
"Pagi mbak Jum" sapa yuuri sambil berjalan menuruni tangga.
"Pagi nona Yuuri" jawab mbak Jum yang sedang asik di dapur.
"Masak apa mbak?" tanya Yuuri yang berjalan ke arah mbak Jum.
"Ini lagi bikin pancake banana buat nona" jawab Mbak Jum yang lagi mengupas buah pisang.
"Biar aku aja ya mbak nerusin nya" ucap Yuuri sembari mengambil alih pekerjaan mbak Jum.
"Tapi non_" mbak Jum.
"Udah gak apa mbak, mendingan mbak Jum selesaikan pekerjaan yang lain mbak" ucap Yuuri memotong ucapan mbak Jum yang akan melarang nya melanjutkan kerjaan mbak Jum tadi.
"Baiklah nona, saya kerjakan yang lain ya" pamit mbak Jum lalu berlalu meninggalkan Yuuri ketika Yuuri mengangguk kepala nya sembari tersenyum ke arah mbak Jum.
Yuuri mulai membuat adonan untuk pancake dan juga selai kurma yang akan menjadi pelengkap pancake nya pagi ini.
"Morning sayang" ucap Vino yang mulai berjalan menuju Yuuri.
"Morning kak" ucap Yuuri seolah melupakan Masalahnya sejenak.
"Masak apa?" tanya Vino yang sudah berdiri di sambil Yuuri yang mulai mencetak adonan pancake nya.
"Pancake banana suka gak?" tanya Yuuri.
"Apapun yang kamu buat itu pasti enak sayang" ucap Vino mengelus puncak kepala Yuuri.
"Sarapan di sini ya" ucap Yuuri sambil terus membuat pancake nya.
"Iya sayang, ada yang perlu aku bantu?"tanya Vino.
"Ada, kamu duduk aja di meja makan dan nanti bantu aku menghabiskan sarapan nya ya" ucap Yuuri.
"Hahaha... kamu tu ada ada aja deh, nyuruh aku makan pakai bilang bantu kamu menghabiskan makanannya" tawa Vino pecah mendengar penuturan Yuuri.
"Ya udah sana kak, aku selesaikan dulu ini ya palingan 5 menit lagi beres" ucap Yuuri sambil mendorong Vino menjauh dari nya.
Vino yang tidak ingin berdebat pun mengalah dan segera duduk di kursi meja makan sambil menunggu Yuuri, sesuai katanya 5 menit kemudian Yuuri berjalan mendekati Vino sambil membawa 2 piring pancake banana.
"Bisa sayang?" tanya Vino yang melihat Yuuri berjalan ke arahnya dengan 2 piring pancake di tangannya.
"Bisa kak" jawab Yuuri sambil tersenyum.
Yuuri meletakkan sarapan buatannya untuk Vino dan dirinya, Vino yang melihat sarapannya sudah di depan mata dengan cepat meraih sendok untuk segera mencicipi nya.
"Eum... enak sayang, kamu makin pintar aja masaknya" ucap Vino setelah satu potongan kecil pancake banana tadi masuk ke mulut nya beserta selai kurmanya.
Yuuri hanya diam saja menanggapi Vino yang senang dengan menu sarapan yang di buatkannya.
"Sayang, aku tunggu kamu di dalam mobil ya" ucap Vino yang berlalu menuju mobilnya.
Setelah selesai menyantap sarapan nya Yuuri pergi menuju kamarnya dan mulai mengganti baju nya untuk segera ke kampus bersama Vino.
Setelah selesai Yuuri pun berjalan sedikit tergesa menghampiri Vino yang sudah menunggu di dalam mobil.
Setelah melihat Yuuri sudah masuk ke dalam mobil nya dengan nafas yang sedikit memburu membuat Vino menghela nafas dengan tingkah Yuuri.
"Sayang kamu gak perlu terburu-buru seperti tadi, aku tidak akan meninggalkan mu" ucap Vino sembari melaju mobilnya keluar dari halaman rumah yang di tempati Yuuri, Yuuri terdiam sejenak untuk mengatur nafasnya.
"Hahaha iya kak, aku takut membuat mu menunggu ku terlalu lama" ucap Yuuri sambil nyengir.
"Lain kali jangan di ulangi lagi ya, aku bisa menunggu kok" ucap Vino sambil terus menyetir.
Setelah menyusuri jalanan menuju kampus yuuri akhirnya mereka sampai juga di depan gerbang kampus Yuuri.
Yuuri melepas seatbelt nya dan hendak membuka pintu mobil, tapi dengan cepat Vino menahan tangan nya agar tidak keluar.
"Kenapa kak?" tanya Yuuri bingung ketika Vino menahan tangannya.
"Ada apa, apa kakak dapet laporan kalau semalam aku keluar setelah kakak pulang?" tanya yuuri memastikan tapi tidak ada nada ketakutan dalam setiap ucapannya.
"Hm... apa kamu tidak mau meminta maaf sama pacar mu ini?" tanya Vino dengan sorot mata yang sulit di artikan.
"Apa aku harus selalu lapor kepada mu kemana pun aku pergi?" tanya Yuuri.
"Hm..." Vino mengangguk.
"Kamu gak punya hak apapun atas kebebasan ku kak, walaupun kita sudah memiliki hubungan spesial tapi itu bukan hubungan pernikahan yang harus menuntut ku untuk selalu melangkah dengan ridho mu kak, aku masih wanita milik ibu dan alm ayah ku dan karena ayah sudah lama tiada beban itu di tanggung oleh abangku kak, jadi aku tidak punya kewajiban apapun atas mu" jelas Yuuri sambil menatap mata Vino.
"Apa aku tidak ada artinya di mata mu sayang, begitu kah kamu menilai arti dari hubungan kita sayang?" tanya Vino dengan wajah yang menahan diri agar tidak terbawa emosi dan air mata mendengar penuturan Yuuri.
"Aku hanya berkata sejujurnya kak bukan untuk membuatmu merasa tak berarti untuk ku kak, aku mencintaimu mu benar benar mencintai mu tapi aku tidak punya hak atas dirimu, mau kemana kamu melangkah, dengan siapa kamu, dan apa yang kamu lakukan aku tidak punya hak atas itu semua jika bukan dirimu sendiri yang memberi tahu ku, tapi memang itu kenyataan kak" jelas Yuuri lagi sambil menatap Vino serius.
"Apakah hubungan kita bisa bertahan Yuuri, aku melihat ada orang lain yang ada di dirimu sekarang, kenapa kamu sangat berbeda dengan yuuri yang aku kenal dulu. Apa yang membuat kamu berubah begini?" tanya Vino.
"Tidak ada yang berubah kak, aku masih Yuuri yang dulu dan kita bisa mempertahankan hubungan kita kak jika kita bisa menjaga kepercayaan masing masing" ucap Yuuri.
"Bagaimana jika salah satu dari kita menghianati kepercayaan itu?" tanya Vino.
"Jika aku yang menghianati kepercayaan kakak, aku akan pasrah dan ikhlas dengan keputusan kakak padaku tapi jika kakak yang mengkhianati kepercayaan aku, maafkan aku kak aku benar benar tidak bisa dihianati apalagi masalah cinta" jawab Yuuri jujur.
Vino yang tidak bisa menahan dirinya karena merasa tersudutkan dengan semua penuturan Yuuri akhirnya meraih tubuh Yuuri sambil mengeluarkan air mata yang coba di tahan nya dan langsung memeluknya di dalam mobil dengan erat, Yuuri hanya diam terpaku ketika Vino memeluknya dengan erat.
"Apa aku terlalu egois sayang?" tanya Vino yang masih memeluk Yuuri.
"Semua orang punya sifat egois kak tapi balik lagi ke kita sendiri kak, kita harus bisa menempatkan keegoisan di waktu yang tepat" jawab Yuuri yang tiba tiba melepaskan pelukan dari Vino dan mengangkat kedua ibu jarinya untuk mengusap lembut pipi Vino yang basah karena air mata yang membasahi pipinya.
"Kenapa nangis kak, itu bukan kamu banget" ucap Yuuri sembari tersenyum.
"Kenapa kamu begitu berbeda sayang"ucap Vino yang masih menatap Yuuri.
"Enggak ada manusia yang di ciptakan sama kak, semuanya memiliki perbedaan masing masing" ucap Yuuri.
"Aku berjanji untuk menunggu mu sayang" ucap Vino.
"Terimakasih kak" ucap Yuuri.
"5 hari lagi aku akan kembali ke new Zealand untuk 3 bulan sayang karena ada pekerjaan mendadak di sana" ucap Vino sembari menatap wajah Yuuri.
"Kamu kan baru beberapa hari di Indonesia kak" ucap Yuuri.
"Sayang aku akan mulai menetap di Indonesia sekitar 3 bulan lagi, karena ada beberapa pekerjaan yang belum aku selesaikan di New Zealand" ucap Vino.
"Baiklah, berarti kamu dulu yang akan meninggalkan aku?" tanya Yuuri dengan mata sendu nya.
"Maaf sayang" sesal Vino.
"Kamu gak salah kak, jaga hati kamu untuk ku di sana ya" ucap Yuuri.
"Aku akan menjaganya untuk mu Yuuri Ferianarifa" ucap Vino dengan penuh keyakinan.
"Baiklah aku masuk kampus dulu ya" ucap Yuuri sembari keluar dari mobil ketika Vino sudah menganggukkan kepalanya.
Yuuri berjalan menyusuri jalan dari mobil Vino menuju ke dalam area kampus dan langsung menuju kelas nya.
*A**ku hanya* berharap kamu bisa merelakan ku untuk saat ini karena aku ingin konsentrasi dengan semua ini, dan berharap bisa menghindari keluarga ku dari masalah kak entah siapa yang tidak suka dengan hubungan kita, aku harus bisa menuntaskan masalah ini kak dan ketika semuanya sudah membaik aku harap kamu masih bisa menjaga hatimu untuk ku. Maafkan jika ada kata kata ku yang membuat mu bersedih, sungguh aku tidak punya niat untuk melakukan nya (ucap Yuuri sambil terus berjalan dengan menahan air matanya agar tidak tumpah).
*
*
*
Hai para readers happy reading.
Selamat menikmati karya aku di setiap episodenya.