Breath Without Love

Breath Without Love
Persiapan



"Terimakasih sayang" bisik Vino di telinga Yuuri.


"Hm... love you" bisik Yuuri nakal di telinga Vino.


"I love you more sayang" balas Vino di telinga Yuuri sembari tersenyum.


"Hm... hm... hm... " seru mereka berempat menatap kesal ke arah Vino dan Yuuri.


Yuuri dan Vino langsung menghentikan bisik bisik ya setelah mendengar deheman mereka berempat yang sudah menatap tajam mereka berdua.


"Ada apa?" tanya Yuuri pura pura tidak tau apapun.


"Kalian gak liat di sini masih ada kami" ucap Daffa.


"Iya, emangnya kenapa?" tanya Vino.


"Hei om... jangan dekat dekat dengan kakak ku" ketus Fahira sambil menarik Yuuri menjauh dari Vino.


"Kenapa, kakak kamu kan pacar aku" Vino mulai kesal.


"Kamu tuh bi_" Fahira


"Fahira..." panggil Yuuri sembari menatap tajam ke arah Fahira.


"Maaf kak, Fahira cuma kesal aja" ucap Fahira sembari menundukkan kepalanya.


Kenzi yang melihat raut wajah sedih di muka Fahira langsung menghampiri nya dan memeluk erat tubuh kecil Fahira yang menahan kesedihannya.


Maafkan kakak Fahira, kakak cuma gak mau kalian semua bersitegang. Apalagi rumah yang sekarang kalian tempati ini rumah nya Vino, maafkan kakak ya (gumam Yuuri dalam hati menatap sedih ke Fahira yang di peluk Kenzi).


Kakak kenapa sih, dia lebih belain pacarnya daripada adiknya sendiri (gumam Fahira dalam hati yang sedih dengan perlakuan kakaknya).


"Sayang, maafkan aku" ucap Vino sembari menggenggam erat tangan Yuuri.


Yuuri yang mendengarkan ucapan Vino langsung beralih melihat tangannya yang sudah di genggam erat oleh Vino lalu beralih menatap wajah Vino dan mengangguk pelan serta mengelus lembut punggung tangan Vino yang menggenggam nya.


"Kalian semua istirahat lah, nanti malam kita akan barbeque bersama Shira, adiknya kak Vino" ucap Yuuri menatap mereka semua satu persatu.


Yuuri berjalan menghampiri Kenzi dan Fahira.


"Fahira tolong maafkan kakak jika menyinggung hatimu, aku minta tolong jaga Fahira dengan baik ya kak Kenzi" ucap Yuuri lalu berlalu meninggalkan mereka semua.


"Maafkan aku semuanya, aku pergi susul Yuuri dulu" ucap Vino lalu berjalan menyusul Yuuri yang sudah lebih dulu ke kamarnya.


"Kak Kenzi, lebih baik bawa Fahira buat istirahat dulu. Kami duluan ya kak" ucap Ocha berlalu sembari menggenggam tangan suami nya dan pergi dari ruang tengah menuju kamarnya untuk beristirahat.


Kenzi pun melepaskan pelukannya dan menatap mata Fahira yang sembab karena habis menangis.


"Sayang udah ya, pasti Yuuri tadi gak sengaja begitu. Kamu harus bisa mengerti jika di posisi Yuuri, dia tidak ingin memilih antara kamu dan Vino" Kenzi mencoba untuk membuat Fahira mengerti dengan situasinya.


Fahira yang mendengarkan perkataan Kenzi mencoba untuk mencernanya dan mulai mengangguk kan kepalanya.


"Good girl calon istri ku" goda Kenzi dengan senyuman nakalnya.


"Dasar nyebelin tau gak, calon istri nya lagi marah malah di godain gitu" gerutu Fahira kesal sembari memukul pelan lengan Kenzi.


"Sayang, aku lebih senang dengan kamu yang nyebelin dan suka marah marah dari pada kamu diam aja sambil nangis seperti tadi. Hati aku sakit banget liat kamu begitu sayang" ucap Kenzi sembari mencangkup kedua pipi Fahira.


Fahira pun tersenyum mendengar penuturan Kenzi dan langsung memeluk Kenzi dengan erat.


"Istirahat ya sayang, biar nanti gak kecapean ya sayang" ucap Kenzi yang langsung mengantar Fahira menuju kamar tempat Fahira istirahat.


Mereka berdua berlalu meninggalkan ruang tengah dan berjalan beriringan menuju kamar tamu yang di tempati Fahira.


"Sayang istirahat ya, aku juga mau istirahat di kamarku" ucap Kenzi setelah menyelimuti Fahira dan menyalakan pendingin ruangan nya.


"Terimakasih kak, I love you" ucap Fahira tersenyum.


"I love you more sayang" jawab Kenzi lalu berlalu meninggalkan kamar Fahira setelah setelah menutup pintu kamar Fahira.


Vino masuk ke kamar Yuuri dan mendapatkan Yuuri yang berada di balkon kamarnya, Vino menyusulnya dan berjalan menuju balkon.


"Sayang..." Vino.


"Hm... " Yuuri.


"Maafkan aku ya, semuanya ini berawal dari a_" Vino.


Yuuri langsung membekap mulut Vino ketika Vino akan meyelesaikan ucapannya.


"Hentikan kak, semuanya sudah berlalu jadi ku mohon hentikan" ucap Yuuri yang mulai melepaskan tangannya dari mulut Vino.


Vino mulai terdiam dan perlahan mendekati Yuuri dan langsung memeluknya erat.


"Kita lupakan yang lalu ya, aku hanya ingin tidak ada salah paham diantara kamu dan siapapun kak" ucap Yuuri yang masih di peluk erat oleh Vino.


"Iya sayang" jawab Vino singkat yang masih tidak mau melepaskan pelukannya.


Yuuri yang di peluk dengan begitu erat akhirnya mengangkat tangannya untuk mulai mengelus punggung Vino dengan lembut dan perlahan lahan itu membuat Vino mengendorkan pelukannya ke Yuuri.


"Istirahat ya" ucap Yuuri sembari menarik pelan tangan Vino menuju tempat tidurnya.


"Kamu mau kemana?" tanya Vino yang melihat Yuuri hendak beranjak keluar dari kamar.


"Aku akan ke dapur kak, kamu istirahat ya" ucap Yuuri lalu berlalu meninggalkan Vino sendiri di dalam kamar.


Yuuri pun berjalan menuju dapur dan mempersiapkan semua bahan dan alat yang akan di pakai untuk malam nanti.


"Nona, apa yang bisa saya bantu?" tanya mbak Nana yang lewat dan melihat Yuuri yang sedang sibuk di dapur.


"Eh ad mbak Nana, ini saya lagi mempersiapkan semua bahan untuk barbeque nanti malam" jawab Yuuri yang masih asik memilih bahan makanan yang ada di dalam kulkas.


"Saya bantu ya nona" ucap Mbak Nana yang mulai berjalan mendekati Yuuri.


"Boleh banget mbak, oh ya nanti malam mbak semua juga ikutan kita barbeque ya di taman dekat kolam renang" ucap Yuuri.


"Aduh nona enggak usah, kita gak enakan gabung nantinya" jawab mbak Nana.


"Ih... mbak Nana gak seru ah, pokoknya nanti mbak semua harus ikutan kita ya dan gak boleh enggak" ucap Yuuri yang tidak ingin di tolak.


"Tapi non, kami kan tid_" mbak Nana.


"Pokoknya kalian semua harus ikut mbak, biar ramai dan jangan sungkan sama saya dan keluarga saya. Anggap aja kita semuanya keluarga ya" jelas Yuuri yang memotong ucapan mbak Nana.


"Bagaimana dengan tuan mbak, kami tidak enak" ucap mbak Nana dengan nada yang sedikit khawatir.


"Tenang aja, enggak perlu mengkhawatirkan pacar aku. Dia gak bakalan bisa nolak keinginan aku mbak" jawab Yuuri sembari tersenyum.


Mereka berdua pun menyiapkan semua bahan makanan.


"Mbak saya tinggal dulu ya mau ke kamar dulu, itu di kulkas ada catatan kecil untuk persiapan alatnya, nanti tolong mbak siapkan semuanya ya dan tata di taman dekat kolam renang ya mbak dan kalau mbak kesusahan minta tolong di bantuin sama mbak Ati dan mbak Jum ya mbak" ucap Yuuri menunjuk note kecil yang dia tempelkan di kulkas.


"Siap nona cantik, serahkan semuanya kepada saya" jawab mbak Nana.


Yuuri pun tersenyum dan berlalu meninggalkan mbak Nana sendiri di dapur.


*


*


*


Hai para readers selamat membaca kembali.


Maaf ya sudah beberapa hari gak update.