
Pantai
Yuuri, Ocha dan Fahira sangat senang menghabiskan waktu santai mereka di Pantai dengan berbagai macam kue dan makanan lain dengan pemandangan Pantai yang sangat indah.
"Kak Yuuri, aku pasti bakalan kangen sama kak Yuuri nanti" ujar Fahira sembari mengambil Brownies di hadapannya.
"Hm... ya Yuuri, nanti kalau kamu di sana jangan lupain aku ya" sambung Ocha.
"Hei bocah, kalian pada ngomongin apa sih aku ke sana untuk meneruskan study dan bukan untuk meninggalkan kalian selamanya" ucap Yuuri menatap Ocha dan Fahira bergantian.
Ocha dan Fahira yang menatap Yuuri kembali lalu tersenyum ke arah Yuuri
Yuuri yang tidak ingin melihat adegan yang sedih sedih, langsung mengalihkan pandangan dengan segera mencoba menghidupkan api untuk mereka memanggang ikan dan ayam.
Setelah terus berusaha mencoba menghidupkan api tapi api yang akan di hidupkan tidak kunjung menyala.
"Kak bisa gak?" tanya Fahira melihat Yuuri.
"Kok susah ya dek" ujar Yuuri sambil masih saja mencoba menghidupkan api nya.
Tiba tiba yuuri tanpa sengaja menoleh ke arah air tawar dan saat itu Yuuri melihat seorang laki laki yang sedang berenang hampir tenggelam karena lemas di air tawar dan pas kejadian itu nampaknya keadaan di sekitar air tawar Pantai itu tidak lah ramai hanya ada beberapa orang saja yang sedang asik dengan kegiatan mereka masing masing.
Yuuri yang melihat kejadian itu terkejut dan tanpa pikir panjang dia segera berlari dan berenang menghampiri laki laki itu dan menyelamatkan nya.
Ocha dan Fahira yang kaget melihat Yuuri yang tiba tiba berlari menuju air tawar berlari mengikuti langkah Yuuri.
Ketika Yuuri menceburkan diri ke air tawar baru orang sekitar tau bahwa ada seseorang yang hampir tenggelam dan mereka pun melihat dan sebagian juga menolong ketika yuuri sudah berhasil menarik laki laki itu dari tenang menuju tepi air tawar.
Suara orang sekitar langsung bertanya ketika melihat Yuuri yang menuju ke tepian air
apakah Yuuri baik baik saja langsung di jawab oleh anggukan Yuuri.
Dan syukurnya laki laki yang di selamatkan yuuri masih tersadar tapi dia hanya lemas sambil mengucapkan terima kasih perlahan.
"Yuuri kamu baik baik aja kan" ujar Ocha khawatir melihat sahabatnya.
"Iya kak, kakak gak kenapa kenapa kan" sambung Fahira memastikan kondisi Yuuri.
"Enggak dek, aku baik baik kok, oh ya tolong ya bapak di sini tolong bantu aku buat bawa dia ke tempat kami di sebelah sana " ucap Yuuri sembari menunjuk ke arah tikar piknik mereka yang berada di bawah pohon Cemara.
Mendengar Yuuri yang meminta tolong segera beberapa orang memapah laki laki tadi ke tempat mereka.
Tidak lupa Yuuri mengucapkan terimakasih kepada beberapa orang karena telah menolongnya.
"Kenapa kakak bawa ke sini?" tanya Fahira bingung.
Yuuri yang tidak menggubris pertanyaan Fahira segera mengambil air putih dan di sodorkan ke laki laki itu.
Kakak kok nyebelin ya aku gak di gubris ngomong sama dia (gumam Fahira kesal dalam hati).
"Ocha, biasa kamu bawa minyak aromaterapi kan" ucap yuuri memastikan.
"Ada Yuuri, sebentar ya aku ambilkan" ujar Ocha sembari berlari menuju mobil mengambil aromaterapi.
Setelah minyak aromaterapi di oleskan ke tubuh laki laki itu akhirnya laki laki itu merasa badannya sudah lebih baik.
"Aku Vino, terimakasih sudah menolongku" ucap Vino sembari duduk diantara mereka dan mencoba untuk mengatur nafasnya.
"Sama sama aku Yuuri dan ini Ocha dan ini Fahira" ujar Yuuri membalas ucapan Vino.
Karena merasa tidak di hiraukan oleh Yuuri, Fahira segera mencoba menghidupkan kembali api untuk melanjutkan acara memanggangnya.
Vino yang melihat Fahira kesulitan segera menghampiri Fahira untuk segera membantu Fahira untuk menghidupkan api nya.
Yuuri dan Ocha yang melihat tingkah Fahira pun hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala menatap Fahira.
Kenapa si Fahira banyak banget ya stok muka juteknya apalagi ke orang yang belum dia kenal (gumam Yuuri yang bingung dengan sikap Fahira setiap bertemu orang baru).
Fahira...Fahira... enggak berubah juga ternyata tuh anak dari dulu sampai sekarang masih saja jutek sama orang asing(gumam Ocha).
"Hei... aku bisa sendiri ya" ketus Fahira menatap Vino.
"Anggap saja sebagai balasan terimakasih ku karena kalian menolong ku" ucap Vino sembari menghidupkan api.
"Ya sudah terserah kamu aja om" jawab Fahira acuh.
"Jangan panggil aku om,aku belum setua itu aku baru 25 tahun" ujar vino menjelaskan.
"Fahira.... bisa sopan sedikit gak" ucap Yuuri menatap tajam ke arah Fahira
Fahira yang mendapat tatapan tajam dari yuuri pun menunduk tidak lagi bersuara.
"Gak masalah kok yuuri, mungkin Fahira merasa gak nyaman aku ada di sini" ucap Vino merasa tidak enak hati.
"Maafkan Fahira ya, dia memang tidak bisa ramah pada orang asing" sambung Ocha.
Vino pun yang mengerti akan sikap Fahira kepadanya hanya bisa tersenyum sembari mengangguk tanda mengerti.
Yuuri yang bajunya basah segera menuju mobil aja mengambil baju ganti untuknya dan dia juga mengambil baju ganti untuk Vino yang kebetulan itu adalah baju yang dia beli untuk abangnya, tapi karena sepertinya Vino lebih membutuhkannya jadi dia memberikan baju itu kepada Vino.
Api untuk memanggang pun hidup di bantu oleh Vino dan akhirnya mereka memulai acara memanggang nya.
"Kak ini ada baju buat ganti pakaian Kakak yang basah" ucap Yuuri sembari menyodorkan baju ganti.
"Ah gak usah Yuuri, aku gak masalah kok, nanti juga orang suruhan aku bakalan datang bawa baju ganti" ucap Vino hendak menolak.
"Kak, kalau kakak gak segera ganti pakaian yang basah bakalan cepat terserang sakit loh, lagian orang suruhan kakak juga pasti memakan waktu ketika mau ke sini kan tenang aja gak ngerepotin kok" ucap Yuuri.
Hm... kok baik banget ya sama orang apalagi baru kenal, pasti jarang banget nemuin perempuan model gini (gumam Vino memuji kepribadian Yuuri).
Yuuri dan Vino yang basah segera menuju ruang ganti yang berada di dekat air tawar
untuk mengganti pakaian mereka yang sudah basah.
Mereka masuk keruang ganti masing masing karena ruang ganti ada khusus wanita dan pria.
🌷🌷🌷
Vino yang sudah lebih dulu selesai berganti pakaian menunggu Yuuri di depan ruang ganti
tak lama setelah itu Yuuri keluar memakai legging hitam dan baju kaos putih, rambutnya di jepit ke atas.
*Ko**k tambah cantik aja ya apalagi ketika lihat dia tersenyum tulus tanpa di buat buat
duh.... aku kenapa ya kok jantung aku berdetak kencang hanya karena melihat dia tersenyum (gumam Vino dalam hati sembari tanda sadar memegang dadanya dan matanya terus menatap Yuuri sampai Yuuri menghampiri nya*).
"Kak kenapa, apa ada yang aneh?" tanya Yuuri bingung melihat ekspresi Vino.
"Enggak ada kok yuuri cuma kamu cantik banget... ups" ucap vino keceplosan sembari menutup mulutnya.
"Apa sih kak, kakak kenapa gak duluan?" tanya Yuuri.
"Nungguin kamu sama sama aja ke sananya" ucap Vino.
"Oh... sini baju basah kakak biar Yuuri masukan ke kresek" ucap Yuuri sembari mengambil pakaian basah dari tangan Yuuri.
Vino langsung menyodorkannya ke Yuuri dan langsung di masukkan Yuuri ke kresek pakaian basahnya dan mereka berjalan bersama menuju ke arah Ocha dan Fahira bersamaan.
"Sekali lagi terimakasih ya sudah mau menolong ku" ucap Vino tulus.
"Sama sama kak" balas yuuri sembari tersenyum.
🌷🌷🌷
Pukul 15.00...
ada 5 orang dengan pakaian serba hitam menghampiri tempat mereka dengan wajah sangar nya.
Fahira yang lebih awal mengetahui nya langsung pasang muka juteknya
pada dasarnya Fahira itu wanita yang super ramah tapi itu tidak berlaku untuk mereka yang baru di kenalnya dia akan langsung berubah 180 derajat.
"Hei... kalian mau apa kalian mengganggu tempat kami" ketus Fahira sinis.
"Maaf nona kami tidak punya keperluan dengan anda" ucap salah satu dari mereka.
"Heh kalau gak ada keperluan kenapa masih di sini" bentak Fahira.
"Kami... itu... kami...." ucap salah satu dari mereka yang gugup karena kegalakan Fahira.
"Fahira cukup ya..." ucap yuuri sambil menatap Fahira.
Vino hanya bisa menahan tawanya agar tidak pecah melihat orang suruhan nya di bentak wanita kecil seperti Fahira.
*Gi**la ni cewek bisa bikin orang suruhan ku yang badan nya 3x lebih besar dari dia mati kutu hanya karena di bentak sama dia
ini nama nya kecil kecil cabe rawit (gumam Vino masih menahan tawanya*).
"Maaf pak ada apa ya?" tanya Ocha ramah kepada 5 orang yang di bentak fahira tadi.
"Maaf ya semuanya..." ucap Vino tiba tiba.
"Kenapa kak vino minta maaf?" tanya Yuuri bingung.
"Hm itu... mereka orang suruhan ku, tadi aku yang minta mereka jemput aku karena 2 jam lagi aku ada penerbangan ke Jakarta" ucap Vino menjelaskan.
"Oh gitu... oh ya om semua sudah pada makan belum?" tanya Ocha.
"Gak usah repot begitu Cha, kami pamit pergi duluan ya" ucap Vino hendak pergi.
"Oh kak Vino... gak bisa bisa gitu dong makan dulu kan bakalan perjalanan jauh, lagian mubasir juga makanannya masih banyak banget" ucap Yuuri menghentikan gerak Vino.
"tapi Yuuri" ucap vino.
"kak makan aja ajak om berlima itu juga" sambung Ocha.
Mereka yang merasa tidak enak pun akhirnya menuruti perkataan Yuuri dan Ocha walaupun merasa tidak enak dengan bos nya karena telah merepotkan teman baru bos nya.
Selesai menyantap makanan dan sambil bercerita orang suruhan vino pun bantu membereskan perkakas mereka dan mereka semua bersiap pergi meninggalkan pantai
pada dasarnya Vino bukanlah termasuk bos yang galak pada umumnya tapi dia adalah bos yang ramah dan humble kepada semua orang tapi akan sangat serius dan profesional ketika dia berada dalam dunia kerja.
*
*
*
Bagaimana next episode ya readers
pantengin terus ya karya aku.
Semoga bisa menghibur para readers yang lagi bosan.