
Yuuri berjalan perlahan meninggalkan Bandara dengan menggunakan taksi yang ada di bandara.
Setelah sampai di rumahnya Yuuri melihat sudah ada Shira yang duduk manis di sofa menunggunya di dalam rumah.
"Shira..." Yuuri.
"Kak Yuuri..." Shira langsung berdiri dan berjalan perlahan ke arah Yuuri.
"Kamu kapan datang?" tanya Yuuri ketika Shira sudah ada di depannya.
"Kak aku mohon maafkan mama sama papa ya" ucap Shira yang tidak menghiraukan Pertanyaan Yuuri.
"Kenapa kamu yang minta maafnya" ucap Yuuri.
"Mereka orang tua aku kak... aku tau banget mereka berdua pasti sangat menyakiti kakak kan" ucap Shira.
"Shira... udah ya, kakak udah berusaha untuk ikhlas dengan semua yang terjadi sama kakak" ucap Yuuri.
"Tapi kak Vino kak..." ucap Shira sembari menahan air mata yang akan keluar.
"Kak Vino kenapa?" tanya Yuuri bingung.
"Kak Vino tersiksa dengan keputusan mama papa kak, dia selalu mengurung dirinya di dalam kamar semenjak hari itu" ucap Shira yang sudah mulai meneteskan air matanya.
"Shira... kita bicara di kamar kakak aja ya" ucap Yuuri dan langsung di setujui Shira.
Yuuri pun membawa Shira untuk berbicara di dalam kamarnya, sebenarnya Yuuri juga bingung ingin berbicara apa karena baginya semuanya juga percuma karena mereka tidak bisa bersatu.
"Shira... begini ya, kakak masih bisa melakukan apa saja untuk mempertahankan hubungan kakak dengan kak Vino... tapi sayangnya restu orang tua itu sangatlah penting untuk kakak" ucap Yuuri.
"Apa kakak tidak berniat untuk memperjuangkan restu mama papa?" tanya Shira yang kesal.
"Bagaimana kakak mau memperjuangkan hubungan kami jika mama sama papa kamu aja sudah menemukan calon istri untuk kakak kamu" ucap Yuuri.
"Tapi setidaknya kakak bisa dong mempertahankan nya, ini kakak seperti menyerah sebelum berperang" gerutu Shira.
"Kalau cuma ngomong aja enak Shira... tapi apa kamu pernah berada di posisi kakak?" tanya Yuuri mulai emosi.
"Tapi bagaimana dengan kak Vino jika kalian berpisah begini, kak Vino benar benar sangat mencintaimu kak" ucap Shira yang semakin menangis.
"Jadi kamu pikir kakak gak cinta sama kakak kamu" sentak Yuuri yang juga meneteskan air matanya.
"Maaf kak... aku gak bermaksud untuk menyudutkan kakak, aku juga sudah bujuk mama papa untuk mengikuti keinginan kak Vino tapi hasilnya nihil kak, mereka enggak pernah mengerti anak anaknya... mereka hanya peduli dengan diri mereka sendiri kak, aku kesal... sangat sangat kesal kak" keluh Shira yang meluapkan semua kekesalannya.
Yuuri langsung memeluk Shira dengan erat dan menenangkan nya dengan mengelus punggungnya.
"Yang sabar ya Shira sayang, terkadang apa yang kita inginkan gak sepenuhnya harus terwujud dan terkadang mencintai juga gak semuanya bisa memiliki tapi kakak cuma punya 1 permintaan untuk kak Vino dan juga kamu_" Yuuri.
"Apa kak?" tanya Shira di sela tangisnya.
"Semoga kalian berdua selalu bahagia, gak perduli apapun yang terjadi nantinya... yang paling terpenting kalian harus bahagia walaupun dengan atau tanpa kakak" ucap Yuuri dengan menahan sesak di dadanya mengatakan semuanya.
"Kakak akan meninggalkan kami?" tanya Shira yang melepaskan pelukannya dan menatap tajam Yuuri.
"Shira... semua yang yang ada di dunia ini akan pergi sayang" ujar Yuuri.
"Shira sayang kakak" ucap Shira yang kembali memeluk Yuuri.
"Kakak juga sayang kamu, kamu akan selalu menjadi adik kakak sayang" ucap Yuuri sembari mengelus puncak kepala Shira.
"Oh iya kak... aku hampir saja lupa" ucap Shira yang melepaskan pelukannya lagi.
"Ada apa sayang?" tanya Yuuri bingung.
"Kak Vino titip sertifikat rumah ini, dan semuanya sudah atas nama kakak" ucap Shira sembari menyerahkan map yang berisi surat sertifikat yang sedang Yuuri tempati.
"Shira... kak Vino tadi juga udah bilang sama kakak, tapi... apa semua ini gak berlebihan sayang?" tanya Yuuri yang bingung harus bagaimana.
"Kak... ini amanah dari kak Vino, setidaknya kak Vino bisa membuat kakak nyaman tinggal di Jakarta walaupun tanpa dia" ucap Shira.
"Benarkah kakak harus menerimanya?" tanya Yuuri yang masih bingung.
"Terimakasih kasih sayang" ucap Yuuri.
"Jaga baik baik kak, aku harap kakak juga selalu bahagia dengan pilihan kakak... walaupun aku tau kakak dan kak Vino sama sama tersakiti dengan perpisahan ini tapi... semoga karena keikhlasan kalian berdua kalian bisa menemukan kebahagiaan kalian masing masing" ucap Shira yang mulai menerima situasinya.
"Terimakasih sayang... terimakasih banyak atas do'a kamu yang sangat baik ini" ucap Yuuri terharu mendengarkan penuturan Shira yang sangat dewasa baginya.
"Aku pamit ya kak, jaga diri kakak baik baik" ucap Shira lalu keluar dari kamar Yuuri dan meninggalkan rumah yang sekarang sudah menjadi milik Yuuri sepenuhnya.
Yuuri memandang Map yang berisi surat sertifikat rumah yang sekarang dia tempati atas namanya.
Apa aku pantas mendapatkan semua kebaikan ini dari mu kak... aku gak tau harus bagaimana kak (gumam Yuuri berlalu ke tempat dia biasa menyimpan berkas berkas pentingnya).
Semoga ini sangat bermanfaat untuk semua orang suatu hari nanti (gumam Yuuri dan langsung menyimpan nya dengan sangat rapi).
Yuuri kembali ke kasurnya dan menyalakan laptopnya dan memutar drama Korea yang sedang booming yang belum lama ini tayang.
Nonton drakor aja deh dari pada galau begini, siapa tau habis ini hati ini bisa menjadi sedikit lebih baik (gumam Yuuri).
Hatiku... kamu baik baik ya, karena jika kamu sakit aku itu susah banget buat beraktivitas... seperti hidup segan mati tak mau gitu loh, jadi kamu harus kuat ya... biar aku bisa kembali pulih dengan cepat (ucap Yuuri pada dirinya sendiri).
Yuuri melanjutkan kegiatannya dengan menonton drama kesukaannya, apalagi kalau bukan drama korea yang sangat dia suka.
Tok... tok... tok...
"Nona diluar ada yang mencari" ucap mbak.
Yuuri langsung menghentikan kegiatannya dan berjalan membuka pintu kamarnya.
"Ada apa mbak Jum?" tanya Yuuri.
"Nona, diluar ada tamu nyonya" jawab mbak Jum.
"Siapa mbak?" tanya Yuuri penasaran.
"Ada laki laki ganteng sama ibuk ibuk yang cantik banget nona" jawab mbak Jum.
"Emangnya siapa mereka dan kenapa nyari Yuuri?" tanya Yuuri bingung.
"Kata si ibuk cantik itu sih dia camer nya nona" jawab mbak Jum.
"What? apa camer?" tanya Yuuri kaget.
"Iya nona... camer itu artinya calon mertua" ucap mbak Jum.
"Mbak Jum itu nyebelin ya... aku juga tau camer itu calon mertua" gerutu Yuuri kesal.
"Terus kenapa nona tanya apa camer" ucap mbak Jum yang mengikuti gaya Yuuri tadi.
"Mbak Jum... udah deh" sentak Yuuri yang semakin kesal dengan mbak Jum.
"Maaf nona, tapi orangnya sudah menunggu di bawah" ucap mbak Jum.
"Iya deh aku turun sebentar lagi" ucap Yuuri lalu kembali ke kamarnya.
Apa apaan ini masa iya camer datang di saat gak tepat gini... bikin tambah pusing aja nih
(gumam Yuuri yang mulai menutupi mata bengkaknya dengan riasan tipis karena habis menangis beberapa kali hari ini).
*
*
*
Gimana ya perasa readers habis nangis terus di datangi sama camer? hayo... gimana perasaannya? jangan lupa tinggalkan jejaknya ya readers.
Happy reading readers... semoga selalu bahagia.