
"Morning momy..." sapa Kai menghampiri momy nya yang sedang menyiapkan sarapan.
"Morning sayang... kau sudah bangun nak" sambut Yuuri tersenyum ke arah putranya.
Kai berjalan mendekati sang momy lalu memeluk erat momy nya.
"Apa tidurmu nyenyak sayang?" tentu saja mom.
Yuuri tersenyum lalu mulai menyuruh anaknya menunggunya di meja makan.
"Sayang Kai duduk dulu ya momy nyusul" ucap Yuuri tersenyum.
"Siap momy tapi jangan lama lama" jawab Kai.
"Iya sayang..." sambung Yuuri.
Kai pun berjalan dan segera duduk di salah satu kursi sembari menunggu momy nya.
"Ayo kita sarapan sayang" ucap momy yang sudah menyiapkan pancake banana kesukaan Kai.
"Mbak ayo ikutan sarapan bersama" sambung Kai.
"Oh iya tuan muda" jawab mbak.
Mereka semua menyantap sarapan dengan tenang dan nikmat.
Selesai makan Yuuri dan Kai pamit akan pergi untuk mengajak Kai ke suatu tempat dan memilih menyetir sendiri mobilnya.
"Sayang apa kau senang di Indonesia?" tanya sang momy.
"Tentu saja dimana ada momy Kai akan selalu senang dan bahagia" jawab Kai.
"Sayang momy jadi terharu" ucap Yuuri sembari mengecup kepala Kai membuat Kai tersenyum.
"Momy kita akan kemana?" tanya Kai penasaran.
"Kita akan mengunjungi makam oma nak" jawab Yuuri.
"Oma?" tanya Kai bingung.
"Oma Leya sayang" jawab Yuuri.
"Baiklah Kai akan menyapa Oma nanti dan mengatakan jika sekarang Kai sudah besar dan bisa menjaga momy" sambung Kai.
Yuuri hanya tersenyum mendengar penuturan putranya.
Kai berjalan beriringan sembari menggenggam tangan sang momy menuju tempat peristirahatan terakhir Omanya.
"Mami... Yuuri datang lagi tapi sekarang Yuuri membawa cucu mami, Yuuri kangen sama mami, mami istirahat yang tenang ya mami" ucap Yuuri menahan air matanya.
"Momy menangis?" tanya Kai melihat Yuuri menahan air matanya.
"Tidak sayang momy hanya merindukanmu Oma mu" jawab Yuuri berusaha tersenyum.
"Momy bisa memeluk ku bukankah di tubuh Kai mengalir darah Oma Leya juga" ucap Kai tersenyum.
"Sapalah Oma mu sayang" ucap Yuuri tersenyum.
"Hai Oma... walaupun Oma tidak pernah melihat Kai secara langsung tapi pasti sekarang Oma sedang mengawasi Kai kan, dan tadi ketika di akhir perjalanan momy memperlihatkan foto Oma di ponsel momy sebelum turun dari mobil, Oma tau tidak jika Oma sangatlah cantik dan Kai mengagumi kecantikan Oma" ucap Kai.
Yuuri nampak sangat tersentuh mendengar penuturan anak semata wayangnya.
"Oma... sekarang Kai rasa Kai sudah bisa menjaga momy karena Kai itu sudah kuat sekarang Oma, jadi Oma jangan pernah khawatir kan momy ya tenang saja ada Kai" celoteh Kai yang memberitahu betapa kuat dan mampunya dia menjaga sang momy.
Setelah lumayan lama di pusaran pemakan milik sang Oma, akhirnya Kai dan Yuuri segera pergi meninggalkan pemakaman.
"Sekarang kita akan kemana momy?" tanya Kai antusias.
"Menemui opa mu" jawab Yuuri tersenyum.
"Lalu kapan momy akan membawa Kai ke Da_" Kai menggantungkan ucapan nya.
Yuuri tersenyum menatap putranya walaupun dia tidak menjawab apapun.
"Maaf momy... maaf Kai lagi lagi membuat momy bersedih dengan mengingat Dady padahal Kai tidak seharusnya mengingatkan momy pada Dady" ucap Kai dengan sendu merasa bersalah.
"Tidak apa sayang... nanti Kai akan bertemu Dady dan aunty Lura" jawab Yuuri tersenyum.
"Benarkah momy, apa momy tidak bersedih lagi harus mengingat Dady kembali?" tanya Kai hati hati.
"Tidak sayang pasti Dady sangat merindukanmu" jawab Yuuri tersenyum.
Yuuri ingin berdamai dengan masa lalunya dia tidak ingin menahan kembali sakit hati nya dengan cara dia melepaskannya dengan cara memaafkan semua kata kata kasar yang sudah di lontarkan oleh suaminya hari itu, tak lupa Yuuri menunjukkan mana foto opa, aunty Lura nya dan dady nya
Bahkan Yuuri tidak tega jika yang akan menjadi korban keegoisan nya adalah anaknya sendiri.
"Kita jalan sekarang sayang?" tanya Yuuri.
"Let's go mom" jawab Kai bersemangat.
Setelah sampai di kediaman keluarga Ontario Yuuri menatap satpam yang berjaga bukan lah satpam yang di kenal.
"Selamat siang nona ada yang bisa saya bantu?" tanya pak satpam yang bernama Dirga sesuai tulisan bordiran bajunya.
"Saya ingin bertemu papi Derriel dan kak Arkan apa mereka ada di rumah pak?" tanya Yuuri.
"Maaf nona apa anda sudah punya janji dengan tuan besar dan tuan?" tanya pak Dirga.
"Belum" jawab Yuuri santai.
"Kalau belum nona di larang masuk, maaf nona" ucap pak Dirga.
Yuuri mengeluarkan ponselnya dan mencari foto keluarganya dan menunjukkan nya pada pak Dirga.
"Nona jangan mengedit foto demi untuk masuk" ketus pak Dirga sembari menahan tawa.
Kai yang tidak terima momy nya di perlakukan begitu menatap tajam pak Dirga.
"Hei pak kau bisa bersikap lebih sopan pada momy ku" gerutu Kai.
"Sayang bapak itu hanya menjalankan tugas" sambung Yuuri menenangkan putranya.
"Hei kau masih anak kecil tidak perlu ikut campur urusan orang dewasa" sambung pak Dirga sedikit emosi.
"Pak kau tidak berhak berbicara kasar pada anak ku apalagi dia masih anak kecil" ucap Yuuri menahan emosinya.
"Akan aku adukan kau pada Dady dan opa" sambung Kai.
"Sayang..." Yuuri mengelus rambut Kai.
"Adukan saja bahkan kau bisa di usir karena mengaku ngaku seperti itu anak kecil" ucap pak Dirga dengan sombongnya.
Kai yang kesal membuka pintu mobilnya dan berlari meninggalkan pak satpam dan momy nya, Kai berlari sekuat tenaga menuju halaman rumah keluarga Dady nya yang luas.
Dengan nafas tak beraturan Kai berteriak memanggil opa dan Dady nya.
"Dady... opa...." teriak Kai masuk ke dalam rumah besar itu.
"Kau siapa sayang?" tanya seorang pelayan wanita yang menghampiri Kai.
"Mbak dimana opa dan Dady ku?" tanya Kai.
Sementara petugas keamanan lainnya yang sudah mengejar Kai akhirnya berhasil mendapatkan anak kecil itu kembali dan menangkapnya.
"Lepaskan aku... aku hanya ingin bertemu keluarga ku" ketus Kai sembari masih berontak.
"Kalian tidak boleh kasar dia masih anak anak" ucap pelayan yang tadi menghampiri Kai.
"Dia keterlaluan nyelonong masuk" ucap petugas keamanan anak buah sang satpam yang tadi berjaga.
"Sayang siapa opa dan Dady mu nak?" tanya pelayan tadi yang mencoba menenangkan anak kecil yang di tangkap itu.
"Dady Arkan dan opa Derriel" ucap Kai tegas.
Sedangkan beberapa pelayan lainnya memanggil majikan mereka karena adanya kegaduhan yang di sebabkan oleh seorang anak kecil.
"Lihatlah Nina dia bahkan membual mengatakan bahwa bos kita adalah keluarga nya" sambung salah satu petugas keamanan.
"Aku tidak berbohong mbak" Kai meyakinkan Nina nama mbak yang baik terhadapnya.
Para petugas keamanan hendak menyeret Kai.
"Hentikan...."suara bariton seorang laki laki yang sekarang bertubuh kurus menghentikan gerak para petugas keamanan sehingga membuat Kai dengan mudah meloloskan diri dari mereka.
"Dady..." teriak Kai sembari berlari memeluk Arkan.
"Sayang kau siapa nak?" tanya Arkan bingung karena anak kecil itu memanggilnya Dady.
"Dady apa kau sama sekali tidak mengenal anakmu?" tanya Kai bersedih.
Arkan memperhatikan wajah anak laki laki yang tadi memeluknya dan memanggil nya Dady.
"Dia memang sangat mirip seperti aku ketika masih kecil, tapi...." Gumam Arkan dalam hati.
"Apa kau masih tidak mengenaliku tuan Arkan Zayne Ontario" ketus Kai mulai kesal.
Arkan masih memperhatikan wajah anak ini dan tiba tiba dia menatap matanya.
"Mata ini...mata ini milik Yuuri... mata coklat yang sangat indah..." gumam Arkan.
*
*
*
Happy reading readers 🤗🤗🤗
jangan lupa vote dong buat author nya biar tambah semangat 😉😉😉