
Kabar Norman yang akan kembali tentu sudah di dengar oleh para menteri. Mereka akan menyambut kedatangan Norman lalu mendesaknya untuk menikah karena mereka sudah membutuhkan ratu baru sebagai pendamping Norman.
Norman sudah memiliki rencana, dia tidak akan pernah mau menikah dengan siapa pun sebelum dia mendapatkan kabar akan keadaan Freya. Oleh sebab itu dia memerintahkan Kendrick berada di Hong Kong untuk terus mencari keberadaan Freya.
Dia juga membawa Cristina tanpa alasan, selain dia merasa harus menampung Cristina yang memang sudah tidak ada siapa-siapa lagi, dia bisa meminta bantuan Cristina untuk menutup mulut para menteri itu.
Saat itu Cristina masih saja menangis, padahal mereka sudah mau tiba. Perasaan sedih karena harus kehilangan dua orang yang sudah dia anggap sebagai keluarga tidak bisa dia singkirkan. Jika hanya kehilangan Nathan Walner mungkin dia tidak akan sesedih itu karena masih ada Freya namun dia harus kehilangan keduanya tanpa dia inginkan.
"Berhentilah menangis, Freya pasti dalam keadaan baik-baik saja!" ucap Norman.
"Bagaimana kau bisa berkata demikian, Tuan? Semua orang tahu apa yang terjadi jika jatuh ke sungai yang berarus deras seperti itu lalu dari mana kau bisa berkata jika Nona baik-baik saja?" tanya Cristina. Dia tahu Norman sedang menghibur dirinya dan dia pun tahu yang paling sedih pasti Norman tapi dia tidak suka Norman menipu dirinya sendiri dan mengatakan Freya baik-baik saja padahal mereka sudah bisa menebak akhir dari Freya.
"Lalu aku harus bagaimana, Cristina? Apa kau ingin aku berkata jika dia sudah mati di dasar sungai itu?' Norman mengusap wajahnya, frustasi.
"Bagaimana jika Nona tidak pernah ditemukan lagi, Tuan. Apa aku harus tetap mengikutimu ataukah aku harus pergi?" tanya Cristina. Kini dia bagaikan perahu di tengah laut tanpa nahkoda. Sampai sekarang dia belum tahu kenapa Norman mengajaknya.
"Dengarkan aku, meski aku tahu apa yang terjadi saat seseorang jatuh ke sungai tapi aku masih berharap ada harapan dan aku berharap Freya masih hidup. Kau adalah orang terdekatnya, aku tidak bisa meninggalkan dirimu begitu saja. Aku mengajakmu ikut karena Freya sangat peduli denganmu. Kau bisa tinggal denganku sambil menunggu kabar akan keberadaan Freya, jika dia masih hidup aku pasti akan menemukan keberadaan dirinya di mana pun dia berada. Aku akan membawanya kembali tapi saat ini, aku ingin kau bekerja sama denganku dan berpura-pura menjadi kekasihku agar tidak ada yang mendesak aku untuk menikah. Aku hanya menginginkan Freya saja oleh sebab itu aku butuh bantuan darimu!"
"Bagaimana jika Nona Freya tidak kau temukan? Bagaimana jika ternyata Nona Freya sudah tidak bernyawa lagi saat kau temukan? Bagaimana dengan kebohongan kita dan apa yang akan kau lakukan, Sir?" tanya Cristina.
Norman memandangi Cristina, apa yang ditanyakan oleh Cristina sangat benar. Bagaimana jika Freya memang sudah tiada? Apa yang harus dia lakukan? Dia pun tidak bisa membuang Cristina begitu saja lalu mengusirnya pergi dari istana.
"Apa yang akan kau lakukan, Tuan? Aku tidak bisa selamanya tinggal bersama denganmu!" Cristina kembali bertanya karena dia harus tahu akan nasibnya ke depan nantinya.
"Entahlah, apa yang akan terjadi kita lihat nanti. Belajarlah dengan baik saat kau berada di dalam istana, jikalau memang Freya sudah tidak bernyawa saat ditemukan," Norman menghentikan ucapannya dan menghela napas. Cristina memandanginya dengan ekspresi heran. Apa yang hendak dikatakan oleh Norman?
"Kenapa kau meminta aku belajar di Istana?" sungguh sampai sekarang dia belum tahu siapa Norman sebenarnya.
"Karena kau sudah aku manfaatkan dirimu untuk dijadikan sebagai kekasihku maka aku akan bertanggung jawab dengan cara menikahimu," ucap Norman tanpa ragu tentunya perkataan yang dia ucapkan membuat Cristina terkejut.
"Tidak, Tuan. Aku tidak mau!" tolak Cristina.
"Aku tidak akan memaksa jika kau tidak mau!" ucap Norman.
"Aku tidak ingin mengambil kesempatan dalam kesempitan. Lagi pula kau sudah membantu Nona Freya begitu banyak dan sudah waktunya aku membalas budi. Aku akan melakukan apa yang kau katakan sampai kita mengetahui keadaan dan keberadaan Nona Freya dan pada saat itu, aku akan pergi. Mungkin sudah saatnya aku hidup mandiri tanpa mereka."
Norman hanya melirik ke arah Cristina, itu hanya ide gila yang dia ucapkan karena dia tidak mau memanfaatkan Cristina sehingga dia dianggap sebagai baj*ngan. Jika Cristina tidak mau maka dia tidak akan memaksa tapi sampai kapan dia harus menunggu kabar akan keberadaan Freya dan bagaimana jika seandainya Kendrick tidak menemukan Freya? Satu tahun, dua tahun atau tiga tahun? Dia benar-benar tidak tahu berapa lama.
Beberapa pengawal istana sudah menunggunya di bandara, mereka tampak bersiaga menjaga keamanan. Cristina tampak terkejut melihat banyaknya orang. Dia berjalan di belakang Norman dan terlihat menunduk. Norman pun melangkah menuju mobil yang sudah disediakan untuknya. Para pengawal itu membungkuk untuk memberikan hormat.
Norman masuk ke dalam mobil, Cristina hanya mengikuti. Dia tampak canggung dan takut, sepertinya yang sedang bersama dengannya saat ini adalah putra mahkota atau jangan-jangan seorang raja. Ternyata Freya bertemu dengan seorang pria yang memiliki kedudukan yang luar biasa dan jika Freya tahu, dia pasti tidak akan mau karena dia bukanlah wanita yang suka dengan lingkup yang berbeda apalagi status mereka berdua yang jauh berbeda, dia tahu Freya pasti tidak akan mau bersama dengan Norman.
Kedua orangtuanya sudah menunggu, ternyata Vanila pun sudah menunggu. Vanila kembali diminta oleh ibunya karena akan ada pesta untuk mencari calon permaisuri untuk Norman. Meski Vanila tahu jika ada wanita bernama Freya sedang bersama dengan Norman tapi dia tidak mengatakan apa pun kepada ayah dan ibunya karena dia ingin Norman sendiri yang memberitahu akan keberadaan wanita itu tapi ketika melihat wanita asing yang kembali dengan kakaknya, Vanila benar-benar heran.
"Akhirnya kau kembali, bagaimana dengan liburanmu?" tanya ibunya seraya menyambut putranya dengan pelukan.
"Menyenangkan, tentu saja," jawab Norman enggan.
"Aku senang mendengarnya tapi siapa dia?" kini ibunya melihat ke arah Cristina yang terlihat menunduk dan takut.
"Kandidat calon istriku," jawab Norman.
"Apa? Jadi kau sudah memiliki kekasih?" tanya ibunya.
"Yeah, tapi dia butuh banyak belajar," jawab Norman.
"Wah... Wah, kenapa kau tidak bilang padaku?" ibunya melangkah mendekati Cristina. Dia juga tersenyum dengan ramah namun Cristina tampak ragu dan melihat ke arah Norman.
Norman mengangguk, Cristina pun mengikuti permainan. Ibunya sangat senang karena mengira Cristina benar-benar kekasih Norman. Dia pun mengajak Cristina untuk pergi karena ada yang hendak dia bicarakan dengan wanita itu.
Norman menghela napas, semoga saja Cristina dapat memainkan perannya dengan baik sehingga ibunya tidak curiga.
"Setelah beristirahat kau harus temui aku, Norman!" ucap ayahnya.
"Baik, aku akan mencari Daddy nanti."
Ayahnya melangkah pergi, sedangkan Vanila menghampiri kakaknya yang terlihat tidak bersemangat sama sekali. Dia menebak telah terjadi sesuatu dan kakaknya sedang berbohong saat ini.
"Apa yang terjadi, kak Norman? Mana Freya? Kenapa kau membawa wanita lain?" tanya Vanila.
"Saat ini aku tidak ingin membahasnya, Vanila. Aku mau beristirahat!" setelah berkata demikian, Norman melangkah pergi menuju kamarnya. Dia tidak mau membahas hal itu untuk saat ini namun dia sangat berharap, kabar akan keberadaan Freya segera dia dapatkan dari Kendrick.