak kapan kak Vino jadi gila makan pagi pagi begini, biasanya dia paling anti pagi pagi makan banyak" gerutu Shira.


"Laper Shira..." ucap Vino bohong padahal dia benar benar menikmati masakan Yuuri.


Yuuri langsung mengambil alih piring Vino dan mulai mengambil nasi goreng dan beberapa lauk pauknya.


Mereka semua sarapan dengan tenang dan penuh nikmat, melahap menu sarapan yang sangat menggugah semangat pagi ini.


*


*


*


Happy reading para readers.