
Yuuri menatap bahagia mereka semua yang makan dengan lahap dengan rona bahagia yang terpancar dari setiap orang yang bergabung malam itu
"Pasti ini kue buatan kak Yuuri kan?" tanya Fahira memastikan kue yang sedang dia potong.
"Kamu selalu saja tau apapun yang di buat Yuuri" ucap Ocha.
"Karena memang nona Yuuri di berkahi tangan yang luar biasa dalam segala hal termasuk memasak" ucap mbak Jum.
"Benar banget kata mbak Jum, kalau nona Yuuri itu punya tangan ajaib" sambung mbak Nana.
"Kalian semua paling bisa kalau ngomongin aku" gerutu Yuuri kesal.
"Tapi emang bener kok kak, kalau apapun yang kakak masak akan selalu menjadi enaknya kebangetan" sambung Shira memuji masakan Yuuri.
"Iya lah, pacar kakak gitu" ucap Vino membanggakan Yuuri.
"Apaan sih kak, gak lucu deh" sambung Yuuri.
"Tapi bener kok sayang" ucap Vino yang gak mau kalah.
"Udah deh semuanya, masakan aku itu biasa aja tau. Kalian gak tau apa aku tuh belajar masak dari Fahira" ucap Yuuri menahan tawanya.
"Aku keren banget kalau ngarang cerita gitu Yuuri" ucap Kenzi menatap kekasihnya.
"Kak... kalau menghina jangan gitu dong, di depan calon suami lagi" gerutu Fahira kesal.
"Kamu itu yang paling terbaik kok sayang dalam semuanya" ucap Kenzi menenangkan Fahira.
Fahira langsung tersenyum bahagia mendengar ucapannya calon suaminya.
"Di puji sedikit sama calon suami langsung deh senyum senyum gak karuan gitu" ucap Ocha mengejek Fahira.
"Apa sih kak..." ucap Fahira kesal.
"Udah deh gak usah pada drama" ucap Yuuri menengahi Fahira dan Ocha.
"Sayang..." Vino.
"Ada apa kak?" tanya Yuuri sembari melahap kue di depannya.
"Besok ada jadwal kampus gak?" tanya Vino kepada Yuuri.
"Enggak kak, besok aku free... kenapa?" tanya Yuuri bingung.
"Kamu gak ajak mereka jalan jalan besok?" tanya Vino balik.
"Iya kak, ajak kita jalan jalan dong..." ucap Fahira manja seperti biasanya.
"Tapi aku besok ada tugas buat di kumpul sorenya, aku takut banget gak keburu" ucap Yuuri merasa gak enakan sama mereka berempat.
"Biar aku aja yang temenin kak, aku besok free kok" sambung Shira.
"Tapi apa gak ngerepotin kamu Shira?" tanya Yuuri.
"Gak kak tenang aja" jawab Shira santai.
"Syukur deh, terimakasih Shira" ucap Ocha tulus.
"Sama sama kak" jawab Shira.
"Makasih ya Shira, oh ya kalau udah pada mau istirahat gak apa kok, lagian ini udah malam banget, dan buat Shira malam ini nginep aja ya biar mbak Ati yang siapkan kamarnya" ucap Yuuri yang langsung di angguki Shira sebagai persetujuan.
"Baiklah nona kalau gitu saya langsung siapkan langsung aja ya kamar buat nona Shira, takut nanti nona Shira udah ngantuk" ucap mbak Ati.
"Kak aku langsung aja ya, langsung mau tiduran soalnya" ucap Shira menyusul mbak Ati yang sudah lebih dulu berjalan.
"Iya Shira, selamat istirahat" ucap Yuuri.
"Hm..." Yuuri tersenyum setelah kepergian Shira.
"Kita juga ke kamar dulu ya, capek banget mau istirahat" ucap Daffa sembari menarik tangan Ocha.
"Ok... selama istirahat" jawab Yuuri sembari melambaikan tangannya ke arah Ocha.
"Nona ini bisa kami bereskan sekarang?" tanya mbak Nana.
"Iya beresin aja mbak, gak apa kok" jawab Yuuri tersenyum.
"Sayang, kamu juga harus istirahat sana masuk" ucap Vino kepada Yuuri.
"Bentar lagi sayang" jawab Yuuri malas
"Sayang..." panggil Kenzi sembari mengelus kepala Fahira yang menyender di bahunya.
"Fahiranya udah tidur kali kak, tau sendiri dia kalau tidur gak tau aturan kan suka suka dia aja" gerutu Yuuri sembari menatap Fahira uang sudah tertidur di bahu Kenzi.
"Ya udah deh aku anter dia dulu ya, habis itu juga mau langsung istirahat" ucap Kenzi pada Yuuri dan Vino.
"Iya..." jawab Yuuri dan Vino bersamaan.
Kenzi berlalu dengan menggendong Fahira ala bridal style, Kenzi mengantar Fahira ke kamarnya dan juga langsung menuju ke kamarnya ketika dia selesai dari mengantar Fahira.
"Sayang istirahat sana" ucap Vino kembali.
"Belum ngantuk kak, mau disini aja dulu" ucap Yuuri tersenyum sembari memeluk lengan kokoh Vino.
"Kamu jadi manja banget malam ini?" tanya Vino bingung.
"Aku kan biasa manja sama kamu kak" jawab Yuuri santai.
"Istirahat deh, semua orang udah pada istirahat semua tuh tinggal kita berdua aja yang masih on di sini sayang" ucap Vino.
"Kalau kakak udah capek nemenin aku di sini, ya udah sana aja istirahat aku mau disini dulu" ucap Yuuri yang enggan untuk istirahat.
"Ya udah kakak temenin kamu disini sampai kapan kamu tahan sayang, maaf ya buat kamu kesal" ucap Vino mengelus lembut pipi tembam Yuuri.
"Besok juga temenin aku nganter tugas ya" ujar Yuuri sembari menatap Vino penuh harap.
"Iya sayang, kemana pun kamu mau kakak bakal antarkan kamu kemana pun itu" jawab Vino.
"Kamu bentar lagi bakalan berangkat ke New Zealand nih kak?" tanya Yuuri memastikan kembali walaupun sebenarnya dia sudah tau.
"Maaf sayang... ada beberapa pekerjaaan yang belum aku selesaikan di sana" jawab Vino penuh sesal.
"Awas loh macem macem di sana" ancam Yuuri dengan menatap galak mata Vino.
"Iya sayang...." jawab Vino manja sembari mengacak rambut Yuuri.
Mereka berdua menghabiskan malam dengan bercanda dan bersanda gurau bersama.
Sampai akhirnya Yuuri tertidur di pundak Vino, dan dengan sigap Vino langsung membawa Yuuri ke kamarnya dan Vino juga beristirahat kembali ke kamarnya yang berada di lantai 1 setelah mengantarkan Yuuri kembali ke kamarnya yang ada di lantai atas.
*
*
*
Hai para readers...
Selamat membaca ya....