
Setelah selesai dari ruangan dokter, Yuuri kembali berjalan menyusuri lorong rumah sakit dan berjalan ke ruang rawat inap ibu yang tadi dia tolong.
Yuuri menunggu cukup lama untuk pasien itu segera sadar sampai akhirnya ibu itu membuka matanya perlahan dan melihat sekitarnya.
"Saya dimana?" tanya ibu itu yang yang kebingungan setelah siuman.
"Ibu lagi ada di rumah sakit tadi ibu gak sengaja menjadi korban tabrak lari orang yang naik motor, dan syukurnya ibu sekarang sudah di tangani dengan baik oleh perawat dan dokter" Yuuri mencoba menjelaskan apa yang sedang terjadi.
"Lalu kamu siapa?" tanya ibu itu bingung karena tidak mengenali wanita yang ada di hadapannya.
"Aku_" Yuuri hendak menjawab tapi terhenti ketika mendengar suara pintu di buka dan langkah kaki seseorang yang masuk ke ruangan itu.
"Dia menantu ibu" ucap dokter yang tadi menangani pasien itu.
"Jadi kamu udah nikah sama Arza?" tanya ibu itu terlihat kesal.
Aduh... si dokter ini nyebelin deh, ntar kalau aku ketahuan bohong gimana coba, lagian tadi kenapa pula aku pakai ngaku ngaku menantu ibu ini sama perawat yang tadi (gumam Yuuri terlihat bingung menjawab pertanyaaan dari ibu itu).
"Maaf buk, sebenarnya kami_" Yuuri.
"Kamu hamil duluan ya" celetuk ibu itu yang membuat dokter tadi menjadi tidak enak berada di dalam ruangan itu ketika sebuah keluarga sedang berbicara.
"Maaf Bu, ibu sepertinya harus banyak beristirahat lagi agar kondisi ibu segera pulih, saya permisi dulu ya" ucap dokter yang segera ingin pamit dari ruangan pasien
"Iya dokter terima kasih banyak ya" ucap ibu itu sembari menundukkan kepalanya memberi hormat.
"Sama sama, saya duluan ya semoga ibu segera pulih" ucap sang dokter yang menyebabkan kekacauan dan pergi pamit setelah itu.
Dasar dokter nyebelin, habis ngasih masalah malah pergi begitu aja (gerutu Yuuri menatap kesal kepergian dokter itu).
"Mana ponsel saya?" tanya ibu itu pada Yuuri.
"Ini bu_" Yuuri memberikan ponsel ke pemiliknya.
"Mulai sekarang panggil saya Mami jangan ibu lagi" ucap ibu itu sembari melakukan panggilan telpon dengan seseorang.
📞Mami
Cepat datang ke Rumah Sakit Internasional
sekarang dan jemput mami
Ibu itu langsung mematikan telpon setelah itu.
"Siapa nama kamu?" tanya mami sembari meletakkan ponselnya.
"Nama say Yu... Yuuri buk" ucap Yuuri gugup.
"Saya sudah bilang, panggil saya Mami mulai dari sekarang" ucap mami tegas.
"Iya mi, tapi mami harus banyak istirahat dulu" ucap Yuuri pelan.
"Gak perlu, saya sudah pulih berkat kamu" ucap mami dengan senyum manis yang menghiasi wajahnya.
"Mami tau tadi kamu berbohong, dan mami menolong kamu dengan melanjutkan kebohongan kamu" ucap mami yang masih tersenyum membayangkan sesuatu.
"Maksud mami?" tanya Yuuri bingung dengan ucapan ibu itu.
"Mami sadar ketika kamu berbohong pada perawat tadi, jadi kamu harus melakukan sesuatu agar kebohongan kamu tidak di ketahui seisi Rumah Sakit ini" ucap mami.
"Apa maksud mami sebenarnya, Yuuri benar benar gak paham" ucap Yuuri yang masih bingung dengan ucapan mami.
"Menikahlah dengan anak mami" ucap mami memohon.
"Tapi mi, aku kan_" Yuuri.
"Mami mohon, sebenarnya mami punya sebuah penyakit, tapi ini tidak ada seorang pun yang tau termasuk keluarga mami dan hanya kamu yang tau" ujar mami.
Yuuri masih diam memperhatikan mami yang bercerita dan menjeda ceritanya cukup lama sembari menahan kesedihannya.
"Mami punya penyakit kanker hati dan ini rahasia, hidup mami mungkin gak lama walaupun kita tau jodoh dan maut itu hanya Allah yang menentukan, mami mau kamu berjanji mau menerima pinangan mami untuk Putra mami bernama Arza" ucap mami.
"Jika aku kuat menjalani ini, aku mau buat bantu mami dan mami tau dari mana aku muslim?" tanya Yuuri bingung.
"Kalung kamu sayang, kalung kamu yang menunjukkan jati diri kamu walaupun kamu gak berhijab nak" ucap mami tersenyum sembari memperhatikan kalung yang selalu ada di lehernya.
"Mami mengingatkan aku pada seseorang" ucap Yuuri yang kembali mengingat sosok laki laki yang bernama Arkan merupakan dosen bahasa Inggrisnya di kampus Ontario.
"Dengan siapa sayang?" tanya mami.
"Dosen bahasa Inggris Yuuri yang baru mi" ucap Yuuri yang sudah tidak kaku lagi memanggil mami.
"Benarkah?" tanya mami yang juga mengingat anaknya Arza yang mengisi waktu luangnya menggantikan dosen yang sedang cuti.
Mereka membagi cerita membuat mami nyaman memilih Yuuri untuk menjadi menantunya, ketika mereka berdua sudah mulai akrab tiba tiba saja seseorang yang membuka pintu menghentikan pembicaraan mereka.
yuuri langsung diam kaku seperti patung setelah melihat seseorang yang dia kenal masuk ke ruang mami dan juga memanggil dengan sebutan mami.
What!... dunia benar benar udah gila ini, apa semua ini dan kenapa bisa jadi begini, aku benar benar gak paham ini semua (gerutu Yuuri dalam hati).
Yuuri masih menatap bingung anak dan ibu yang berpelukan itu, sedangkan Arkan tidak menyadari ada seorang wanita yang dia kenal ada di dalam ruangan maminya.
"Mami kenapa bisa ada di rumah sakit?" tanya Arkan khawatir dengan maminya tapi masih enggan melepaskan maminya.
"Mami gak apa kok sayang, kamu kenapa manja banget gini ya" gerutu mami pada putranya.
"Mami, Arkan ini anak mami" seru Arkan yang masih enggan melepaskan pelukan tubuh maminya.
"Bagaimana kalau kamu di lihat calon istri kamu?" tanya mami menahan tawanya.
"Kok bisa sih, kan lagi gak ada siapa siapa di sini mi" ucap Arkan yang masih belum menyadari ada seseorang selain dia dan maminya.
Aku udah Segede ini masih aja gak keliatan dan gak di anggap lagi, dasar dosen gak ada akhlak... aku kan jadi kangen ibu (gerutu Yuuri yang kesal karena dia tak di anggap di dalam ruangan itu).
"Siapa bilang?" tanya mami.
"Mami udah deh, jangan mulai lagi" gerutu Arkan yang masih enggan melepaskan maminya tapi mulai mengendorkan pelukannya agak tidak menyiksa maminya.
"Itu calon istri kamu lagi duduk di sofa" ucap mami.
"What!..." pekik Yuuri kaget mendengar ucapan mami.
Arkan yang mendengar ada suara seorang wanita di ruang inap maminya langsung menoleh ke sumber suara.
"Yuuri!..." pekik Arkan yang kaget bukan main ketika mengetahui Yuuri ada di dalam ruangan maminya.
Arkan langsung melepaskan pelukannya dari sang mami dan menatap tak percaya dengan apa yang dia lihat, Yuuri tidak menghiraukan Arkan yang menyebut namanya tapi dia justru ingin protes sama mami.
"Apa mami bilang? aku calon istrinya?" tanya Yuuri yang bingung bercampur kesal.
"Mami?" Arkan bingung karena Yuuri memanggil mami nya dengan sebutan mami juga.
Yuuri masih saja tidak menghiraukan suara Arkan yang bingung dengan situasinya.
"Bukannya mami bilang tadi kalau nama anak mami Arza" protes Yuuri yang bingung.
"Iya" jawab mami singkat.
"Terus kenapa harus pak Arkan?" tanya Yuuri yang masih bingung.
"Ini sebenarnya ada apa sih mami... Yuuri..." ucap Arkan yang semakin bingung karena tidak tau apa yang terjadi dan mereka bicarakan sebelum Arkan datang.
"Diam!..."Bentak mami dan Yuuri bersamaan sembari menatap tajam Arkan.
Arkan yang mendapat bentakan dan tatapan tajam dari dua singa betina itu langsung diam tidak mengeluarkan suara apapun.
"Mami jelaskan semua ini" ucap Yuuri yang meminta penjelasan.
"Yuuri sayang nama Arkan itu Arkan Zayne dan mami sama papi tidak pernah memanggil namanya Arkan melainkan kami menggabungkan namanya menjadi Arza sayang" ucap mami menjelaskan situasinya.
"Jadi mami_" Yuuri.
"Iya sayang, mami hanya punya Arza satu satunya anak laki laki mami.
"Tapi mi_" Yuuri.
"Tolonglah nak, kamu sudah berjanji" ucap mami mengingatkan Yuuri.
"Aku takut gak kuat mi" ucap Yuuri bingung.
"Mami yakin dan sangat yakin kamu bisa melakukannya" ucap mami memelas pada Yuuri.
"Baiklah mi, aku akan mencobanya" ucap Yuuri dengan terpaksa.
Mami langsung mengembangkan senyum nya ketika mendengar ucapan Yuuri.
Dunia benar benar sempit, aku harus berhubungan dengan dosen ini lagi (gerutu Yuuri dalam hati setelah menerimanya).
*
*
*
Gimana readers masih tetap penasaran gak ya sama kelanjutannya...
kamu masih pantengin aja terus ya readers.
Happy reading buat readers.