Breath Without Love

Breath Without Love
Bertemu Kembali



Yuuri melangkah keluar dari kediaman mewah Ontario yang sudah beberapa dia tempati sebagai menantu di keluarga Ontario, rasanya sangat sangat sedih mengingat bagaimana suaminya sendiri menghina dan memakinya.


Dengan langkah yang pelan dan air mata yang tiada hentinya Yuuri segera melangkah dan semakin menjauh dari kediaman mewah itu.


"Kemana aku harus pergi?" tanya Yuuri berbicara sendiri.


"Aku sudah tidak memiliki siapapun di Jakarta dan sekarang aku akan kemana malam malam begini" ucap Yuuri.


Tanpa tahu kemana dia akan melangkah Yuuri memutuskan terus berjalan dan membiarkan kemana kaki nya akan melangkah, karena rasa lelah mulai datang Yuuri memutuskan untuk duduk di kursi yang ada di sepanjang trotoar.


Hanya air mata yang menemaninya dalam kesendirian nya karena tidak ada seorang pun yang ada bersama nya saat ini.


Ada sebuah mobil hitam berhenti tepat di hadapannya sehingga menimbulkan berbagai macam pertanyaan dalam pikirannya.


"Siapa ini kenapa mobil ini berhenti di sini?" tanya Yuuri dengan sangat khawatir.


Seseorang keluar dari dalam mobil dan tersenyum menatap Yuuri, Yuuri yang kenal orang yang keluar dari dalam mobil itu tersenyum sembari menahan tangisnya.


"Shira..." ucap Yuuri yang tersenyum melihat Shira kembali setelah sekian lama tak bertemu.


"Kak Yuuri..." Shira pun segera menghampiri Yuuri dan memeluk erat tubuh Yuuri.


"Kakak udah lama gak lihat kamu" ucap Yuuri kemudian melepaskan pelukannya.


"Kak, Shira tau semuanya" ucap Shira.


"Semuanya?" tanya Yuuri bingung.


"Kak vino minta Yuuri untuk membawa kakak pergi" ucap Shira tersenyum.


"Maksudnya? kak vino? gimana?" rentetan pertanyaan Yuuri lontarkan karena benar benar bingung dengan ucapan Shira.


"Nanti Shira jelaskan tapi kakak harus ikut Shira ya" ucap Shira.


"Mau kemana?" tanya Yuuri kembali.


"Ke tempat yang bisa buat kakak lebih baik dan beristirahat dengan baik" ucap Shira tersenyum.


"Baiklah" ucap Yuuri.


Yuuri akhir mengikuti masuk ke dalam mobil hitam yang ada di hadapannya, di ikuti Shira dan bodyguard.


Dalam perjalanan Shira mulai menceritakan semua yang dia ketahui termasuk rahasia dan apa yang di lalui Yuuri semuanya juga tentang kakak nya yang menyewa mata mata untuk selalu mengawasinya agar bisa hidup dengan bahagia dan layak.


"Jadi selama ini kak Vino selalu mengawasi?" tanya Yuuri yang benar benar tidak menyangka.


"Kakak benar sekali" ucap Shira tersenyum.


"Dimana kak Vino sekarang?" tanya Yuuri.


"Dia sedang berada di suatu tempat" Shira.


"Apa kak Vino sudah menikah dengan Anna?" tanya Yuuri.


"Iya tapi kak Anna sudah kabur dengan selingkuhannya yang membuat kak Vino menjadi orang yang menakutkan, sampai mama dan papa benar benar tidak berani untuk menekan nya lagi" ungkap Shira.


"Maksudnya?" tanya Yuuri bingung.


"Kak Vino sudah bnyak berubah" ucap Shira.


"Hm benar sekali" Shira.


Tak terasa mobil yang di kendarai oleh supir pribadi Shira berhenti di sebuah apartemen mewah.


"Kenapa kesini?" tanya Yuuri.


"Kak akan tinggal di sini untuk sementara waktu" ucap Shira


"Tapi..." Yuuri.


"Ini kartu akses apartemen nya dan kodenya ulang tahun kakak sendiri" ucap Shira.


"Kamu gak ikutan turun?" tanya Yuuri yang melihat Shira nampak tak bergeming untuk turun.


"Satu bodyguard akan menemani kakak dan membawa barang kakak" ucap Shira tersenyum.


"Baiklah terimakasih ya Shira" ucap Yuuri kembali memeluk Shira.


"Jangan berterima kasih pada Shira, tapi nanti pada kak Vino" ucap Shira melepaskan pelukannya.


"Iya nanti kakak akan berterima kasih padanya" ucap Yuuri lalu turun keluar dari mobil.


Yuuri keluar dari mobil dan berjalan mengikuti langkah bodyguard yang membawa koper nya, setelah sampai di apartemen paling atas bodyguard segera pamit dan pergi kembali.


"Terimakasih" ucap Yuuri tersenyum ramah.


"Sama sama nona" jawab bodyguard yang ikut tersenyum.


Yuuri segera berjalan menuju pintu dan menekan tombol untuk membuka pintunya.


Yuuri berjalan masuk ke dalam apartemen mewah dan mendapati seseorang sedang tertidur di sofa di hadapan tv yang menyala.


Dengan hari hati Yuuri menghampiri Vino menatap kedua mata yang terpejam itu.


"Apa aku terlalu tampan sampai kau tidak berkedip memandang mantan pacar mu ini?" tanya Vino yang sering kali iseng dengan Yuuri.


"Dih kepedean nya bener bener deh kak" gerutu Yuuri kesal.


"Tidak ingin memelukku?" tanya Vino.


"Males" ketus Yuuri.


"Apa tidak merindukan aku?" tanya Vino.


"Tidak sama sekali" gerutu Yuuri.


Entah kenapa Vino akan sangat merasa bahagia setiap bersama Yuuri.


*


*


*


Happy reading readers 🤗🤗🤗