Breath Without Love

Breath Without Love
Bawang Merah Jahat



"Gitu dong, jadi anak mami harus bisa memperlakukan wanitanya dengan spesial" ucap mami senang mendengar ucapan anaknya yang drama.


"Mami pikir nasi goreng spesial gitu" gerutu Arkan.


"Kak Arkan kepengen nasi goreng?" tanya Yuuri yang sengaja mengerjai Arkan.


"Iya mungkin sayang, dia lagi ngidam nasi goreng" sambung mami yang ikut mengerjai putranya.


Mampus... salah tanggap nih dua wanita berbahaya ini lagian kompak banget sih mereka berdua ini, mami pikir aku hamil apa sebut aku ngidam gitu (gerutu Arkan yang terpancing mulai kesal sama mami Leya dan Yuuri).


"Enggak kok... aku lagi gak mau nasi goreng" ucap Arkan yang sudah panik.


"Lah terus apa, bukannya kak Arkan tadi nyebut nasi goreng spesial gitu" ucap Yuuri mengulum senyumnya lalu mulai menetralkan raut wajahnya agar tidak di ketahui oleh Arkan.


"Gak kok, aku lagi pengen makan ayam bakar madu pakai sambal yang sedikit pedas tapi jangan terlalu pedas" ucap Arkan yang sudah membayangkannya.


"Duh... anak mami, tadi bilangnya mau balik tapi sekarang apa? malah request ayam bakar madu pake sambal pula sama Yuuri" sambung mami.


Hahaha...


Tawa mami Leya dan Yuuri pecah setelah melihat raut wajah Arkan yang berubah menjadi kesal campur malu karena ucapan mami dan kelakuannya sendiri.


"Jadi gimana nih mau balik sekarang atau mau makan dulu di sini?" tanya mami Leya menggoda anaknya.


"Iya deh iya... makan dulu, aku lapar" ucap Arkan malu.


"Ya udah tunggu di sini aja dulu mi, kak... Yuuri masak dulu ya" ucap Yuuri hendak beranjak ke dapur.


"Tunggu sayang..." mami Leya.


"Kenapa mi?" tanya Yuuri menghentikan langkahnya dan berbalik menatap mami.


"Ajak Arkan bersama untuk membantu mu, tapi mami juga mau ikut melihat kalian" ucap mami Leya.


"Mami..." sentak Arkan yang protes.


"Mau makan gak?" tanya mami menatap tajam anaknya.


"Iya mau lah mi" jawab Arkan cepat.


"Ya udah bantuin dong" sambung mami yang tidak kalah cepat.


"Tapi mi_"Arkan.


"Gak ada tapi tapian... cepat bantu" ucap mami tegas.


Mami kebiasaan banget deh suka banget gitu maksa aku, kan aku mati gaya jadi cowok yang keren (gerutu Arkan dalam hati).


"Gak apa kok mi, Yuuri biasa masak sendiri" ucap Yuuri yang merasa kasihan karena mami memaksa Arkan kembali.


"Gak apa sayang, dia harus bisa membantu calon istrinya, anggap aja kalian lagi latihan berumah tangga" ucap mami dengan tersenyum yang paling manis.


Yuuri pun dengan terpaksa memenuhi keinginan mami dengan mengizinkan Arkan untuk membantunya memasak di dapur.


"Nona, bisa saya membantu nona?" tanya mbak Ati yang kebetulan lewat.


"Nggak usah mbak saya bisa kok, mbak dan yang lain nya bisa istirahat jika gak ada kerjaan lagi" jawab Yuuri yang sebenarnya merasa gak enak hati.


Aku sebenarnya gak enak hati kalau mami Leya dan Arkan ada di rumah yang di berikan kak Vino ini, tapi harus bagaimana lagi kan aku jadi tambah gak enak dan gak sopan kalau aku gak memperlakukan tamu dengan baik (gumam Yuuri dalam hati).


Ada apa dengan hubungan nona Yuuri dan tuan Vino ya, kenapa tadi mbak Jum bilang kalau ibu itu menyebut dirinya camer nya nona Yuuri ya, sebenarnya apa ada ini (gumam mbak Ati dalam hatinya bertanya dengan diri sendiri).


"Baiklah nona, saya permisi ya" ucap mbak Ati.


Yuuri pun menganggukan kepalanya dan tersenyum kepada mbak Ati pertanda dia setuju, dan mbak Ati juga langsung bergegas meninggalkan dapur.


"Sayang kamu tinggal sendiri di rumah sebesar ini?" tanya mami Leya yang penasaran walaupun sebenarnya dia sudah tau jawabannya.


Yuuri terlihat menahan tawanya kala memperhatikan Arkan yang sedang mengupas bawang merah.


Hahaha... ternyata dia bisa juga menangis ya selain mempunyai sifat yang arogan dan ketus, tapi kasihan juga melihatnya (gumam Yuuri dalam hati).


"Kamu menangis nak?" tanya mami Leya yang juga memperhatikan Arkan.


Yuuri yang sadar kalau mami juga memperhatikan Arkan dan meledeknya langsung mencuci tangannya dan mengambil tisu dan menyeka air mata yang menetes akibat mengupas bawang merah, Arkan langsung kaget ketika Yuuri dengan tiba tiba menyeka air matanya dengan tisu dan menyadari bahwa dia mengeluarkan air matanya hanya karena mengupas bawang merah.


Huh... bikin malu aja nih, semua ini gara gara kamu ya bawang merah yang jahat... bisa bisa nya kamu membuat harga diri yang aku bangun runtuh karena air mata yang mengalir ketika mengupas mu (gerutu Arkan dalam hati yang menyalahkan bawang merah yang jahat itu katanya).


"Apa masih perih kak?" tanya Yuuri yang masih setia menyeka air mata Arkan.


"Hm..." jawabnya sembari mengedipkan matanya agar air mata dan perihnya segera berlalu.


Setelah menunggu cukup lama tapi perih nya belum juga hilang membuat Arkan kesal lama kelamaan sehingga dia berniat untuk mengucek matanya, Yuuri yang melihat Arkan yang sudah mengucek matanya terbelalak dan menghentikan tangan Arkan agar menghentikan aksinya.


"Kak jangan di kucek begitu" ucap Yuuri lembut memegang tangan Arkan yang dia pakai untuk mengucek matanya.


"Tapi perih nih" ujar Arkan yang kembali akan mengulanginya.


"Jangan kak... nanti iritasi matanya" ucap Yuuri yang kembali menghentikan tangan Arkan yang akan mengulanginya.


Yuuri yang sadar dengan Arkan yang sangat susah di tentang akhirnya mengambil langkah menghentikan aksinya mengucek mata dengan meniup mata Arkan dengan pelan membuat Arkan merinding di buatnya.


"Bagaimana?" tanya Yuuri setelah meniupkan mata Arkan yang perih.


Arkan bengong dan tidak menghiraukan Pertanyaan Yuuri membuat Yuuri kebingungan dengan reaksi yang di tunjukkan Arkan.


"Kak..." panggil Yuuri sembari melambaikan tangannya di hadapan Arkan.


Putraku itu kalau suka sama orang walaupun dia gengsi mengakuinya tetap saja dia akan menjadi bodoh tanpa di duga duga, bikin malu saja kamu nak (gerutu mami dalam hati yang mengatai anaknya sendiri bodoh).


"Mami... kak Arkan kenapa?" tanya Yuuri bingung menatap mami yang duduk tidak jauh dari mereka.


Mami yang tidak ingin mengakui kebodohan anak nya di hadapan menantunya hanya menggelengkan kepalanya pertanda kalau dia juga sama tidak tau nya seperti Yuuri.


Kak Arkan kenapa sih kok jadi kayak manekin gini sih, tapi aku coba sekali lagi aja deh (gumam Yuuri yang mencoba menyadarkan kembali Arkan dari aksi patung nya).


"Kak... kak Arkan..." panggil Yuuri kembali menyadarkan Arkan.


"Oh iya... ada apa..." jawab Arkan yang gugup karena terlalu kaku.


"Kakak kenapa melamun?" tanya Yuuri bingung.


"Oh... itu... aku... enggak kok" Arkan menjadi salah tingkah.


"Kakak kok aneh sih biasa aja kenapa" gerutu Yuuri yang kesal dengan keanehan Arkan.


"Maaf maaf... aku biasa aja kok, terimakasih ya mata nya udah gak perih lagi" ucap Arkan berterimakasih.


"Hm... sama sama" Yuuri melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.


Kurang ajar banget sih kamu bawang merah... gara gara kamu bawang merah jahat aku jadi malu karena kebodohan mu itu yang membuat mataku perih, dasar bawang merah jahat... (gerutu Arkan kesal dalam hatinya).


*


*


*


Malu banget gak tuh jadi Arkan, kebodohannya muncul karena ulah bawang merah.


Happy reading readers....